1,720,966 research outputs found
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN DENGAN MENGGUNAKAN STRATEGI MULTIPLE GAMES PADA SISWA KELAS II SDN 56 BUTON
The purpose of this study was to describe the ability to read at the beginning can be improved by using multiple games strategy. The benefits of this research are increasing student participation, improving the quality of learning for teachers and for schools to improve student learning outcomes. This research is a Classroom Action Research (CAR) which recycles / cycles includes planning, implementing actions, observing and reflecting. This research was conducted in class II SDN 56 Buton. The subjects of this research proposal were 19 grade II students who were registered and active in the 2020/2021 school year. The results of this study were conducted in 2 cycles, and each cycle consisted of 2 learning meetings, and each cycle an observation test was carried out. Action, cycle 1, and cycle 2. The increase can be seen from the results of the average score of the students' initial ability of 29.21 after being given action in cycle 1 shows an increase in the average value of student subjects by 59.74 and cycle 2 increases the average value. an average of 84.21. The results of the second cycle of action showed that the results of the achievement of the subject's score showed that the results of the achievement of the subject's score increased and could far exceed the predetermined minimum completeness criteria (KKM) value of 65 so that the action was stopped
Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Melalui Model Pembelajaran Iteraktif Kelas V SD Negeri 2 Busoa Kabupaen Buton Selatan
Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar Siswa melalui model pembelajaran Interakti dikelas V di SD Negeri 2 Busoa. Jenis penelitian ini merupakan jenis penelitian tindakan kelas (PTK) dengan subjek penelitian dikelas V SD Negeri 2 Busoa yang berjumlah 16 orang siswa. Objek penelitian ini meningkatkan hasil belajar siswa dengan materi hak dan kewajiban terhadap ketersediaan air bersih. Pada siklus pertama dilakukan sebanyak dua kali pertemuan, dengan menggunakan model pembelajaran Interaktif dan siklus kedua dilakukan tindakan sebanyak dua kali pertemuan dengan model yang sama. Berdasarkan hasil penelitian yang berlangsung selama dua siklus, dapat diketahui bahwa pelaksanan pembelajaran menggunakan model pembelajaran Interaktif Pada Mata Pelajaran ilmu pengetahuan sosial (IPS) yang diperoleh bahwa hasil belajar siswa pada prasiklus sebesar 38,23% (2 orang siswa) dengan nilai rata-rata 61,17%. Pada siklus I hasil belajar siswa meningkat menjadi 54,94% (4 orang siswa) dengan nilai rata-rata 69,41%. Pada siklus II hasil belajar siswa meningkat menjadi 85,29% (11 orang siswa) dengan nilai rata-rata 80,23%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa dengan menerapkan model pembelajaran Interaktif masalah dapat meningkatkan hasil belajar siswa dikelas V SD Negeri 2 Busoa
Meningkatkan Hasil Belajar IPS Siswa Kelas V Berbasis Portofolio di SD Negeri Tongano Barat Kabupaten Wakatobi
Nesti, 031901025. Meningkatkan Hasil Belajar Pada IPS Siswa Kelas V Berbasis Portofolio Di SD Negeri Tongano Barat Kabupaten Wakatobi. Peneltian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas V pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di SD Negeri Tongano Barat. Penelitian ini menggunakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan II siklus dan untuk setiap siklusnya terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri Tongano Barat Kabupaten Wakatobi pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dengan materi sejarah kedatangan bangsa portugis, spanyol, dan belanda. Berdasarkan hasil penelitian, dapat diambil kesimpulan bahwa hasil belajar siswa sebelum tindakan hanya mendapatkan nilai rata-rata sebesar 60 dengan nilai tuntas belajar siswa klasikal sebesar 45%. Setelah diterpakan pembelajaran berbasis portofolio pada siklus I hasil belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosia (IPS) siswa memiliki nilai rata-rata 71,25 dengan nilai tuntas belajar siswa klasikal sebesar 60%. Pada siklus II diperoleh nilai rata-rata 88,5 dengan nilai tuntas belajar klasikal sebesar 80%. Penelitian Tindakan Kelas ini dapat dikatakan meningkat dengan menggunakan model pembelajaran Berbasis Portofolio
Penerapan Strategi Belajar PAIKEM Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas V SDN 2 Baadia Kota Baubau
Penelitian bertujuan untuk mengetahui penerapan Strategi Pembelajaran aktif, inovatif, kreatif, efektif dan menyenangkan (PAIKEM) dalam meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SD Negeri 2 Baadia. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas, yang dilakukan melalui empat tahap yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi. Subjek dalam penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas V, dengan jumlah 19 orang siswa yang terdiri dari 10 laki-laki dan 9 perempuan. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu tes dan observasi. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, dapat dilihat bahwa hasil belajar siswa dari hasil tes prasiklus, siklus I dan siklus II. Hasil tes prasiklus yang mencapai nilai KKM ada 7 orang siswa (36,84%) dan siswa yang tidak mencapai nilai KKM 12 (63,15%) dengan jumlah nilai 1.080. Hasil tes siklus I siswa yang mencapai nilai KKM ada 11 orang siswa (57,89%) dan siswa yang tidak mencapai nilai KKM ada 8 orang siswa (42,10%) dengan jumlah nilai 1.220. Sedangkan hasil tes siklus II ada 19 orang siswa (100%) mencapai nilai KKM dan ada 0 orang siswa (0%) yang tidak mencapai nilai KKM dengan jumlah nilai 1.680. Berdasarkan hasil tersebut dapat dikatakan sudah memenuhi target yang telah ditetapkan pada indikator keberhasilan sebesar 65%
Penerapan Metode Bermain Peran Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa SD Negeri 1 Molona
Penelitian ini bertujuan Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Dengan Penerapan Metode Bermain Peran Mata Pelajaran Bahasa Indonesia di SDN 1 Molona Kabupaten Buton Selatan. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas dengan subjek penelitian siswa kelas IV. SDN 1 Molona berjumlah 16 siswa. Objek penelitian ini adalah Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Materi Pemimpin Idola Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia. Penelitian tindakan ini dilakukan dalam dua siklus yang pada tiap siklusnya terdapat empat komponen yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dengan menggunakan metode Bermain Peran dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV di SD Negeri 1 Molona. Hal ini dapat dilihat dari nilai rata-rata siswa yang semula 60 dan ketuntasan klasikal 68%, serta pada siklus II rata-rata kelas menjadi 78 dan ketuntasan klasika menjadi 93%. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan metode Bermain Peran dapat Meningkatkan Hasil Belajar siswa Mata Pelajaran Bahasa Indonesia di kelas IV SDN 1 Molona
Penanaman Karakter Siswa Melalui Media Poster
Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengembangkan karakter positif dalam masyarakat melalui penggunaan media poster. Di era globalisasi dan kemajuan teknologi, penting bagi kita untuk memperkuat nilai-nilai moral dan etika di tengah-tengah arus informasi yang cepat dan seringkali mengarah pada perilaku yang tidak baik. Melalui media poster, kami berupaya menyampaikan pesan-pesan positif yang dapat membentuk dan menanamkan karakter yang kuat dan bertanggung jawab pada siswa. di SD Negeri 1 Katobenngke kota Baubau.
Analisis Gaya Belajar Peserta Didik Berprestasi Akademik di Kelas Tinggi pada Siswa Kelas V SD Negeri 2 Bungi
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan gaya belajar visual, auditori, dan kinestetik dan kecenderungan gaya belajar yang digunakan oleh peserta didik berprestasi akademik. Subjek penelitian ini adalah enam siswa berprestasi akademik dan guru kelas V SD Negeri 2 Bungi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilaksanakan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan mereduksi data, menyajikan data, dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya belajar peserta didik berprestasi akademik di kelas V SD Negeri 2 Bungi merupakan kombinasi gaya belajar visual, auditori, dan kinestetik dan memiliki kecenderungan gaya belajar yang berbeda dari setiap siswa. Hal ini dapat diketahui dari hasil analisis gaya belajar peserta didik berprestasi akademik yang menunjukkan bahwa dari enam siswa berprestasi akademik yang menjadi subjek penelitian menunjukkan gaya belajar kombinasi. Namun, gaya belajar yang digunakan memiliki kecenderungan yang berbeda dari masing-masing siswa. Terdapat dua siswa yang dominan ke gaya belajar visual-auditori, dua siswa dominan ke gaya belajar visual, satu siswa dominan ke gaya belajar auditori, dan satu siswa gaya belajarnya dominan ke gaya belajar kinestetik
ANALISIS KESULITAN BELAJAR MEMBACA PERMULAAN SISWA KELAS I SD NEGERI 2 BATULO KOTA BAUBAU
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi tantangan yang dialami siswa kelas I SD Negeri 2 Batulo Kota Baubau saat pembelajaran membaca. Metode penelitian deskriptif kualitatif digunakan untuk desain penelitian penelitian ini. Dalam penelitian ini, hanya data kualitatif yang digunakan. Siswa kelas I SD Negeri 2 Batulo yang mengalami kesulitan belajar membaca di awal menjadi subjek penelitian ini bersama dengan wali kelas masing-masing. Observasi dan wawancara digunakan sebagai metode pengumpulan data. Model analisis Miles dan Huberman yang memiliki tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan digunakan dalam teknik analisis data. Temuan ini menunujukan bahwa sebanyak 8 dari 85 anak awalnya kesulitan membaca. Tantangan membaca awal yang dihadapi oleh siswa kelas I SD Negeri 2 Batulo Kota Baubau antara lain: (1) kurangnya pengetahuan siswa tentang huruf abjad (baik vokal maupun konsonan), (2) ketidakmampuan dalam membaca setiap kata, (3) pengucapan suku kata, (4) gagap mengeja, (5) belum mampu membaca diftong dan digraf, (6) belum mampu membedakan huruf yang hampir sama, (7) daya ingat lemah, dan (8) pengulangan kata
Analisis Minat Belajar Siswa Tentang Fasilitas Olahraga Pada Pelajaran Olahraga Di Kelas V SD Negeri 6 Buton
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui minat belajar siswa pada mata pelajaran PJOK terhadap fasilitas olahraga di sekolah kelas V SDN 6 Buton. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif, yaitu penelitian yang dimaksudkan untuk mendeskripsikan suatu kondisi atau area populasi tertentu yang bersifat faktual secara sistematis dan akurat. Penelitian ini dilakukan di SD Negeri 6 Buton. Pengambilan sampel penelitian ini menggunakan teknik total sampling, sehingga yang menjadi subjek penelitian adalah kepala sekolah, guru olahraga dan siswa kelas V. instrumen penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa kelas V di SD Negeri 6 Buton berminat berolahraga bulu tangkis dan tenis meja karena olahraga ini memiliki fasilitas yang lengkap, sedangkan olahraga bola kaki kurang diminati oleh siswa karena fasilitas dalam olahraga ini masih belum memadai, harus perlu perbaikan. Dengan fasilitas olahraga yang memadai, siswa akan lebih termotivasi dan semangat sehingga siswa memiliki minat belajar pada mata pelajaran PJOK
Improving Student Learning Outcomes Through A Problem-Based Learning Model on The Subject PKN Theme 9 The Rich of My Country For Primary School Students
The motivation behind this review is to further develop Civics learning outcomes through a problem-based learning model in class IV at Elementary School Country 3 Katobengke. This kind of exam is a kind of research activity for the homeroom teacher (Vehicles) with exploration subjects in class IV of Elementary School Country 3 Katobengke with a total of 34 students. The aim of this exam is to further develop student learning outcomes with material about freedom and commitment to clean water accessibility. Judging from the results of the review, student learning outcomes in the pre-cycle were 38.23% (13 students) with a typical score of 61.17%. In the primary cycle, student learning outcomes increased to 64.70% (22 students) with an average score of 71.32%. In cycle II student learning outcomes increased to 85.29% (29 students) with an average score of 80.23%. Therefore, it can be assumed that by implementing a problem-based learning model, student learning outcomes can be further developed in the PKN subject topic 9 Kaya Bangsa in class IV of Elementary School Country 3 Katobengke
- …
