16,519 research outputs found
Pada Notaris Dan Pejabat Pembuat Akta Tanah ( PPAT ) Triniken Tiyas Tirlin, S.H. PROSEDUR PERALIHAN HAK MILIK ATAS TANAH DALAM JUAL BELI
In practice the implementation of the Job�s authors chose a place in the Field Word Practive Notary and PPAT (Pejabat Pembuat Akta Tanah) Triniken Tiyas Tirlin, S.H., which is located at Jalan Kaliurang Km. 6,3, Sleman, Yogyakarta, on a recommendation by a friend that the Notary Triniken Tiyas Tirlin, S.H., Notary is one of the senior and very professional, it can be seen from the experience of the Triniken Tiyas Tirlin, S.H. working in the field, so i think it would be a lot of knowledge and experience which can be given to the author.
In this final writer lift procedure swiching land ownership in buying and selling, because the authors have based on observations of the author during an internship in the office of the Notary and PPAT Triniken Tiyas Tirlin, S.H. the office very often visited clients who want to enlist the services to be made a deed of agreement buying and selling land in particular. Thus the authors are very interested to learn and understand the procedures and processes of transfer of rights over land for sale.
the TA is the author discusses about the procedur transitional land ownership in the sale and purchase on the understanding that it includes buying and selling, understanding and agreement of sale with the procedures of ground objects began with the issuance of the certificate request to the tranfer of rights
Fracture types and thickness distribution in superplastic sheets formed with plastic injection molding
This paper investigates the fracter types and thickness ratio distribution in superplatic Zn/Al sheets formes during a hybrid process combining superplastic sheet forming with plastic injection molding. Three types of sheet fractures, edge cracking, central cracking and combined cracking. are observed. The success of forming superplastic sheets with rib features using injectino molding with various parameters, including melt temperature, injection pressure and mold temperature, are investigated. They are presentes in the form of a molding area with areas of various fracture types. Central cracks occur when superplastic sheets are formed with injection molding with higher melt temperature, while edge cracks occur with higher injection pressure. When the melt flow is parallel to the sheet rolling direction, the areas of edge crack are enlarged. The sheet thickness ratio distribution is obtained for various injection parameters and rib depths. Observation of the sheet thickness distribution for variation parameters, the tendency of the sheet fracture type can be generalized
Differential Coherent Code Acquisition in the Multiple Transmit/Receive Antenna Aided DS-CDMA Downlink
In this contribution we investigate both differentially coherent and noncoherent code acquisition schemes in the multiple transmit/receive antenna aided DS-CDMA downlink, when communicating over uncorrelated Rayleigh channels. It is demonstrated that in contrast to our expectations, the achievable Mean Acquisition Time (MAT) degrades at low Ec/Io values, as the number of transmit antennas is increased in both differentially coherent and noncoherent code acquisition system scenarios, even though the degree of performance degradation depends upon the specific scheme considered. Ironically, our findings suggest that increasing the number of transmit antennas in a MIMO-aided CDMA system results in combining the low-energy, noise-contaminated signals of the transmit antennas, which ultimately increases the MAT by an order of magnitude, when the SINR is relatively low. Therefore our future research will be aimed at specifically designing acquisition schemes for MIMO systems
TANGGUNG GUGAT NOTARIS TERHADAP KESALAHAN PEMBUATAN AKTA PERJANJIAN IKATAN JUAL BELI TANAH
Penulisan Skripsi ini, diawali dengan adanya satu kasua kronologisnya adanya
satu bentuk perjanjian ikatan jual beli tanah yang dibuat dan di legalkan oleh seorang
notaris. Hal ini berkaitan dengan profesi jabatan notaris. Latar belakang penulisan
skripsi ini, memuat tentang pemasalahan dasar dalam akta ikatan perjanjian jual beli
tanah tersebut yang kejadiannya di daerah jember, ada dua orang yang mempunyai
itikad baik dalam melakukan satu hubungan perjanjian jual beli tanah. Dua orang itu
bernama Fathul Wahab sebagai Penjual dan Sumilah sebagai Pembeli. Dalam proses
jual beli tanah tersebut telah terjadi kesepakatan jual beli yang dibuat dan dilegalkan
oleh notaris Abbas Said Bauzir S.H. Dalam pembuatan akta perjanjian ikatan jual beli
tersebut ada satu kelalaian yang diperbuat notaris Abbas Said Bauzir S.H yang tidak
sesuai dengan KUHPerdata, Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2014 Tentang
Perubahan Atas Undang-undang Nomor 30 Tahun 2004, serta kode etik notaris.
Berdasarkan fakta hukum, bahwa tanah yang diperjualbelikan oleh Fathul Wahab
berdasarkan putusan Pengadilan Negeri Jember Nomor 7.Pdt.G/2011/PN.Jr tidak
sesuai dengan isi atau amar putusan tersebut, akan tetapi notaris Abbas Said Bauzir
S.H tetap membuat akta perjanjian ikatan jual beli tersebut. Tanpa melihat dasar
kepemilikan tanah tersebut, sehingga salah satu pihak dapat dirugikan dikemudian
hari dengan adanya akta tersebut. Latar belakang itulah, penulis mencoba
menganalisa dan mengkaji serta mencari solusi dengan mengangkat sebuah karya
tulis ilimah berbentuk skrispi yang berjudul “TANGGUNG GUGAT NOTARIS
TERHADAP KESALAHAN PEMBUATAN AKTA PERJANJIAN IKATAN
JUAL BELI TANAH.” Rumusan masalah dalam skripsi ini yaitu : Apakah
perjanjian yang terdapat pada studi kasus akta perjanjian iktan jual beli tanah di
hadapan notaris Abbas Said Bauzir, S.H sesuai dengan peraturan yang berlaku di
Indonesia?, dan apakah bentuk tanggung gugat notaris atas kelalaian pembuatan akta
jual beli tanah yang dibuat dihadapannya?. Metode yang digunakan dalam skripsi ini
adalah yuridis normatif (legal research) dengan pendekatan masalah melalui
pendekatan undang-undang (statue approach) dan pendekatan konseptual(conceptual
approach), dengan bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder, kemudian
dilanjutkan dengan analisa bahan hukum
PELAKSANAAN PROSES WAARMERKING AKTA DI BAWAH TANGAN (STUDI DI NOTARIS NUR HIDAYAH S.H.,M.Kn. BIMA)
Kehadiran Notaris dalam masyarakat bertujuan untuk memberikan layanan yang membantu masyarakat dalam memperoleh bukti tertulis yang sah dan diakui oleh negara mengenai keadaan, peristiwa, dan tindakan hukum. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui (1). Bagaimana Pelaksanaan Proses Waarmerking Akta Di Bawah Tangan Di Notaris Nur Hidayah. S.H.,M.Kn. (2). Untuk Menjelaskan Dan Menganalisis Tanggung Jawab Notaris Dalam Pelaksanaan Proses Waarmerking Akta Di Bawah Tangan. Penelitian ini menggunakan dua pendekatan sebagai berikut: (1). Pendekatan Perundang-undangan, (2). Pendekatan Sosiologis Hukum. Sebagai notaris, Nur Hidayah S.H., M.Kn. bertanggung jawab untuk mematuhi dan melaksanakan ketentuan yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2004 tentang Jabatan Notaris (UUJN). Pelaksanaan proses waarmerking akta di bawah tangan di Kantor Notaris Nur Hidayah S.H. M.Kn ini melibatkan langkah-langkah penting seperti verifikasi keabsahan dokumen, Pemeriksaan keabsahan identitas para pihak, keabsahan tanda tangan dan kepastian tanggal penandatanganan dokumen perjanjian yang akan di waarmerking, dan pendaftara akta di bawah tangan. Peran dan tanggung jawab Notaris Nur Hidayah S.H. M.Kn sangat penting dalam pelaksanaan proses waarmerking akta di bawah tangan. Notaris ini bertanggung jawab untuk memverifikasi keabsahan dokumen dan legalitas tanda tangan yang tercantum di dalamnya. Melalui proses ini, Notaris Nur Hidayah S.H. M.Kn memastikan bahwa dokumen tersebut sah secara hukum dan dapat digunakan untuk keperluan resmi.Selain itu, Notaris Nur Hidayah S.H. M.Kn juga memiliki peran penting dalam memberikan perlindungan hukum kepada pihak-pihak yang terlibat dalam transaksi tersebut
ANALISIS YURIDIS PERTIMBANGAN HAKIM DALAM PUTUSAN PRAPERADILAN PERKARA PIDANA (PUTUSAN NOMOR 04/PID.PRAP/2015/PN.JKT.SEL)
Praperadilan adalah suatu peradilan yang dilakukan di Pengadilan Negeri yang
pada kewenangannya untuk memeriksa dan memutus mengenai sah atau tidaknya
penangkapan, penahanan, penghentian penyidikan, atau penghentian penuntutan dan
ganti kerugian atau rehabilitasi, tetapi kewenangan praperadilan tersebut ditambah
oleh Mahkamah Konstitusi pada Putusan Nomor 21/PUU-XII/2014 yakni dapat
memeriksa mengenai status penetapan tersangka, penggeledahan, dan penyitaan.
Praperadilan diselenggarakan sebelum memasuki peradilan umum yang tidak sama
sekali menyinggung pokok perkara pidana. Putusan Praperadilan Nomor
04/Pid.Prap/2015/PN.Jkt.Sel dipimpin oleh hakim tunggal yakni Hakim H. Sarpin
Rizaldi, S.H., M.H. yang memeriksa praperadilan yang diajukan oleh Pemohon
Komisaris Jenderal Polisi Drs. Budi Gunawan, S.H., M.Si. dengan termohon yakni
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dalam putusan tersebut hakim memberikan
pertimbangan hukumnya yang menyebutkan bahwa pihak pemohon Komisaris
Jenderal Polisi Budi Gunawan bukan sebagai aparat penegak hukum dan bukan
penyelenggara negara yang pada saat rentan 2004-2006 yang menjabat sebagai Karo
Binkar (Kepala Biro Pembinaan Karir) diduga melakukan tindak pidana korupsi oleh
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Permasalahan pertama yang diangkat oleh
penulis adalah yang pertama apakah pertimbangan hakim dalam Putusan Nomor
04/Pid.Prap/2015/PN.Jkt.Sel yang telah menyatakan Budi Gunawan yang menjabat
sebagai Karo Binkar penyelenggara negara sudah tepat. Kedua, apakah pertimbangan
hakim dalam Putusan Nomor 04/Pid.Prap/2015/PN.Jkt.Sel yang telah menyatakan
Budi Gunawan yang menjabat sebagai Karo Binkar bukan sebagai aparat penegak
hukum sudah tepa
Kepuasan Konsumen Pengguna Kecap Merek ”S.H. D/H Siong Hin” Sebagai Icon Ekonomi Masyarakat Benteng-Tangerang
Kepuasan konsumen merupakah hal utama yang ingin dicapai oleh pemilik usaha/bisnis. Karena dengan kepuasan konsumen inilah maka entitas keberadaan sebuah usaha/bisnis dapat terus dipertahankan. Hal inilah yang mendasari pertumbuhan icon ekonomi bagi sekelompok masyarakat. Tangerang merupakan sebuah kota administrasi yang berdiri sejak 1981, dan Produk Kecap S.H. ini berdiri di Tangerang sejak 1920 sehingga membuat kecap S.H. ini menjadi bagian penting dari sebuah produk yang turut membangun icon ekonomi bagi masyarakat Tangerang.
Penelitian ini dilakukan sebagai bagian dari analisis deskriptif atas fenomena keberadaan kecap S.H. yang telah menjadi icon pertumbuhan ekonomi khususnya bagi masyarakat Benteng–Tangerang, 100 responden diambil sebagai sampel dalam uji penelitian ini. Uji stastistik menggunakan SPSS versi 22, dalam uji yang dilakukan dikaitkan dengan variabel citra merek dan harga yang dimana dua variabel ini didapatkan dari hasil wawancara kepada responden.
Hasil penelitian menunjukkan persamaan regresi yang didapat Y = 10,898 + 0,464 X1 + 0,293 X2 Hal ini didukung dengan interpretasi nilai untuk variabel citra merek dan harga pada produk kecap S.H, mempunyai pengaruh yang cukup kuat yaitu sebesar 52%, dengan tingkat nilai Cronbach’s Alpha adalah 0,757 untuk citra merek dan 0,713 untuk variabel harga. Hal ini mempunyai interpretasi bahwa Kecap S.H. dapat dijadikan/dipertahankan sebagai salah satu icon pertumbuhan ekonomi, karena kepuasan konsumen terwujud dengan maksimal
Edward Gibbon’s Historiography and the Classical Scholarship of Modern Europe
本文探討18世紀英國歷史家吉朋(Edward Gibbon, 1737-1794)的羅馬史寫作與近代早期歐洲古典學術之間的關連。吉朋一生學術盡在《羅馬帝國衰亡史》(The History of the Decline and Fall of the Roman Empire)一書,這一部六卷的鉅著處理了兩個羅馬帝國將近1300年的衰亡史事,書寫耗費吉朋近二十年的光陰,乃是其畢生最重要的志業。這部巨構是在什麼樣的學術基礎上完成的?這是一個值得探討的學術課題。
吉朋是一個鄉紳子弟,自幼接受文法學校的古典教育;青少年時期,他遠赴瑞士洛桑求學,獲得進一步的古典學術訓練。在這時期,吉朋接觸了近代法國的古典學術,並廣泛閱讀文藝復興以來歐洲古典學界的著作,從古典考訂到古物研究各種類別。在這過程中,他累積了大量有關古代羅馬歷史的材料,成為爾後書寫《羅馬帝國衰亡史》的學術基礎。吉朋雖然自身終究沒有成為一個專業的古典學者,卻瞭解古典學者研究工作的史學價值,知道如何去運用這些研究發現來照亮古代的歷史。他在《羅馬帝國衰亡史》的寫作中,巧妙地結合了近代歐洲的古典學術與18世紀的啟蒙精神,完成了自從古典時代結束後歐洲史學上最重要的巨構。This article investigates the connection between Edward Gibbon’s account of the Roman Empire and the classical scholarship of early modern Europe. Gibbon devoted most of his scholarly life to writing The History of the Decline and Fall of the Roman Empire. It took him nearly twenty years to complete this masterwork. On what scholarly foundation was this masterwork based? This is an important question which deserves further inquiry. Gibbon came from a gentry family and had received a classical basic education from grammar school through his youth. He was later sent to Lausanne, Switzerland, to receive a Protestant education and it was on this venture that he was introduced into the world of French classical scholarship. He then read extensively the writings of European scholars from the Renaissance, covering classical philology and antiquarian research. In this way, he accumulated a large amount of historical knowledge on Roman history, laying the foundation for his later work on the Roman Empire. Gibbon himself never became a professional classical scholar, but he understood very well the value of the researches of classical scholars, and knew how to make use of their findings to illuminate ancient history. In writing The History, he shrewdly combined the classical scholarship of modern Europe and the spirit of the Enlightenment, thus giving the world the greatest historical writing since classical times
Experimental Study of acoustic characteristics of expansion chamber with mean flow
For the measurement of transmission loss of the silencers which have mean flow, the noise levels of signals depicted by microphone usually prohibit accurate measurements of the transmission loss. To overcome this difficulty, static pressure compensation technique has been developed to increase the dynamic range of the microphones, resulting accurate measurement of transmission loss in the presence of high noise level. Series of experiments to investigate the acoustic characteristics of expansion chamber with mean flow has been performed using the pressure compensated microphones. Results demonstrate: (1) frequency shift due to the presence of mean flow, (2) effect of length, diameter, offset length and twisting angles to the transmission loss of expansion chamber with and without mean flow(up to 50m/sec), (3) relation between the proposed parameter aspect ratio and number of peaks of transmission loss in low frequency region
- …
