1,721,158 research outputs found
ANALISIS DAYA DUKUNG LAHAN DAN DETERMINAN PDRB SUBSEKTOR TANAMAN PANGAN DI LIMA KABUPATEN BAKORWIL MADIUN
Pertumbuhan ekonomi diartikan sebagai peningkatan kemampuan perekonomian
suatu daerah atau wilayah dalam menghasilkan barang-barang atau jasa untuk
memenuhi kebutuhan di dalam maupun di luar wilayah atau daerah dalam jangka
waktu tertentu. Pertumbuhan ekonomi biasanya dilihat dalam skala kuantitatif dan
diukur dengan menggunakan data PDRB yang dihasilkan dalam jangka waktu
tertentu. PDRB didapatkan dari seluruh barang dan jasa yang dihasilkan di
wilayah domestik suatu daerah yang timbul akibat berbagai aktivitas ekonomi
dalam suatu periode tertentu tanpa memperhatikan faktor produksi lainnya berasal
dari mana. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status daya dukung lahan
factor-faktor yang mempengaruhi PDRB subsektor tanaman pangan di lima
kabupaten Bakorwil Madiun. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini
adalah analisis daya dukung lahan regresi data panel dengan pendekatan fixed
effect model (FEM). Berdasarkan hasil analisis, dapat diketahui bahwa status daya
dukung lahan subsektor tanaman pangan di kabupaten eks Karesidenan Madiun
adalah defisit dan daya dukung lahan, tenaga kerja, produktivitas serta irigasi
berpengaruh positif terhadap PDRB subsektor tanaman pangan di kabupaten eks
Karesidenan Madiun
Pengaruh Pendapatan Asli Daerah (PAD),Dana Alokasi Umum (DAU),Dana Alokasi Khusus (DAK) Terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Wilayah Bakirwil III Jawa Timur Tahun 2008-2017
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Pendapatan Asli Daerah, Dana Alokasi Umum, Dana Alokasi Khusus terhadap pertumbuhan ekonomi di wilayah Bakorwil III Jawa Timur. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang berupa data panel yaitu gabungan dari data cross section dan time series yang diperoleh dari Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan dan Badan Pusat statistik Jawa Timur tahun 2008-2017. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif statistik dan analisis regresi panel data. Analisis regresi panel data yang digunakan yaitu model pendekatan pooled least square, fixed effect dan random effect. Uji hipotesis menggunakan pengujian parsial (uji t), simultan (uji f), dan koefisien determinasi (Rsquare). Uji asumsi klasik menggunakan uji multikolinearitas, heterokedastisitas, normalitas. Dari analisis data menunjukan bahwa Pendapatan Asli Daerah berpengaruh positif signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Bakorwil III Jawa Timur. Dana Alokasi Umum Berpengaruh positif tidak signifikanterhadap pertumbuhan ekonomi di Bakorwil III Jawa Timur. Sedangkan Dana Alokasi Khusus berpengaruh negatif sginifikan terhadap petumbuhan ekonomi di Bakorwil III Jawa Timur. Secara simultan hasil analisis data menunjukan variabel PAD, DAU, DAK berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Bakorwil III Jawa Timur
Pengaruh Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK), Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan Pengangguran Terhadap Jumlah Penduduk Miskin di Provinsi Jawa Timur Periode 2006-2013 (Effect of Minimum Wage District/City, Human Development Index (HDI) and Unemployment on Poor Population in East Java Period 2006-2013)
Pembangunan ekonomi di Indonesia masih menghadapi kenyataan bahwa masih luasnya kemiskinan terutama di pedesaan. Kemiskinan berkaitan erat dengan rendahnya pendapatan sehingga tidak dapat memenuhi kebutuhan hidup pokoknya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perkembangan tingkat upah minimum kabupaten/kota, rasio perkembangan indeks pembangunan manusia serta pengangguran yang nantinya apakah berpengaruh terhadap jumlah penduduk miskin di Provinsi Jawa Timur tahun 2006-2013. Hasil analisis penelitian menunjukkan bahwa upah minimum kabupaten/kota dan pengangguran memiliki pengaruh yang signifikan terhadap jumlah penduduk miskin di Provinsi Jawa Timur tahun 2006-2013, akan tetapi indeks pembangunan manusia tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap jumlah penduduk miskin di Provinsi Jawa Timur tahun 2006-2013
PENGARUH EKSPOR NETO, FDI DAN NILAI TUKAR TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI INDONESIA PERIODE 2005.I - 2014.IV
Pada era globalisasi dan perekonomian yang semakin terbuka saat ini memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi di setiap negara termasuk Indonesia. Fluktuasi pertumbuhan ekonomi yang terjadi di Indonesia dipengaruhi oleh guncangan yang berasal dari sisi internal atau kondisi fundmental makroekonomi dalam negeri maupun sisi eksternal atau kondisi perekonomian global. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh indikator-indikator makroekonomi yang memiliki hubungan dengan kondisi perekonomian luar negeri seperti ekspor neto, FDI dan nilai tukar terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Analisis kuantitatif menjadi fokus pada penelitian ini, dengan menggunakan metode Vector Autoregressi (VAR). Hasil estimasi VAR menunjukkan bahwa hanya variabel nilai tukar yang berpengaruh signifikan dengan arah negatif terhadap pertumbuhan ekonomi sedangkan ekspor neto dan FDI tidak berpengaruh signifikan baik dalam arah positif maupun negatif terhadap pertumbuhan ekonomi. Dengan demikian hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pertumbuhan ekonomi di Indonesia dideterminasi oleh nilai tukar
Pengaruh pertumbuhan ekonomi terhadap infant mortality dan implikasi kebijakan pemerintahan di negara ASEAN
Millenium Development Goals (MDGs) merupakan komitmen negara negara di dunia termasuk ASEAN yang berkeinginan memperbaiki sumber daya manusia. Salah Satu target dari MDGs adalah menurunkan angka kematian bayi. Angka kematian bayi merupakan masalah kompleks yang dialami oleh negara berkembang seperti ASEAN
Analisis Efektivitas Kebijakan Makroprudensial Pada Instrumen Loan-To-Value (Ltv) Dalam Memitigasi Risiko Kredit Di Indonesia
Krisis keuangan global pada tahun 2008 telah membuktikan bahwa pengelolaan
risiko keuangan melalui kebijakan moneter dan kebijakan mikroprudensial tidak
mampu untuk mencegah terjadinya krisis keuangan sehingga kebijakan
makroprudensial muncul menjadi alat baru untuk melengkapi kebijakan tersebut.
Kebijakan makroprudensial merupakan kebijakan yang memiliki tujuan untuk
menjaga stabilitas sistem keuangan secara keseluruhan melalui pembatasan
peningkatan risiko sistemik. Kebijakan Loan-to-Value (LTV) merupakan salah
satu instrumen dari kebijakan makroprudensial yang memiliki tujuan untuk
mencegah pertumbuhan kredit yang berlebihan dan terjadinya booming harga.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penerapan kebijakan
makroprudensial instrumen LTV dan pengaruh variabel makroekonomi, krisis,
pertumbuhan harga perumahan, dan kebijakan LTV terhadap pertumbuhan kredit
perbankan di Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah
Vector Error Correction Model (VECM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa
dalam jangka panjang penerapan kebijakan makroprudensial instrumen LTV
efektif mencegah pertumbuhan kredit perbankan di Indonesia. Variabel
makroekonomi, pertumbuhan harga rumah, krisis, dan kebijakan LTV dalam
jangka panjang berpengaruh negatif signifikan terhadap pertumbuhan kredit
perbankan di Indonesia. Di sisi lain, hasil estimasi VECM jangka pendek
menunjukkan bahwa penerapan kebijakan makroprudensial instrumen LTV tidak
efektif memengaruhi pertumbuhan kredit perbankan di Indonesia. Sementara itu,
variabel makroekonomi, pertumbuhan harga perumahan, dan krisis juga tidak
signifikan memengaruhi pertumbuhan kredit perbankan di Indonesia dalam jangka
pendek
Determinan Suku Bunga, Inflasi, Tabungan Domestik dan Produk Domestik Bruto terhadap Investasi Langsung Indonesia 1980-2014
Investasi Langsung merupakan salah satu instrumen ekonomi yang sangat signifikan dalam meningkatkan pertumbuhan perekonomian suatu negara. Dalam teori investasi Keynes, peran pemerintah dalam meningatkan pertumbuhan perekonomian tercermin dari pertumbuhan inflasi yang terencana, sedangkan di sisi moneter peran suku bunga memiliki dampak yang signifikan secara langsung pada perekonomian khususnya di sektor keuangan. Penelitian ini memiliki fokus utama analisis deskriptif kuantitatif dengan metode Ordinary Least Square (OLS) dan Dynamic Ordinary Least Square (DOLS). Dalam analisa yang digunakan terlihat hasil dari estimasi OLS menunjukkan bahwa variabel suku bunga, inflasi, tabungan domestik dan produk domestik bruto tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap peningkatan investasi langsung Indonesia dalam jangka panjang, sedangkan estimasi DOLS menunjukkan adanya pengaruh signifikan pada jangka pendek. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa variabel moneter kurang berpengaruh signifikan terhadap peningkatan investasi langsung dalam jangka panjang, namun signifikan berpengaruh dalam jangka pendek terhadap investasi langsung
ANALISIS POLA KELEMBAGAAN PETANI DALAM MELAKUKAN DIVERSIFIKASI NAFKAH UNTUK MENGHADAPI KEKERINGAN DI KABUPATEN SITUBONDO
Produktivitas sektor pertanian sangat ditentukan oleh ketersediaan pasokan
air yang cukup bagi kebutuhan tanaman. Disamping itu, perubahan cuaca dan
musim sangat mempengaruhi produktivitas sektor pertanian. Hal ini menyebabkan
petani melakukan strategi nafkah (livelihood) untuk mencari sumber pendapatan
petani. Kabupaten Situbondo sebagai wilayah yang tergolong kering dengan rata
rata curah hujan antara 12.20 mm per tahunnya. Pemakaian komoditas baru yang
lebih tahan terhadap kekeringan meruapakan salah satu langkah yang ditempuh
petani untuk menjaga sumber pendapatannya pada sektor on-farm. Tujuan
penelitian ini adalah menganalisis diversifikasi nafkah (livelihood) yang dilakukan
oleh petani dalam menghadapi kekeringan di Kabupaten Situbondo, menganalisis
dampak diversifikasi nafkah (Livelihood) terhadap dinamika pendapatan (income
dynamic) dan merumuskan disain kelembagaan petani dalam menghadapi
kekeringan di Kabupaten Situbondo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola
kelembagaan petani dalam melakukan diversifikasi nafkah dapat dikelompokkan
menjadi dua yaitu strategi peningkatan produksi pertanian dan diversifikasi
sumber daya dan asset yang dimiliki. Dinamika pendapatan petani dipengaruhi
oleh pemilihan jenis komoditas yang ditanam, biaya operasional, jumlah produksi,
harga produk pertanian serta strategi nafkah yang dilakukan petani. Disain
kelembagaan petani dalam menghadapi kekeringan yang dapat direkomendasikan
dibedakan menjadi tiga yaitu pertama penguatan modal sosial seperti pertemuan
rutin antar petani dengan arisan, anjangsana dan pengajian. Kedua, kerjasama
dalam kelompok baik HIPPA atau Poktan untuk menentukan pola tanam, jadwal
pendistribusian air dan pembangunan sumur bor bersama. Ketiga, dukungan
pemerintah antara lain penganggaran untuk pemeliharaan sumber air dan
bendung, pembinaan terhadap HIPPA, kebijakan penganggaran untuk
memberikan asuransi bagi petani dengan risiko kerugian akibat bero’
Pengujian Kembali Fisher Effect di Indonesia: Pendekatan Autoregressive Distributed LAG (ARDL)
Skripsi ini merupakan hasil penelitian dalam hal pengujian validitas hipotesis Fisher di Indonesia. Pendekatan Autoregressive Distributed Lag (ARDL) digunakan untuk mengetahui ada tidaknya kausalitas antara tingkat suku bunga dan inflasi sebagaimana yang telah disebutkan pada hipotesis Fisher dalam jangka jangka panjang. Penggunaan tingkat suku bunga dipecah menjadi dua bagian yang tingkat suku bunga riil dan tingkat suku bunga nominal. Sehingga, dalam hal ini terdapat tiga variabel utama yakni inflasi, tingkat suku bunga nominal, dan tingkat suku bunga riil. Uji Bound juga digunakan untuk mengetahui kointegrasi antar variabel-variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indonesia merupakan dua negara yang tidak mendukung konsepsi atau hipotesis Fisher
PENGUJIAN KONJEKTUR PENDULUM GRAVITY MODEL PADA FOREIGN DIRECT INVESTMENT DAN PERDAGANGAN INTERNASIONAL INDONESIA
Globalisasi telah menyebabkan banyak negara sepakat untuk membentuk
integrasi ekonomi baik dalam sekala regional, inter-regional, maupun dalam skala global. Tujuannya
adalah terkait dengan relaksasi kebijakan dalam mempermudah, dan memperlancar hambatan-hambatan
yang terjadi dalam aktivitas lalu lintas perdagangan dan arus modal internasional. Selain itu,
tujuan lain mengenai urgensi dari integrasi ekonomi adalah untuk membantu meningkatkan
kesejahteraan negara-negara yang menjadi anggota maupun bukan anggota, yaitu melalui kerja sama
ekonomi, sosial, dan politik. Sebagai negara dengan perekonomian terbuka, salah satu bentuk
integrasi ekonomi dalam skala regional adalah dengan terlibatnya Indonesia dengan ASEAN, yakni
bentuk integrasi dari negara-negara yang terletak di kawasan Asia Tenggara. Hingga saat ini, kerja
sama negara-negara di kawasan ini telah melahirkan berbagai kebijakan. AEC (ASEAN Economic
Community) adalah salah satu pilar dari tiga pilar yang digunakan untuk mencapai visi ASEAN.
Salah satu pilar yang tercantum dalam AEC adalah menjadikan ASEAN sebagai kawasan single market and
production base, dimana di dalam pilar ini terdapat beberapa elemen yaitu terkait dengan aliran
bebas barang, jasa, investasi, modal, tenaga kerja dan lain-lain. Perdagangan dan investasi
merupakan dua variabel dalam aktivitas bisnis internasional yang diyakini memiliki hubungan kausal.
Tingginya intensitas perdagangan di antara dua negara bukan tidak mungkin akan menyebabkan
perpindahan faktor produksi berupa tenaga kerja dan modal. Sebagai gambaran, semakin intensnya
aktivitas ekspor ke suatu negara akan menyebabkan negara eksportir tersebut membuka cabang
produksi di negara importir tersebut berupa
investasi langsung dalam jangka panjang. Tujuannya tak lain adalah untuk mengurangi hambatan berupa
biaya transportasi yang timbul dari aktivitas perdagangan. Dalam fenomena tersebut, hubungan antara
investasi luar negeri (outward FDI) akan menurunkan atau menggantikan (substitusi) ekspor.
Pada contoh kasus lain, hubungan antara investasi dan perdagangan tidak hanya berperilaku
substitusi, tetapi juga dapat berperilaku komplementer, atau bahkan memiliki hubungan substitusi
dan komplementer. Hubungan di antara kedua variabel ini pun memiliki penjelasan teoritis dan bukti
temuan empiris yang mendukungnya. Berbagai pendekatan dan model digunakan sebagai alat untuk
membukti hubungan kausal di antara keduanya dan menggambarkan aliran perdagangan/modal. Hingga saat
ini, perkembangan teori dan penelitian telah menghasilkan sebuah konjektur baru yang disebut dengan
pendulum gravity model. Sebuah kerangka model yang digagas oleh Liu et al. (2016) untuk
menggambarkan hubungan antara outward FDI dan ekspor. Model gravitasi yang bersifat dinamis ini
merupakan pengembangan dari model gravitasi konvensional yang bersifat statis.
Menurut model ini, hubungan antara outward FDI dan ekspor akan tergantung pada tingkat perkembangan
outward FDI. Tingkat perkembangan outward FDI dicirikan oleh kemajuan produktivitas, teknologi, dan
perbedaan faktor endowment yang dicirikan oleh rasio ekspor terhadap outward FDI. Menurut konjektur
ini, outward FDI dan ekspor diduga bersifat komplementer jika rasio ekspor terhadap outward FDI
lebih besar (pada tahap awal outward FDI). Sebaliknya, pada tahap outward FDI yang telah mature,
jika rasio outward FDI terhadap ekspor yang lebih besar, maka hubungan di antara keduanya diduga
substitusi. Liu et al. (2016) menemukan bahwa hubungan antara ekspor dan outward FDI dari negara
berkembang ke negara maju pada awalnya berperilaku komplementer, namun dalam jangka panjang akan
berubah/bergerak menuju substitusi seperti pergerakan pendulum yang berayun. Sedangkan ekspor dan
outward dari negara maju ke negara berkembang ditemukan bersifat substitusi.
Perdebatan hubungan di antara kedua variabel telah menarik beberapa peneliti untuk membuktikan
bagaimana sebenarnya pola hubungan di antara keduanya. Penelitian yang mencoba ingin membuktikan
keterkaitan antara FDI dan perdagangan pun sudah banyak dilakukan di luar negeri dan di Indonesia.
Namun, penelitian mengenai keterkaitan antara outward FDI dan ekspor masih jarang dilakukan di
Indonesia. Berdasarkan pentingnya hubungan di antara keduanya yang dapat memengaruhi kebijakan
terhadap berlangsungnya investasi dan perdagangan, serta berdasarkan latar belakang yang ada,
beberapa temuan empiris yang, maka rumusan masalah dalam penelitian ini mencoba untuk mengkaji
apakah konsep dari pendulum gravity model berlaku juga pada kasus Indonesia yang masih tergolong
negara berkembang, dengan negara mitra dagang terbesar yang diklasifikasikan sebagai negara maju.
Menggunakan data panel dinamis, berupa data tahunan yang dimulai pada tahun 2000 sampai tahun 2015
dari 4 negara mitra dagang terbesar Indonesia yaitu Jepang, China, Amerika Serikat, dan Singapura,
penelitian ini diharapkan dapat menjawab rumusan masalah dan hipotesis yang telah dirumuskan.
Metode yang digunakan dalam penelitian adalah GMM panel. Hasil estimasi GMM panel menunjukkan bahwa
outward FDI dan ekspor dari Indonesia ke negara mitra dagang berpengaruh positif namun tidak
signifikan secara statistik. Hasil estimasi telah sesuai dengan sign hipotesis yang berperilaku
komplementer namun tidak signifikan. Ekspor Indonesia dipengaruhi secara positif oleh GDP riil
negara mitra dagang, jarak geografis di antara keduanya, dan berkorelasi positif dengan nilai
ekspor Indonesia pada periode sebelumnya. Penyebab tidak ada kaitannya outward FDI Indonesia dengan
ekspornya adalah terkait dengan masih sedikitnya aktivitas outward FDI Indonesia akibat belum
kompetitifnya perusahaan yang yang melakukan proses internasionalisasi.
Hasil estimasi antara outward FDI dari negara mitra dagang ke Indonesia menunjukkan bahwa ekspor
negara mitra dagang dipengaruhi secara positif oleh GDP riil negara Indonesia, dan nilai ekspor
negara mitra dagang pada periode sebelumnya. Sedangkan outward FDI, jarak geografis, dan nilai
tukar riil Indonesia berkorelas
- …
