1,721,042 research outputs found
PEMBEKALAN KOMPETENSI GURU BERBASIS REFLECTIVE TEACHING UNTUK MEMFASILITASI KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF GURU SEKOLAH DASAR
Tujuan khusus penelitian ini adalah untuk menghasilkan model buku panduan untuk membekali guru-guru SD yang didasarkan pada Keterampilan Berpikir Kreatif (KBKre) yang ditunjukkan dalam hal merencanakan, menilai, dan melaksanakan pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Research and Development (R & D) untuk menghasilkan produk program PKGRT yang sudah diujicobakan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam hal KBKre. Subyek ujicoba sebanyak 49 guru. Instrumen-instrumen yang digunakan sebagai berikut: rubrik validasi instrumen program PKGRT; tes KBKre guru; lembar analisis RPP; lembar analisis asesmen kreatif; lembar observasi dan rekaman video pembelajaran; angket pelaksanaan PKGRT. Prosedur penelitian yang dilakukan sebagai berikut: tahap studi pendahuluan, tahap pengembangan program PKGRT, dan tahap pengujian. Analisis data yang dilakukan sebagai berikut: analisis data tahap studi pendahuluan dianalisis secara deskriptif; analisis data tahap pengembangan program PKGRT dianalisis secara deskriptif untuk penyempurnaan draft program PKGRT; analisis data tahap pengujian dilakukan uji perbedaan dua rata-rata untuk mengetahui tingkat signifikansi implementasi dari program PKGRT. Hasil-hasil penelitian sebagai berikut: seperangkat program Pembekalan Kompetensi Guru Berbasis Reflective Teaching (PKGRT) yang sudah diujicobakan untuk meningkatkan kompetensi guru SD dalam hal KBKre berupa Buku panduan PKGRT dan instrumen-instrumen. Rekomendasi dari penelitian sebagai berikut: PKGRT perlu dilanjutkan; Lembaga-lembaga Pendidikan dan Tenaga Kependidikan (LPTK) dapat melakukan pola pendampingan yang dilakukan pada PKGRT, PKGRT bisa diterapkan dalam Pendidikan Profesi Guru (PPG) SD;--- The specific purpose of this research is to produce the manual book model to debrief the ES teachers based on the Creative Thinking Skills (CreTS) shown in terms of planning, assessing, and implementing learning. The research method used in this research is Research and Development (R & D) to produce a proven product of PKGRT program that already tested to improve teacher competence in CreTS. The sample of this research is 49 teachers. The instruments used are as follow: instrument validation rubric of PKGRT program; CreTS teacher test; RPP analysis sheets; creative assessment analysis sheet; observation sheet and learning video recording; and questionnaire of implementation of PKGRT. The research procedure is carried out as follows: preliminary study, development stage of PKGRT program, and testing stage. Data analysis conducted as follows: data analysis of preliminary study is analyzed descriptively; data analysis of development stage of PKGRT program is analyzed descriptively for the improvement of PKGRT program draft; the data analysis of the testing phase is tested by two average to know the level of significance of implementation of PKGRT program. The results of this study are: a set of Teacher Competency Training Program Based on Reflective Teaching (PKGRT) Courses that already tested to improve the competence of ES teacher in CreTS (Handbook and instruments). The recommendation of this research are as follows: PKGRT needs to be continued; Institutions of Education and Teaching Personnel (LPTK) can do the guidance pattern conducted by PKGRT, PKGRT can be applied on Teacher Professional Education (PPG) S
ANALISIS KEMAMPUAN INKUIRI GURU YANG SUDAH TERSERTIFIKASI DAN BELUM TERSERTIFIKASI DALAM PEMBELAJARAN SAINS SD
Pembelajaran sains yang sesuai dengan tuntutan kurikulum adalah pembelajaran inkuiri. Namun pada prakteknya belum sepenuhnya dipahami oleh guru. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang kemampuan guru SD yang tersertifikasi (portofolio dan diklat) maupun yang belum tersertifikasi dalam berinkuiri. Oleh karena itu, metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif. Penelitian ini dilaksanakan di Kodya Bandung dengan jumlah sampel sebanyak 15 orang guru yang dikelompokkan menjadi tiga kelompok guru. Penelitian ini mengukur pemahaman guru tentang inkuiri dengan menggunakan tes inkuiri guru, menganalisis kemampuan guru memunculkan aspek-aspek inkuiri dalam RPP sains dengan pedoman analisis RPP, pedoman observasi digunakan untuk menganalisis kemampuan guru memunculkan aspek-aspek inkuiri dalam pembelajaran sains dibantu dengan rekaman yang dianalisis menggunakan software videograph dibantu dengan SPSS v.17.0 dan pedoman analisis soal-soal untuk menganalisis kemampuan guru membuat soal-soal inkuiri. Berdasarkan temuan pada penelitian ini ternyata pemahaman ketiga kelompok guru tentang inkuiri termasuk dalam kategori sangat baik. Kemampuan ketiga kelompok guru dalam memunculkan aspek-aspek inkuiri dalam RPP sains termasuk kategori kurang. Kemampuan ketiga kelompok guru dalam memunculkan aspek-aspek inkuiri dalam pelaksanaan pembelajaran sains termasuk kategori kurang. Kemampuan ketiga kelompok guru dalam membuat soal-soal inkuiri termasuk kategori sangat kurang
Penerapan Metode Inkuiri untuk Mengembangkan Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa Sekolah Dasar
Riset ini dilatarbelakangi oleh lemahnya kemampuan berpikir kreatif siswa sekolah dasar. Tujuan riset ini adalah untuk mengembangkan kemampuan berpikir kreatif siswa yang duduk di bangku sekolah dasar dengan menerapkan metode inkuiri terbimbing pada materi mata pelajaran sains agar dapat mengetahui perbedaan yang relevan pada materi sains. Metode riset yang digunakan metode library research dan metode kuantitatif, dengan subjek penelitian adalah siswa yang duduk di bangku sekolah dasar kelas IV Sekolah Dasar Negeri kosong sebelas Ganting Damai. Hasil riset ini menunjukan bahwa pengaruh pada penerapan metode inkuiri terbimbing terhadap pembelajaran sains di sekolah dasar sangat baik dalam proses pembelajaran karena dapat mengembangkan kemampuan berpikir kreatif siswa dengan memodifikasikan sesuatu hal yang telah dipelajari untuk menciptakan suatu hal yang baru serta mampu menciptakan sesuatu hal yang inovatif dalam hasil pengalaman belajarnya. Periset selanjutnya bisa meriset pengalaman belajar siswa yang berkaitan dengan kemampuan membuat produk yang baru dan inovatif.
Analisis Pembelajaran Planet pada Siswa Kelas VI Sekolah Dasar
kesulitan siswa saat belajar planet di kelas VI menjadi latar belakang riset. Banyak siswa kelas VI memiliki pengetahuan yang minim tentang planet dalam tata surya. Mendeskripsikan pembelajaran planet pada siswa kelas VI sekolah dasar merupakan tujuan riset ini dilakukan. Metode deskriptif kuantitatif digunakan sebagai prosedur riset pada riset ini. Teknik pengumpulan data dengan Teknik observasi. Pembelajaran planet yang diimplementasikan guru di kelas VI menunjukan hasil pengetahuan siswa tentang planet dengan kriteria yang sangat tinggi. Tidak ada perbedaan signifikan antara pengetahuan planet siswa laki-laki dan perempuan. Penggunaan media tayangan infocus planet sangat efektif dan efisien digunakan untuk materi planet dan tata surya yang abstrak. Penggunaan media infocus dan planet pada sistem tata surya efektif meningkatkan pengetahuan siswa tentang planet dan tata surya di kelas VI.
Pengaruh Sosialisasi Berbahasa Santun terhadap Pencegahan Perundungan pada Jenjang Pendidikan Dasar
Latar belakang penelitian ini disebabkan oleh maraknya perundungan pada jenjang pendidikan dasar. Tujuan riset ini untuk mengukur seberapa besar pengaruh sosialisasi berbahasa santun terhadap pencegahan perundungan pada jenjang pendidikan dasar. Metode riset yang digunakan adalah kuasi eksperimen. Hasil riset menunjukan bahwa sosialisasi berbahasa santun berpengaruh signifikan terhadap pencegahan perundungan pada jenjang pendidikan dasar. Sosialisasi berbahasa santun harus secara continue dilakukan pada jenjang pendidikan dasar baik sekolah dasar dan sekolah menengah pertama. Sosialisasi cara berbahasa santun merupakan salah satu solusi yang bisa dilakukan guru agar perundungan bisa dikurangi. Perundungan terjadi salah satunya diakibatkan oleh penggunaan bahasa yang tidak baik diantara siswa pada jenjang pendidikan dasar. Apabila hal ini dibiarkan, maka akan berkembang di jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Perundungan yang dibiarkan akan menjadi semakin besar dan tidak terkendali. Guru dan sekolah-sekolah jenjang pendidikan dasar harus berusaha keras agar perundungan ini bisa diatasi dimasa pendidikan dasar
PENYULUHAN PALAWIJA DESA RIDAN PERMAI UNTUK EKSISTENSI KEANEKARAGAMAN HAYATI SUMBER PANGAN
Desa Ridan Permai untuk Eksistensi Keanekaragaman Hayati Sumber Pangan ini secara spesifik bertempat di RT 003 RW 003 Desa Ridan Permai Kecamatan Bangkinang Kota, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Sebagian besar masyarakat sasaran bekerja sebagai petani. Hal ini menggambarkan besarnya potensi masyarakat sasaran untuk terlibat dalam Penyuluhan Palawija untuk Eksistensi Keanekaragaman Hayati Sumber Pangan. Hal ini membuat kelompok tani Palawija ini menjawab tantangan akan terbengkalainya lingkungan lahan yang tidak produktif menjadi lebih produktif dan menjawab kebutuhan akan keanekaragaman hayati sumber pangan yang dapat memenuhi kebutuhan pasar/konsumen di Bangkinang Kota. Hal tersebut terbukti dengan banyaknya permintaan pasar tradisional Bangkinang Kota akan palawija, khususnya pare dan gambas. penanaman palawija ini juga memberikan dampak terhadap produktifnya lingkungan lahan dan eksistensi keanekaragaman hayati sumber pangan sekitar secara ekonomi dan tentu saja relevan dengan semua program kegiatan yang dilakukan oleh kelompok masyarakat sasaran
Pembelajaran Menulis Laporan Bahasa Indonesia Siswa Jenjang Pendidikan Dasar
Kemampuan menulis siswa jenjang pendidikan dasar masih sangat memprihatinkan. Perlu upaya guru untuk mengatasi kurangnya kemampuan menulis siswa dengan pertimbangan jumlah siswa, media, dan motivasi siswa yang rendah untuk menulis. Pendeskripsian pembelajaran menulis laporan bahasa Indonesia siswa jenjang pendidikan dasar sebagai tujuan dari riset ini. Metode deskriptif kuantitatif diadopsi pada penelitian. Pembelajaran menulis laporan versi bahasa Indonesia menunjukan hasil kemampuan menulis laporan siswa pada kategori sedang. Kemampuan menulis laporan mereka terlatih karena kemampuan guru merancang pembelajaran menulis laporan, memberi teori, keleluasaan, dan waktu yang cukup untuk menulis laporan. Siswa-siswa berkembang saat menulis laporan karena mereka juga diberi kesempatan yang cukup untuk diskusi dan menggunakan media laptop untuk mencari inspirasi lain untuk menulis laporannya. Jumlah siswa yang dikelompokan menjadi keunggulan dalam pembelajaran ini. Keunggulan lainnya adalah diskusi dan penggunaan media laptop berinternet. Guru bahasa Indonesia harus bisa lebih kreatif untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis
Analisis Pembelajaran Sains Siswa Sekolah Dasar di Kecamatan Rambah
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran pembelajaran sains siswa sekolah dasar. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei dengan sampel penelitian sebanyak 10 sekolah dasar di Kecamatan Rambah Kabupaten Rokan Hulu Provinsi Riau. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik tes. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis statistik sederhana untuk menggambarkan keterampilan siswa dalam mengikuti pembelajaran sains di sekolah dasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan mengikuti pembelajaran sains siswa sekolah dasar di Kecamatan Rambah secara keseluruhan masih rendah. Aspek keterampilan pembelajaran sains juga masih tergolong rendah. Tidak ada perbedaan keterampilan pembelajaran sains siswa laki-laki dan siswa perempuan. Perlu pendampingan berkelanjutan untuk meningkatkan pembelajaran sains terutama dalam aspek keterampilan. Guru-guru perlu didorong untuk meningkatkan kompetensi pedagogiknya, terutama saat membelajarkan sains di kelas tinggi
Pengaruh Pendampingan Individu terhadap Kemampuan Baca Al-Quran Siswa pada Jenjang Pendidikan Dasar
Siswa-siswa pada jenjang pendidikan dasar yang belum mampu membaca Al-Qur’an dengan baik menjadi latar belakang penelitian. Tujuan riset ini adalah untuk mengukur berapa besar pengaruh pendampingan individu terhadap kemampuan baca Al-Qur’an siswa pada jenjang pendidikan dasar. Metode riset yang digunakan metode riset kuasi eksperimen. Teknik pengumpulan data melalui tes pretes dan postes. Hasil riset menunjukan bahwa pendampingan individu berpengaruh signifikan terhadap kemampuan baca Al-Qur’an siswa pada jenjang pendidikan dasar. Pendampingan individu harus secara rutin dilakukan baik untuk siswa sekolah dasar dan siswa sekolah menengah pertama. Pendampingan individu merupakan salah satu cara yang bisa dilakukan guru agama agar kemampuan baca Al-Qur’an siswa dapat meningkat. Minimnya kemampuan baca Al-Qur’an siswa jenjang pendidikan dasar terjadi salah satunya diakibatkan oleh pendampingan guru dan/atau orang tua yang tidak maksimal. Apabila hal ini dibiarkan, maka akan timbul keengganan untuk mempelajarinya di jenjang pendidikan lanjut. Guru, orang tua dan sekolah jenjang pendidikan dasar harus berusaha keras agar kemampuan baca Al-Qur’an siswa dapat meningkat
Pengaruh Pembelajaran Kolaborasi terhadap Keterampilan Menirukan Gerak Hewan pada Siswa Sekolah Dasar
Riset ini dilatarbelakangi oleh minimnya kerjasama yang dilakukan siswa saat berkelompok dalam pembelajaran. Tujuan riset ini adalah untuk mengukur seberapa besar pengaruh pembelajaran kolaborasi terhadap keterampilan menirukan gerak hewan pada siswa SD kelas lima. Metode riset yang digunakan adalah kuasi eksperimen. Teknik pengumpulan data dengan pretes dan postes. Teknik analisis dengan menggunakan uji statistic sederhana. Hasil riset menunjukan bahwa pembelajaran kolaborasi yang dilakukan guru kelas lima berpengaruh signifikan terhadap keterampilan menirukan gerak hewan pada siswa sekolah dasar saat pembelajaran tematik sains dilakukan. Pembelajaran kolaborasi harus terus dilakukan guru agar keterampilan psikomotorik siswa semakin berkembang. Pembelajaran kolaborasi merupakan pembelajaran masa kini dan masa depan karena kepandaian seseorang saat ini salah satunya diukur dari kemampuan berkolaborasi atau kerjasama untuk mengerjakan suatu proyek atau bidang tertentu. Pembelajaran kolaborasi menuntut siswa memiliki keterampilan emosi yang baik. Periset berikutnya bisa meriset tentang pentingnya sikap saling menghargai antar teman agar pembelajaran kolaborasi semakin bisa diterapkan pada jenjang berikutnya
- …
