1 research outputs found

    PENGGUNAAN BAYAM MERAH SEBAGAI BAHAN TAMBAHAN DALAM PEMBUATAN BISKUIT

    No full text
    ABSTRAK   Pindasti, Windriati. 2011. Penggunanan Bayam Merah sebagai Bahan Tambahan dalamPembuatan Biskuit. Tugas Akhir. Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (1) Dr. Dra. Mazarina Devi, M, Si. (2) Dra. Nunung Nurjanah, M, Kes.   Kata Kunci: Biskuit, Bayam Merah, Uji kesukaan.   Biskuit adalah produk makanan kecil yang renyah dibuat dengan cara dipanggang (baking). Ciri-ciri biskuit diantaranya renyah dan kering, bentuk umumnya kecil, tipis dan rata. Biskuit merupakan produk makanan yang dibuat dari bahan dasar terigu dibuat tanpa peragian dengan kandungan air rendah kurang dari 5%. Penambahan bayam merah pada biskuit bisa menjadikan sebagai inovasi produk makanan baru. Bayam merah adalah salah satu jenis dari tumbuhan bayam, yang memiliki ciri-ciri batang yang bewarna merah gelap dan memiliki daun yang tidak terlalu lebar diujung daunnya runcing. Bayam merah memiliki kandungan gizi yang cukup banyak salah satunya terdapat kandungan karetenoid, yaitu Provit A yang memiliki sifat tidak larut air, tetapi jika dipanaskan bahan tersebut kandungan gizinya tidak akan mati. Selain itu juga memiliki kandungan sifat yang larut ke dalam lemak yang dapat menambah nilai gizi pada biskuit bayam merah. Awal pembuatan biskuit bayam merah menggunakan bayam merah yang dijadikan tepung. Penambahan tepung yang digunakan dalam pembuatan biskuit menghasilkan biskuit yang tidak baik, selanjutnya biskuit bayam merah ditambahkan dengan bayam merah yang diambil sarinya. Penambahan sari ke dalam biskuit menghasilkan biskuit yang baik. Penambahan sari bayam merah adalah formulasi yang tepat dalam pembuatan biskuit. Tugas akhir ini membahas tentang uji kesukaan terhadap biskuit bayam merah. Adapun kriteria yang diuji dari segi warna, rasa, tekstur dan aroma. Hasil uji kesukaan menunjukkan bahwa sebagian responden yang menyukai rasa biskuit bayam merah sebesar 82,2%, responden yang menyukai warna sebesar 57,8%, responden yang menyukai tekstur sebesar 56,6% dan responden yang menyukai aroma sebesar 51,2%.
    corecore