888 research outputs found

    Pengembangan Video Animasi Bangun Datar Berbasis Canva untuk Meningkatkan Minat dan Hasil Belajar Matematika Peserta Didik Kelas II SD

    No full text
    Nastiti, Ranny Putri. 2024. Pengembangan Video Animasi Bangun Datar Berbasis Canva Untuk Meningkatkan Minat dan Hasil Belajar Matematika Peserta Didik Kelas II SD. Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Satya Wacana, Pembimbing: Dr. Adi Winanto, M.Pd Media pembelajaran dapat dikatakan sebagai pengantar pesan yang dapat memantik pikiran, semangat, dan daya pikir peserta didik sehingga tercipta suatu proses belajar agar tujuan dari pembelajaran yang sudah ditetapkan dapat tercapai secara optimal. Media pembelajaran berupa video animasi dibutuhkan untuk membantu proses pembelajaran bagi peserta didik. Penelitian ini bertujuan mengembangkan media pembelajaran berupa video animasi bangun datar berbasis Canva pada mata pelajaran matematika yang dapat meningkatkan minat dan hasil belaajar peserta didik kelas II SD. Jenis penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan (R&D). Metode pengumpulan data yang digunakan adalah instrumen validasi ahli materi dan ahli media, angket respon guru dan angket respon minat peserta didik, posttet dan pretest oleh peserta didik. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif serta uji independent sample t-test untuk menganalisis hasil dari uji validasi ahli materi dan ahli media. Produk berupa video animasi bangun datar selanjutnya dilakukan uji validasi oleh ahli untuk mengukur tingkat validitas dari produk yang dihasilkan. Ahli materi memberikan skor total pada produk yang dihasilkan sebesar 49 (98%) dengan kategori sangat baik, sedangkan Ahli media memberikan skor total dengan jumlah 57 (87,69%) dengan kategori sangat baik sehingga produk berupa video animasi bangun datar layak untuk diuji cobakan dalam skala terbatas. Respon guru terhadap produk video animasi bangun datar sebesar 94,55% dengan kategori sangat baik. Selanjutnya mayoritas minat peserta didik berada pada kategori sangat baik. Lavene test digunakan untuk mengukur perbedaan rata-rata hasil belajar peserta didik pada kelas eksperimen dan kontrol, dimana hasilnya adalah didapatkan nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,012 > 0,05, nilai thitung > ttabel (2,617 > 2,011). Berdasarkan hasil pengolahan data hasil uji coba dapat dinyatakan bahwa dengan penggunaan video animasi bangun datar dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik sebesar 20%.Nastiti, Ranny Putri. 2024. Development of Canva-Based Flat Building Animation Videos to Increase Interest and Mathematics Learning Outcomes for Class II Elementary School Students. Primary School Teacher Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, Satya Wacana Christian University, Supervisor: Dr. Adi Winanto, M.Pd Learning media can be said to be a messenger that can ignite the mind, spirit, and thinking power of students so as to create a learning process so that the learning objectives that have been set can be achieved optimally. Learning media in the form of animated videos is needed to help the learning process for students. This study aims to develop learning media especially animated videos in mathematics subject on the topic of two-dimentional figure. This type of research is research and development (R&D). The data collection methods used are material expert and media expert validation instruments, teacher response questionnaires, and student interest response questionnaires, as well as posttests and pretests by students. The data analysis technique used is descriptive analysis and independent sample t-test to analyze the results of the validation test of material experts and media experts. The product in the form of an animated video of two-dimentional figure is then carried out a validation test by experts to measure the validity level of the product produced. The material expert gave a total score on the product produced of 49 (98%) with a very good category, while the media expert gave a total score of 57 (87.69%) with a very good category so that the product in the form of an animated video of flat shapes is feasible to be tested on a limited scale. The teacher's response to the flat building animated video product was 94.55% with a very good category. Furthermore, most student's interest is in the very good category. Lavene test is used to measure the average difference in student learning outcomes in experimental and control classes, where the results are obtained Sig value. (2- tailed) of 0.012 > 0.05, tcount > ttable value (2.617 > 2.011). Based on the data processing results of the trial results, it can be stated that the use of animated videos of flat buildings can improve student learning outcomes by 20%

    Pengembangan Media Pop Up Book Metamorfosis Hewan pada Pembelajaran IPAS untuk Meningkatkan Minat dan Hasil Belajar Siswa Kelas IV SD

    No full text
    Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan media Pop Up Book metamorfosis hewan pada pembelajaran IPAS yang layak dan efektif untuk meningkatkan minat dan hasil belajar peserta didik. Penelitian ini menggunakan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation and Evaluation). Media pembelajaran Pop Up Book ini sudah melalui beberapa tahap pengujian, seperti uji validitas produk, uji kelayakan, serta uji keefektifan media. Subyek dari penelitian ini berjumlah 26 siswa kelas IV SD, guru kelas IV SD, serta validator ahli media dan ahli materi. Penelitian ini menunjukkan hasil pengujian validasi oleh ahli media dengan rata-rata presentase 98% serta hasil pengujian validasi oleh ahli materi dengan rata-rata 93%, sehingga dari hasil pengujian validasi ahli media dan materi dikategorikan layak. Hasil dari rata-rata pre test 65 dan rata-rata post test 76,5 menunjukkan peningkatan serta hasil rata-rata presentase angket minat sebelum perlakuan 69% dan untuk presentase angket minat sesudah perlakuan 79%. Serta kepraktisan produk memperoleh hasil 73% dengan kategori praktis, sehingga media praktis dan dapat digunakan dalam pembelajaran. Sehingga dapat dikatakan bahwa media Pop Up Book ini layak dan efektif digunakan untuk pembelajaran.The purpose of this research is to develop Pop Up Book media on animal metamorphosis in IPAS learning that is feasible and effective to increase students' interest and learning outcomes. This research uses the ADDIE model (Analysis, Design, Development, Implementation and Evaluation). This Pop Up Book learning media has gone through several stages of testing, such as product validity tests, feasibility tests, and media effectiveness tests. The subjects of this study amounted to 26 grade IV elementary school students, grade IV elementary school teachers, as well as media expert validators and material experts. This study shows the results of validation testing by media experts with an average percentage of 98% and the results of validation testing by material experts with an average of 93%, so that the results of media and material expert validation testing are categorized as feasible. The results of the average pre test 65 and the average post test 76.5 show an increase as well as the results of the average percentage of interest questionnaires before treatment 69% and for the percentage of interest questionnaires after treatment 79%. As well as the practicality of the product obtained a result of 73% with a practical category, so that the media is practical and can be used in learning. So it can be said that this Pop Up Book media is feasible and effective to use for learning

    Peningkatan Hasil Belajar Matematika dengan Penerapan Konstruktivisme pada Siswa Kelas VI SD Negeri 2 Kebonagung Semester I Tahun 2012 / 2013

    No full text
    Latar belakang masalah dalam penelitian ini didasarkan dari rendahnya hasil belajar pada Mata Pelajaran Matematika, khususnya siswa kelas VI SD Negeri 2 Kebonagung, Kecamatan Tegowanu, Kabupaten Grobogan, maka perlu dilakukan penelitian. Rendahnya hasil belajar siswa dipengaruhi oleh kurang tepatnya model pembelajaran yang digunakan. Salah satu cara untuk meningkatkanhasil belajar siswa yakni dengan menggunakan model pembelajaran Konstruktivisme. Rumusan permasalahan dalam penelitian ini adalah “Apakah penggunaan Model pembelajaran Konstruktivisme dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VI SD Negeri 2 Kebonagung tahun pelajaran 2012 / 2013 “ Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ), dengan menggunakan 3 siklus , masing masing siklus terdiri dari 3 tahap yaitu 1) perencanaan, 2) pelaksanaan, 3) refleksi. Subyek penelitian adalah siswa kelas VI SD Negeri 2 Kebonagung sebanyak 32 siswa. Tehnik pengumpulan data dengan tehnik tes dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan hasil belajar siswa pada pembelajaran Matematika setelah menggunakan model pembelajaran konstruktivisme. Dengan KKM 60 pada matapelajaran Matematika , hasil pra siklus siswa yang tuntas hanya 6 siswa (18%). Pada siklus I siswa yang tuntas sebanyak 12 siswa(37%), pada siklus II siswa yang tuntas sebanyak 12 siswa (37%), pada siklus II sebanyak 12 siswa( 37%) dan pada siklus III siswa yang tuntas sebanyak 30 siswa(94%). Sedang skor rata rata pada pra siklus 44, siklus I skor rata rata 51, pada siklus II skor rata rata 52 dan pada siklus III meningkat menjadi 94%. Hasil penelitian ini disarankan agar siswa lebih meningkatkan hasil belajarnya, dan guru perlu memperhatikan model pembelajaran yang sesuai dengan karakter dan kepribadian siswa sehingga hasil belajar meningkat

    Perbedaan Efektivitas Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Teams Achievement Division (STAD) dan Tipe Jigsaw Terhadap Hasil Belajar Matematika Pada Materi Pecahan Kelas IV SD

    No full text
    Pembelajaran matematika dilakukan dengan model pembelajaran yang sesuai, pemilihan model pembelajaran matematika yang tepat dan sesuai dapat mempengaruhi hasil belajar siswa. Penelitian bertujuan mengetahui perbedaan hasil belajar penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) dengan tipe Jigsaw pada matematika materi pecahan IV SD. Sampel yang digunakan yaitu siswa kelas IVA dan IVB SD Negeri 2 Ngadirejo yang masing-masing berjumlah 22 siswa. Teknik pengumpulan data yaitu teknik observasi dan tes. Observasi digunakan untuk mengetahui proses pelaksanaan dan kesesuaian pembelajaran yang telah direncanakan, sedangkan tes digunakan sebagai alat ukur atau alat penilaian mengenai hasil belajar siswa. Analisis data hasil belajar menggunakan uji T dengan bantuan SPSS 25 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai sig (2-tailed) sebesar 0,019 pada equal variances assumed. Hal ini berarti terdapat perbedaan hasil belajar matematika pada materi pecahan kelas IV SD antara model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) dan tipe Jigsaw dimana signifikansi < 0,05

    Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP-UKSW

    No full text
    Latar belakang masalah dalam penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar siswa kelas 5 SD Negeri Karangtengah 01 Kecama tan Tuntang Kabupaten Semarang pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Rendahnya hasil belajar dikarenakan siswa pasif saat pembelajaran berlangsung serta guru lebih banyak menggunakan metode konvensional yaitu ceramah. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas 5 pada mata pelajaran IPA di SD Negeri Karangtengah 01 Kecamatan Tuntang Kabupaten Semarang tahun pelajaran 2012/2013 dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas yang terdiri dari dua siklus. Pada siklus I dilakukan dalam tiga kali pertemuan dan pada siklus II juga dilakukan dalam tiga kali pertemuan. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas 5 SDN Karangtengah 01 Kec amatan Tuntang Kabupaten Semarang. Teknik pengumpulan data yaitu tes tertulis, dalam bentuk tes formatif, serta observasi yaitu mengamati penerapan model pembelajar an kooperatif tipe jigsaw pada mata pelajaran IPA. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Peningkatan hasil belajar IPA dengan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dapat dilihat dari hasil perolehan sebelum tindakan, siklus I, dan siklus II yaitu untuk hasil belajar ketuntasan belajar siswa sebelum tindakan dapat diketahui bahwa dari 41 siswa keseluruhan, yang memiliki nilai kurang dari Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM=70) sebanyak 29 siswa atau 71%, sedangkan yang sudah mencapai ketuntasan minimal sebanyak 12 siswa dengan persentase 29%. Pada siklus I ketuntasan belajar siswa dapat diketahui bahwa dari 41 keseluruhan, siswa yang memiliki nilai kurang dari Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM=70) sebanyak 5 siswa atau 12%, sedangkan yang sudah mencapai ketuntasan minimal sebanyak 36 siswa dengan persentase 88%. Pada siklus II ketuntasan belajar siswa dapat diketahui bahwa dari 41 siswa keseluruhan, yang memiliki nilai kurang dari Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM=70) sebanyak 2 siswa atau 5%, sedangkan yang sudah mencapai ketuntasan minimal se banyak 39 siswa dengan persentase 95%. Sekolah, guru dan siswa, disarankan untuk menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw pada mata pelajaran IPA maupun mataelajaran lain. Peneliti selanjutnya disarankan untuk dapat menerapkan model ini pada penelitian berikutnya

    Pengembangan Website Sistem Pernapasan pada Manusia Untuk Meningkatkan Minat dan Hasil Belajar Ipa Peserta Didik Kelas V Sekolah Dasar

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berbasis website pada materi sistem pernapasan manusia untuk meningkatkan minat dan hasil belajar siswa kelas V SDN Rogomulyo 02. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE, yang terdiri dari tahap analisis kebutuhan, perancangan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Data penelitian dikumpulkan melalui observasi, wawancara, validasi ahli, serta pengukuran minat belajar dan tes hasil belajar (pre-test dan post-test). Hasil validasi menunjukkan bahwa media berbasis website sangat layak digunakan, dengan skor kelayakan sebesar 92% untuk media dan 100% untuk materi. Implementasi media ini berhasil meningkatkan minat belajar siswa dengan skor rata-rata 87,5, dan meningkatkan hasil belajar dengan nilai rata-rata post-test sebesar 85,6. Hasil uji t menunjukkan nilai p = 0,000 yang berarti bahwa website dengan desain yang menarik ini efektif meningkatkan minat dan hasil belajar IPA. Media ini direkomendasikan untuk digunakan sebagai media pembelajaran interaktif di tingkat sekolah dasar.This study aims to develop a web-based learning media on the human respiratory system to enhance the interest and learning outcomes of fifth-grade students at SDN Rogomulyo 02. The research employs the Research and Development (R&D) method using the ADDIE model, which consists of the stages of needs analysis, design, development, implementation, and evaluation. Data were collected through observations, interviews, expert validation, as well as the measurement of learning interest and test results (pre-test and post-test). The validation results indicate that the web-based media is highly feasible for use, with a feasibility score of 92% for the media and 100% for the content. The implementation of this media successfully improved students' learning interest, with an average score of 87.5, and enhanced learning outcomes, with an average post-test score of 85.6. The t-test results show a p-value of 0.000, indicating that this attractively designed website is effective in improving students' interest and learning outcomes in science. This media is recommended to be used as an interactive learning tool at the elementary school level

    Evaluasi Kegiatan Penerapan Profil Pelajar Pancasila Guna Meningkatkan Kualitas Karakter Peserta Didik Di Sd Negeri Tingkir Tengah 01

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kegiatan penerapan profil pelajar Pancasila dalam meningkatkan kualitas karakter peserta diidk di SD Negeri Tingkir Tengah 01. Penelitian ini menggunakan metode CIPP ( context, input, process, product). Jenis penelitian ini adalah penelitian evaluasi deskriptif, pengumpulan data melalui wawancara bersifat deskriptif kuantitatif berupa penskoran, observasi dan dokumentasi. Subyek dalam penelitian melibatkan 1 kepala sekolah, 1 guru kelas dan 2 peserta didik. Hasil penelitian penerapan kegiatan profil pelajar Pancasila dengan model CIPP terlaksana dengan baik. Hal tersebut dapat dikatakan bahwa pada aspek context latar belakang dan tujuan penerapan profil pelajar Pancasila telah dirancang dengan tujuan yang jelas. Aspek input masih ada sarana dan prasarana yang belum memadahi untuk menunjang kegiatan profil pelajar Pancasila. Aspek process masih ada beberapa hambatan dalam kegiatan penerapan profil pelajar Pancasila. Aspek Product yang dihasilkan penerapan profil pelajar Pancasila menumbuhkan karakter peserta didik yang jauh lebih baik. Sebagai hasil yang didapat dari penerapan profil pelajar Pancasila karakter peserta didik sudah terbentuk dari kebiasaan maupun kegiatan yang ada di sekola

    Efektivitas Media Audio-Visual terhadap Keterampilan Menyimak Pembelajaran Tematik Tema 8 Subtema 3 Pembelajaran 1 Peserta Didik Kelas V SD

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan media audio-visual terhadap peningkatan keterampilan menyimak peserta didik kelas V SD. Penelitian ini termasuk penelitian eksperimen. Metode dalam penelitian ini menggunakan desain nonequivalent control group design dengan subjek penelitian pesera didik sebanyak 35 orang kelas V SD Negeri Plumbon 01 sebagai kelas eksperimen dan kelas kontrol. Kelas eksperimen diberi perlakuan dengan menggunakan media audio-visual dan kelas kontrol diberi perlakuan dengan media konvensional. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan tes. Uji prasyarat menunjukkan kedua kelas homogen dan berdistribusi normal. Uji t menggunakan uji t Independent Sample Test yang menunjukkan thitung 3,255 dan siginifikan 0,003 < 0,05 yang artinya H0 ditolak dan Ha diterima. Hal ini menunjukkan adanya perbedaan keterampilan menyimak yang signifikan antara penggunaan media audio-visual dengan media konvensional. Berdasarkan nilai gain, media audio-visual lebih efektif meningkatkan keterampilan menyimak dibandingkan dengan media konvensional

    Peningkatan Prestasi Belajar IPA dengan Menerapkan Metode Contextual Teaching Learning pada Siswa Kelas III SD Negeri 1 Kluwan Semester I Tahun Pelajaran 2012/2013

    No full text
    IPA merupakan ilmu yang berhubungan konsep-konsep alam yang nyata tidak hanya pengetahuan verbalisme saja sehingga sulit dipahami siswa. Indikasi yang paling mudah ditemukan adalah prestasi belajar siswa yang cenderung kurang memuaskan. Prestasi belajar siswa kelas III SD Negeri 1 Kluwan pada pelajaran IPA kurang memuaskan, dengan ditunjukkan ketuntasan klasikal siswa hanya 40% atau 8 siswa yang tuntas hasil belajarnya dengan KKM 65. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah melalui penerapan metode contextual teaching learning dapat meningkatkan prestasi belajar IPA siswa kelas III SD Negeri 1 Kluwan semester 1 tahun pelajaran 2012/2013?. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan prestasi belajar IPA pada siswa kelas III SD Negeri 1 Kluwan semester 1 tahun pelajaran 2012/2013 melalui penerapan metode contextual teaching learning.Penelitian tindakan kelas ini terdiri dari dua siklus, masing-masing siklus terdiri atas 4 tahap yaitu perencanaan (planning),pelaksanaan tindakan (acting), pengamatan (observing),dan refleksi (reflecting). Dalam pelaksanaan penelitian, peneliti melibatkan teman sejawat sebagai pengamat. Sumber data diperoleh melalui teknik tes dan observasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis deskripsi komparatif yaitu membandingkan prestasi belajar prasiklus, siklus 1 dan siklus 2. Prestasi belajar pada siklus 1 diperoleh dari tes yang dilaksanakan pada akhir pertemuan siklus 1 dengan ketuntasan klasikal 65% atau 13 siswa yang tuntas, meningkat pada siklus 2 yaitu ketuntasan klasikal belajar siswa mencapai 85% atau 17 siswa tuntas dari 20 siswa dalam kelas. Setelah melaksanakan penelitian tindakan kelas ini dapat diambil kesimpulan yaitu penerapan metode contextual teaching learning pada pelajaran IPA di kelas III semester 1SD Negeri 1 Kluwan dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Hal ini dapat dilihat dari meningkatnya ketuntasan klasikal prestasi belajar siswa. Siswa akan tertarik dan mudah memahami materi pelajaran IPA dengan penerapan metode contextual teaching learning.Manfaat bagi guru dapat menemukan dan menjadi pengalaman dalam pembelajaran dengan penerapan metode contextual teaching learning untuk meningkatkan prestasibelajar IPA. Bagi sekolah dapat digunakan untuk memotivasi guru, agar dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dengan menerapkan metode contextual teaching learning

    Perbedaan Efektivitas Model Pembelajaran Project Based Learning (PjBL) dan Contextual Teaching and Learning (CTL) terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Mapel IPAS pada Peserta Didik Kelas IV SD

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan peserta didik dalam memecahkan suatu permasalahan pada mata pelajaran IPAS Kelas IV SD Gugus Sidik Wacana dengan menggunakan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) yang dibandingkan dengan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL). Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif (eksperimen) dengan desain penelitian Quasi Eksperimental. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah The Static Group Comparison. Awal sebelum mendapatkan perlakuan diberikan pretest dan diakhir setelah mendapatkan perlakuan diberikan posttest, hasilnya akan digunakan untuk menilai rubrik kemampuan pemecahan masalah. Hasil dari penelitian berdasarkan uji T dengan menggunakan teknik Independent Sample T-Test yang diperoleh thitung sebesar 2.679 dengan menunjukan sig. (2-tailed) 0,010. Karena signifikan < 0,05 maka Ho ditolak sedangkan Ha diterima. Penerapan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning lebih efektif secara signifikan terhadap kemampuan pemecahan masalah mata pelajaran IPAS kelas 4 di SD Gugus Sidik Wacana, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang.This research aims to determine the differences in students' abilities in solving problems in the Class IV science and science subjects of Gugus Sidik Wacana Elementary School using the Project Based Learning (PjBL) learning model compared to the Contextual Teaching and Learning (CTL) learning model. This research uses quantitative (experimental) methods with a Quasi Experimental research design. The design used in this research is The Static Group Comparison. First, before receiving treatment, a pretest is given and finally, after receiving treatment, a posttest is given, the results of which are used to assess the problem-solving ability rubric. The research results based on the T test using the Independent Sample T-Test technique obtained a calculated t value of 2.679 showing sig. (2-tailed) 0.010. Because it is significant < 0.05, Ho is rejected while Ha is accepted. The application of the Contextual Teaching and Learning learning model is significantly more effective in problem solving abilities in grade 4 science subjects at Gugus Sidik Wacana Elementary School, Ambarawa District, Semarang Regency
    corecore