1,720,981 research outputs found

    Analisis Mangrove dan Litologi di Kabupaten Karimun

    No full text
    Hal.51-62 : ilus. ; 21 c

    Pokok-pokok Pikiran Museum Kedirgantaraan LAPAN

    No full text
    LAPAN sebagai lembaga riset-nasional, sejak bderdirinya tahun 1963 hingga sekarang telah mendapatkan hasil relatif banyak. Hasil kegiatan kedirgantaraan tersebut sangat besar artinya bagi perkembangan kedirgantaraan berikutnya. Oleh karenanya perlu diinformasikan kepada masyarakat luas, lebih-lebih kalangan ilmiah yang relevan. Salah satu cara untuk menginformasikan adalah melalui museum. Untuk mencapai tujuan tersebut dikemukakan tulisan yang menguraikan tentang pokok-pokok pikiran museum kedirgantaraan LAPAN18 hlm, 30 c

    Analisis Area Mangrove di Pulau Abang

    No full text
    Area pesisir yang menjadi tempat tumbuh mangrove memiliki spesifikasi khusus. Daerah penelitian dipilih Pulau Abang di Kota/Kabupaten Batam karena dapat mewakili variasi topografi pulau dan variasi posisi pantai terhadap laut lepas. Gugusan Pulau Abang dan sekitamya, yang merupakan pulau kecil tipe tektonik, - dipilih sebagai daerah studi kasus untuk mengetahui area penyebaran mangrove. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis karakteristik lahan yang sesuai untuk tempat tumbuh mangrove. Metode penelitian adalah pengolahan data untuk mendapatkan tampilan citra yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi mangrove dan analisis geomorfologi. Pengolahan data dilakukan untuk menapatkan komposit RGB 543 dan 453 dengan beberapa bentuk penajaman. Analisis morfoarrangement, bermanfaat untuk mengenali posisi pantai, yaitu posisi pantai di antara pulau-pulau di sekitamya dan posisi pantai terhadap laut lepas. Analisis monolog' pulau kecil bermanfaat untuk mengenali karakteristik fisik pesisir berupa keterjalan pantai, bentuk pantai, dan muara sungai. Hash' penelitian menunjukkan bahwa posisi pantai dan bentuk keterjalan pantai secara langsung dapat diidentifikasi dari citra satelit yang merupakan informasi untuk menunjukkan tempat tumbuh mangrove. Analisis yang bersifat lebih mikro ini sesuai untuk tujuan pengelolaan mangrove atau seleksi wilayah konservasi mangroveHal.1-1

    Analisis Daerah Terdampak Letusan Gunungapi Rokatenda

    No full text
    ?Informasi daerah gunungapi aktif dibutuhkan untuk keberlangsunganpemanfaatan lereng gunung yang subur, sebagai perkebunan dan atau permukiman. Kasusletusan Gunungapi Rokatenda di Pulau Palue terakhir pada tahun 2013memaksapenghuninya untuk mengungsi. Pulau kecil bergunungapi aktif sebagai studi kasus karenamerupakan fenomena yang dapat dijumpai pada beberapa pulau di Nusantara. Penelitianini memanfaatkan teknik penginderaan jauh untuk analisis daerah terdampak letusan.Teknik pengolahan citra dilakukan untuk mendapatkan citra komposit. Citra inidimanfaatkan untuk mengenali karakteristik geofisik gunungapi dengan pendekatananalisis geomorfologi. Data yang digunakan adalahCitra Landsat, Peta Geologi, dan PetaRupa Bumi.Hasil pengolahan citradengan teknik fusi multispasial diperoleh citra kompositRGB 542. Analisis geomorfologi secara visual dari citra satelit diketahui melaluimorfologi, bahwa Pulau Palue ini merupakan pulau kecil tipe vulkanik dengan terumbupinggiran. Citra komposit menampilkan informasi torehan dengan jelas yang digunakanuntuk antisipasi daerah terdampak letusan.Hal.780-80

    Berbagai Satelit Sumber Alam

    No full text
    Tulisan ini mengemukakan berbagai satelit sumber alam, meliputi : LANDSAT, SPOT, ERS-1, SROSS/MEOSS, MOS-1, RADARSAT dan TERS. Masing-masing satelit dibahas mengenai misi, data teknis, dan informasi lainnya. Diharapkan pengguna data dapat memperole informasi lebih baik mengenai karakteristik dan penggunaan satelit di atas45 hlm. ; 28 c

    PENGINDERAAN JAUH DENGAN NILAI INDEKS FAKTOR UNTUK IDENTIFIKASI MANGROVE DI BATAM (Studi Kasus Gugusan Pulau Jandaberhias)

    No full text
    RINGKASANHutan mangrove banyak tumbuh di sekitar Pulau Jandaberhias yang merupakan bagian dari gugusan kepulauan yang termasuk dalam wilayah administrasi Kota Batam. Hutan mangrove dapat memicu perubahan lingkungan yang cepat di sekitar pantai, sehingga memerlukan pemantauan yang sesering mungkin. Terkait hal tersebut teknologi inderaja dapat diaplikasikan untuk identifikasi dan monitoring mangrove, masalahnya bagaimana memilih kombinasi kanal untuk identifikasi mangrove di Pulau Jandaberhias dengan kondisi gugusan pulau-pulau kecil yang mengalami degradasi lingkungan terutama untuk hutan mangrove. Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji dan mendapatkan kombinasi kanal dengan Nilai Faktor Indeks Optimum (OIF) yang digunakan untuk mengidentifikasi vegetasi mangrove. Metode OIF berupa nilai statistik yang optimum terhadap kombinasi tiga kanal terhadap pembentukan citra warna komposit sehingga diperoleh nilai jumlah tertinggi dari standar deviasi kombinasi yang sesuai untuk obyek mangrove. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai OIF tertinggi adalah komposit 453 (RGB) dan hasil secara visual menunjukkan bahwa komposit tersebut dapat menunjukkan secara kontras pada wilayah pesisir yang datar hingga ke arah daratan.Hal. 104-109:ilus.; 30 c

    Penyusunan dan Pencarian Kembali Data KKIT dengan Piranti Lunak CDS/ISIS Versi 2.3

    No full text
    Salah satu data yang disusun dalam inventarisasi dokumen teknik dan non teknik LAPAN oleh bidang pengembangan dokumen kedirgantaraan adalah KKIT. Sehubungan dengan terciptanya LAN, data tersebut diolah secara komputer dengan piranti lunak DBS/ISIS versi 2.3.Tulisan ini memberi gambaran mengenai cara penyimpanan dan pencarian kembali data KKIT. sehingga dapat membantu pihak-pihak yang berkepentingan22 hlm, 30 c

    Pengembangan Metode Zonasi Daerah Bahaya Letusan Gunung Api Studi Kasus Gunung Api

    No full text
    Gunung Merapi terletak di sentral Pulau Jawa dengan ketinggian 2.986 meter. Gunung ini adalahsatu dari 129 Gunung Api aktif di Indonesia. Mengingat banyaknya Gunung Api di Indonesia, maka perlumetode sebagai upaya sistem mitigasi bencana letusan ini. Data MOS-MESSR (1991) dan Landsat-ETM(2002) didukung data sekunder lain digunakan untuk identifikasi dan klasifikasi bentuk lahan, pola alirandan penutup lahan. Hasil klasifikasi adalah 10 kelas bentuk lahan, 3 tingkat bahaya letusan menurut polaaliran dan 9 kelas penutup lahan. Berdasarkan analisis geomorfologis, dari kedua peta pertama dihasilkanzona bahaya letusan Gunung Merapi. Dan berdasarkan analisis perubahan penutup lahan selama 11 tahunmenunjukkan bahwa luas hutan berkurang sebesar 13.062 Ha dan peningkatan pola risiko bahaya.Hal.66-75 : ilus. ; 30 c

    Pengaruh Pengambilan Training Sample Substrat Dasar Berbeda Pada Koreksi Kolom Air Menggunakan Data Penginderaan Jauh

    No full text
    Lyzenga (1978, 1981) membuat metode untuk mengkoreksi kolom air menggunakan rasio pantulan dari dasar perairan pada 2 (dua) kanal yang berbeda, dengan asumsi bahwa nilai rasio tersebut akan sama untuk berbagai macam substrat dasar perairan. Permasalahannya adalah terindikasinya penyederhanaan metode Lyzenga dalam proses perhitungannya, diantaranya dengan pengambilan sampel dasar perairan yang tidak homogen. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan pengaruh dari proses penyederhanaan tersebut terhadap hasil perhitungan menggunakan metode Lyzenga yang sebenarnya. Proses perhitungan koreksi kolom air mengikuti proses yang telah dijelaskan dalam panduan oleh UNESCO (1999) dan Green et al (2000). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengambilan training sample dari dua substrat dasar yang memiliki nilai radiansi yang berbeda akan membuat nilai substrat yang berada pada perairan yang lebih dalam memiliki nilai indeks yang lebih tinggi.Hal.83-92 : ilus. ; 30 c
    corecore