1,721,149 research outputs found

    Transformational Leadership Sebagai Prediktor Job Satisfaction Karyawan di PT XYZ Kabupaten Boyolali

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kepemimpinan transformasional sebagai prediktor kepuasan kerja pada karyawan di PT. XYZ Kabupaten Boyolali. Dalam penelitian ini, penelitian kuantitatif digunakan sebagai metode penelitian. Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 200 orang dari populasi 500 orang. Probability sampling digunakan dalam metode pengambilan sampel. Dalam penelitian ini penulis mengadaptasi skala The Multifactor Leadership Questionaire (MLQ 5X) yang disusun oleh Bass & Avolio, (1995) untuk mengukur variabel kepemimpinan transformasional sedangkan variabel kepuasan kerja di ukur dengan skala dari Job Satisfaction Survey yang disusun oleh (Spector, 1997). Pada pengujian hipotesis didapatkan hasil R2 = 0.504 (p<0,05). Temuan ini menunjukan bahwa kepemimpinan transformasional berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan di PT. XYZ Kabupaten Boyolali This research aims to determine transformational leadership as a predictor of job satisfaction among employees at PT. XYZ Boyolali Regency. In this research, quantitative research is used as a research method. This research used a sample of 200 people from a population of 500 people. Probability sampling is used in the sampling method. In this research the author adapted the Multifactor Leadership Questionnaire (MLQ 5X) scale compiled by Bass & Avolio, (1995) to measure the transformational leadership variable while the job satisfaction variable was measured using the scale from the Job Satisfaction Survey compiled by (Spector, 1997). In hypothesis testing, the result was R2 = 0.504 (p<0.05). These findings show that transformational leadership has a significant effect on employee job satisfaction at PT. XYZ Boyolali Regenc

    Dukungan Sosial Dan Manajemen Diri Dalam Society 5.0 Pada Karyawan X Hotel & Residences

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Dukungan Sosial dan Manajemen Diri dalam Society 5.0 pada karyawan X Hotel & Residences. Penelitian ini yang menggunakan metode kuantitatif yang dilakukan dengan terjun langsung ke lapangan. Sampel yang digunakan berjumlah 75 orang yang diambil dengan teknik sampling jenuh. Penelitian ini yang menggunakan skala dalam pengumpulan data. Skala variabel Manajemen Diri yang merupakan skala yang dibuat sendiri oleh penulis dengan mengacu pada aspek dari Maxwell (2014). Skala variabel Dukungan Sosial yang merupakan skala hasil modifikasi dari Sarafino & Smith (2011). Analisis data yang dilakukan dengan bantuan software SPSS for windows release 20. Hasil penelitian yang menunjukkan bahwa Nilai R2 = 0,227; F = 88,184; p <0,05 yang berarti ada hubungan Manajemen Diri yang diberikan Dukungan Sosial sebanyak 0,88 % terhadap Manajemen Diri dan sisanya yaitu 0,84 % dipengaruhi oleh variabel lainnya yang tidak ada dalam penelitian ini. Dengan begitu, dapat diketahui bahwa Dukungan Sosial yang mempunyai hubungan positif dan signifikan dalam mempengaruhi Manajemen Diri pada karyawan X Hotel & Residences. This research aims to determine the relationship between Social Support and Self-Management in Society 5.0 in X Hotel & Residences employees. This research uses quantitative methods which are carried out by jumping directly into the field. The samples used amounted to 75 people taken by the technique saturated sampling. This study used scale in data collection. The scale of the Self-Management variable which is a scale created by the author himself with reference to aspects of Maxwell (2014). Social Support variable scale which is a modified scale from Sarafino & Smith (2011). Data analysis is done with the help of SPSS 20 for windows release software. The results showed that the Value of R2 = 0,227; F= 88,184; p <0,05 which means that there is a relationship of Self-Management that Social Support is provided as much as 0,88 % to Self-Management and the rest that is 0,84 % is influenced by other variables that were not present in this study. That way, it can be known that Social Support has a positive and significant relationship in influencing Self-Management in X Hotel & Residences employees

    Burnout Pegawai dalam Perspektif Resiliensi Psikologis di Badan Kepegawaian & Pengembangan Sumber Daya Manusia

    No full text
    Organisasi pemerintah daerah (OPD) adalah organisasi pemerintah yang memberikan segala layanan kepada masyarakat, salah satu OPD adalah Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM). Desember 2020, pemerintah membuat kebijakan aktivitas karena pandemi Covid-19 dengan melakukan pekerjaan dari rumah. BKPSDM dengan aktivitas kerja yang tinggi, membutuhkan tenaga pegawai yang harus selalu ada untuk melayani menjadi harus memperbaharui sistem kerja yang berbeda. Dengan begitu, pegawai mendapatkan tekanan, mulai dari banyaknya jadwal kegiatan online yang seharusnya dilakukan secara onsite, menerima banyak laporan pengaduan, ditambah kewajiban diluar pekerjaan yang semakin menekan waktu istirahat pegawai. Dengan begitu, peneliti tertarik untuk mengetahui kemampuan resiliensi pegawai dalam menghadapi kelelahan kerja/burnout.Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Adapun partisipan dalam penelitian ini terdiri dari 3 orang pegawai BKPSDM bidang Pengembangan dan DIKLAT ketiga subjek dapat dikatakan memiliki kemampuan tingkatan burnout yang cenderung rendah. Hal ini dilihat dari pengambilan skoring skala Maslach Burnout Inventory MBI – 9 serta hasil wawancara dan observasi yang dilakukan peneliti. Kondisi kerja di kantor BKPSDM yang cenderung padat tidak menunjukkan tingkatan burnout yang tinggi. Kerjasama dan jalinan komunikasi yang baik cenderung membantu pegawai dalam menghadapi tanggung jawab tersebut.Resiliensi yang ditunjukkan oleh ketiga subjek memiliki tingkatan yang cukup stabil dan tidak berbeda signifikan antara 1 subjek dengan yang lainnya.Local government organizations (OPD) are government organizations that provide all services to the community, that organization is the Civil Service and Human Resources Development Agency (BKPSDM). December 2020, the government made an activity policy due to the Covid-19 pandemic by doing work from home. BKPSDM with high work activities, requires employees who must always be there to serve, so they have to renew a different work system. That way, employees are under pressure, starting from the many schedules of online activities that should be carried out onsite, receiving lots of complaint reports, plus obligations outside of work which further depresses employee rest time. In this way, researchers are interested in knowing the resilience capabilities of employees in dealing with burnout. This study used a qualitative research method with a case study approach. The participants in this study consisted of 3 BKPSDM employees in the field of Development and Education and Training. The three subjects can be said to have burnout levels that tend to be low. This can be seen from the scoring of the Maslach Burnout Inventory MBI – 9 scale as well as the results of interviews and observations conducted by researchers. Working conditions in the BKPSDM office which tend to be crowded do not indicate a high level of burnout. Good cooperation and communication links tend to help employees in dealing with these responsibilities. The resilience shown by the three subjects has a fairly stable level and does not differ significantly from one subject to another

    Situational Leadership as Predictor Organisational Citizenship Behaviour Apparatus KODIM 0714 Salatiga

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis kepemimpinan situasional dapat menjadi prediktor pada organizational citizenship behavior (OCB) pada aparat Kodim 0714 Salatiga. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif, dengan teknik sampel jenuh. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 51 aparat yang berdinas di Kodim 0714 Salatiga. Metode pengumpulan data menggunakan skala kepemimpinan situasional dan skala organizational citizenship behavior (OCB). Data yang dikumpulkan menggunakan kuesioner dengan jumlah sampel 51 responden yang kemudian dianalisis menggunakan perangkat lunak SPSS versi 21.0. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kepemimpinan situasional dapat menjadi prediktor pada organizational citizenship behavior (OCB)

    Achievement Motivation Sebagai Prediktor Organizational Citizenship Behavior Karyawan Di Pt. X Kota Surakarta

    Get PDF
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peran achievement motivation sebagai prediktor organizational citizenship behavior pada karyawan yang ada di PT. X Surakarta. Dalam penelitian ini menggunakan metode kuantitatif digunakan sebagai metode penelitian. Metode yang digunakan dalam metode penelitian ini adalah metode kuantitatif. Populasi penelitian adalah 230 karyawan, sampel penelitian adalah 100 karyawan yang diperoleh melalui menggunakan teknik probability simple random sampling. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan skala Achievement Motivation yang disusun oleh McClallend., (1987) dengan reliabilitas 0.757 dan validitasnya 0,181 Kemudian, untuk mengukur variabel organizational citizenship behavior, penulis menggunakan skala yang diadaptasi oleh Organ et al., (2006) dengan nilai reliablitits 0.930 dan validitasnya adalah 0.92, Pada pengujian hipotesis didapatkan hasil R2 = 11.197:p<0.05. Hasil tersebut memberikan arti bahwa Achievement Motivation menjadi prediktor terhadap terhadap Organizational Citizenship Behavior

    Resiliensi Dengan Job Insecurity Karyawan Pada Masa Pandemi Di Pt X

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara resiliensi dengan job insecurity pada masa pandemi di PT X. Partisipan dalam penelitian ini adalah karyawan PT X dengan jumlah populasi yang diambil 805 orang peserta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif korelasional, dengan teknik simple random sampling dan dari rumus slovin telah ditentukan dengan mengambil sample 89 peserta. Pengukuran resiliensi menggunakan Connor-Davidson – Resilience Scale (CD-RISC) dengan Cronbach alpha sebesar 0,938, sedangkan untuk mengukur job insecurity menggunakan Job Insecurity-Scale (JI-S) dengan Cronbach alpha sebesar 0,940. Skala didistribusikan dalam bentuk kuesioner, dengan analisis data menggunakan IBM SPSS Statistics versi 22 dengan uji korelasi Spearman. Hasil analisis data yang diperoleh koefisien korelasi r = 0,562 dengan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05), menunjukkan bahwa hasil yang diperoleh signifikan positif, yang berarti terdapat korelasi positif yang signifikan antara resiliensi dan job insecurity. Semakin tinggi resiliensi, maka semakin tinggi juga job insecuritynya, begitu pula sebaliknya.This study aims to determine the relationship between resilience and job insecurity during a pandemic at PT X. The participants in this study were PT X employees with a total population of 805 participants. The method used in this research is correlational quantitative research, with simple random sampling technique and the slovin formula has been determined by taking a sample of 89 participants. Resilience measurement uses the Connor-Davidson – Resilience Scale (CD-RISC) with a Cronbach alpha of 0.938, while to measure job insecurity using the Job Insecurity-Scale (JI-S) with a Cronbach alpha of 0.940. The scale was distributed in the form of a questionnaire, with data analysis using IBM SPSS Statistics version 22 with the Spearman correlation test. The results of data analysis obtained by the correlation coefficient r = 0.562 with a significance value of 0.000 (p <0.05), indicating that the results obtained are significant positive, which means there is a significant positive correlation between resilience and job insecurity. The higher the resilience, the higher the job insecurity, and vice versa

    Balancing Act Dual-Role Conflict and Job Stress in Female Healthcare Workers

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konflik peran ganda dan stres kerja pada wanita bekerja yang sudah berumah tangga. Hipotesis yang diajukan pada penelitian ini yaitu terdapat hubungan positif dan signifikan antara konflik peran ganda dan stres kerja pada di rumah sakit. Kriteria subjek dalam penelitian ini yaitu tenaga perawat wanita berkeluarga yang bekerja di rumah sakit. Pengambilan data menggunakan Skala Konflik Peran Ganda relatif dengan nilai Alpha Cronbach 0. 917 dan Skala Stres Kerja dengan nilai Alpha Cronbach 0. 818. Keseluruhan data dianalisis menggunakan teknik korelasi product moment. Berdasarkan hasil analisis menunjukkan hasil r = -0.073; p<0,05. Hal ini menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara konflik peran ganda dan stres kerja. Dengan tidak adanya hubungan antara konflik peran ganda dan stres kerja membuat hipotesis dalam penelitian ini ditolak. Berdasarkan temuan tersebut dapat disimpulkan bahwa konflik peran ganda relatif tidak berdampak signifikan terhadap stres kerja pada perawat wanita berkeluarga yang bekerja di Rumah Sakit

    Job Burnout dan Subjective Well-Being pada Perawat Wanita di Puskesmas Kabupaten Temanggung

    Get PDF
    Tujuan utama penelitian adalah untuk mengetahui hubungan antara job burnout dan subjective well-being pada 229 perawat wanita di puskesmas Kabupaten Temanggung, menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan teknik quota sampling. Job burnout diukur dengan The Maslach-Trisni Burnout Inventory (M-TBI) (α = 0,916), sementara subjective well-being diukur dengan Satisfaction with Life Scale (SWLS) (α = 0,806) dan Scale of Positive and Negative Experience (SPANE) (α = 0,739). Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman Rho pada IBM SPSS Statistics 25. Hasil analisis menunjukkan korelasi negatif signifikan (r = -0,707, p = 0,000), yang berarti semakin tinggi job burnout, semakin rendah subjective well-being, dan sebaliknya. Temuan ini menekankan pentingnya mengurangi job burnout untuk meningkatkan subjective well-being perawat wanita. Penelitian lanjutan diperlukan untuk memahami faktor-faktor yang mempengaruhi kedua variabel ini secara lebih mendalam.The main objective of the study was to identify the relationship between job burnout and subjective well-being among 229 female nurses in health centers in Temanggung Regency, using a quantitative correlational approach with quota sampling technique. Job burnout was measured with The Maslach-Trisni Burnout Inventory (M-TBI) (α = 0.916), while subjective well-being was measured with the Satisfaction with Life Scale (SWLS) (α = 0.806) and Scale of Positive and Negative Experience (SPANE) (α = 0.739). Data were collected through questionnaires and analyzed using the Spearman Rho correlation test on IBM SPSS Statistics 25. The results of the analysis showed a significant negative correlation (r = -0.707, p = 0.000), which means that the higher the job burnout, the lower the subjective well-being, and vice versa. These findings emphasize the importance of reducing job burnout to improve the subjective well-being of female nurses. Further research is needed to understand the factors that influence these two variables in more depth

    Hubungan antara Stres Kerja dengan Kinerja pada Pramugari

    Get PDF
    Karyawan merupakan salah satu sumber daya yang bernilai bagi perusahaan, sehingga kinerja menjadi faktor yang penting dalam kemajuan perusahaan. Pramugari adalah faktor yang penting didalam berjalannya sebuah penerbangan, karena pramugari tidak hanya memberikan pelayanan tapi juga bertanggung jawab pada keselamatan penumpang. Tanggung jawab yang besar mengharuskan pramugari memiliki kinerja yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara stres kerja dan kinerja pada pramugari. Untuk mengetahuinya 50 pramugari yang memiliki masa kerja kurang dari 1 tahun dipilih dalam sebuah perusahaan. Skala stres kerja menggunakan aspek-aspek menurut Robbins (2003), sedangkan skala kinerja menggunakan aspek-aspek menurut Ma’rifah (2004). Hasil reliabilitasi skala stres kerja menunjukan α = 0,824 dan skala kinerja menunjukan α = 0,869. Hasil penelitian ini menunjukan terdapat korelasi negatif signifikan antara stres kerja dan kinerja, serta stres kerja memberikan sumbangan efektif sebesar 7,7%.Employee is one of valuable sources for a company, so employee performance is important factor to the progress of company. Flight attendants was an important factor in the passage of a flight, because flight attendants are not only providing services but is also responsible for the safety of passengers. A big responsibility require that flight attendants must have good performance. The aim of this study to explore the relationship between work stress and performance on flight attendants. For this aim, 50 attendants who has tenure less than 1 year has been chosen. Work stress scale use aspect according Robbins (2003), while, performance scale use aspect according by Ma’rifah (2004). Reability work stress α = 0,824 and performance scale α = 0,869. The result show there is a negatif significant correlation between work stress and performance, also, work stress give effective contribution 7.7% to organizational commitment

    Perceived Organizational Support (Pos) Dengan Kepuasan Kerja (Job Satisfaction) Selama Masa Pandemi Covid-19 Pada Karyawan Rs. X Surakarta

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara variabel Perceived Organizational Support (POS) Dengan Kepuasan Kerja (Job Satisfaction). Penelitian ini dilakukan pada karyawan non-medis di salah satu rumah sakit swasta yang berada di kota Surakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasi. Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik pengambilan sampel Non Probability yaitu Quota Sampling dengan 100 responden. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan kuesioner dengan skala Likert butir 1 hingga 4. Analisis data dilakukan dengan bantuan aplikasi SPSS 21 dengan menguji validitas dan reliabilatas, uji normalitas, uji linearitas dan uji korelasi serta uji koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif yang kuat dan signifikan antara variabel Perceived Organizational Support (POS) Dengan Kepuasan Kerja (Job Satisfaction). Hasil menunjukkan bahwa nilai signifikansi sig. (1-tailed) sebesar 0.000 (< 0.05) dan nilai korelasi sebesar 0.819 serta nilai R Square (r2) sebesar 0.874 yang menjelaskan bahwa sumbangan variabel Perceived Organizational Support (POS) terhadap Kepuasan Kerja (Job Satisfaction) sebesar 87.4%.This study aims to determine the relationship between the perceived organizational support (POS) variables and job satisfaction. This research was conducted on non-medical employees in one of the private hospitals located in the city of Surakarta. This research uses a quantitative approach with a correlation method. Sampling in this study used a Non Probability sampling technique, namely Quota Sampling with 100 respondents. Data collection in this study used a questionnaire with a Likert scale of items 1 to 4. Data analysis was carried out with the help of the SPSS 21 application by testing validity and reliability, normality tests, linearity tests and correlation tests as well as coefficient of determination tests. The results showed a strong and significant positive relationship between the perceived organizational support (POS) variables and job satisfaction. The results show that the significance value of the sig. (1-tailed) of 0.000 (< 0.05) and a correlation value of 0.819 and an R Square value (r2) of 0.874 which explains that the contribution of the Perceived Organizational Support (POS) variable to Job Satisfaction (Job Satisfaction) is 87.4%.
    corecore