1 research outputs found

    Pemetaan Strategi Komunikasi Pergerakan Feminis Indonesia di Ruang Digital

    No full text
    This research aims to explore the communication strategies of the digital feminist movement in Indonesia in using social media as a space for message propagation. In the digital era, social media has become the main instrument for feminist communities to deconstruct common gender narratives and advocate for issues related to gender equality and women\u27s empowerment. Using the Systematic Literature Review (SLR) approach, this research analyzes several relevant literatures to identify the communication strategies applied by Indonesian feminist communities. The results show that these communication strategies include decentralization of information, increased interactivity with audiences, utilization of social media-specific features such as hashtags and highlights, and the use of multimedia content to increase audience appeal. The findings highlight how social media is becoming an influential tool that enables inclusive and collaborative advocacy in the digital space, with challenges of limited internet access and intergenerational differences in understanding how to operate social media featuresPenelitian ini bertujuan untuk memetakan strategi komunikasi gerakan feminis digital di Indonesia dalam menggunakan media sosial sebagai ruang penyebaran informasi. Di era digital, media sosial telah menjadi instrumen utama bagi komunitas feminis untuk mendekonstruksi narasi gender umum dan mengadvokasi isu-isu terkait kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan. Dengan menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR), penelitian ini menganalisis beberapa literatur yang relevan untuk mengidentifikasi strategi komunikasi yang diterapkan oleh komunitas feminis Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi ini mencakup desentralisasi informasi, peningkatan interaktivitas dengan audiens, pemanfaatan fitur spesifik media sosial seperti tagar dan sorotan (highlight), serta penggunaan konten multimedia untuk meningkatkan daya tarik audiens. Temuan ini menyoroti bagaimana media sosial menjadi alat penting yang memungkinkan advokasi yang inklusif dan kolaboratif di ruang digital, dengan tantangan keterbatasan akses internet dan perbedaan pemahaman antar generasi dalam mengoperasikan fitur-fitur media sosia
    corecore