72 research outputs found
Numerical simulation of flow through pipe with magnitude of valve opening as variant at Re 2×105
Studi Eksperimental Pengaruh Penambahan Disturbance Body Terhadap Karakteristik Aliran Yang Melintasi Sebuah Silinder Sirkular Yang Tersusun Secara Tandem Dalam Saluran Sempit ”Studi Kasus Untuk Disturbance Body Berulir Dan Polos Dengan Rasio Diameter D
Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari aliran yang melintasi silinder sirkular yang tersusun tandem yang ditempatkan pada saluran sempit. Adapun penelitian ini juga berusaha untuk mereduksi gaya hambat yang terjadi dengan menggunakan sebuah disturbance body yang memiliki rasio yang d/D=0.1dengan kondisi permukaan polos dan berulir dengan rasio jarap gap L/D = 2.0. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental dengan cara meletakkan silinder sirkular (D= 37.5mm) dalam sebuah terowongan udara saluran sempit berpenampang bujur sangkar (h=125mm) dengan bilangan Reynolds sebesar 1.16x102 (berdasarkan diameter hidrolis saluran dan kecepatan freestream). Tekanan diukur dengan pressure tap yang terpasang pada permukaan silinder sirkular dan pada test section terowongan angin (inlet dan outlet). Sedangkan profil kecepatan aliran didapatkan dengan menggunakan pitot static tube yang dipasang dibelakang silinder sirkular.</p
The interactions of I-65° type cylinder and Savonius wind turbine for performance improvement
Studi Eksperimen Aliran Melalui Square Duct dan Square Elbow 90º dengan Double Guide Vane pada Variasi Sudut Bukaan Damper
Instalasi saluran udara tidak hanya berupa pipa lurus, tetapi juga terdapat fitting/aksesoris perpipaan misalnya elbow 90o dan damper. Aksesoris perpipaan ini berfungsi agar saluran udara dapat terpasang sesuai dengan kebutuhan. Namun, penggunaan aksesoris perpipaan ini menyebabkan bertambahnya pressure drop akibat adanya friction loss dan separation loss. Pemasangan guide vane pada elbow 90o diharapkan dapat mengurangi pressure drop karena dapat mengurangi terjadinya secondary flow, namun hal ini dapat menambah kerugian akibat gaya gesek. Saat ini penghematan energi menjadi sorotan terutama dalam dunia industri. Penurunan pressure drop pada belokan perpipaan sangat diharapkan, agar dapat menghemat energi lebih. Untuk itu perlu dilakukan usaha agar dapat menurunkan pressure drop yang terjadi. Penelitian ini dilakukan secara eksperimen dengan benda uji saluran udara yang terdiri dari: upstream duct (straight duct), square elbow 90o dengan r/Dh=1,5 dan dilengkapi double guide vane, damper, downstream duct (straight duct), dan induced fan. Pengukuran parameter yang dibutuhkan dilakukan dengan menggunakan: pitot tube, inclined manometer, pressure tranducer. Dari eksperimen ini diperoleh bahwa profil kecepatan pada masing-masing variasi sudut bukaan damper sudah mendekati keadaan recovery aliran pada akhir section baik dari bidang vertikal maupun horizontal. Pressure drop yang terjadi semakin naik seiring dengan bertambahnya nilai bilangan Reynolds dan sudut bukaan damper. Nilai konstanta damper semakin naik dari bukaan sudut 0o hingga 30o
The study on the effect of inlet disturbance body insertion on the flow pressure drop in a 90° square elbow
Numerical Study of Three-Dimensional Flow in a Negative Pressure Isolation Room with One Inlet and Two Outlets Ventilation Configurations with Variations in Bed Positions and Variations in Outlets Pressure Differences
Designing the negative pressure isolation room need good ventilation planning. The design of the ventilation system must make every part of the room well circulated so that the air does not stagnate. In addition, the air must not be short-circuited between the inlet and outlet. Aspects of the comfortability of the patient must be considered including temperature, velocity and air pressure in the room. By doing simulation, it is expected that the optimal flow characteristics can be known in order to maintain the air condition of the isolation room at a low infection level and the patient in the room still feels comfortable. The method used in this research is a three-dimensional numerical study in a negative pressure isolation room with a size of 6 m x 8 m x 3 m. Variations carried out in this study are position of the patient's bed and difference in the outlet pressure of -2.5Pa, -5 Pa, -8 Pa, -15 Pa, respectively. The boundary conditions at the inlet uses a mass flow inlet type with a mass rate at 0.5642 kg/s (12 ACH ) and at the outlets use a pressure outlet type. The results obtained from this study are that the outlet pressure variation of -5 Pa is the best variation because it can create a negative pressure room according to existing standards and also patient still fell comfort because the room pressure is not too negative. The configuration of the isolation room with one bed has better airflow characteristics than the isolation room with two beds because there is no air stagnation in the area above the bed. Patient comfort can be maintained because the speed in the bed area is less than 0.2 m/s, the temperature near the bed is less than 28 oC, and the room pressure does not reach -1mmHg or -133 Pa (Gauge Pressure)
Studi Numerik Karakterisasi Aliran 3 Dimensi Multifase (Gas-Solid) Pada Gravity Settling Chamber Dengan Variasi Kecepatan Inlet Dan Diameter Partikel Pada Aliran Dilute Phase
Kegiatan pemilahan pada aktivitas produksi merupakan salah satu kegiatan yang banyak dilakukan pada dunia industri. Penggunaan gravity settling chamber merupakan teknologi pemilahan partikel yang paling sedehana dan murah. Maka dalam perancangan suatu gravity settling chamber perlu diketahui parameter yang mempengaruhi kinerja dari alat tersebut. Analisa karakteristik aliran pada gravity settling chamber dilakukan dengan metode simulasi numerik menggunakan persamaan Eularian-Lagrangian. Sebuah aliran multifase udara dan partikel abu terbang batu bara (fly ash)berdiameter 100 μm mengalir melalui sebuah gravity settling chamber dengan variasi diameter hidrolis saluran inlet sebesar 1/3 1/5 dan 1/7 kali dari diameter hidrolis ruang pengendap dengan laju kapasitas aliran yang sama . Selain divariasikan kecepatan inlet aliran, juga dilakukan variasi distribusi diameter dengan ukuran partikel kurang dari 50 μm, ukuran 50 -100 μm dan ukuran 100-200 μm. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini adalah semakin kecil ukuran diameter partikel maka akan efisiensi partikel yang ditangkap oleh gravity settling chamber semakin rendah. Ukuran partikel tidak berpengaruh terhadap posisi jatuh dari partikel tersebut. Semakin besar kecepatan inlet tidak memiliki hubungan dengan efisiensi penangkapan partikel. Pressure drop yang terjadi akan semakin besar sebanding dengan rasio perbandingan diameter hidrolis inlet dan ruang pengendapan, serta jumlah dan posisi secondary flow berperan signifikan pada efisiensi penangkapan partikel
Studi Eksperimen Karakteristik Lapis Batas Aliran Turbulen Melintasi Empat Silinder Sirkular Tersusun Secara Equispaced dengan Rasio Gap (G/D) = 0,2 “Studi Kasus Untuk Pengaruh Jarak Antar Silinder di Dekat Dinding Datar (L/D) = 2; 3; dan 4”
Dalam industri, silinder sirkular yang tersusun secara equispaced seringkali diaplikasikan antara lain pada jaringan pipa yang berada di dasar laut sebagai penghubung distribusi antar pulau, berbagai peralatan lainnya. Hal tersebut mendasari adanya penelitian tentang karakteristik aliran fluida turbulen melintasi empat silinder sirkular tersusun secara equispaced di dekat dinding datar. Penelitian ini dilakukan pada open circuit subsonic wind tunnel dengan empat silinder sirkular disusun secara equispaced diletakkan di atas dinding datar relatif terhadap diameter silinder (G/D) = 0,2; dengan jarak antar silinder relative terhadap diameter (L/D) = 2, 3, 4. Kecepatan freestream di dalam wind tunnel dijaga konstan pada 14,12 m/s dengan Reynolds Number Re = 5,3 x 104. Dari penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa variasi jarak antar silinder memiliki fenomena berbeda-beda dengan dipengaruhi dinding datar. Jarak antar silinder (L/D) 2 memiliki blockage effect terbesar dikarenakan jarak yang sempit antar silinder. Adanya interferensi wake yang terjadi pada silinder upstream dan pengaruh blockage yang terjadi pada silinder 3 mengakibatkan separasi shear layer silinder 2 cenderung terbelokkan pada sisi lower silinder 4 dan akan menyebabkan attachment pada daerah tersebut Semakin besar jarak antar silinder (L/D), Nilai CDP pada jarak antar silinder 2 memiliki nilai yang cukup jauh berbeda dengan jarak antar silinder 3 dan 4, sedangkan jarak antar silinder 3 dan 4 memiliki kecendrungan konstan, nilai CDP terbesar terjadi pada silinder 1 di L/D 2, hal ini mengindikasikan bahwa pada posisi tersebut, pengaruh blockage yang ditimbulkan oleh dinding sangat besar, sehingga aliran tidak dapat mengalir secara merata melalui kedua sisi silinder
- …
