1,721,168 research outputs found
ANALISIS HUBUNGAN PERKEMBANGAN PRODUKSI DAN PENDAPATAN PADA PERUSAHAAN SUSU SAPI PERAH "KALIWATES" KABUPATEN JEMBER TAHUN 1997-2001
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan jumlah produksi, jumlah pendapatan dan adakah hubungan antara kedua variabel tersebut pada perusahaan susu sapi perah "Kaliwates" Kabupaten Jember Tahun 1997-2001. Dari dasar pandangan teori yang ada dapat digunakan sebagai landasan teori untuk memperoleh suatu kebenaran, selanjutnya dapat dirumuskan dalarn bentuk hipotesis. Selanjutnya untuk mencapai tujuan dan membuktikan kebenaran hipotesis yang diajukan, perlu adanya data yang objektif dan dapat di pertanggung jawabkan. Untuk memperoleh data-data yang diperlukan digunakan tiga metode yaitu: metode observasi, metode wawancara dan metode dokumentasi. Setelah data-data yang diperlukan terkumpul, selanjutnya dianalisis degan menggunakan analisis trend linier metode least square. Berdasarkan analisis data yang dilakukan, bahwa hasil penelian untuk mengetahui perkembangan produksi pada perusahaan susu "Kaliwates" Kabupaten Jember Tahun 1997-2001 adalah sebagai berikut: tahun 1997 total produksi sebesar 192.037 liter, tahun 1998 total produksi sebesar 174.890 liter, tahun 1999 total produksi sebesar 195.004 liter, tahun 2000 total produksi sebesar 212.068 liter dan pada tahun 2001 total produksi sebesar 240.136 liter. Sedangkan tingkat pendapatan yang diperoleh perusahaan susu "Kaliwates" kabupaten Jember adalah sebagai berikut: tahun 1997 total pendapatan sebesar Rp. 79.577.575, tahun 1998 total pendapatan sebesar Rp. 129.249.100, tahun 1999 total pendapatan sebesar Rp. 154.514.875, tahun 2000 total pendapatan sebesar Rp. 194.224.300 dan pada tahun 2001 total pendapatan sebesar Rp. 245.775.400. Jadi total pendapatan yang diperoleh perusahaan susu "Kaliwates" Kabupaten Jember tahun 1997-2001 sebesar Rp. 803.341.300. Hubungan jumlah produksi dan jumlah pendapatan dapat diketahui dengan menggunakan rumus koefisien korelasi dimana nilai r hitung adalah 0,9869 dan r tabel 0,754. Jika r hitung r tabel atau 0,9869 > 0,754 maka Ho di tolak dan Ha di terima. Hal ini berarti ada hubungan antara jumlah produksi dengan jumlah pendapatan yang di peroleh perusahaan susu sapi perah "kaliwates" kabupaten Jember tahun 1997-2001
PENGARUH HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN KEWIRAUSAHAAN TERHADAP SIKAP MENTAL WIRASWASTA (Studi Kasus Siswa Kelas X SMK Negeri Kalibaru Banyuwangi Tahun Ajaran 2014/2015)
Menurut UU No.20 tahun 2003 pasal 3 tentang sistem pendidikan nasional
menyatakan bahwa “pendididkan nasional berfungsi untuk mengembangkan
kemampuan dan membentuk watak serta peradaban dan bermartabat dalam rangka
mencerdaskan kehidupan bangsa”. Sejalan dengan peraturan tersebut salah satu jalur
pendidikan yang dikembangkan untuk meningkatkan potensi peserta didik menjadi
manusia berilmu mandiri, kreatif dan cakap adalah melalui Sekolah Menengah
Kejuruan (SMK). Sekolah menengah kejuruan merupakan salah satu lembaga
pendidikan yang bertanggung jawab untuk menciptakan sumber daya manusia yang
memiliki keterampilan dan keahlian. Salah satu cara untuk meningkatkan
kemampuan siswa terutama mengenai pengetahuan tentang kewirausahaan adalah
melalui pemberian mata pelajaran kewirausahaan di sekolah.
Fungsi materi kewirausahaan adalah memberikan pengetahuan dasar dalam
berwirausaha bagi siswa, sehingga nantinya akan mempunyai bekal untuk
menghadapi tantangan kerja setelah mereka lulus dari sekolah.
Seseorang yang memiliki sikap mental wirausaha tidak suka menggantungkan
hidupnya pada orang lain mereka selalu berpikir kreatif dan inovatif untuk
mengoptimalkan sumber daya alam. Sikap mental kewirausahaan perlu ditanamkan
kepada generasi muda yaitu khususnya pelajar. Sikap kewirausahaan tidak akan
timbul begitu saja, tetapi harus di tanamkan sejak dini, baik melalui pendidikan
kewirausahaan yang didapat disekolah maupun diluar sekolah,
Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui
adanya pengaruh yang signifikan dari Hasil Belajar Mata Pelajaran Kewirausahaan Terhadap Sikap Mental Wiraswasta (Studi Kasus SMK Negeri Kalibaru Banyuwangi
Tahun Ajaran 2014/2015)
Jenis Penelitian ini merupakan penelitian dengan pendekatan kuantitatif.
Responden yang digunakan sebagai objek penelitian sebanyak 80 orang.. Penetuan
lokasi penelitian menggunakan purposive area, sedangkan untuk menentukan
responden penelitian menggunakan metode proportional random sampling. Untuk
mengumpulkan data, peneliti menggunakan metode angket, wawancara, dan
observasi. Analisis data yang digunakan adalah analisis inferensial yaitu dengan
analisis regresi linier sederhana.
Hasil penelitian dengan analisis koefisien determinasi diperoleh angka Rsquare
sebesar 0,770 menunjukkan bahwa pengaruh hasil belajar mata pelajaran
kewirausahaan terhadap sikap mental wiraswasta sebesar 77%, sehingga hipotesis
yang menyatakan bahwa variable hasil belajar mata pelajaran kewirausahaan
berpengaruh terhadap sikap mental wiraswasta diterima, dengan demikian tujuan dari
penelitian ini yaitu untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh yang signifikan dari
variable hasil belajar mata pelajaran kewirausahaan terhadap sikap mental wiraswasta
(studi kasus siswa kelas X SMK Negeri Kalibaru Banyuwangi Tahun Ajaran 2014/2015 ) terpenuh
PENGARUH PENGALAMAN KERJA DAN CURAHAN JAM KERJA TERHADAP PENDAPATAN TENAGA KERJA WANITA PADA PERUSAHAAN PERKEBUNAN PT. BUMI SARI DESA BAYU KECAMATAN SONGGON KABUPATEN BANYUWANGI
Pengalaman kerja sangat penting dalam menentukan besar kecilnya pendapatan seseoran
Strategi Saluran Distribusi Obat Tradisional Pada PT Karya Pak Oles Tokcer
Pemasaran yang tepat menjadi kunci utama bagi perusahaan untuk
meningkatkan kelangsungan hidup perusahaanya melalui perluasan pasar hingga
ke luar daerah produksinya. Perluasan pasar ini membutuhkan strategi saluran
distribusi yang tepat agar tidak terjadi keterlambatan dalam pengiriman produk
kepada konsumen akhir. Perusahaan harus jeli dalam menentukan saluran
distribusi mana yang akan digunakan baik melalui perantara atau tanpa perantara
dengan mempertimbangkan beberapa faktor diantaranya pertimbangan pasar,
pertimbangan produk, pertimbangan perantara dan pertimbangan perusahaan.
Saluran distribusi berperan penting bagi perusahaan yaitu memperluas daerah
pemasaran. Begitu juga dengan PT Karya Pak Oles Tokcer agar dapat
memperlancar pemasaran produk maka diperlukan strategi saluran distribusi yang
tepat.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi saluran distribusi
yang diterapkan pada PT Karya Pak Oles Tokcer. Penelitian ini merupakan
penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penentuan lokasi penelitian
menggunakan metode purposive area yaitu PT Karya Pak Oles Tokcer cabang
Jember yang terletak di Jalan Kalimantan Ruko 34. Kavling 6, Sumber Sari
Jember, sedangkan untuk menentukan subjek dan informan penelitian
menggunakan metode purposive sampling yaitu kepala cabang Jember PT Karya
Pak Oles Tokcer, kepala unit Probolinggo, Team Leader (TL), Sales Promotion
Group (SPG), penjaga counter, pengecer apotik. Metode pengumpulan data yang
digunakan terdiri dari metode wawancara dan metode dokumen. Metode analisis
data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu reduksi data, penyajian data dan
penarikan kesimpulan
MODERNISASI PERTANIAN: PERUBAHAN SIKAP MENTAL DAN TEKNOLOGI PETANI DI DESA SEMBULUNG KECAMATAN CLURING, KABUPATEN BANYUWANGI
Secara geografis Kecamatan Cluring merupakan Kecamatan yang terletak
disebelah selatan dari wilayah Kabupaten Banyuwangi. Kecamatan Cluring
merupakan bagian dari 24 Kecamatan yang ada di dalam Kabupaten Banyuwangi.
Wilayah Kecamatan Cluring ini memiliki ketinggian 71 m hingga mencapai 115 m
dari permukaan laut. Kecamatan Cluring memiliki luas wilayah 67,30 km2 dengan
jumlah penduduk yang ada di Kecamatan Cluring Kabupaten Banyuwangi sejumlah
71.077 jiwa. Kecamatan Cluring terbagi menjadi 9 desa, kesembilan wilayah desa
tersebut antara lain Sembulung, Tampo, Plampangrejo, Kaliploso, Benculuk, Cluring,
Tamanagung, Sraten dan Sarimulyo
Desa Sembulung ini memiliki jumlah penduduk sebanyak 7.905 jiwa yang
sebagian besar penduduknya bermata pencarian sebagai seorang petani sehingga
dapat dikatakan bahwa pertanian merupakan tulang punggung kehidupan di Desa
Sembulung. Sektor pertanian memiliki peran yang sangat penting bagi perekonomian
di Desa Sembulung Kecamatan Cluring ini. Mereka banyak yang menggantungkan
hidupnya dengan berprofesi sebagai petani. Banyaknya penduduk yang berprofesi
sebagai petani menimbulkan perkembangan kemajuan dibidang pertanian itu sendiri.
Majunya penggunaan teknologi-teknologi pertanian, adanya sikap mental yang
dimiliki petani serta semakin handalnya kemampuan dalam mengadopsi inovasi
menyebabkan Desa Sembulung mengalami modernisasi dalam bidang pertanian.
Lokasi penelitian ditentukan dengan metode purposive area, yaitu
dilaksanakan di Desa Sembulung, Kecamatan Cluring Kabupaten Banyuwangi.
Subjek dalam penelitian ini adalah Petani di Desa Sembulung dengan karakteristik
yaitu: telah menjadi petani kurang lebih selama 5 tahun, memiliki lahan pertanian,
telah berkeluarga, petani yang telah mengalami modernisasi, serta masyarakat Desa
Sembulung yang berprofesi sebagai petani. Dalam penelitian ini, data yang diperoleh
menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumen.
Berdasarkan hasil penelitian, bahwa di Desa Sembulung telah mengalami
Modernisasi petani. Hal ini dapat dilihat dari alat-alat pertanian yang digunakan yang
semakin modern dan mulai meninggalkan alat-alat pertanian yang sifatnya
tradisional. Sebagai contoh munculnya penggunaan mesin traktor yang awalnya
petani hanya menggunakan tenaga hewan kini mulai tergantikan dengan mesin
traktor.
Adanya sumur-sumur bor ini juga turut mendukung terciptanya modernisasi.
sumur bor ini menunjukkan bahwa di Desa Sembulung telah memiliki sistem irigasi
yang baik. Selain itu pembagian pengairan juga dibantu dan dijaga oleh Jogotirto
sehingga petani tidak perlu berebutan dengan petani lain. Selain dari teknologi yang
digunakan penggunaan pupuk dan obat-obat pertanian juga kian beragam tidak
menggunakan pupuk dan obat-obatan yang berbahan kimia petani kini juga mulai
berorientasi ke pupuk dan obat-obatan yang berbahan organik. Modernisasi tidak
hanya ditunjukkan dengan penggunaan teknologi pertanian modern saja melainkan
juga bagaimana petani mengubah sikap mental menjadi petani yang kritis,
berorientasi pada ke depan dan lebih mengutamakan mutu, dan berorientasi pada
pemanfaatan sumber daya, untuk sikap kritis disini bisa dilihat adanya sistem
tumpang sari artinya petani bisa menanam tanaman lain di sela-sela tanaman
holtikultura tersebut. Berorientasi ke depan contohnya banyak petani sawah yang
menana tanaman buah naga dan jeruk karena tanaman ini dalam satu kali tanam bisa
dipanen hingga beberapa tahun kedepan sedangkan untuk orientasi pada pemanfaatan
sumber daya dapat dilihat bahwa semakin banyak petani yang menyewakan alat
pertaniannya, ini membuktikan bahwa petani telah mampu mngoptimalkan sumber
daya yang ada. Modernisasi di Desa Sembulung juga terjadi pada adopsi inovasi
yang telah dilakukan yaitu dengan menciptakan inovasi-inovasi tertentu. Melaui
modernisasi ini ternyata mampu meningkatkan produktiitas petani yang mana akan
mempengaruhi pendapatan petani juga
Motivasi Berbisnis Online Secara Reseller pada Mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Jember
Persaingan kerja yang semakin ketat membuat seseorang harus lebih
kreatif dalam mencari peluang kerja, salah satu langkah yang bisa diambil yaitu
dengan berbisnis online. Apalagi sekarang marak pula bisnis online yang
menawarkan sistem penjulan kembali atau sering disebut dengan sistem reseller.
Bisnis online secara reseller marak dan banyak dilakukan masyarakat dari segala
lapisan termasuk mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi Fakultas
Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Jember (PE). Bisnis tersebut
dijalankan mahasiswa dengan memanfaatkan sela-sela waktu kuliah. Banyak
faktor yang mendorong mahasiswa PE berbisnis online secara reseller, bisa dari
faktor intrinsik maupun ekstrinsik.
Sesuai dengan permasalahan yang ada, maka tujuan yang ingin dicapai
dalam penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan motivasi berbisnis online
secara reseller pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi Fakultas
Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Jember. Penelitian ini merupakan
penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penentuan lokasi penelitian
menggunakan metode purposive area, sedangkan untuk menentukan subjek
penelitian menggunakan metode purposive sebanyak 3 (tiga) mahasiswa PE yang
berbisnis online secara reseller dan 6 (enam) informan tambahan yaitu pelanggan
dan pihak keluarga. Metode pengumpulan data yang digunakan terdiri dari
metode: wawancara, observasi, dan dokumen. Analisis data yang digunakan yaitu
reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan atau verifikasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi berbisnis online secara
reseller pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi Fakultas Keguruan
dan Ilmu Pendidikan Universitas Jember terdiri dari motivasi intrinsik dan
motivasi ekstrinsik. Dari tiga subjek penelitian yang menekuni bisnis ini memiliki
motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik. Motivasi intrinsiknya meliputi motivasi memenuhi kebutuhan material dengan mencari uang dari bisnis tersebut, motivasi
menjalin hubungan antarpersonal dengan tetap menjalin komunikasi yang baik
dengan pelanggannya dan motivasi pengembangan personal dengan
mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah dan menambah wawasan
mengenai bisnis online dengan membaca artikel, melihat video maupun mengikuti
seminar. Dari ketiga motivasi intrinsik tersebut, motivasi dalam memenuhi
kebutuhan material bukanlah motivasi yang dominan bagi mahasiswa
menjalankan bisnis online secara reseller. Motivasi ekstrinsiknya meliputi
dukungan keluarga dan pengaruh lingkungan. Dukungan keluarga ditunjukkan
dengan pemberian semangat, nasihat dan bantuan finansial dari anggota keluarga
seperti orang tua dan saudara. Pengaruh lingkungan ditunjukkan dengan adanya
peluang dengan kebiasaan mahasiswa yang sering berbelanja online, adanya
teman kantor atau teman kampus yang sukses menjalankan bisnis ini sebelumnya.
Jadi, motivasi berbisnis online secara reseller yang ditunjukkan mahasiswa
Program Studi Pendidikan Ekonomi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Jember yaitu motivasi intrinsik dan motivasi ektrinsik
Pengaruh Bauran pemasaran Terhadap Pengambilan Keputusan Menggunakan Jasa Bimbingan Belajar Primagama (Studi Kasus Pada Siswa Lembaga Bimbingan Belajar Primagama Cabang Jember)
Lembaga bimbingan belajar tergolong dalam pendidikan nonformal yang kegiatannya dilakukan untuk memberikan bantuan kepada siswa dalam hal untuk memperkaya khasanah ilmu pengetahuan yang dapat digunakan untuk mempersiapkan ujian akhir semester atau digunakan untuk persiapan ke jenjang pendidikan selanjutnya. Program bimbingan belajar pada lembaga disesuaikan dengan mata pelajaran di sekolah agar siswa dapat fokus untuk memahami mata pelajaran yang sesuai dengan kebutuhannya. Adanya Ujian Nasional (UN) dan seleksi masuk di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) melalui tes tulis menjadikan lembaga bimbingan belajar semakin dibutuhkan keberadaanya bagi siswa untuk mencapai lulus UN dan diterima di PTN. Sehubungan dengan kondisi tersebut, keberadaan lembaga bimbingan belajar banyak didirikan di berbagai daerah.
Lembaga bimbingan belajar sebagai lembaga usaha diperlukan untuk mengelola bauran pemasaran yang dapat digunakan sebagai sarana untuk dapat mencapai sasaran dalam pasar. Bauran pemasaran merupakan indikator dari strategi pemsaran yang dijadikan sebagai alat pemasar untuk menarik minat konsumen sehingga melakukan keputusan pembelian dengan pertimbangan elemen dalam bauran pemasaran berupa produk, harga, lokasi, promosi, bukti fisik, proses, dan sumber daya manusia(SDM).
Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan pengaruh yang signifikan dari bauran pemasaran terhadap pengambilan keputusan siswa menggunakan jasa bimbingan belajar Primagama. Jenis penelitian ini berupa penelitian kuantitatif dengan metode analisis yang digunakan yaitu analisis garis regresi linier sederhana. Penentuan lokasi penelitian menggunakan purposive area yaitu pemilihan tempat penelitian yang dengan disengaja ditentukan dan disesuaikandengan pertimbangan tertentu. Pada penelitian ini, pengumpulan data menggunakan metode angket, wawancara, dan observasi. pengisian kuisioner diberikan kepada seluruh populasi yang sebanyak 51 responden dikarenakan jumlah tersebut telah sesuai dengan syarat penentuan penelitian
PENGARUH KEADAAN SOSIAL EKONOMI TERHADAP KEPUTUSAN PENGAMBILAN KREDIT BRI UNIT WIROLEGI : Studi Kasus Guru SD Sekecamatan Pakusari Kabupaten Jember Pada Tahun 2000
Dewasa ini kebutuhan manusia semakin kompleks, sehingga menyebabkan seseorang merasa perlu mencari alternatif tambahan pemasukan untuk memenuhi kebutuhan tersebut: Hal ini banyak terjadi pada PNS khususnya Guru SD dimana mayoritas ijazah mereka adalah SMA/SPG atau hanya berada pada golongan II dalam jabatan Kepegawaiannya. Oleh sebab itu banyak diantara mereka yang metnutuskan untuk mengambil kredit di Bank sehagai jalan keluar, Dalam hal ini Bank bekerjasama dengan Instansi Dinas Pendidikan dengan jaminan potong gaji. Sehingga pendidikan dan besarnya gaji merupakan pertimbangan yang Mama. Dengan kata lain keadaan sosial yaitu tingkat pendidikan dan jumlah keluarga serta keadaan ekonomi yaitu pendapatan adalah sangat penting dalam keputusan pengambilan kredit oleh setiap orang khususnya PNS seperti Guru SD, Dari latar belakang tersebut penelitian ini mengajukan permasalahan yaitu adakah pengaruh keadaan sosial ekonomi terhadap keputusan pengambilan kredit pada BRI Unit Wirolegi oleh Guru SD se-Kecamatan Pakusari Kabupaten Jember path tahun 2000. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh keadaan sosial ekonomi yang dilihat dari segi pendapatan, jumlah keluarga dan tingkat pendidikan guru SD se-Kecamatan Pakusari Kabupaten Jember path tahun 2000 terhadap keputusan pengambilan kredit BRI Unit Wirolegi. tJntuk mencapai tujuan penelitian maka langkah yang diambil adalah mengumpulkan data dengan menggunakan metode observasi, angket, wawancara dan dokumenter. Data utama diambil dari guru-guru SD se-Kecamatan Pakusari Kabupaten Jember yang mengambil kredit sebanyak 30 orang, Untuk menjawab hipotesis yang diajukan digunakan analisis secara statistik yaitu dengan teknik analisis regresi Tinier berganda, koefisien regresi, uji F dan uji t dengan sarana komputer melalui program SPSS For Window Versi 10, Dari hasil analisis didapat bahwa secara statistik variabel keadaan sosial ekonomi berpengaruh terhadap keputusan pengambilan kredit sebesar 33,449 dengan proporsi sumbangan sebesar 79,4%. Sedangkan untuk mengetabui pengaruh masing-masing variabel bebas terhadap variabel terikat digunakan uji t. Adapun hasil analisis dari uji t didapat bahwa secara parsial variabel pendapatan (X1) berpengaruh terhadap keputusan pengambilan kredit (Y) sebesar 3,235 dengan proporsi sumbangan sebesar 26,0993%, variabel jumlah keluarga (X2) berpengaruh terhadap keputusan pengambilan kredit (Y) sebesar 2,448 dengan proporsi sumbangan sebesar 19;0576% dan variabel tingkat pendidikan (X3) berpengaruh terhadap keputusan pengambilan kredit (Y) sebesar 3,314 dengan proporsi sumbangan sebesar 34,2592%
PENGARUH MARKETING MIX TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN (Studi Kasus pada Pelanggan Rumah Makan Wina di Kabupaten Banyuwangi Tahun 2002)
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh yang signifikan marketing mix terhadap kepuasan pelanggan rumah makan Wina di Banyuwangi dan untuk mengetahui variabel yang berpengaruh paling dominan.
Metode penentuan daerah penelitian adalah metode purposive sampling area yaitu rumah makan Wina di kabupaten Banyuwangi, Metode penentuan responden dengan accidental sampling yaitu pengambilan sampel dilakukan terhadap orang yang kebetulan dijumpai pada saat penelitian dilakukan di rumah makan tersebut. Metode pengumpulan data dengan metode angket, interview dan metode dokumentasi. Metode analisa data yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda, uji F dan uji t. Sampel yang diambil adalah sebanyak 50 orang responden dari keseluruhan pelanggan rumah makan Wina.
Hasil analisis yang telah dilakukan menunjukkan bahwa:
(1) ada pengaruh yang signifikan marketing mix terhadap kepuasan pelanggan sebesar 77,1 %. Hal ini dibuktikan oleh F hitung sebesar 29,643 > F tabel 5 % sebesar 3,46 atau α = 0,05 > sig = 0,000, maka ada pengaruh yang signifikan variabel bebas terhadap variabel terikat secara simultan.
(2) Variabel marketing mix yang paling dominan pengaruhnya terhadap kepuasan pelanggan pada Rumah Makan Wina adalah variabel product sebesar 29,1 %
Strategi Pemasaran Usaha Kuliner Kober Mie Setan Jalan Karimata No.67 Kota Jember
Perkembangan usaha kuliner yang begitu pesat, memunculkan usaha kuliner
dengan berbagai macam jenis variasi menu masakan. Kota Jember kini menjadi
pilihan pengusaha dalam berwirausaha dibidang kuliner. Mendirikan usaha di pusat
Kota Jember dengan dikelilingi berbagai macam kampus dan sekolah tentu menjadi
daya tarik tersendiri bagi konsumen. Kober Mie Setan Jalan Karimata No.67 Kota
Jember merupakan usaha kuliner yang berdiri pada tanggal 20 Agustus 2014. Kober
Mie Setan merupakan usaha kuliner dengan sistem kemitraan usaha atau bagi hasil
antara pemilik Kober Mie Setan pusat BP 50 tahun dengan investor area Jember
AZW 43 tahun. Kober Mie Setan adalah bisnis kuliner yang menawarkan varian
produk mie, dimsum dan berbagai macam minuman. Suatu usaha tentunya
menginginkan usahanya mengalami perkembangan, berkembangnya bisnis sangat
erat kaitannya dengan strategi yang digunakan. Strategi tersebut harus sesuai dengan
permasalahan suatu usaha. Salah satu usaha kuliner dengan sistem kemitraan usaha
menginginkan usahanya mengalami perkembangan adalah Kober Mie Setan Jalan
Karimata No.67 Kota Jember, yang dijadikan sebagai tempat penelitian, karena usaha
ini bisa dikatakan sebagai usaha baru yang memiliki banyak pesaing bisnis sejenis.
Bisnis ini harus mampu bertahan dan mengembangkan usahanya sehingga dapat
bersaing dengan usaha lain yang sejenis.
Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan
strategi pemasaran yang dilakukan pada usaha kuliner Kober Mie Setan Jalan
Karimata No.67 Kota Jember. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini
adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Tempat penelitian ditentukan dengan
menggunakan metode purposive area yang dilaksanakan di Kober Mie Setan Jalan Karimata No.67 Kota Jember. Analisis data dalam penelitian ini terdiri dari reduksi
data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan.
Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa Kober Mie Setan Jalan
Karimata No.67 Kota Jember menerapkan strategi pemasaran. Adapun strategi
pemasaran yang dilakukan oleh Kober Mie Setan Jalan Karimata No.67 Kota Jember
adalah strategi produk, strategi tempat, strategi harga, dan strategi promosi.
Strategi produk dalam Kober Mie Setan yaitu melakukan inovasi dan variasi
produk dari masa ke masa dengan menambah produk baru demi berkembangnya
usaha. Strategi tempat yaitu pemilihan tempat usaha berada di lokasi yang strategis,
aman dan nyaman bagi konsumen. Strategi harga merupakan penetapan harga dengan
mempertimbangakan harga bahan baku, harga produk pesaing, dan harga yang
ditetapkan sesuai dengan target konsumen yang dituju yaitu kalangan pelajar,
mahasiswa atau keluarga. Strategi promosi berupa pembagian kupon pada saat awal
pembukaan Kober Mie Setan Jalan Karimata No.67 Kota Jember. Promosi melalui
internet seperti website, situs jejaring sosial, selain itu promosi dilakukan dengan
mengikuti event-event tertentu, dan promosi melalui (gethuk tular) yang dilakukan
oleh konsumen dengan konsumen baru lainnya. Melalui strategi pemasaran yang
dilakukan maka pasar yang dikuasai oleh Kober Mie Setan Jalan Karimata No.67
Kota Jember semakin meluas dengan diikuti konsumen yang terus bertambah, laba
yang diperoleh meningkat, serta konsumen merasa puas dengan pelayanan Kober Mie Setan Jalan Karimata No.67 Kota Jember
- …
