1,721,254 research outputs found

    PENGARUH FAKTOR RELIGIUSITAS TINGKAT PENDIDIKAN DAN KELOMPOK ACUAN TERHADAP KEPUTUSAN MENJADI ANGGOTA BAITUL MAAL WAT TANWIL SINAR AMANAH BOYOLANGU TULUNGAGUNG

    Full text link
    ABSTRAK Skripsi dengan judul “ Pengaruh Faktor Religiusitas, Tingkat Pendidikan, dan Kelompok Acuan Terhadap Keputusan menjadi Anggota BMT Sinar Amanah Boyolangu“ ini ditulis oleh Diah Ayu Widi Astuti, NIM 2823133034, pembimbing Qomarul Huda, M.Ag. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh religiusitas, tingkat pendidikan dan kelompok acuan terhadap keputusan menjadi anggota BMT Sinar Amanah Boyolangu. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini adalah anggota dari BMT Sinar Amanah Boyolangu sejumlah 80 orang responden. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda sedangkan Pengujian hipotesis menggunakan uji parsial (uji T) dan uji simultan (uji F) dengan tingkat signifikan sebesar 0,05 (5%). Variabel penelitian ini menggunakan dua variabel yaitu variabel dependen dan variabel independen. Untuk variabel dependen (Y) dari penelitian ini adalah keputusan menjadi anggota sedangkan variabel independen (X) meliputi : religiusitas (X1), tingkat pendidikan (X2), dan kelompok acuan (X3). Berdasarkan pada hasil penelitian dengan menggunakan uji T diperoleh hasil bahwa variabel religiusitas dan tingkat pendidikan berpengaruh positif namun tidak signifikan sedangkan variabel kelompok acuan berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan menjadi anggota BMT Sinar Amanah Boyolangu. Kemudian pada hasil uji simultan atau uji F ketiga variabel bebas, yakni religiusitas, tingkat pendidikan dan kelompok acuan secara bersama-sama berpengaruh dan signifikan terhadap keputusan menjadi anggota BMT Sinar Amanah Boyolangu. Kata kunci:religiusitas, tingkat pendidikan, kelompok acuan, keputusan

    Efektivitas Penerbitan Pedagang Kaki Lima Terhadap Hak Pejalan Kaki Berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2015 Persepektif Hukum Islam

    Full text link
    Nurmeida Widi Astuti, NIM 1808202128, “Efektivitas Penertiban Pedagang Kaki Lima Terhadap Hak Pejalan Kaki Berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2015 Perspektif Hukum Islam (Studi Kasus di Trotoar Lingkungan Asrama Haji Watubelah Kabupaten Cirebon)” Efektivitas adalah kemampuan untuk memilih tujuan yang tepat atau peralatan yang tepat untuk pencapaian tujuan yang telah ditetapkan. Dengan kata lain, seorang manajer efektif dapat memilih pekerjaan yang harus dilakukan atau metode (cara) yang tepat untuk mencapai tujuan. Penertiban merupakan tindakan dalam rangka menumbuhkan ketaatan warga masyarakat supaya tidak melanggar ketentraman dan ketertiban umum. Adanya trotoar berguna untuk pejalan kaki. Namun, banyak pedagang kaki lima (PKL) yang memanfaatkan trotoar sebagai lahan untuk berdagang. Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) sudah berusaha mengingatkan agar para pedagang kaki lima (PKL) tidak berdagang pada trotoar karena mengganggu aktivitas pejalan kaki, namun pedagang tetap saja membandel yang salah satunya terdapat di lingkungan asrama haji Watubelah kabupaten Cirebon. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan yang ada di rumusan masalah : “Bagaimana efektivitas penertiban pedagang kaki lima terhadap hak pejalan kaki berdasarkan peraturan daerah nomor 7 tahun 2015 perspektif hukum islam (Studi Kasus di trotoar lingkungan asrama haji Watubelah kabupaten Cirebon). Adapun hasil dari penelitian ini adalah adalah penertiban dilakukan dengan cara humanis yaitu memberikan himbauan berupa Teguran I, II, atau memberikan teguran secara langsung. Faktor pendukung faktor pendukung dan penghambat sehingga dalam penertiban pedagang kaki lima (PKL) bisa efektif penertiban adalah adanya aturan hukum regulasi yang mengatur fungsi. Sedangkan faktor penghambatnya adalah belum adanya relokasi tempat untuk pedagang kaki lima (PKL) dan masih banyak masyarakat yang belum paham fungsi trotoar sehingga perlu diadakannya edukasi. Kata Kunci : Efektifivitas, Penertiban, Pedagang Kaki Lima, Hak Pejalan Kak

    SENGKETA PENGGUNAAN WAKAF MASJID DIBATASI UNTUK KELOMPOK TERTENTU DALAM PERSPEKTIF FIQIH EMPAT MAZHAB (Studi Dusun Glagah Desa Maliran Kecamatan Ponggok Kabupaten Blitar)

    Full text link
    Rafida Widi Astuti 126102212188, Sengketa Penggunaan Wakaf Masjid Dibatasi untuk Kelompok Tertentu Dalam Perspektif Fiqih Empat Mahzab (Studi Dusun Nglagah Desa Maliran Kecamatan Ponggok Blitar), Program Studi Hukum Keluarga Islam, Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum, Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, 2025, Pembimbing Prof. Dr. H. Asmawi Mahfudz, M.Ag Kata Kunci: Sengketa Wakaf, Konflik Kelompok, Masjid Wakaf Penelitian ini dilatar belakangi oleh wakaf yang belum terdaftarkan sehingga ahli waris masih mengintervensi penggunaan masjid baittul muttaqin yang didirikan diatas tanah Mbah Rowingah. Penggunaan masjid dikelola dan digunakan oleh dua kelompok ORMAS sekaligus yaitu Muhammadiyah (MU) dan Nahdatul Ulama (NU), Sengketa wakaf antara kedua ORMAS terkait pembatasan penggunaan masjid yang dibatasi hanya untuk masyarakat Muhaamadiyah (MU) saja menimbulkan kekecewaan dari masyarakat Nahdatul Ulama (NU) yang akhirnya memilih untuk mendirikan masjid baru. Rumusan dalam penelitian ini : 1) Bagaimana latar belakang terjadinya sengketa penggunaan wakaf masjid baitul muttaqin dusun glagah desa maliran kecamatan ponggok kabupaten blitar? 2) Bagaimana pandangan ulama NU dan MU terkait penyelesaian sengketa wakaf penggunaan masjid baitul muttaqin dusun glagah desa maliran kecamatan ponggok kabupaten blitar? 3) Bagaimana pandangan perpsektif fiqih empat mazhab terkait penyelesaian sengketa penggunaan wakaf di masjid baitul muttaqin dusun glagah desa maliran kecamatan ponggok kabupaten blitar? Penelitian ini menggunakan metode kualitatif murni, dalam pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini berupa wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data menggunakan triangulasi sumber data. Penelitian ini menghasilkan : 1) Sengketa penggunaan wakaf masjid dibatasi untuk kelompok tertentu dilatar belakanggi karena adanya perbedaan aliran aqidah antara keluaraga ahli waris pewakif dan jamaa’ah masyarakat Dusun Nglagah, yang mana masjid wakaf tersebut tidak didukung bukti otentik surat pewakafan sehingga menimbulkan klaim dari keluarga ahli waris bahwa kepengurusan masjid dapat dikelola oleh keluarganya sendiri yang beraliran berbeda dengan mayoritas jamaa’ah. 2) Sengketa penggunaan wakaf masjid dibatasi untuk kelompok tertentu ditinjau dari pandangan ulama NU bahwa penyelesaian sengketa wakaf telah dibenarkan berdasarkan pertimbangan yang mengedepankan keadilan, musyawarah, dan penyelesaian damai dalam menghadapi konflik, sehingga kesepakatan mendirikan masjidnya sendiri bagi jama’ah masyarakat NU merupakan penyelesaian efektif agar tidak terjadi konflik berkepanjangan. Sedangkan Muhammadiyah menjelaskan bahwa penyelesaian sengketa penggunan wakaf tidak dibenarkan karena mengandung unsur dhiror atau kemudhorotan yang berdasarkan pada Qs AT-Taubah ayat107-109. 3) Sengketa penggunaan wakaf masjid dibatasi untuk kelompok tertentu ditinjau dari pandangan perpektif fiqih empat mazhab bahwa pemyelesaian sengketwa wakaf dibenarkan karena jika tetap di bairakan maka akan menimbulkan permasalahan yang berkepajangan, dengan mendirkan masjid sendiri merupakan opsi yang tepat untuk menyelesaikan permasalahan

    PERISTIWA BANJIR BANDANG PADA ZAMAN NABI NUH A.S. DALAM TAFSIR ILMI KEMENAG

    No full text
    Skripsi dengan judul “Peristiwa Banjir Bandang pada Zaman Nabi Nuh a.s. dalam Tafsir Ilmi Kemenag (Telaah Historis dan Saintifik)” ini ditulis oleh Olivia Putri Buana, NIM. 126301211046, dengan pembimbing/promotor Robitoh Widi Astuti, M.Hum. Kata Kunci: Tafsir Ilmi Kemenag, Nabi Nuh a.s., Banjir Bandang, Penemuan Ilmiah dan Sejarah, Al-Qur’an dan Sains. Peristiwa banjir pada zaman Nabi Nuh a.s. merupakan salah satu kisah penting dalam al-Qur’an yang mengandung pesan moral dan nilai-nilai luhur. tafsir ilmi Kementerian Agama Republik Indonesia mencoba menghubungkan kisah ini dengan data ilmiah modern, seperti penemuan geologi, arkeologi, dan sejarah. Penelitian ini dilakukan untuk menjawab bagaimana tafsir ilmi menjelaskan peristiwa banjir bandang pada zaman Nabi Nuh a.s. berdasarkan teks-teks keagamaan dan data ilmiah kontemporer; apa saja bukti ilmiah yang mendukung ataupun menyanggah peristiwa tersebut; serta hikmah apa yang terkandung dalam kisah ini menurut perspektif tafsir ilmi. Penelitian ini menggunakan metode tafsir tematik konseptual (maudhū‘ī naẓarī) dengan pendekatan ilmiah dan historis. Data dikumpulkan dari ayat-ayat al-Qur’an yang relevan, tafsir ilmi Kemenag, serta kajian-kajian ilmiah dalam bidang geologi dan arkeologi. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis isi dan analisis komparatif, untuk mengkaji konsep banjir dalam al-Qur’an secara mendalam dan menghubungkannya dengan temuan ilmiah secara sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Tafsir ilmi mengartikan peristiwa banjir Nabi Nuh a.s. sebagai bencana besar yang berkaitan dengan fenomena geologis seperti banjir Laut Hitam dan perubahan iklim global; (2) Beberapa temuan seperti garis pantai kuno, reruntuhan kapal di Pegunungan Judi, dan artefak purba mendukung keberadaan banjir besar di masa lalu. Meski sebagian ilmuwan meragukan skala global dari banjir tersebut, mereka tetap mengakui kemungkinan adanya banjir dahsyat secara lokal yang meninggalkan jejak kuat dalam budaya dan sejarah; (3) Hikmah dari kisah ini mencakup keselarasan antara wahyu dan temuan ilmiah, peringatan atas akibat pelanggaran moral dan lingkungan, pentingnya persiapan untuk menghadapi bencana alam, hikmah spiritual: iman dan amal menjamin keselamatan, pola sejarah: umat yang membangkang akan hancur, tanda bangkitnya peradaban baru, serta keteladanan dalam kesabaran dan ketangguhan berdakwah

    TAWARAN ANGELIKA NEUWIRTH DALAM DIALOG ANTARA AL-QUR'AN DAN TAURAT DI ERA KONTEMPORER (Kajian Intertekstualitas)

    Full text link
    Skripsi dengan judul “Tawaran Angelika Neuwirth dalam Dialog antara Al-Qur’an dan Taurat di Era Kontemporer: Kajian Intertekstualitas” ini ditulis oleh Faridatul Rafidah, NIM. 126301212091, dengan pembimbing Ibu Robitoh Widi Astuti, M. Hum. Kata kunci: Intertekstualitas, Angelika Neuwirth, Hermeneutika, Dialog antarteks. Penulisan skripsi ini dilatarbelakangi oleh kritik Angelika Neuwirth kepada sarjanawan Barat dan Muslim dalam mengkaji al-Qur’an. Tawaran pendekatan Neuwirth merupakan kelanjutan dari orientalis sebelumnya, namun ia berhasil membawa kajian intertekstualitas sebagai salah satu tawaran masa depan di dalam diskursus tafsir dan al-Qur’an dalam dialog antarteks yang lebih akademik, bukan dialog polemik seperti respon Geiger dan Noldeke yang membawa pendekatan intertekstualitas sebagai senjata untuk menyerang al-Qur’an dengan pernyataan bahwa teks suci ini merupakan tiruan teks suci sebelumnya. Maka Neuwirth hadir dengan proyek Corpus Coranicum yang fokus pada Pra-canonical Reading of the Qur’an dengan senjata intertekstualitas dan Late Antiquity untuk analisisnya. Tujuan penelitian ini diharapkan dapat menjawab 3 rumusan masalah yang telah penulis ajukan, yaitu (1) Bagaimana konsep dan pendekatan intertekstualitas yang ditawarkan Angelika Neuwirth dalam membaca al-Qur’an?; (2) Bagaimana posisi dan kontribusi pendekatan intertekstualitas dalam memperkaya pemahaman terhadap al-Qur’an?; dan (3) Bagaimana relevansi pendekatan intertekstualitas Angelika Neuwirth dalam studi al-Qur’an di era kontemporer?. Penulis memilih metode penelitian literatur dengan data yang didapat dari hasil mengeksplor dokumen, teks, dan naskah sebagai bahan tertulis untuk menguraikan ide-ide yang masih belum terungkap serta disajkan dalam tulisan naratif, desktiptif, dan interpretasi. Studi kajian pemikiran tokoh yang disajikan dengan metode hermeneutika dengan maksud bukan untuk menguji tawaran Neuwirth, namun menginterpretasikannya. Hasil penulisan ini, menunjukkan bahwa: (1) Neuwirth dapat hadir sebagai penengah antara kritik sarjanawan Barat terhadap al-Qur’an dan metode tafsir ulama klasik, dengan 3 ciri khasnya dalam menginterpretasikan al-Qur’an, berupa Pra-canonil reading of the Qur’an dengan 2 elemen analisisnya Late Antiquity dan intertekstualitas; (2) Intertekstualitas tawaran Neuwirth hadir dengan spirit hermeneutika, seperti prinsip penafsiran dalam konteks historis “Late Antiquity”, memperhatikan repon pembaca “audiens”, dan meletakkan al-Qur’an sebagai teks yang berkembang dan berdialog dengan tradisi lampau “intertekstualitas”; (3) Beberapa pendekatan intertekstualitas ini relevan dengan ‘Ulum al-Qur’an dan berpotensi sebagai jembatan dialog antaragama, dapat membangun tafsir kontekstual untuk menjawab isu-isu kontemporr, serta membantu pembaca dalam memahami struktur narasi al-Qur’an

    Studi Komparasi Efektivitas Media Youtube Dan Spotify Dalam Penyampaian Pesan Pada Akun Podcast Do You See What I See

    Full text link
    Podcast merupakan suatu siaran berbentuk audio yang di-unggah pada suatu web ataupun media media tertentu. Belakangan ini podcast sedang marak dibicarakan oleh banyak orang dimana setiap orang dapat bebas bercerita tentang pengalaman pengalamannya. Sehingga banyak sekali media yang mengusung konsep podcast untuk kontennya. Beberapa media yang dipilih untuk mengunggah podcast antara lain adalah youtube dan spotify. penelitian ini membahas podcast dari do you see hat I see dimana podcast ini banyak digemari pendengarnya dan juga beberapa kali mendapatkan urutan no 1 di youtube, dan podcast ini juga tidak hanya menggunakan satu media saja tetapi dua media yakni youtube dan spotify. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas media youtube dan spotify dalam penyampaian pesan pada akun podcast do you see what I see. Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kuntitatif, dengan uji independen sample T test dengan jumlah responden sebanyak 90 responden, dan menggunakan teori uses and gratification. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa media spotify memiliki jumlah rata – rata lebih tinggi dari media youtube, akan tetapi berdasarkan uji independent sample t test diketahui bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara media youtube dan spotify dalam penyampaian pesan

    Sistem akuntansi I / Yuli Widi Astuti

    No full text

    Upaya Penyiar Dalam Mengelola Program “Halo Solo” Di Radio Metta Fm Solo 104.7

    Full text link
    Radio Metta FM Solo adalah salah satu stasiun radio yang ada di Kota Solo yang menawarkan program-program menarik yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Salah satunya dengan program “Halo Solo” yang menjadi wadah untuk pemerintah kota solo memperluas jangkauan berkomunikasi secara langsung dengan masyarakatnya. Program ini mendatangkan Walikota Solo yaitu Bapak FX. Rudi sehingga pendengar Metta FM Solo dapat berinteraksi secara langsung. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui upaya penyiar program “Halo Solo” dalam membawakan program ini supaya menjadi program unggulan dengan menggunakan konsep teori komunikasi yang dikemukakan oleh Ben G Henneke berdasarkan kecakapan penyiar meliputi komunikasi gagasan, komunikasi kepribadian dan proyeksi kepribadian. Metode dalam penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian dengan menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif. Pengumpulan data dalam penelitian ini bersumber dari wawancara yang dilakukan penulis kepada penyiar di program “Halo Solo” di Radio Metta Fm Solo yaitu Titus Yanto berusia 57 tahun dan Tya Surya yang berusia 51 tahun serta data penguat yang disampaikan oleh Maria Delsa seorang program director di radio Solo Radio, Ibu Hesti Widjanarko sebagai CEO Radio Metta Fm Solo dan Ibu Lydia seorang pendengar setia dari program “Halo Solo” yang berdomisili di daerah Mojosongo, Surakarta. Hasil penelitian ini yaitu (1) Komunikasi Gagasan, kecakapan penyiar dengan penyampaian ide ataupun gagasan dari komunikator kepada komunikan. (2) Komunikasi Kepribadian, kecakapan penyiar dalam peristiwa sosial yang terjadi saat individu bertemu atau berinteraksi dengan individu lain dengan memahami tingkah laku, perasaan dan pemikiran. (3) Proyeksi Kepribadian merupakan tenaga yang dikeluarkan oleh seorang penyiar berupa suara yang diupayakan untuk menghasilkan kesan profesionalitas saat didengarkan oleh pendengar dengan memperhatikan keaslian suara, kelincahan berbicara, keramahtamahan, dan kemampuan beradaptasi

    PENAFSIRAN BISRI MUSTOFA TERHADAP AYAT-AYAT HAJI DALAM KITAB AL-IBRIZ

    Full text link
    ABSTRAK Skripsi dengan judul “Penafsiran Bisri Mustofa Terhadap Ayat-ayat Haji Dalam Kitab Al-Ibriz” ini ditulis oleh Abdul Qoyum Fanani dengan dosen pembimbing skripsi ustadzah Robitoh Widi Astuti, M. Hum. Kata Kunci: Haji, Tafsir Al-Ibriz, Relevansi Haji dengan persatuan umat Islam di Indonesia Penelitian ini mengkaji penafsiran Bisri Mustofa terhadap ayat-ayat yang berkaitan dengan ibadah haji dalam kitab Al-Ibriz, dengan fokus pada pemahaman nilai-nilai haji dan relevansinya terhadap simbol persatuan umat Islam di Indonesia. Haji sebagai rukun Islam yang kelima memiliki dimensi spiritual dan sosial yang sangat penting. Namun, meskipun hukum dan pelaksanaannya telah dijelaskan dalam Al-Qur’an dan hadis, pemahaman tentang hikmah, nilai, dan implementasi haji masih sering dianggap sulit, terutama bagi sebagian umat Islam yang belum cukup mendalami ajaran agama. Kitab Al-Ibriz karya Bisri Mustofa, yang disajikan dalam bahasa lokal dengan Bahasa Jawa, bertujuan untuk memudahkan pemahaman masyarakat tentang makna dan inti ajaran agama, khususnya terkait pelaksanaan haji. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi konsep haji menurut Bisri Mustofa dalam Al-Ibriz serta mengeksplorasi relevansi penafsirannya terhadap simbol persatuan umat Islam di Indonesia. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode tematik. Peneliti mengumpulkan dan menganalisis ayat-ayat Al-Qur’an yang terkait dengan haji serta mengkaji pemikiran Bisri Mustofa, dengan mengaitkan ayat-ayat tersebut pada konteks sosial umat Islam di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research). Data primer berupa Al-Qur’an dan kitab Al-Ibriz karya Bisri Mustofa, sedangkan data sekunder mencakup buku dan jurnal yang relevan. Proses analisis dilakukan secara deskriptif dengan mengklasifikasikan ayat-ayat haji dalam Al-Qur'an sesuai penjelasan dalam kitab Al-Ibriz. Pendekatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang sistematis tentang konsep haji menurut tafsir Bisri Mustofa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penafsiran Bisri Mustofa memberikan pemahaman mendalam mengenai ibadah haji sebagai simbol kesetaraan dan persatuan umat Islam. Melalui ritual-ritual haji, seperti miqat, niat, wuquf, dan sa’i, umat Islam diingatkan akan pentingnya persatuan tanpa memandang ras, suku, atau status sosial. Haji mengajarkan kesederhanaan, solidaritas, dan kebersamaan yang menghilangkan egoisme, serta memupuk kepedulian sosial. Penafsiran Bisri Mustofa juga memperlihatkan bagaimana haji dapat menjadi simbol pengingat bagi umat Islam tentang pentingnya persatuan dalam kehidupan sehari-hari dan dalam menghadapi berbagai tantangan sosial dan politik di Indonesia
    corecore