10 research outputs found

    PENDEKATAN HUMANIS SEBAGAI UPAYA NON-PENAL SEBAGAI IMPLEMENTASI NILAI-NILAI PANCASILA DALAM MENGURANGI KRIMINALITAS DAN PREMANISME

    No full text
    Dari seluruh uraian tersebut di atas maka dapat disimpulkan bahwa kriminalitas dan premanisme merupakan fakta sosial yang terjadi dimanapun dan pada lapisan apapun. Persoalannya adalah setiap orang tidak ada yang menginginkan menjadi seorang criminal atau preman, namun kondisi sosial telah menyebabkan mereka dalam kriminalitas dan premanisme baik di lapisan masyarakat bawah, menengah maupun atas. Pada masyarakat lapisan bawah terjadi karena tekanan ekonomi dan pada masyarakat menengah dan atas justru karena ketamakan manusia. Namun perlu dipahami bahwa persoalan tersebut juga bersumber pada kehipokritan masyarakat dalam memandang norma dan status sosial sehingga masyarakat bawah terprovokasi berbuat criminal dan premanisme jalanan sebagai bentuk balas dendam sosial. Sedangkan masyarakat menengah dan atas terprovokasi menghalalkan cara untuk mengejar materi yang di bawah sadar menjadi kebanggaan masyarakat bila berhasil mencapainya. Kata kunci: Pendekatan Humanis, Non-Penal, Nilai-nilai Pancasila, Kriminalitas, Premanism

    PERMASALAHAN TRISENTRA PENDIDIKAN DALAM PENANAMAN NILAI-NILAI PANCASILA JELANG ERA TEKNOLOGI 5.0

    No full text
    Proses pendidikan dalam kehidupan seorang manusia tidak lepas dari peran besar pendidikan dari keluarga, sekolah dan masyarakat karena setiap seorang manusia hampir semuanya melewati fase ini. Oleh karena itulah, kerja sama setiap pihak yang ada dalam tri sentra pendidikan merupakan kunci suksesnya membuat generasi muda Pancasila terkait  posisi yang sangat strategis yang dimiliki tri sentra pendidikan dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila. Penelitian ini bertujuan untuk mengupas permasalahan tri sentra Pendidikan di lingkungan keluarga, sekolah dan sosial. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif yang mendeskripsikan temuan-temuan hasil penelitian yang bersumber pada jurnal atau artikel. Hasil penelitian menemukan perubahan teknologi membawa pengaruh yang sangat besar pada perubahan karakter, budaya dan nilai yang berdampak pada pemahaman generasi muda akan nilai-nilai Pancasila. Disinilah diperlukan perubahan mental bagi para pendidik untuk mau menerima kritikan dan mau belajar untuk memanfaatkan teknologi untuk dapat dengan mudah menanamkan nilai-nilai Pancasila kepada generasi muda.

    KELUARGA HUKUM SOSIALIS DILIHAT DARI SUDUT PANDANG PANCASILA (SUATU STUDI ILMU PERBANDINGAN HUKUM)

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi perbandingan antara keluarga hukum sosialis dalam konteks Uni Soviet dan perspektif ideologi Pancasila. Penelitian ini mengadopsi pendekatan ilmu perbandingan hukum untuk menganalisis perbedaan mendasar antara dua keluarga hukum tersebut dalam hal ideologi, sistem politik, nilai-nilai agama, keadilan sosial, dan peran keluarga serta Masyarakat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kepustakaan dengan menggunakan buku-buku referensi yang berkaitan dengan permasalahan yang diteliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan dan persamaan antara keluarga hukum Sosialis dan Ideologi Pancasila dilihat dari aspek-aspek Ketuhanan, Kemanusiaan, Kemasyarakatan dan Keadilan Sosial. Selain itu perlu adanya penelitian lanjutan tentang implikasi dari penelitian ini yang mendukung pengembangan kebijakan hukum yang lebih sesuai dengan nilai-nilai dan kebutuhan masyarakat Indonesia

    NASIONALISME DI ERA DIGITAL: TANTANGAN DAN PELUANG BAGI GENERASI Z INDONESIA

    No full text
    Nasionalisme di era digital merupakan fenomena yang kompleks dan relevan dalam konteks perkembangan sosial, budaya, dan politik global saat ini. Generasi Z, yang tumbuh dewasa di tengah kemajuan teknologi informasi yang cepat, menghadapi tantangan dan peluang yang unik terkait dengan identitas nasional mereka. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji interaksi Generasi Z dengan nasionalisme, mengidentifikasi tantangan, dan memberikan saran strategis. Metode penelitian menggunakan studi pustaka untuk menganalisis literatur terkait. Hasilnya menunjukkan bahwa Generasi Z rentan terhadap pengaruh globalisasi yang dapat mengikis identitas nasional. Meskipun demikian, adaptabilitas dan kritik terhadap pemerintah menunjukkan rasa nasionalisme yang dinamis. Simpulannya, pentingnya pendidikan adaptif, peran tokoh panutan, dan memberikan kepercayaan kepada Generasi Z untuk memperkuat rasa nasionalisme. Saran strategis meliputi perlunya pendidikan yang relevan, figur teladan yang menginspirasi, dan dukungan untuk kontribusi Generasi Z dalam memajukan bangsa. Dengan demikian, Generasi Z dapat terus memperkuat rasa nasionalisme mereka sesuai dengan perkembangan era digita

    EKSISTENSI KELUARGA HUKUM SOSIALIS DI DUNIA DAN KEMUNGKINAN KOMPILASINYA SECARA DE FACTO PADA HUKUM NASIONAL

    No full text
    Artikel ini membahas eksistensi nilai-nilai hukum sosialis dalam hukum nasional Indonesia dan kemungkinan integrasinya dalam kerangka ideologi Pancasila. Latar belakang penelitian ini adalah kebutuhan untuk memahami bagaimana prinsip-prinsip keadilan sosial dan kolektivisme dapat diadaptasi dalam konteks masyarakat Indonesia yang majemuk. Tujuan penelitian adalah menganalisis pengaruh keluarga hukum sosialis terhadap hukum nasional dan mengeksplorasi potensi integrasi lebih lanjut. Metode yang digunakan adalah penelitian yuridis normatif, yang berfokus pada kajian norma hukum yang tertulis dalam peraturan perundang-undangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai sosialis telah diintegrasikan dalam berbagai regulasi, seperti UUD 1945 dan UU Ketenagakerjaan, yang mencerminkan perlindungan terhadap masyarakat. Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa meskipun terdapat elemen hukum sosialis dalam hukum nasional, penerapannya harus tetap berlandaskan pada prinsip-prinsip Pancasila untuk mencapai keadilan sosial yang berkelanjutan. Saran untuk penelitian selanjutnya adalah mengeksplorasi lebih dalam tentang implementasi nilai-nilai ini dalam praktik hukum sehari-hari

    MEMBUMIKAN NILAI-NILAI PANCASILA DALAM DUNIA PENDIDIKAN DI INDONESIA

    No full text
    nilai-nilai Pancasila dirasakan sudah mulai sulit ditemukan dalam kehidupan sehari hari, baik dalam masyarakat maupun pada siswa sekolah yang seharusnya menjadi contoh bagi masyarakat sekitarnya. Untuk itulah diperlukan gerakan untuk membumikan nilai-nilai Pancasila, khususnya dalam dunia pendidikan di Indonesia, salah satunya dengan cara menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kurikulum, metode pengajaran sehingga nilai-nilai Pancasila akan menjadi bagian dalam kehidupan sehari-hari siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian desktiptif dengan menganalisa dan mendeskripsikan peristiwa yang terjadi di masyakarat dan memberikan solusi berdasarkan referensi yang ada. Hasil dari penelitian ini adalah perlunya membumikan kembali nilai-nilai Pancasila dalam dunia pendidikan dengan cara mengadakan profil pelajar Pancasila, memasukkan materi pendidikan moral Pancasila di setiap jenjang pendidikan dan menghidupkan kembali program penataran P4 dengan wajah baru dan selera generasi milenial

    MENUMBUHKAN NASIONALISME DAN SIKAP BELA NEGARA MELALUI PELATIHAN MILITER PADA ANAK BERMASALAH: TINJAUAN PSIKOLOGIS, HAM, DAN SUARA ORANG TUA

    No full text
    Menurunnya rasa nasionalisme di kalangan generasi muda, khususnya pada anak-anak bermasalah yang terlibat dalam kenakalan remaja, menjadi tantangan serius dalam pembangunan karakter bangsa. Salah satu pendekatan yang mulai banyak diperbincangkan adalah pelatihan militer sebagai media pembentukan kedisiplinan dan sikap bela negara. Artikel ini membahas secara kritis potensi pelatihan militer terhadap anak bermasalah melalui perspektif psikolog anak, hak asasi manusia (HAM), dan pandangan orang tua. Hasil kajian menunjukkan bahwa pelatihan militer dapat bermanfaat jika diterapkan secara edukatif, non-represif, dan berbasis nilai rehabilitatif. Program ini harus sejalan dengan prinsip perlindungan anak dan melibatkan orangtua serta tenaga profesional psikologi anak

    IMPLEMENTASI NILAI-NILAI PENDIDIKAN PANCASILA MELALUI KEGIATAN WISATA BHINNEKA PADA MAHASISWA

    No full text
    Perguruan tinggi yang dibentuk dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, yang bertujuan mencetak kader-kader generasi pimpinan bangsa, tentu diharapkan juga mampu memberikan muatan kurikulum yang menekankan pada Pancasila. UNINDRA Jakarta, sebagai salah satu Perguruan Tinggi dibawah Pembinaan Kementrian LLDIKTI III memiliki komitmen untuk mewujudkan kampus bela Negara, dengan memberikan muatan lokal wisata kebinekaan. Metode penelitian yang digunakan adalah survey. Tujuan dari penelitian ini untuk mengajak mahasiswa berjiwa nasionalis bahwa Indonesia kaya akan budaya sekaligus mewujudkan aplikasi nilai-nilai pancasila melalui pendidikan di kampus. Dari 100 mahasiswa yang mengikuti Wisata Kebhinekaan yang dilaksanakan melalui metode survei. Hasil penelitian menujukkan, 60 persen mahasiswa yang sudah memahami tentang perbedaan agama, suku dan adat istiadat

    Menanamkan Rasa Kebangsaan dan Nasionalisme melalui Seni Mural pada Karang Taruna Kelurahan Lagoa Jakarta Utara

    Full text link
    Pendidikan karakter merupakan aspek penting dalam pembentukan generasi muda yang memiliki rasa kebangsaan dan nasionalisme yang kuat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengeksplorasi upaya Karang Taruna RT 007 RW 01 Kelurahan Lagoa, Jakarta Utara dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan melalui seni mural. Metode pelaksanaan yang digunakan adalah pendekatan partisipasi dan penerapan seni mural sebagai media pembelajaran. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa melalui seni mural, anggota Karang Taruna mampu mengungkapkan rasa cinta tanah air dan nasionalisme secara kreatif. dari Partisipasi aktif dalam pembuatan mural juga membantu mengurangi rasa jenuh dan meningkatkan antusiasme peserta. Hasil dari kegiatan ini, disarankan agar pendekatan seni mural terus diterapkan dalam pendidikan karakter untuk memperkuat rasa kebangsaan dan nasionalisme generasi muda. Dengan demikian, Karang Taruna dapat terus berperan sebagai agen pembentuk karakter yang berkontribusi positif bagi bangsa dan negara

    Implementasi Nilai-Nilai Pancasila untuk Mengatasi dan Mencegah Kekerasan Seksual pada SMA Tunas Harapan Jakarta Barat

    Full text link
    Kekerasan seksual pada generasi muda merupakan isu serius yang memerlukan perhatian berbagai pihak, termasuk pemerintah, masyarakat, dan institusi pendidikan. Implementasi nilai-nilai Pancasila menjadi pendekatan strategis untuk mencegah dan mengatasi permasalahan ini. Nilai ketuhanan mengajarkan pentingnya moralitas dan penghormatan terhadap harkat manusia, sedangkan nilai kemanusiaan menekankan pada penghormatan terhadap martabat setiap individu tanpa diskriminasi. Persatuan mendorong semangat kebersamaan dalam menciptakan lingkungan aman bagi generasi muda, sementara nilai kerakyatan menekankan pentingnya dialog dan pengambilan keputusan bersama untuk menyelesaikan konflik. Nilai keadilan memberikan dasar untuk memastikan pelaku kekerasan seksual mendapat sanksi tegas sesuai hukum, dan korban mendapatkan pemulihan yang layak. Melalui pendidikan berbasis Pancasila, generasi muda dapat memahami nilai-nilai moral, etika, dan pentingnya saling menghormati dalam kehidupan bermasyarakat. Implementasi nilai-nilai ini juga diperkuat dengan kebijakan yang proaktif dari pemerintah, seperti program pendidikan seksual berbasis karakter dan kampanye kesadaran sosial. Dengan pendekatan holistik, nilai-nilai Pancasila dapat menjadi pilar utama dalam membangun masyarakat yang bebas dari kekerasan seksual
    corecore