1,720,971 research outputs found
Analisis Ketahanan Bangunan Gedung Apartemen East Coast Mansion Surabaya Dengan Analisis Dinamik Menggunakan Metode Respon Spektrum
Lokasi apartemen surabaya rawan terhadap gempa yang diakibatkan oleh
sumber gempa sesar aktif. Sesar aktif yang terdeteksi oleh Tim Pemutakhiran Peta
Bahaya Gempa Bumi Indonesia Tahun 2016 (2017) diantaranya adalah sesar aktif
Lasem di sebelah utara dengan jarak ± 70 Km, sesar aktif Watu Kosek di sebelah
selatan timur laut yang membujur dari Mojokerto hingga Madura dengan jarak ±
30 Km dan sesar aktif Pasuruan di sebelah selatan yang membujur dari Pasuruan
sampai Mojokerto dengan jarak ± 50 Km. Hasil penelitian Tim Revisi Peta Gempa
Indonesia (2010).
Tujuan dai penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana mengevaluasi
struktur dengan analisis respon spektrum yang dilihat berdasarkan Displacement,
drift dan base shear dengan spektrum respons gempa di permukaan sebagaimana
yang terdapat pada SNI 1726:2019. Bangunan yang dikaji adalah apartemen east
coast mansion surabaya. Analisis struktur dinamik pada bangunan dilakukan
dengan metode respon spektrum. Penelitian ini dilakukan menggunakan bantuan
aplikasi Etabs v17.
Hasil kesimpulan dapat diletahui bahwa displacement, drift, dan base shear
memenuhi syarat yang telah ditentukan, oleh karena itu struktur bangunan gedung
apartement east coast mansion surabaya dinilai laya
Evaluasi Terhadap Penggunaan Perancah Baja Modifikasi Sebagai Penopang Sementara Untuk Struktur Transfer Beam Column
Perkembangan teknologi di dunia sekarang ini telah merambah ke dunia
konstruksi. Perkembangan ini diharapkan dapat membantu tercapainya efisiensi
biaya, waktu dan mutu yang diinginkan. Agar tercapainya efisiensi biaya, waktu
dan mutu tersebut maka perlunya pemilihan suatu metode pelaksanaan suatu
proyek konstruksi. Dengan adanya perkembangan di bidang konstruksi maka
memungkinkan perusahaan jasa konstruksi berinovasi mengganti perancah
(scaffolding) dengan perancah dari profil baja yang di modifikasi.
Proyek Tunjungan Plaza 6 merupakan proyek konstruksi supermall yang
cukup kompleks sehingga pengerjaannya membutuhkan metode pelaksanaan yang
harus dikontrol dengan sangat baik. Dalam kasus ini proyek Tunjungan Plaza 6
merencanakan sebuah struktur Transfer Beam Column dengan ukuran panjang 24
meter, lebar 1,4 meter dan tinggi 4 meter. Salah satu metode pelaksanaan yang
perlu menjadi perhatian adalah metode pelaksanaan perancah pada struktur
Transfer Beam Column.
Metode yang dilakukan pada penelitian ini yaitu mengidentifikasi dimensi
profil baja yang efisien untuk digunakan sebagai perancah baja modifikasi
(megatruss) yang menopang struktur Transfer Beam Column. Sehingga dapat
dilakukan perhitungan analisa biaya produksi (cost product) yang minimum dan
optimal.
Mutu baja yang digunakan untuk struktur perancah baja modifikasi
(megatruss) adalah BJ-37. Batang profil 1 menggunakan profil Castellated Beam
(Honeycomb) 1200.300.14.26. Batang profil 2 menggunakan profil WF
400.400.13.21. Batang profil 3 menggunakan profil WF 350.350.12.19. Batang
profil 4 menggunakan profil WF 350.350.12.19. Batang profil 5 menggunakan profil WF 300.150.5,5.8. Batang profil 6 menggunakan profil WF 250.250.9.14.
Batang profil 7 menggunakan profil WF 350.350.12.19. Batang profil 8
menggunakan profil WF 350.350.12.19. Batang profil 9 menggunakan profil WF
250.250.9.14. Batang profil 10 menggunakan profil WF 250.250.9.14. Batang
profil 11 menggunakan profil WF 250.250.9.14.
Dari perhitungan profil tersebut diatas maka didapatkan hasil perhitungan
Rencana Anggaran Biaya (bahan, alat dan upah tenaga kerja) untuk biaya
produksi yang minimum yaitu sebesar Rp. 3.623.026.584. Hasil tersebut
berkurang sebesar 20,05% dari biaya produksi berdasarkan penggunaan profil
yang telah di aplikasikan atau terpasang di lapangan yaitu sebesar
Rp. 4.531.622.583
PENGARUH PENAMBAHAN ABU SEKAM PADI DAN SERBUK GENTENG PRESS TERHADAP SEMEN GEOPOLIMER BERBAHAN DASAR FLY-ASH PLTU PAITON DENGAN SENYAWA AKTIFATOR (NaOH) DAN KATALISATOR (Na2SiO3)
Dari hasil pembuatan pasta dan mortar geopolimer, didapatkan hasilcampuran yang homogen serta diperoleh hasil laju alir 111,5-114,5 mm untukpembuatan mortar geopolimer.
Komposisi semen geopolimer yang unggul pada umur 28 hari diperoleh oleh100% fly ash.
Hasil uji kuat tekan didapatkan hasil bahwa 100% fly ash lolos atau dapatmenjadi alternatif penggunaan untuk tipe semen portland I, II, IV, V danuntuk penambahan abu sekam padi terhadap fly ash lolos untuk tipe semenportland II, IV, V sedangkan untuk penambahan serbuk genteng preesterhadap fly ash dan penambahan keduanya (abu sekam padi dan serbukgenteng press) lolos atau dapat menjadi alternatif penggunaan untuk tipesemen portland I, II, IV dan V
KARAKTERISTIK BETON RINGAN STRUKTURAL DENGAN BIJI PLASTIK DAN BATU SKORIA
Meningkatnya limbah plastik dari tahun ke tahun mengakibatkan pemanfaatan limbah plastik menjadi material berdayaguna penting untuk dilakukan, termasuk menggunakan limbah plastik sebagai agregat kasar beton ringan struktural. Selain mudah diperoleh, limbah plastik berpotensi karena mempunyai berat yang ringan, tidak mudah berubah bentuk dan kelembabannya mudah dikontrol. Batu skoria yang dihasilkan dari kegiatan vuklanik gunung berapi juga berpotensi untuk dikembangkan sebagai agregat kasar beton ringan struktural. Keberadaannya yang melimpah di aliran-aliran lahar gunung masih belum termanfaatkan secara optimal. Oleh karena itu dalam penelitian ini digunakan biji plastik LDPE dan batu skoria dari Gunung Kelud Blitar sebagai agregat kasar beton ringan struktural. Tujuannya untuk mengetahui pengaruh kedua material tersebut terhadap karakteristik beton ringan struktural dan untuk mendapatkan proporsi campuran yang optimal.
Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Struktur Teknik Sipil Universitas Jember. Dalam penelitian ini dilakukan pengujian bahan dari agregat kasar ringan (biji plastik LDPE dan batu skoria), agregat halus dan sifat mekanis beton ringan struktural yang meliputi kuat tekan, kuat tarik belah, modulus elastisitas dan berat isi beton sesuai standar yang ditetapkan. Benda uji yang digunakan berupa silinder beton ukuran Ø 15 cm x 30 cm dan Ø 10 cm x 20 cm. Nilai kuat tekan dan berat isi diambil minimal dari rata-rata 4 buah benda uji, kuat tarik belah diambil rata-rata dari 7 benda uji dan modulus elastisitas diambil rata-rata dari 4 benda uji. Proporsi biji plastik LDPE dan batu skoria masing-masing 0%-100%, 10%-90%, 20%-80% dan 30%-70%. Subtitusi biji palstik LDPE terhadap batu skoria ini berdasarkan volume, sehingga volume kebutuhan material tetap seperti semula. Untuk proporsi superplasticizer digunakan 0,8% dari berat semen dan kebutuhan air ditentukan berdasarkan pada workalibilitas yang dinyatakan oleh nilai slump 8 ± 2 cm.
Kuat tekan beton yang dihasilkan dari pengujian untuk campuran 0%, 10%, 20% dan 30% biji plastik secara berturut-turut adalah 216,51 kg/cm2, 185,53 kg/cm2, 117,35 kg/cm2 dan 115,17 kg/cm2. Kuat tarik belah beton yang dihasilkan dari pengujian untuk campuran 0%, 10%, 20% dan 30% biji plastik secara berturut-turut adalah 24,31 kg/cm2, 22,50 kg/cm2, 14,65 kg/cm2 dan 14,58 kg/cm2. Modulus elastisitas beton yang dihasilkan dari pengujian untuk campuran 0%, 10%, 20% dan 30% biji plastik secara berturut-turut adalah 16731,15 MPa, 12910,28 MPa, 11707,86 Mpa dan 10365,82 MPa. Berat isi beton yang dihasilkan dari pengujian untuk campuran 0%, 10%, 20% dan 30% biji plastik secara berturut-turut adalah 1882,89 kg/m3, 1786,07 kg/m3, 1734,05 kg/m3 dan 1711,9 kg/m3. Secara keseluruhan untuk nilai kuat tekan, kuat tarik dan modulus elastisitas beton tersebut menurun seiring dengan penambahan proporsi biji plastik LDPE. Namun dengan penambahan biji plastik LDPE berat isi beton semakin ringan. Sehingga dari hasil ini diperoleh proporsi yang paling optimal, yaitu campuran 10% biji plastik LDPE. Proporsi ini memenuhi semua kriteria beton ringan struktural yang ditentukan, baik dari segi kuat tekan, kuat tarik dan berat isinya
Analysis of Crack Pattern Distribution on Concrete Beam With Simulation Using Finite Element Software
Keretakan yang terjadi pada beton bertulang dapat timbul pada saat pra-konstruksi maupun pada saat pasca konstruksi. Dalam penelitian ini dilakukan analisis simulasi metode elemen hingga pada struktur balok beton yang menerima dua lokasi beban di antara bentang yang masing-masing berjarak 1410 mm dari tepi menggunakan perletakan sederhana sejauh 90 mm dari tepi balok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan persebaran retakan antara pengujian eksperimental oleh ramos dan simulasi menggunakan program bantu metode elemen hingga. Lendutan akan divalidasi berdasarkan hasil simulasi dan pperhitungan manual dalam kondisi elastis dan nonlinier. Nilai lendutan saat model Elastis dari table 4.1 didapat bahwa prosentase selisih paling besar yaitu 8,37% pada saat beban 8 Kn sedangkan prosentase selisih paling kecil yaitu 5,08% pada saat beban 120Kn. Sedangkan nilai lendutan saat model Elastis dari table 4.2 didapat bahwa prosentase selisih paling besar yaitu 8,11% pada saat beban 120 Kn sedangkan prosentase selisih paling kecil yaitu 0,36% pada saat beban 40 Kn. Untuk memodelkan retakan dilakukan dua cara yaitu lokasi retak tidak ditentukan dan lokasi retak ditentukan. Retak yang dihasilkan program bantu akan merambat didekat area pemberian beban, oleh karena itu permodelan akan lebih akurat jika lokasi retak ditentukan terlebih dahulu (menggunakan cara ke dua). Dalam hal ini, lokasi retak dapat ditentukan berdasarkan hasil running Tensile Damage (DAMAGE T) pada program bantu. Persebaran retak berdasarkan cara kedua (menentukan lokasi retak) menghasilkan jarak yang mirip dengan persebaran retak ekperimental serta permodelan VCCT analysis yang dilakukan oleh penelitian terdahulu (Ramos, Ismael Sánchez (2016)) yaitu sebesar 15 cm
Perencanaan Ulang Jembatan Curahmalang Jember Menggunakan Box Girder Pratekan
Jembatan Curahmalang yang ada di Jember ini memiliki umur jembatan kurang lebih 80 tahun dan sudah mengalami 2 kali pemeliharaan. Pada pemeliharaan yang kedua Dinas PU Binamarga Kabupaten Jember merencanakan renovasi jembatan agar jembatan bisa lebih layak untuk mendongkrak perekonomian warga sekitar. Sehingga dilakukan perencanaan jembatan menggunakan struktur prategang tipe box untuk komponen struktur utama jembatan.
Pada perencanaan ini kombinasi pembebanan diambil dari SNI 1725-2016 yaitu kombinasi pembebanan Kuat I, Ekstrem I, dan Daya Layan I yang digunakan untuk memperhitungkan momen yang terjadi sebelum diberikan gaya prategang. Gaya prategang total direncanakan berdasarkan hitungan dan hasilnya sebesar 70000 kN. Kemudian gaya prategang tersebut rnengalami kehilangan akibat Perpendekan Elastis (ES), Rangkak Beton (CR), Susut (SH), dan Relaksasi. Baja (RE) dengan total kehilangan sebanyak 19,581\%. Tegangan yang terjadi pada jembatan dilakukan kontrol berurutan sesuai dengan SNI T-12-2004 yaitu berupa kontrol tegangan yang sesuai dengan syarat tegangan saat transfer yaitu tekan < -23,4 MPa dan tank < 1,561 MPa. Kemudian dilakukan kembali kontrol tegangan akibat dari kombinasi pembebanan beban mati ditambah beban hidup dari kendaraan yang sesuai dengan syarat yaitu tekan < -27 MPa dan tank < 3,8729 MPa.
Pada kontrol kestabilan, perhitungan kontrol momen retak (Mcr) dikontrol dengan Mn > I,2 Mcr. Hasil dari perhitungan didapatkan Mn sebesar 152834,924 kNm dan 1,2 Mcr sebesar 133490,5595 kNm. Dari hasil perhitungan tersebut kontrol momen retak dianggap sudah memenuhi.
Selanjutnya untuk lendutan pada jembatan bentang sederhana atau moans akibat beban kendaraan adalah sebesar L/250. Dalam hal ini diketahui syarat lendutan sebesar 220 mm. Lalu pada saat Iayan dihitung lendutan yang terjadi sebesar 69,704 mm sedangkan melalui hasil analisis SAP2000 didapatkan lendutan sebesar 73,34 mm maka lendutan dinyatakan telah memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan dengan validasi perbandingan sebesar 4,96%
PENEGEMBANGAN ALAT BANTU MEDIA PEMBELAJARAN KONSTRUKSI JEMBATAN
Saat ini pembangunan infrastruktur di sejumlah wilayah semakin
meningkat hal ini guna memacu pertumbuhan ekonomi dan mengurangi kesenjangan
pembangunan antar wilayah. Maka dari itu untuk mendukung hal tersebut pemerintah
membutuhkan jasa dibidang konstruksi untuk menciptakan sebuah infrastuktur yang
baik. Sebagai pencetak insinyur-insinyur muda berkualitas tentunya setiap perguruan
tinggi telah menyiapkan strategi terbaiknya untuk mencetak calon-calon pelaku
konstruksi yang baik. Pemilihan metode pembelajaran yang tepat akan mengasilkan
kualitas mahasiswa yang kompetitif. Teknologi 3D (3 Dimensi) merupakan teknologi
yang sedang berkembang dan banyak digunakan secara luas. Teknologi 3D
diciptakan untuk membantu memodelkan suatu objek secara virtual dalam komputer
kemudian mengolahnya. Tujuan dari skripsi ini adalah membuat pengembangan
media pembelajaran konstruksi jembatan dengan teknologi 3D guna mempermudah
mahasiswa dalam memahami bagian-bagian dari jembatan.
Hasil dari skripsi ini adalah video animasi pembelajaran konstruksi
jembatan, Dalam penyusunan video pembelajaran ini berdasarkan pada silabus
pembelajaran konstruksi jembatan. Inti yang dibahas didalam video adalah
mengenai pembebanan jembatan, tipe-tipe jembatan beserta detail bagiannya, dan
layout jembatan. Tipe tipe jembatan yang ditampilkan adalah jembatan beton,
jembatan rangka baja, jembatan lengkung, jembatan gantung, dan jembatan cable
stayed. Didalam video terdapat pula keterangan-keterangan mengenai detail
bagian jembatan berserta peraturan-peraturan yang digunakan dan penambahan
audio guna memperjelas isi dalam video. Video animasi pembelajaran konstruksi
jembatan ini dikembangankan dengan alat bantu pemodelan 3D yaitu Sketchup
dan editor video CorelVideoX6 guna membantu pengisian audio dan text pada
video. Setelah penyusunan video pembelajaran selesai dilanjutkan melakukan uji
coba kepada mahasiswa-mahasiwa yang belum menempuh mata kuliah konstruksi
jembatan dengan jumlah 40 peserta dan dilakukan didalam ruang kelas. Dari
survey yang telah dilakukan dapat diketahui mahasiswa lebih paham dengan bantuan video animasi konstruksi jembatan dengan peningkatan sampai 20% yang
dilihat dari banyaknya mahasiswa menjawab pertanyaan dengan benar
Karakteristik Kuat Tekan Beton Geopolimer SCC dengan Penambahan Variasi Superplasticizer
Beton geopolimer merupakan beton yang terbentuk dari beberapa reaksi kimia dan berbeda seperti beton pada umumnya yang menggunakan reaksi hidrasi. Dalam pembuatan beton geopolimer memanfaatkan material buatan sebagai bahan pengganti semen. Fly ash dari hasil pembakaran batu bara digunakan sebagai sumber material pengganti semen dalam campuran beton yang diketahui mengandung senyawa silika (Si) dan dapat menjadi senyawa pozzolan yang mana senyawa tersebut dapat meningkatkan kuat tekan beton.
Dalam Penelitian ini, metode yang dapat diterapkan untuk memperoleh sifat SCC pada beton geopolimer adalah dengan penambahan penggunaan superplasticizer yang berfungsi untuk memberikan sifat encer pada adonan beton. Variasi penambahan kadar superplasticizer yang digunakan sebesar 2%, 2,5%, 3%, dan 3,5%.
Dari hasil uji slump flow, v funnel, maupun l shaped box menunjukkan hasil yang sama yakni dengan penambahan kadar superplasticizer pada campuran beton geopolimer SCC dapat meningkatkan workability. Dari aspek flowability yang masuk kategori SCC menurut EFNARC yaitu variasi superplasticizer 2%, 2,5%, dan 3%. Sedangkan dari aspek filling ability dan passing ability yang masuk dalam kategori SCC menurut EFNARC yaitu variasi superplasticizer 2%, 2,5%, 3%, 3,5%.
Dari hasil uji kuat tekan kondisi oven dan kering menunjukkan perbedaan kuat tekan. Pada umur 28 hari keadaan oven, terlihat bahwa nilai kuat tekannya lebih besar daripada keadaan kering. Sedangkan pada umur 3 hari kuat tekan pada keadaan oven memiliki jarak yang besar daripada keadaan kering yang mana kondisi tersebut disebabkan oleh lebih cepat mengeringnya beton karena suhu pada kondisi oven
Perencanaan Jembatan Pondok Nongko Banyuwangi Menggunakan Box Girder
Jembatan Pondok Nongko adalah jembatan penghubung Desa Sukojati dan
Desa Pondok Nongko yang berada di Kecamatan Kabat, Kabupaten Banyuwangi.
Dalam tugas akhir ini dilakukan studi perencanaan jembatan Pondok Nongko
dengan box girder sebagai struktur utamanya. Jembatan ini direncanakan dengan
bentang 50 meter yang terdiri dari 2 lajur 2 arah dengan lebar per arah 3,5 meter
MODIFIKASI JEMBATAN KALI BLENCONG (SISI SELATAN) JAKARTA UTARA DENGAN I – GIRDER PRESTRESS CONCRETE
Jembatan Kali Blencong terletak di Cilincing, Jakarta Utara. Jembatan ini
menghubungkan kawasan pergudangan marunda menuju jalan Cakung Cilincing atau
Tj. Priok yang terhalang oleh sungai. Berdasarkan informasi dari Dinas Perhubungan
dan Transportasi DKI jembatan ini ditutup dari tanggal 23 mei hingga 31 desember
2016, karena mengalami kerusakan pada bagian aspal yang terkelupas hingga dasar
jembatan dengan ukuran 1 x 3 meter. Kerusakan ini disebabkan oleh pengalihan arus
dari jembatan Kali Blencong sisi utara.
Pada Tugas Akhir ini Jembatan Kali Blencong tersebut direncanakan ulang
jembatan yang semula panjang 106 meter dengan menggunakan kombinasi beton
prategang dan rangka baja, dimodifikasi menggunakan beton prategang tipe I Girder
pracetak sepenuhnya yang terbagi atas 3 bentang yaitu: 33 meter, 40 meter, 33meter
guna memperlancar mobilitas kendaraan di kawasan tersebut.
Struktur utama jembatan menggunakan material beton pratekan . Metode
penegangan yang digunakan yaitu metode pasca tarik. Besarnya gaya prategang
aawal ditentukan berdsarkan persamaan tegangan yang terjadi pada penampang
girder. Tahap berikutnya yaitu menentukan letak tendon yang aman sehingga
tegangan yang ditimbulkan memenuhi tegangan ijin yang diisyaratkan.
Berdasarkan analisa perhitungan Sandaran terdiri dari atas dua buah pipa baja
galvanis ø 13,9 cm BJ-37, tiang sandaran dengan profil baja WF (100 x 50 x 5 x 7)
setinggi 500 mm, dan dinding sandaran menggunakan beton bertulang dengan tebal
25 cm setinggi 500 mm. Trotoar menggunakan beton bertulang dengan tebal 25 cm.
Plat lantai kendaraan menggunakan beton bertulang dengan tebal 20 cm.
Diafragma menggunakan beton bertulang dengan ukuran 20 cm x 128 cm,
gelagar utama merupakan beton pratekan dengan P = 4123,333 kN dan 7-wire strand
super grade sebanyak 31 buah yang disebar dalam 3 tendon. Kehilangan gaya
pratekan yang terjadi adalah 15,402 % . Lendutan total yang terjadi adalah 10,97
mm .
Tumpuan direncanakan menggunakan elastomer dengan dimensi 700 mm x
550 mm x 120 mm sebanyak 7 lapis. Struktur bawah jembatan didesain dengan
menggunakan dimensi abutment 7 m x 9,5 m. Untuk pondasi direncanakan pondasi
tiang pancang diameter 60 cm dengan kedalaman 20 m dari dasar abutment
- …
