1,783,395 research outputs found
Prabu Brawijaya Wahyu Cakraningrat
Prabu Brawijaya Wahyu Cakraningrat mengandung arti bahwa Brawijaya adalah seorang raja yang mendapatkan wahyu atau anugrah kepemimpinan dari Tuhan. Garapan ini ingin melukiskan nilai-nilai kepemimpinan, keteladanan dan kebangsaan yang diwariskan melalui dinasti terakhir kerajaan Majapahit. Pesan yang ingin disampaikan adalah agar generasi muda masa kini memiliki spirit kepemimpinan dan sikap kebangsaan dalam mempertahankan dan memperjuangkan kemuliaan dan kejayaan bangsa. Garapan ini berbentuk oratorium kolosal yang dibawakan oleh 400 orang pendukung dengan iringan Gamelan Gong Gede, sebuah barungan Gamelan terbesar di Bali yang bernuansa agung.
Prabu brawijaya adalah raja Majapahit terakhir yang mewariskan semangat kebangsaan dan kenegaraan.Zaman keemasan kraton Majapahit selalu dikenal dari masa ke masa dengan penuh rasa kebanggaan. Wilayah luas, pemerintahan berwibawa, militer kuat, rakyat makmur, pendidikan maju, penguasaan bahari kelautan dan kebudayaan berkembang adalah prestasi gemilang yang diukir oleh Brawijaya dalam memimpin kerajaan yang beribukotakan di Trowulan, Mojokerto. Dalam lintasan sejarah prabu Brawijaya mengemban wahyu cakraningrat sebagai figure yang kepimpinan patut dijadikan teladan, referensi dan inspirasi bagi generasi masa kini
KONSEP WAHYU MENURUT ISLAM DAN KRISTEN (STUDI KOMPARATIF)
WAHYU NINING AGUSTINA (2021) : KONSEP WAHYU MENURUT ISLAM DAN KRISTEN
(STUDI KOMPARATIF)
ABSTRAK
Konsep Wahyu Menurut Islam dan Kristen (Studi Komparatif)
Wahyu Nining Agustina
Wahyu merupakan konsep dasar keimanan manusia beragama dalam menjalani
kehidupan di dunia. Karena isi dari wahyu berupa pengetahuan, perintah, ancaman
dan juga balasan yang akan diberikan oleh Allah kepada manusia, sehingga
wahyu menjadi pedoman primer bagi manusia beragama. Banyak yang
beranggapan bahwa wahyu hanyalah kitab suci, namun pada hakikatnya wahyu
memiliki arti yang lebih luas yakni komunikasi antara sang Pencipta dengan
manusia pilihan-Nya. Oleh sebab itu, dalam penelitian ini penulis membuat dua
rumusan masalah yakni: 1. Bagaimana konsep wahyu menurut islam dan Kristen?
2. Di mana letak persamaan dan perbedaan antara konsep wahyu islam dan
Kristen?. Tujuan dari penelitian ini yaitu: untuk mengetahui perbedaan dan
persamaan konsep wahyu Islam dan Kristen. Penelitian ini merupakan penelitian
pustaka (library research) dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dan
komprehensif. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi
pustaka. Hasil menunjukkan bahwa baik dalam Islam maupun Kristen memiliki
kesamaan, yakni wahyu dibukukan menjadi kitab suci dengan tujuan untuk
memelihara hingga akhir zaman (kiamat). Namun, perbedaannya terletak pada
pembukuan wahyu itu sendiri. Dalam Islam, pembukuan Al-Qur‟an tidak
dilakukan sebagaimana lamanya Bibel dibukukan.
Kata kunci: Islam, Kristen, Konse
Tugas Individu Perekonomian Indonesia Kp D (galih wahyu kristian)
tugas individu Perekonomian Indonesia Kp D (Galih Wahyu Kristian 130217927
UAS ilmu negara Srie arini wahyu ningsih(2010003600133)
Nama:Srie arini wahyu ningsih Nim:2010003600133 (1H1
Bahasa Arab Berbasis Wahyu Memandu Ilmu untuk Prodi Biologi
Buku Bahasa Arab untuk Prodi Biologi Berbasis Wahyu Memandu Ilmu dapat dimanfa’atkan oleh Mahasiswa Prodi Pendidikan Biologi pada Fakultas Tarbiyah dan Keguruan dan Jurusan Biologi pada Fakultas Sains dan Teknologi. Buku ini mengembangkan dua keterampilan berbahasa Arab; Membaca (al-Qira’ah) dan Menulis (al-Kitabah al-Imlaiyyah). Setiap teks Qira’ah yang disajikan terdapat ayat Al-Qur’an yang dijadikan sumber ilmu pengetahuan-nya. Didalamnya memuat 16 Bab; 14 Bab mengkaji tujuh judul pembahasan dan pada setiap judul terdapat Empat Durus (Pelajaran); Dars al-Mufradat, Dars al-Qira’ah, Dars al-Tarakib dan Dars al-Kitabah al-Imlaiyyah dan 2 Bab terdapat Latihan Soal
Inkulturasi dalam Pertunjukan Wayang Wahyu: Katekese Iman Melalui Seni
After the Second Vatican Council, the Church showed an open attitude towards local cultural influences as an integral part of its pastoral mission. In Indonesia, the Church responded to this current by adopting various forms of inculturation that went beyond ritual and worship aspects. Br. L. Timotius Wignyosubroto, FIC, responded to this challenge by developing the concept of Wayang Wahyu as an innovative means of faith catechesis through art. Through the establishment of the Ngajab Rahayu group in Surakarta, Wayang Wahyu became a medium that combines elements of traditional Wayang Kulit art with biblical narratives from the Old and New Testaments, as well as religious figures such as the founder of the Order and saints. In every Wayang Wahyu performance, theological dimensions are manifested, such as the Trinity, Christology, Pneumatology, Ecclesiology, and Anthropology. Wayang Wahyu is not just a performing art, but also a creative instrument to instill Christian values and deepen faith catechesis in the local cultural context.AbstrakPasca Konsili Vatikan II, Gereja menunjukkan sikap terbuka terhadap pengaruh budaya lokal sebagai bagian integral dari misi pastoralnya. Di Indonesia, Gereja merespon arus ini dengan mengadopsi berbagai bentuk inkulturasi yang melampaui aspek ritual dan peribadatan. Br. L. Timotius Wignyosubroto, FIC, merespons tantangan ini dengan mengembangkan konsep Wayang Wahyu sebagai sarana inovatif katekese iman melalui seni. Melalui pendirian kelompok Ngajab Rahayu di Surakarta, Wayang Wahyu menjadi medium yang menggabungkan unsur seni tradisional Wayang Kulit dengan narasi Alkitab dari Perjanjian Lama dan Baru, serta tokoh-tokoh keagamaan seperti pendiri Tarekat dan santo-santa. Dalam setiap pertunjukan Wayang Wahyu, terwujud dimensi-dimensi teologis, seperti Trinitas, Kristologi, Pneumatologi, Eklesiologi, dan Antropologi. Wayang Wahyu bukan hanya sekadar seni pertunjukan, tetapi juga menjadi instrumen kreatif untuk menanamkan nilai-nilai Kristen dan memperdalam katekese iman dalam konteks budaya loka
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERBEDAAN JUMLAH PENGUNJUNG DI TELAGA SARANGAN DAN TELAGA WAHYU DI KECAMATAN PLAOSAN KABUPATEN MAGETAN
Abstrak
Sektor pariwisata merupakan sektor yang potensial untuk dikembangkan sebagai salah satu sumber pendapatan daerah. Pemerintah melakukan usaha memperbesar pendapatan asli daerah, maka program pengembangan dan pendayagunaan sumber daya dan potensi pariwisata daerah diharapkan dapat memberikan sumbangan bagi pembangunan ekonomi.Telaga Sarangan dan Telaga Wahyu adalah salah satu obyek wisata yang terletak di Kabupaten Magetan. Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap jumlah kunjungan wisatawan ke Telaga Sarangan dan Telaga Wahyu adalah aksesibilitas, fasilitas, atraksi, pelayanan, dan promosi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor penarik wisatawan berkunjung dan faktor dominan yang menarik wisatawan berkunjung ke Telaga Sarangan dan telaga Wahyu.
Jenis penelitian ini adalah penelitian survey untuk mendapatkan suatu deskripsi dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini dilaksanakan di Telaga Sarangan dan Telaga Wahyu, dengan obyek penelitian para pengunjung tahun 2015.Sampel yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 30 orang dengan teknik accidental sampling.Data yang digunakan adalah data primer berdasarkan kuesioner serta dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan ditarik sebuah kesimpulan.
Berdasarkan lima variabel yang digunakan dalam penelitian ini maka variabel yang menjadi daya tarik wisatawan berkunjung ke Telaga Sarangan adalah aksesibilitas, fasilitas, atraksi, pelayanan dan promosi. Hal yang menarik wisatawan untuk berkunjung ke Telaga Wahyu adalah aksesibilitas dan pelayanan.Faktor dominan penarik minat wisatawan untuk berkunjung ke Telaga Sarangan adalah atraksi, sedangkan Telaga Wahyu faktor dominan penarik minat wisatawan berkunjung adalah aksesibiltas.
Kata kunci : obyek wisata, wisatawan, dan perseps
ANALISIS PENGARUH BRAND AWARENESS DAN PERCEIVE QUALITY TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN (STUDI KASUS : ELIZABETH WAHYU ASSECORIES)
ANALISIS PENGARUH BRAND AWARENESS DAN PERCEIVE QUALITY TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN (STUDI KASUS : ELIZABETH WAHYU ASSECORIES) - Brand Awareness, Perceived Quality, Keputusan Pembelia
Anugerah itu bernama Wahyu
Pak Suparjo dan Bu lasiyem sudah lama menikah. usia pernikahan mereka telah sampai di usia 10 tahun, tapi belum juga mendapatkan keturunan. Usaha dan doa terus mereka lakukan demi mendapatkan anak. pada saat yang telah ditentukan, Allah SWT memberikan mereka keturunan untuk mereka.Wahyu adalah sebuah nama yang diberikan pada Pak Suparjo dan Bu lasiyem. mereka berdua sangat bahagia dengan lahirnya Wahyu. Mereka mendidiknya dengan penuh kasih sayang. Wahyu pun tumbuh menjadi anak yang cerdas dan saleh.Berbagai cobaan dihadapi Wahyu. namun, Wahyu dapat melaluinya. Dengan kegigihannya, Wahyu dapat menaikkan haji bapaknya yang telah tua renta. Kecerdasan dan kesalihan Wahyu menjadi anugerah yang indah bagi keluarganya.iv, 60 hlm.; 14, 8 cm x 21 c
CENDEKIAWAN - AWS CLOUD DATA ENGINEER AND GEN AI TRACK
PUTRI WAHYU PEBRIANTI. 21024010163. CendekiAwan – AWS Cloud Data Engineer and Gen AI. (Pembimbing: Nuriah Yuliati)
Kampus Merdeka merupakan program yang memberikan kesempatan kepada seluruh mahasiswa untuk mengasah kemampuan sesuai bakat dan minat sebagai langkah persiapan karir atau persiapan memasuki dunia kerja. Pelaksanaan Studi Independen ilaksanakan mulai tanggal 15 Februari 2024 hingga 28 Juni 2024. Pelaksanaan dilakukan secara online dengan pendekatan synchronous (berjadwal) dan asynchronous (mandiri). Pembelajaran synchronous dilaksanakan melalui Zoom, Live Youtube, dan Amazon Webex. Pembelajaran asynchronous melalui AWS Skill Builder maupun platform lainnya. Hasil pelaksanaan mahasiswa selama mengikuti Studi Independen ini mendapatkan pengetahuan dan keterampilan terdiri dari Data Analytics, Cloud Computing, Database Management, Data Visualization, dan Artificial Intelligence (AI). Selain itu, mahasiswa dapat meningkatkan keterampilan dalam pemecahan masalah, public speaking, dan pemecahan masalah. Kegiatan Studi Independen ini memberikan relasi yang lebih lus dan menjadikan mahasiswa lebih siap menghadapi dunia kerja
- …
