1,721,011 research outputs found
Kepentingan Panama Sebagai Negara Tax Haven (Panama Interest as Tax Haven Country)
Nama Panama terseret-seret dalam bocoran dokumen yang dirilis oleh salah satu media di Jerman yang kemudian dikenal sebagai Panama Papers. Bukan karena Terusan Panama yang sangat vital bagi pelayaran dalam perekonomian dunia, akan tetapi karena negeri di ujung wilayah Karibia ini disebut-sebut sebagai salah satu sorga bagi para pengemplang pajak (Tax Haven). Padahal Panama dikenal sebagai negara yang memiliki jalur perdagangan terpenting karena letaknya yang strategis. Terusan Panama mampu menghasilkan devisa yang tidak sekedar cukup bahkan lebih untuk membiayai anggaran belanja negaranya. Namun faktanya, Panama menerapkan kebijakan rendah pajak menjadi Tax Havens untuk menarik investasi asing. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui alasan dibalik keputusan Panama menjadi salah satu negara Tax Havens. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian dekriptif kualitatif. Metode penelitian tersebut meliputi teknik pengumpulan data dan teknik analisis data. Teknik pengumpulan data adalah studi pustaka (library research) dan media internet untuk memperoleh data sekunder. Data tersebut kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keputusan Panama menjadi negara Tax Havens karena didasari suatu kepentingan. Kepentingan Panama yaitu ingin mengambil keuntungan yang nantinya digunakan untuk meningkatkan pertumbuhan PDB nasional yang didapat dengan menarik FDI, pengembangan kawasan ekonomi, dan peningkatan usaha-usaha domestik melalui pinjaman modal usaha
Pembentukan Pemerintahan Baru Jerman
Pada bulan September 2017, Jerman melaksanakan pemilihan umum
untuk memilih anggota Bundestag. Berdasarkan hasil perolehan pemilihan umum
tersebut fraksi Union (gabungan Partai CDU dan Partai CSU) memenangkan
pemilihan umum dengan perolehan 246 kursi. Sedangkan urutan kedua di
menangkan oleh Partai SPD yang berhasil memperoleh 153 kursi. Kemudian
Partai AfD yang berhasil memasuki parlemen untuk pertama kalinya
mendapatkan 94 kursi. Posisi keempat disusul dengan jumlah kursi Partai FDP
sebanyak 80 kursi, 69 kursi untuk Partai Die Linke, dan 67 jumlah kursi bagi
Partai Hijau. Dengan demikian, total jumlah kursi dalam Bundestag pada
pemilihan umum 2017 sebesar 709 kursi. Kemenangan Partai CDU akhirnya
membuat Angela Merkel kembali menempati jabatan Kanselir di Jerman.
Berdasarkan perolehan jumlah kursi yang diraih oleh fraksi Union, jumlah
tersebut masih belum mencapai setengah kursi mayoritas dalam Bundestag.
Kondisi itu membuat Partai CDU harus membentuk koalisi dengan partai politik
lain. Namun menariknya, ajakan koalisi Partai CDU sebagai partai yang
memenangkan pemilihan umum mengalami hambatan. Sejumlah partai politik
yang berhasil masuk Bundestag pada pemilihan umum tahun 2017 tidak
menunjukkan keinginan mereka untuk bergabung. Oleh karena itu, penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui proses dalam membentuk pemerintahan baru Jerman.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian literature research, dimana
untuk pengumpulan data menggunakan data sekunder yang berasal dari media
cetak, situs internet atau website resmi, buku cetak maupun elektronik (e-book).
Analisis data dilakukan dengan teknik analisis deskriptif kualitatif. Data-data
tersebut dianalisis, kemudian di deskripsikan atau diinterpretasikan untuk
memperoleh gambaran secara utuh terkait permasalahan yang diteliti.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hambatan Partai CDU dalam
membentuk pemerintahan baru Jerman dipengaruhi oleh perdebatan kebijakan
antar partai. Dalam penelitian ini penulis memetakan tujuh alternatif koalisi
sebagai langkah Partai CDU dalam mencari partner koalisi. Antara lain, fraksi
Union-AFD-Die Linke, Union-Partai Hijau-AFD, Union-FDP-AFD, Union-FDPDie Linke, Union-Partai Hijau-Die Linke, Union-SPD (Koalisi Besar), dan UnionFDP-Partai Hijau (Koalisi Jamaika). Kesulitan Partai CDU terletak pada Partai
AfD dan Partai Die Linke. Partai CDU merupakan partai politik berhaluan
demokrasi liberal atau partai tengah-kanan di Jerman. partai ini cenderung
mengakui adanya hak-hak individu, kebebasan dalam beragama, dan solidaritas
yang tinggi. Sedangkan Partai AfD adalah partai sayap kanan yang cenderung
radikal. Partai ini mendukung gerakan anti-Islam dan anti-pengungsi di Jerman.
Kemudian bila dibandingkan dengan ideologi Partai Die Linke, partai ini
menganut ideologi sosialis, cenderung anti pada kapitalisme dan anti privatisasi.
Ideologi ini berbeda dengan Partai CDU yang lebih liberal. Kemudian hambatan
karena faktor kebijakan, kesulitan Partai CDU terletak pada Partai SPD dan Partai
FDP. Pasca pemilihan umum 2017, Partai SPD memilih menjadi partai oposisi
dan tidak ingin membangun koalisi dengan Partai CDU. Selain itu muncul
ketidaksepakatan terkait masalah kebijakan ketenagakerjaan dan jaminan
kesehatan. Sedangkan Partai FDP tidak ingin membangun koalisi dengan CDU
karena tidak memiliki kesamaan visi misi dalam rencana kebijakan energi di
Jerman.
Munculnya hambatan ini membuat Presiden Jerman akhirnya membantu
dalam upaya membangun koalisi dengan Partai SPD. Upaya ini membuat
negosiasi mencapai kata sepakat. Beberapa kesepakatan koalisi ini karena adanya
alokasi jabatan menteri yang diberikan pada Partai SPD. Seperti, menteri luar
negeri, menteri ketenagakerjaan, dan menteri keuangan yang seharusnya dipegang
oleh partai pemenang pemilihan umum. Kesepakatan lain, yaitu adanya
pembatasan pengungsi dan peningkatan lapangan kerja. Berdasarkan hasil koalisi
tersebut, Partai CDU dan Angela Merkel cenderung terlihat sedikit mengabaikan
tujuan partainya demi mewujudkan koalisi dengan Partai SPD
KEPUTUSAN AMERIKA SERIKAT MELIBATKAN HALLIBURTON DAN BLACKWATER SECURITY CONSULTING PADA PROSES REKONSTRUKSI IRAK PASCA INVASI AMERIKA SERIKAT KE IRAK
Segala aktivitas yang dilakukan oleh peneliti pasti memiliki tujuan tertentu,
karena tujuan akan memberikan arah dalam pelaksanaan penelitian. Oleh karena itu
tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk menganalisa kepentingan
Amerika Serikat menggunakan Halliburton dan Blackwater Security Consulting
dalam proses rekonstruksi Irak pasca invasi Amerika Serikat
PENGARUH PELATIHAN DAN PEMBERIAN INSENTIF TERHADAP KINERJA PEGAWAIMELALUI KEPUASAN KERJA (STUDI PADA INSPEKTORAT KABUPATEN SITUBONDO)
Organisasi yang ingin berhasil dalam mencapai tujuannya harus selalu berusaha untuk meningkatkan kinerjanya. Faktor yang mempengaruhi kinerja pegawai menurut teori dan kajian empiris adalah pelatihan, pemberian insentif dan kepuasan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelatihan, pemberian insentif terhadap kinerja pegawai. Penelitian ini menggunakan variabel kepuasan kerja sebagai variabel intervening. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai Inspektorat Kabupaten Situbondo, sedangkan yang menjadi sampel adalah sejumlah 34 orang. Data diperoleh dengan memberikan kuesioner pada seluruh responden. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis jalur (Path Analysis) dengan bantuan program SPSS 17 for Windows.
Hasil analisis data menunjukkan bahwa pelatihan berpengaruh langsung terhadap kepuasan kerja. Pemberian Insentif secara langsung berpengaruh terhadap kepuasan kerja. Pelatihan berpengaruh langsung terhadap Kinerja Pegawai. Pemberian insentif secara langsung berpengaruh terhadap Kinerja Pegawai. Pengujian pengaruh kepuasan kerja terhadap kinerja pegawai diperoleh hasil bahwa kepuasan kerja secara langsung tidak berpengaruh terhadap kinerja pegawai. Pengujian tidak langsung diperoleh hasil sebagai berikut : 1) pelatihan berpengaruh terhadap kinerja pegawai melalui kepuasan kerja; 2) pemberian insentif berpengaruh terhadap kinerja pegawai melalui kepuasan kerja
KEPUTUSAN PEMERINTAH AUSTRALIA MENETAPKAN KONVERSI LANGSUNG MATA UANG DOLAR AUSTRALIA DENGAN RINMINBI CINA
Sejak tahun 2008, Australia merupakan produsen utama dari beberapa negara di
Asia, termasuk Cina. Jumlah ekspor barang dan jasa Australia ke Cina terus mengalami
peningkatan pada tahun 2010. Komoditi utama yang di ekspor ke Cina adalah sumber
daya alam mentah seperti batu bara, minyak mentah, emas, dan bijih besi. Sebagai negara
industri maju, Australia juga membutuhkan barang dan bahan yang di gunakan untuk
mendukung proses industri dalam negerinya, sehingga Australia juga mengimpor barangbarang
tersebut dari negara lain, dan sebagian besar barang yang di impor Australia
adalah dari Cina. Namun, dalam transaksi perdagangan, kedua negara belum mempunyai
mekanisme untuk melakukan konversi langsung antara Dolar Australia dengan Renminbi,
sehingga kedua negara menggunakan Dolar AS sebagai alat transaksi. Dengan demikian
semua komoditas dihargai dengan mata uang AS. oleh karena itu, Julia Gillard sebagai
Perdana Menteri Australia ( 2010-2013) memutuskan untuk menetapkan konversi langsung
mata uang Dolar Australia dengan Renminbi Cina.
Penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Metode penelitian tersebut meliputi
teknik pengumpulan data dan teknik analisis data. Teknik pengumpulan data adalah
studi pustaka (library research) untuk memperoleh data sekunder.
Hasil Penelitian menunjukan bahwa alasan mengapa pemerintah Australia
menetapkan konversi langsung Dolar Australia, adalah pertama beberapa negara tidak lagi menggunakan Dolar AS sebagai alat transaksi untuk berdagang dengan Cina, dan
justru menggunakan Yuan. Kedua, persepsi Julia Gillard terhadap Cina berbeda dengan
pemerintah Australia sebelumnya, yang menganggap bahwa Cina sebagai ancaman.
Ketiga, melalui kebijakan ini, Gillard berupaya untuk meningkatkan citra Partai Buruh
Australia. Keempat, dengan adanya konversi langsung mata uang ini, maka dalam
transaksi perdagangan dengan Cina, akan semakin lancar, sehingga akan semakin
meningkatkan jumlah ekspor barang dan jasa Australia ke Cina. Selain itu, dengan
adanya sistem konversi langsung ini dinilai lebih sederhana, sehingga akan lebih
menghemat waktu dan biaya transaksi. Terakhir, pemerintah Australia
mempertimbangkan stabilitas nilai tukar Yuan. Stabilitas nilai tukar Dolar Australia
terhadap Yuan di sebabkan oleh surplus perdagangan Australia terhadap Cina setiap
tahunya, serta sistem “managed exchange rate” yang di tetapkan oleh pemerintah Cina
terhadap Dolar AS. Sehingga kebijakan ini juga berdampak pada nilai tukar Dolar
australia terhadap Cina, yang tetap stabil
Co-Branding Wonderfulindonesia Dengan Garuda Food di India
Skripsi ini membahas tentang alasan Kementrian Pariwisata Indonesia
memilih melakukan co-branding Wonderful Indonesia dengan Garuda Food di
India. Kekayaan alam dan budaya yang dimiliki bangsa Indonesia memiliki nilai
jual yang berpotensi dalam sektor pariwisata. Pada tahun 2017, Kementerian
Pariwisata Indonesia memilih untuk membuka kesempatan kerja sama dengan
pihak swasta dengan strategi co-branding Wonderful Indonesia. Strategi ini
dilakukan untuk mempercepat target 20 juta kunjungan wisatawan di tahun 2019.
Kementerian Pariwisata membutuhkan sinergi antara pihak pemerintah dan swasta
untuk memperkuat brand equity dari Wonderful Indonesia. Dari 130 brands
perusahaan yang melakukan penandatangan MoU dengan Kementrian Pariwisata
penulis hanya berfokus pada studi kasus co-branding Wonderful Indonesia dengan
Garuda Food di India. Terpilihnya India sebagai fokus penelitian karena potensi
wisatawan India sangat besar, sebanyak 23% dari total penduduk India melakukan
kunjungan keluar negeri, namun hanya sekitar 1,5% wisatawan dari Indonesia
yang berkunjung ke Indonesia. Hal ini menjadi concern Kementerian Pariwisata
untuk bisa meningkatkan kunjungan wisatawan India ke Indonesia. Oleh karena
itu diperlukan upaya untuk memperkenalkan pariwisata Indonesia melalui cobranding
Wonderful Indonesia dengan Garuda Food kepada masyarakat India,
agar masyarakat India lebih familiar dengan pariwisata Indonesia.
Data dalam penelitian ini diperoleh dari data sekunder yakni dari internet,
media massa, buku, paper, artikel ilmiah, majalah, dan dokumen-dokumen tertulis
lainnya. Data-data yang yang diperoleh digunakan untuk menganalisis rumusan
masalah dalam peneitian ini. Dalam memaparkan objek tulisan, penulis menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif. Konsep yang digunakan untuk
mengolah data-data penelitian ini menggunakan konsep co-branding.
Berdasarkan hasil penelitian, alasan Kementerian Pariwisata Indonesia
melakukan co-branding Wonderful Indonesia dengan Garuda Food di India
adalah untuk mempercepat peningkatan target kunjungan wisatawan pada tahun
2019. Dengan strategi co-branding Wonderful Indonesia dengan Garuda Food di
India maka pariwisata Indonesia dapat memperkuat brand equity-nya. Hal
tersebut dikarenakan besarnya pasar yang dimilki Garuda Food di India,
dikarenakan masyarakat sudah familiar dengan produk-produk dari Garuda Food.
Oleh karena itu strategi co-branding ini diharapkan dapat menaikkan citra serta
awareness masyarakat India terhadap pariwisata Indonesia melalui Wonderful
Indonesia
Upaya Asosiasi dan MNC Dalam Menjadikan E-Sports Sebagai Olahraga Olimpiade
E-Sports adalah olahraga elektronik yang mempertandingkan atlet-atletnya dalam sebuah video game. E-Sports sangat terkenal di negara China, Korea Selatan dan Amerika Serikat, terutama di kalangan para pemuda atau yang bisa disebut generasi millennial. E-Sports pertama kali muncul dibelahan dunia bagian Barat, terutama negara Amerika Serikat. Namun demikian, popularitas E-Sports menjadi sangat kuat dinegara-negara benua Asia terutama Asia Timur. Olahraga elektronik masih belum dianggap sebagai olahraga Olimpiade bagi International Olympic Committee (IOC). International Olympic Committee (IOC) adalah organisasi internasional yang memiliki wewenang tertinggi dalam rangkaian Olimpiade. International Olympic Committee (IOC) masih menganggap bahwa olahraga elektronik atau E-Sports belum sepenuhnya memenuhi persyaratan kriteria sebuah olahraga Olimpiade. Asosiasi-asosiasi dan perusahaan-perusahaan industri E-Sports berupaya agar E-Sports atau olahraga elektronik memenuhi kriteria sebuah olahraga Olimpiade.
Penulisan skripsi ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yang dimana data yang digunakan diambil dari pernyataan-pernyataan resmi organisasiorganisasi internasional. International Olympic Committee (IOC) menetapkan hal-hal apa saja yang perlu dipenuhi oleh sebuah olahraga untuk dapat hadir dalam rangkaian Olimpiade. Persyaratan-persyaratan kriteria tersebut dicantumkan dalam situs resmi International Olympic Committee (IOC) dan media-media internasional yang membahas terkait dunia olahraga.
Data yang digunakan juga diambil dari laporan-laporan media internasional terkait perkembangan E-Sports diseluruh dunia
Cryptocurrency Sebagai Instrumen Mempertahankan Kekuasaan: Studi Kasus Kepemimpinan Presiden Nicolás Maduro DI Venezuela (Tahun 2017-2019)
Jatuhnya Venezuela sebagai negara kaya minyak dimulai pada 2014 ketika harga minyak dunia turun drastis. Minyak Venezuela memperoleh 95% dari pendapatan ekspor. Ketika Presiden Hugo Chavez memimpin dari tahun 1999 hingga kematiannya pada tahun 2013, Chavez menggunakan sebagian dana tersebut untuk membiayai sejumlah program sosial guna mengurangi ketimpangan dan kemiskinan, namun sejak kematiannya dan jatuhnya harga minyak, Venezuela telah memasuki fase krisis. Saat kepemimpinan penggantinya, Nicolas Maduro, Venezuela semakin terjerumus ke berbagai krisis, krisis kemanusiaan, krisis ekonomi dan politik. Pada tahun 2017, Maduro mengumumkan pernyataan yang menimbulkan pro dan kontra, bahwa ia menerapkan Cryptocurrency dengan nama "Petro" yang didukung oleh cadangan minyak, gas, emas dan berlian dengan klaim bahwa itu bisa membantu Venezuela dalam masalah kedaulatan moneter, untuk melakukan transaksi keuangan dan mengatasi blokade keuangan.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa penggunaan Cryptocurrency sebagai instrumen mempertahankan kekuasaan Maduro sebagai Presiden Venezuela. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur untuk mengumpulkan data dan metode deskriptif kualitatif untuk menganalisis data. Konsep yang digunakan dalam skripsi ini adalah Two Level Game yang menganalisa kegiatan politik dua arah oleh Maduro dengan penerapan Cryptocurrency di ranah domestik dan internasional dengan tujuan mempertahankan kekuasaannya
Akuisisi Perusahaan Uber oleh Grab di Indonesia
Berdasarkan Pembahasan penelitian diatas, dapat disimpulkan bahwa alasan
Grab melakukan akuisisi pada Uber di Indonesia di dasarkan pada beberapa alasan
yaitu alasan keuntungan operasional, keuntungan finansial, pertumbuhan perusahaan,
dan potensi diversifikasi.
Keuntungan operasional yang dimaksud adalah dengan melakukan akuisisi
pada Uber, Grab sudah bisa merekrut seluruh karyawan Uber di Asia Tenggara yang
jumlahnya 500 orang, sejumlah aset dan operasional Uber di 8 negara di Asia
Tenggara, serta mitra pengemudi, pelanggan, hingga marchant yang sebelumnya
menjadi mitra Uber akan berpindah pada Grab
Respon Indonesia Terhadap “Kampanye Hitam” Ekspor Sawit Oleh Uni Eropa
Minyak kelapa sawit adalah suatu komoditas primadona bagi Indonesia.
Indonesia memiliki luas perkebunan kelapa sawit sekitar 11 juta hektar menjadikan
Indonesia sebagai negara dengan produksi sawit paling besar di dunia. Banyak
negara yang membutuhkan minyak sawit Indonesia. Salah satunya ialah negaranegara di Uni Eropa. Uni Eropa menjadi salah satu tujuan ekspor terbesar Indonesia.
Jenis yang paling banyak dibutuhkan ialah minyak sawit mentah atau Crude Palm
Oil (CPO) yang nantinya akan diolah menjadi produk turunan menjadi seperti
makanan maupun campuran biodiesel. Anehnya, Parlemen Eropa mengesahkan
Resolusi Sawit yang berisi pelarangan minyak sawit Indonesia untuk masuk ke Uni
Eropa pada tahun 2017. Larangan yang dimaksud ialah minyak sawit yang
diperuntukkan untuk bahan campuran biodiesel dengan alasan bahwa minyak sawit
Indonesia tidak ramah lingkungan dan mengancam habitat satwa hutan. Indonesia
pun meradang dan menganggap Uni Eropa melakukan “kampanye hitam”.
Indonesia kemudian melakukan upaya-upaya diplomasi dengan harapan Parlemen
Eropa menghapus kebijakannya tersebut. Sayangnya, upaya diplomasi tersebut
hingga sekarang masih belum berhasil.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisis upaya-upaya
diplomasi Indonesia terkait permasalahan “kampanye hitam” minyak sawit.
Sedangkan fokusnya yakni terkait bagaimana serangkaian proses diplomasi yang
sudah dilakukan oleh berbagai elemen. Padahal sudah banyak pihak yang
melakukan diplomasi mulai dari Presiden, menteri, anggota DPR, hingga warga
sipil juga ikut serta berpartisipasi, namun hasilnya belum memuaskan
- …
