1,721,004 research outputs found

    PENGARUH EKSTRAK DAUN BAMBU TALI (Gigantochloa apus (Schult. & Shult. f.) Kurz.) TERHADAP PENURUNAN KADAR ASAM URAT DARAH MENCIT JANTAN BALB-C (Mus musculus L.) HIPERURISEMIA DAN PEMANFAATANNYA SEBAGAI KARYA ILMIAH POPULER

    No full text
    Pengaruh Ekstrak Daun Bambu Tali (Gigantochloa apus (Schult. & Shult. f.) Kurz.) terhadap Penurunan Kadar Asam Urat Darah Mencit Jantan Balb-C (Mus musculus L.) Hiperurisemia dan Pemanfaatannya sebagai Karya Ilmiah Populer; Auliya Novitasari; 2015; 64 halaman; Program Studi Pendidikan Biologi; Jurusan Pendidikan MIPA, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Jember. Daun bambu tali secara umum mengandung senyawa fenolik, triterpenoid, glikosida, dan flavonoid. Senyawa flavonoid merupakan senyawa yang berpotensi sebagai antioksidan. Flavonoid juga merupakan senyawa yang bekerja sebagai penghambat enzim xantin oksidase yang mengubah hipoxantin menjadi xantin dan asam urat sehingga dapat mengurangi produksi asam urat yang berlebih. Potensi kandungan flavonoid pada daun bambu tali yang mampu menghambat pembentukan asam urat perlu dilakukan pengujian. Pengetahuan tentang potensi daun bambu tali yang dapat dikembangkan untuk pengobatan herbal tradisional dalam menurunkan kadar asam urat perlu diketahui oleh masyarakat umum sehingga hasil dari penelitian ini dibuat dalam bentuk karya ilmiah populer yang dapat digunakan sebagai buku bacaan oleh masyarakat umum. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak daun bambu tali terhadap penurunan kadar asam urat darah mencit hiperurisemia, mengetahui dosis ekstrak daun bambu tali yang paling berpengaruh terhadap penurunan kadar asam urat darah mencit hiperurisemia, dan mengetahui karya ilmiah populer tentang pengaruh pemberian ekstrak daun bambu tali terhadap penurunan kadar asam urat layak digunakan sebagai buku bacaan masyarakat. Penelitian ini terdiri atas dua macam penelitian yaitu penelitian eksperimental laboratories dan uji kelayakan produk karya ilmiah populer. Penelitian eksperimental laboratoris untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun bambu tali dalam menurunkan kadar asam urat mencit dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) sedangkan uji kelayakan buku ilmiah populer dilakukan untuk menguji kelayakan buku ilmiah populer sebagai buku bacaan masyarakat. Penelitian dilakukan pada bulan April sampai Agustus 2015. Analisis data yang digunakan untuk penelitian eksperimental adalah uji Anova yang dilanjutkan dengan uji Duncan sedangkan untuk uji kelayakan produk karya ilmiah populer menggunakan instrumen validasi karya ilmiah populer. Mencit yang digunakan dalam penelitian ini adalah mencit jantan strain Balb-C berumur 2-3 bulan dengan berat 18-20 gram. Mencit dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan, yaitu kontrol positif (allopurinol 10 mg/kgBB), kontrol negatif (CMC Na 0,5%), P1 (195 mg/kgBB), P2 (390 mg/kgBB), dan P3 (780 mg/kgBB). Mencit yang sudah diberi perlakuan selama 29 hari kemudian diambil darahnya dengan menggunakan mikropipet hematokrit melalui sinus orbital mata untuk diukur penurunan kadar asam urat. Darah yang diperoleh lalu ditampung dalam mikrotube dan dibiarkan menjedal selama 1 jam. Darah kemudian disentrifugasi dengan kecepatan 4000 rpm selama 10 menit. Serum yang diperoleh kemudian diambil untuk dilakukan pengukuran kadar asam urat dengan metode colorimetric enzimatik (metode urikase) yang menggunakan pereaksi kit untuk asam urat dan dianalisis dengan menggunakan biolyzer pada panjang gelombang 546 nm dan suhu 37oC. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata persentase penurunan kadar asam urat dari yang tertinggi hingga terendah yaitu kontrol positif sebesar 80,23%±16,85, kelompok P1 sebesar 46,56%±15,37, kelompok P2 sebesar 30,79%±8,54, kelompok P3 sebesar 21,16%±30,22 dan kontrol negatif sebesar -48,98%±22,17. Adapun hasil uji kelayakan produk ilmiah populer adalah sebesar 85,42% sehingga dapat dikatakan bahwa produk buku ilmiah populer layak digunakan sebagai buku bacaan masyarakat. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan menjadi beberapa hal, yaitu ekstrak daun bambu tali berpengaruh terhadap penurunan kadar asam urat darah mencit jantan, dosis ekstrak bambu tali yang paling berpengaruh terhadap penurunan kadar asam urat mencit adalah dosis 195 mg/kgBB yaitu sebesar 46,56% ± 15,37, dan hasil penelitan tentang pengaruh ekstrak daun bambu tali terhadap penurunan kadar asam urat mencit jantan layak digunakan sebagai karya ilmiah populer

    PENGARUH SERBUK CACING TANAH (Pheretima javanica K.) TERHADAP PENYEMBUHAN PENYAKIT TIFUS PADA TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) JANTAN DAN PEMANFAATANNYA SEBAGAI BUKU ILMIAH POPULER

    No full text
    Berdasarkan hasil penelitian pengaruh serbuk cacing tanah (Pheretima javanica K.) terhadap penyembuhan penyakit tifus pada tikus putih (Rattus norvegicus) jantan dan pemanfaatannya sebagai buku ilmiah populer, maka dapat disimpulkan sebagai berikut: a. Pemberian serbuk cacing tanah (Pheretima javanica K.) berpengaruh secara signifikan terhadap penyembuhan penyakit tifus pasca infeksi bakteri Salmonella typhi pada tikus putih (Rattus norvegicus) jantan. b. Dosis optimal serbuk cacing tanah (Pheretima javanica K.) yang dibutuhkan untuk penyembuhan penyakit tifus pasca infeksi bakteri Salmonella typhi pada tikus putih (Rattus norvegicus) jantan yaitu dosis perlakuan tiga (1,6 g/0,2 KgBB). c. Berdasarkan hasil validasi buku ilmiah populer yang telah dilakukan oleh dua validator yaitu validator ahli media dan validator ahli materi didapatkan rata-rata nilai sebesar 72,05% dan termasuk dalam kategori layak sehingga produk buku ilmiah populer dengan judul “Khasiat Serbuk Cacing Tanah (Pheretima javanica K.) sebagai Obat Alami Penyembuhan Penyakit Tifus” layak digunakan sebagai buku bacaan masyarakat

    PENGARUH INDUKSI CACING TANAH (Pheretima javanica K.) SEGAR TERHADAP PENYEMBUHAN PENYAKIT TIFUS PADA TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus B.) JANTAN DAN PEMANFAATANNYA SEBAGAI BUKU ILMIAH POPULER

    No full text
    Tifus merupakan penyakit infeksi yang menyerang saluran pencernaan yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi. Pengobatan yang umum dilakukan terhadap penderita tifus adalah pemberian antibiotik sintetik yang dapat menimbulkan efek samping yang tidak diinginkan pada pemakaian jangka panjang. Untuk menghindari efek-efek buruk dari obat sintetik, dapat digunakan bahan alami (hewan) dengan efek samping yang minimal, bahkan tanpa menimbulkan efek samping. Cacing tanah telah dikenal oleh bangsa China sebagai obat tradisional dari berbagai macam penyakit. Jenis cacing tanah yang digunakan dalam penelitian ini adalah cacing tanah (Pheretima javanica K.) dalam bentuk segar. Cacing tanah (Pheretima javanica K.) segar merupakan sediaan cacing tanah utuh bersama isi perutnya yang dicuci bersih dan diblender. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh induksi cacing tanah (Pheretima javanica K.) segar terhadap penyembuhan penyakit tifus pada tikus putih (Rattus norvegicus B.) jantan, untuk mengetahui dosis optimum cacing tanah (Pheretima javanica K.) segar yang mampu menyembuhkan penyakit tifus melebihi obat sintetik berupa kloramfenikol pada tikus putih (Rattus norvegicus B.) jantan serta menganalisis kelayakan hasil penelitian untuk disusun sebagai buku ilmiah populer. Penelitian ini terdiri atas dua macam penelitian yaitu penelitian eksperimental laboratoris dan uji kelayakan produk karya ilmiah populer. Penelitian eksperimental laboratoris untuk menganalis pengaruh induksi cacing tanah (Pheretima javanica K.) segar terhadap penyembuhan penyakit tifus pada tikus putih jantan

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK TALK WRITE (TTW) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VIII D SMPN 1 MANGARAN SITUBONDO

    No full text
    Penelitian ini Dilatar belakangi oleh adanya masalah dalam proses pembelajaran dan hasil belajar siswa yang diperoleh dari hasil observasi dan wawancara yang dilakukan pada bulan April dan Mei 2017 dengan guru dan siswa mata pelajaran IPA Biologi di SMP Negeri 1 Mangaran Situbond

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK TALK WRITE (TTW) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VIII D SMPN 1 MANGARAN SITUBONDO

    No full text
    Kegiatan belajar merupakan kegiatan paling pokok dari keseluruhan proses pendidikan di sekolah. Menurut Slameto (2003: 2) belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya

    PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE ARTIKULASI DENGAN PETA KONSEP TERHADAP MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR IPA-BIOLOGI SISWA (Pokok Bahasan Ekosistem Kelas VII SMPN 11 Jember Tahun Pelajaran 2015/2016)

    Full text link
    Tujuan dari penelitian ini antara lain: (1) untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe artikulasi dengan peta konsep terhadap motivasi belajar siswa, (2) untuk mengetahuai pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe artikulasi dengan peta konsep terhadap hasil belajar siswa, (3) untuk mengetahui korelasi motivasi dan hasil belajar siswa. Penelitian ini dilakukan di SMPN 11 Jember pada kelas VII B (kelas kontrol) dan kelas VII C (kelas eksperimen) tahun ajaran 2015/2016. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuasi eksperimen. Teknik analisis data terhadap motivasi belajar dan hasil belajar kognitif siswa yaitu dengan ANAKOVA, Independent t-test terhadap hasil belajar afektif, serta analisis korelasi Product Moment terhadap korelasi antara motivasi belajar dan hasil belajar siswa. Dari hasil penelitian pada kelas dengan pembelajaran artikulasi dengan peta konsep berpengaruh terhadap motivasi belajar siswa dengan nilai probabilitas 0,000 atau (p) < 0,05. Rerata selisih motivasi awal dan akhir siswa kelas eksperimen lebih tinggi yakni sebesar 5,30 dibandingkan rerata selisih siswa kelas kontrol yakni 1,34. Penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe artikulasi dengan peta konsep terhadap hasil belajar kognitif dan afektif siswa berpengaruh secara signifikan dengan nilai probabilitas lebih kecil dari 0,05 (p=0,000<0,05). Selisih rerata pre-test dengan post-test hasil belajar kognitif siswa sebesar 16,18 pada kelas eksperimen dan sebesar 8,76 pada kelas kontrol, sedangkan rerata hasil belajar afektif pada kelas eksperimen sebesar 81,90 dengan kriteria sangat baik dan hasil belajar afektif pada kelas kontrol sebesar 59,60 dengan kriteria kurang baik. Dari hasil analisis korelasi diperoleh nilai sebesar 0,000 atau (p) < 0,05 yang berarti bahwa terdapat korelasi antara motivasi belajar dan hasil belajar siswa. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe artikulasi dengan peta konsep terhadap motivasi belajar siswa, hasil belajar kognitif dan hasil belajar afektif siswa secara signfikan, serta terdapat korelasi antara motivasi dan hasil belajar siswa secara signfikan

    PENGARUH EKSTRAK DAUN PEPAYA (Carica papaya L.) VARIETAS THAILAND TERHADAP PENURUNAN FERTILITAS MENCIT (Mus musculus L.) JANTAN STRAIN BALB-C DAN PEMANFAATANNYA SEBAGAI BOOKLET PENYULUHAN MASYARAKAT

    No full text
    Berdasarkan hasil penelitian pengaruh ekstrak daun pepaya (Carica papaya L.) terhadap penurunan fertilitas mencit (Mus musculus L.) Strain Balb-C dan pemanfaatannya sebagai booklet penyuluhan masyarakat, maka dapat disimpulkan sebagai berikut. a. Diketahui bahwa hasil penghitungan Anova menunjukkan untuk konsentrasi spermatozoa mencit dengan (F= 117,145, p= 0,000, < 0,05) yang berarti terdapat pengaruh ekstrak daun pepaya (Carica papaya L.) secara signifikan terhadap penurunan konsentrasi spermatozoa mencit. Untuk motilitas spermatozoa mencit dengan (F= 94,751, p= 0,000, < 0,05) yang berarti terdapat pengaruh ekstrak daun pepaya (Carica papaya L.) secara signifikan terhadap penurunan motilitas spermatozoa mencit. Untuk viabilitas spermatozoa mencit dengan (F= 96,257, p= 0,000, < 0,05) yang berarti terdapat pengaruh ekstrak daun pepaya (Carica papaya L.) secara signifikan terhadap penurunan viabilitas spermatozoa mencit. Untuk morfologi normal spermatozoa mencit dengan (F=61,532, p= 0,000, < 0,05) yang berarti terdapat pengaruh ekstrak daun pepaya (Carica papaya L.) secara signifikan terhadap penurunan morfologi normal mencit. b. Dosis ekstrak daun pepaya (Carica papaya L.) yang paling maksimal menurunkan fertilitas mencit (Mus musculus L.) adalah 90 mg/20 g BB. c. Booklet hasil penelitian tentang pengaruh ekstrak daun pepaya terhadap penurunan fertilitas spermatozoa mencit jantan layak digunakan sebagai buku bacaan masyarakat dengan nilai validasi sebesar 82,5% dari validator (ahli materi), sebesar 77% dari validator (ahli media) dan sebesar 82,1% dari validator masyarakat

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOLABORATIF TIPE ANALYTIC TEAMS BERBASIS PENDEKATAN QUANTUM TEACHING UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR BIOLOGI (SISWA KELAS X MIPA 6 SMAN 4 JEMBER) PADA POKOK BAHASAN EKOLOGI)

    No full text
    Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat diambil kesimpulan sebagai berikut. a. Penerapan model pembelajaran kolaboratif tipe analytic teams berbasis quantum teaching dalam pembelajaran biologi mampu meningkatkan aktivitas belajar siswa. Terjadi peningkatan aktivitas belajar siswa dari 76,07% pada siklus 1 dengan kategori aktif meningkat menjadi 83,22% pada siklus 2 dengan kategori sangat aktif. Peningkatan aktivitas belajar siswa dari siklus 1 ke siklus 2 sebesar 7,15%. b. Penerapan model pembelajaran kolaboratif tipe analytic teams berbasis pendekatan quantum teaching dalam pembelajaran biologi dapat meningkatkan ketuntasan hasil belajar siswa. Terjadi peningkatan ketuntasan hasil belajar siswa dari 17,1% pada prasiklus meningkat menjadi 68,57% pada siklus 1, dan meningkat kembali menjadi 82,85% pada siklus 2. Total peningkatan ketuntasan hasil belajar siswa ranah kognitif dari pra siklus ke siklus 2 sebesar 71,45%

    Pengaruh Rebusan Daun Pegagan (Centella asiatica (L.) Urban) Terhadap Kualitas Spermatozoa Mencit (Mus musculus) Balb-C;

    No full text
    Pegagan mengandung beberapa komponen yang sangat bermanfaat bagi kesehatan. Diantara sekian banyak kandungan bahan aktif, bahan utama yang dikandungnya adalah steroid yaitu triterpenoid glycoside. Steroid dapat berperan sebagai penghambat spermatogenesis dan bersifat reversibel. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh yang ditimbulkan dari rebusan daun pegagan (Centella asiatica (L.) Urban) terhadap kualitas spermatozoa mencit (Mus musculus L.) Balb-C dan mengetahui dosis rebusan daun pegagan (Centella asiatica (L.) Urban) yang berpengaruh signifikan untuk menurunkan kualitas spermatozoa mencit (Mus musculus L.) Balb-C. Jenis penelitian ini penelitian eksperimental dengan RAL yang mendeskripsikan pengaruh pemberian rebusan daun pegagan (Centella asiatica (L.) Urban) terhadap kualitas spermatozoa mencit ( Mus musculus L.) Balb-C. Penelitian ini dilakukan bulan Janurai-Maret 2015 di Laboratorium Biologi Biomedik, Fakultas Farmasi Universitas Jember. Mencit (Mus musculus L.) Balb-C yang diguakan berumur 2-3 bulan dengan kisaran berat 20-30 gram, terdapat 4 variasi perlakuan dalam penelitian ini yaitu kontrol (tanpa perlakuan), perlakuan 1 (4,97 ml/ kg bb), perlakuan 2 (10 ml/ kg BB), dan perlakuan 3 (20 ml/ kg bb). Parameter kualitas spermatozoa yang diukur pada penelitian ini meliputi motilitas, viabilitas dan morfologi spermatozoa. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini yaitu menggunakan uji Anova Univariate dengan taraf signifikan 5%. Hasil Uji ini dilanjutkan dengan uji BNT untuk mengetahui letak perbedaan antar perlakuan. viii Hasil penelitian parameter rerata pengaruh pemberian rebusan daun pegagan terhadap motilitas spermatozoa mencit (Mus musculus L.) Balb-C dalam tiap perlakuan menunjukkan P3 mempunyai nilai rerata paling rendah sebesar 37,67±8.214, dan P0 memiliki nilai rerata tertinggi sebesar 93±2,53. Rerata pengaruh pemberian rebusan daun pegagan terhadap viabilitas spermatozoa mencit (Mus musculus L.) Balb-C dalam tiap perlakuan menunjukkan P3 mempunyai nilai rerata paling rendah sebesar 33,67±22,64 dan P0 memiliki nilai rerata paling tinggi sebesar 59,67±15,029. Rerata pengaruh pemberian rebusan daun pegagan terhadap morfologi spermatozoa mencit (Mus musculus L.) Balb-C dalam tiap perlakuan menunjukkan P3 mempunyai nilai rerata paling tinggi sebesar 68,83±7,41 sedangkan P0 memiliki nilai rerata paling rendah sebesar 36,17±11,94. Hasil uji Anova Univariate pengaruh rebusan daun pegagan terhadap motilitas spermatozoa menunjukkan taraf signifikan sebesar p= 0,000. Hasil ini menunjukkan H0 ditolak, Ha diterima sehingga diketahui bahwa terdapat perbedaan signifikan antar kelompok perlakuan. Hasil uji Anova Univariate pengaruh rebusan daun pegagan terhadap viabilitas spermatozoa menunjukkan taraf signifikan sebesar p=0,168. Hasil ini menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan antar kelompok perlakuan. Hasil uji Anova Univariate pengaruh rebusan daun pegagan terhadap morfologi spermatozoa menunjukkan taraf signifikan sebesar p=0,000. Hasil ini menunjukkan bahwa H0 ditolak, Ha diterima. Data tersebut menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan antar kelompok perlakuan. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan : 1) ada pengaruh rebusan daun pegagan terhadap kualitas spermatozoa mencit meliputi: berpengaruh signifikan terhadap motilitas spermatozoa, berpengaruh tidak signifikan terhadap viabilitas spermatozoa, berpengaruh signifikan terhadap morfologi spermatozoa 2) dosis yang memiliki pengaruh signifikan menurunkan kualitas spermatozoa adalah 20 ml/ kg bb yaitu mampu menurunkan motilitas spermatozoa sebesar 84% dan morfologi spermatozoa sebesar 72%, namun hanya mampu menurunkan viabilitas spermatozoa secara tidak signifikan sebesar 36%. ix Hasil penelitian ini dapat diberikan beberapa saran untuk perkembangan penelitian yang selanjutnya yaitu perlu dilakukan penelitian yang sejenis namun dengan dosis yang lebih tinggi lagi agar dapat dilakukan suatu perbandingan antara dosis tertinggi pada penelitian ini dengan dosis tertinggi pada penelitian berikutnya, perlu dilakukan penelitian dengan menggunakan hewan coba yang lebih besar yaitu tikus, untuk mendapat volume sperma yang lebih banyak

    PENGARUH FERMENTASI AIR REBUSAN LENGKUAS (Alpinia galanga) TERHADAP PENURUNAN KADAR ASAM URAT PADA MENCIT (Mus musculus) SERTA PEMANFAATANNYA SEBAGAI KARYA ILMIAH POPULER

    No full text
    Tanaman lengkuas adalah mengandung golongan senyawa flavonoid, fenol, dan terpenoid. Flavonoid merupakan senyawa yang bekerja sebagai penghambat enzim xantin oksidase yang mengubah hipoxantin menjadi xantin dan asam urat. Selain itu, adanya kandungan minyak atsiri dan zat-zat terpenoid yang diteliti dari bahan nabati mempunyai khasiat sebagai analgetik, antiinflamasi, dan antireumatik Tujuan penelitian ini adalah menguji pengaruh fermentasi air rebusan lengkuas untuk menurunkan kadar asam urat pada mencit (Mus musculus); Mengatahui dosis yang paling optimal untuk menurunkan kadar asam urat pada mencit (Mus musculus); Mengetahui buku karya ilmiah populer tentang pengaruh pemberian fermentasi air rebusan lengkuas terhadap penurunan kadar asam urat mencit (Mus musculus L.) layak untuk digunakan sebagai buku bacaan bagi masyarakat.. Penelitian ini terdiri atas dua macam penelitian yaitu penelitian eksperimental laboratories dan uji kelayakan produk karya ilmiah populer. Penelitian eksperimental laboratoris untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun bambu tali dalam menurunkan kadar asam urat mencit dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) sedangkan uji kelayakan buku ilmiah populer dilakukan untuk menguji kelayakan buku ilmiah populer sebagai buku bacaan masyarakat. Penelitian dilakukan pada bulan 1 Maret sampai 1 April 2016. Analisis data yang digunakan untuk penelitian eksperimental adalah uji Anova yang dilanjutkan dengan uji LSD sedangkan untuk uji kelayakan produk karya ilmiah populer menggunakan instrumen validasi karya ilmiah populer. Mencit yang digunakan dalam penelitian ini adalah mencit jantan berumur 2-3 bulan dengan berat 25-30 gram. Mencit dibagi menjadi 6 kelompok perlakuan, yaitu kontrol positif (allopurinol 10 mg/kgBB), kontrol negatif (CMC Na 0,5%), P1 fermentasi air rebusan lengkuas (25 µ l/gBB), P2 fermentasi air rebusan lengkuas (50 µ l/gBB), P3 fermentasi air rebusan lengkuas (100 µ l/gBB), dan P4 air rebusan lengkuas tanpa fermentasi (50 µ l/gBB). Mencit yang sudah diberi perlakuan selama 29 hari kemudian diambil darahnya dengan menggunakan mikropipet hematokrit melalui sinus orbital mata untuk diukur penurunan kadar asam urat. Pengukuran kadar asam urat diukur dengan menggunakan metode colorimetric enzimatik (metode urikase) yang menggunakan pereaksi kit untuk asam urat dan dianalisis dengan menggunakan biolyzer. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata persentase penurunan kadar asam urat dari yang tertinggi hingga terendah kelompok kontrol negatif menurunkan asam urat sebesar 10,87%±1,07. kelompok kontrol positif menurunkan asam urat sebesar 36,99%±2,74. Perlakuan 1 dengan dosis 25 µ l/gBB menurunkan asam urat sebesar 43,28%±1,67. Perlakuan 2 dengan dosis 50 µ l/gBB menurunkan asam urat sebesar 20,44%±1,19. Perlakuan 3 dengan dosis 100 µ l/gBB menurunkan asam urat sebesar 20,49%±1,26. Perlakuan 4 dengan menggunakna air rebusan lengkuas tanpa fermentasi dengan dosis 50 µ /gBB menurunkan asam urat sebesar 24,55%±1,66. Adapun hasil uji kelayakan produk ilmiah populer adalah sebesar 89,00% sehingga produk buku ilmiah populer layak digunakan sebagai buku bacaan masyarakat. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan menjadi beberapa hal, yaitu fermentasi air rebusan lengkuas berpengaruh terhadap penurunan kadar asam urat darah mencit jantan, dosis fermentasi air rebusan lengkuas yang paling berpengaruh terhadap penurunan kadar asam urat mencit adalah dosis 25 µ l/gBB sebesar 43,28%±1,67, dan hasil penelitan tentang pengaruh fermentasi air rebusan lengkuas terhadap penurunan kadar asam urat mencit jantan layak digunakan sebagai karya ilmiah populer
    corecore