1,720,991 research outputs found
Daya Anti Bakteri Sealer N2A Terhadap Streptocuccus Viridans Dan Staphylococcus Albus
Usaha meningkatkan kesehatan gigi dan mulut dapat dilakukan dengan cara mempertahankan gigi dan tidak memerlukan pencabutan .Salah satu usaha tersebut adalah dengan perawatan saluran akar dan di antara tahapan perawatan saluran akar tersebut adalah pengisian saluran akar
Pengujian daya hambat ekstrak etanol daun binahong (Anredera cordifolia (Tenore) steen.) terhadap pertumbuhan bakteri patogen
Perawatan saluran akar merupakan tindakan yang dilakukan untuk mempertahankan gigi vita lataupun non vita
HUBUNGAN PENGETAHUAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT DENGAN KARIES GIGI PADA MAHASISWA BARU FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI UNIVERSITAS JEMBER TAHUN AKADEMIK 2016/2017
Jenis penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik. Rancangan penelitian yang digunakan adalah pendekatan cross sectional yaitu objek penelitian diukur atau dikumpulkan secara simultan atau dalam waktu yang bersamaan. Besar sampel dari penelitian ini adalah 119 mahasiswa, pengambilan sampel dilakukab dengan menggunakan total sampling Data dari penelitian ini diperoleh dengan cara melakukan pemeriksaan klinis karies gigi pada rongga mulut menggunakan indeks DMF-T dilanjutkan dengan kuesioner sebagai alat ukur tingkat pengetahuan kesehatan gigi dan mulut.
Hasil pemeriksaan karies gigi secara keseluruhan menunjukkan tingkat pengetahuan kesehatan gigi dan mulut responden berada pada kategori baik (16,74) sebanyak 106 orang (89,01%) dengan indeks DMF-T pada kriteria sangat tinggi yaitu sebanyak 53 orang (17,6%). Hasil analisis data menggunakan uji korelasi Spearman dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan signifikan karies gigi terhadap pengetahuan kesehatan gigi dan mulut mahasiswa baru Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Jember tahun akademik 2016/2017 dengan kekuatan korelasi sedang (-0,460) yang menunjukkan terdapat pengaruh bermakna antara pengetahuan kesehatan gigi dan mulut dan karies gigi mahasiswa baru Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Jember tahun akademik 2016/2017
Perbedaan daya antibakteri bahan irigasi saluran akar Edta 10 % dan asam sitrat 6 % terhadap Streptococus Viridans
Tindakan irigasi saluran akar merupakan salah satu tahap perawatan endodontik yang penting, sebab jika diabaikan dapat menyebabkan kegagalan perawatan
PERBANDINGAN PANJANG GIGI MOLAR PERTAMA PERMANEN RAHANG BAWAH PADA MAHASISWA RUMPUN KESEHATAN ETNIS CINA DAN ETNIS ARAB DI UNIVERSITAS JEMBER
Gigi yang paling sering mengalami karies adalah molar pertama permanen
rahang bawah dikarenakan waktu erupsinya yang lebih awal dan mempunyai daerah
morfologik yang memudahkan retensi plak, yaitu pada pit dan fisur. Karies
gigi yang meluas hingga melibatkan pulpa memerlukan perawatan saluran akar
(endodontik). Keberhasilan perawatan saluran akar salah satunya dipengaruhi oleh
penentuan yang tepat dari panjang kerja. Metode yang banyak digunakan dalam
menentukan panjang kerja adalah metode perhitungan DWP (Diagnostic Wire Photo)
menggunakan sarana rontgen, tetapi tidak semua instansi kesehatan dan praktik
mandiri mempunyai sarana rontgen terutama untuk daerah terpencil di Indonesia.
Oleh karena itu, penentuan panjang kerja dapat menggunakan metode yang lain yaitu
dengan memperhatikan panjang rata-rata gigi.
Perlu diperhatikan variasi anatomi gigi pada ras yang berbeda dalam
melakukan perawatan saluran akar. Dalam suatu kelompok ras tersebut terdapat
beberapa kelompok suku bangsa atau disebut sebagai etnis. Suatu kelompok ras
mempunyai ciri-ciri tersendiri yang membedakan ras satu dengan ras lainnya, baik
dari ciri fisik maupun dari gigi geliginya. Tujuan penelitian ini adalah untuk
mengetahui rata-rata panjang gigi serta ada atau tidaknya perbedaan panjang gigi
molar pertama permanen rahang bawah pada mahasiswa rumpun kesehatan etnis Cina
dan etnis Arab di Universitas Jember.
Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan
cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah gigi molar pertama permanen
rahang bawah, dengan populasi penelitian mahasiswa rumpun kesehatan etnis Cina
dan etnis Arab di Universitas Jember sebanyak 12 orang etnis Cina dan 9 orang etnis
Arab. Penelitian dilaksanakan dengan pengambilan foto rontgen dan pembuatan
model studi. Tahap selanjutnya dilakukan pengukuran panjang akar dan lebar
mesiodistal mahkota gigi pada foto rontgen serta lebar mesiodistal mahkota gigi pada
model studi menggunakan kaliper digital. Data-data yang didapatkan kemudian
dihitung menggunakan rumus untuk mengetahui panjang gigi sebenarnya.
Pengukuran pada tiap subyek dilakukan pada akar mesial maupun akar distal.
Berdasarkan hasil perhitungan, didapatkan rata-rata panjang gigi molar
pertama permanen rahang bawah untuk akar mesial pada etnis Cina adalah 19,17 mm
dan pada etnis Arab adalah 20,23 mm, sedangkan rata-rata panjang akar distal pada
etnis Cina adalah 18,73 mm dan etnis Arab 19,88 mm. Kesimpulan dari hasil
penelitian ini adalah terdapat perbedaan rata-rata panjang gigi molar pertama
permanen rahang bawah antara etnis Cina dan etnis Arab
DAYA ANTI BAKTERI PERASAN BUAH NANAS MUDA (Ananas comosus) TERHADAP STREPTOCOCCUS VIRIDAS
Kesimpulan penelitian ini adalah perasan buah nanas muda mempunyai daya antibakteri terhadap Streptococcus viridans dan terdapat perbedaan bermakna pada masing-masing konsentrasi
Daya anti bakteri obat sterilisasi saluran akar cresophen dan chkm terhadap streptococcus viridans
Perawatan endodontik adalah perawatan yang dilakukan untuk mempertahankan gigi yang telah mengalami kerusakan
Daya Hambat Seng Oksida Egenol Terhadap Pertumbuhan Streptococcus Mutans Dan Lactobacillus sp
Karies gigi merupakan proses penghancuran atau pelunakan email maupun dentin oleh fermentasi bakteri yang berasal dari diet karbohidrat.Mikoroganisme yang berperan penting pada kerusakan gigi adalah Streptococcus mutans dan lactobacillus sp
Analisis Profil Protein Tulang Ikan Nila (Oreochromis Niloticus) Sebelum dan Sesudah Dimasak Menggunakan Metode SDS-PAGE
Ikan nila merupakan ikan yang memiliki tingkat pertumbuhan cepat, mudah
dibudidayakan, mudah didapat dan mudah dikonsumsi karena tidak terdapat duri-
duri halus. Permintaan konsumsi dan jumlah produksi ikan nila di Indonesia yang
terus meningkat, berakibat pada banyaknya jumlah limbah yang dihasilkan. Salah
satu limbah yang berpotensi memiliki manfaat dalam bidang kedokteran gigi
adalah tulang ikan, akan tetapi penelitian ilmiah terhadap protein tulang ikan
belum banyak dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil protein
yang terdapat pada tulang ikan nila sebelum dan sesudah dimasak
Analisis Profil Protein Tulang Ikan Nila (Oreochromis Niloticus) Sebelum dan Sesudah Dimasak Menggunakan Metode SDS-PAGE
Ikan nila merupakan ikan yang memiliki tingkat pertumbuhan cepat, mudah
dibudidayakan, mudah didapat dan mudah dikonsumsi karena tidak terdapat duriduri halus. Permintaan konsumsi dan jumlah produksi ikan nila di Indonesia yang
terus meningkat, berakibat pada banyaknya jumlah limbah yang dihasilkan. Salah
satu limbah yang berpotensi memiliki manfaat dalam bidang kedokteran gigi
adalah tulang ikan, akan tetapi penelitian ilmiah terhadap protein tulang ikan
belum banyak dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil protein
yang terdapat pada tulang ikan nila sebelum dan sesudah dimasak.
Jenis penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif analitik. Tulang ikan
nila dibagi menjadi 2 bagian yaitu tulang ikan nila sebelum dimasak dan sesudah
dimasak. Tahapan pertama yang dilakukan yaitu proses pembuatan ekstrak
tulang ikan nila sebelum dan sesudah dimasak. Kemudian dilanjutkan dengan
melakukan elektroforesis menggunakan SDS-PAGE dengan arus listrik 50-95 V.
Proses ini dihentikan setelah warna biru mencapai dasar gel kurang lebih tiga
sampai 5 jam. Protein yang terpisah diwarnai dengan Coomassie Briliant Blue
dan dilakukan pencucian dengan aquades sampai pita protein terlihat dengan
jelas. Analisis profil protein menggunakan metode SDS-PAGE (Sodium Dedosil
Sulfat Poly Acrylamide Gel) dengan parameter profil protein berupa berat
molekul, jumlah fraksi protein dan intensitas fraksi protein.
Hasil dari penelitian ini adalah profil protein hasil SDS-PAGE yang
teridentifikasi pada tulang ikan nila sebelum dimasak terdapat 10 fraksi protein,
yaitu 183 kDa, 121 kDa, 83 kDa, 46 kDa, 44 kDa, 40 kDa, 38 kDa, 30 kDa, 21
kDa dan 8 kDa, sedangkan pada tulang ikan nila sesudah dimasak didapatkan 8
fraksi protein, yaitu 183 kDa, 121 kDa, 83 kDa, 46 kDa, 38 kDa, 21 kDa, dan 8
kDa. Tulang ikan nila sesudah dimasak mempunyai pita protein lebih banyak berada di bawah dengan berat molekul lebih kecil sedangkan pada tulang ikan nila
sebelum dimasak pita protein terlihat di bagian atas dengan berat molekul lebih
besar. Hal ini menunjukkan bahwa proses pemanasan menyebabkan terjadinya
kerusakan ikatan sekunder dan tersier protein akibat terpecahnya ikatan hidrogen,
interaksi hidrofobik atau ikatan disulfida yang disebut denaturasi protein. Setiap
fraksi protein memiliki besar intensitas fraksi yang berbeda-beda dan berbanding
lurus dengan kadar protein. Fraksi protein terbesar pada tulang ikan nila sebelum
dimasak sebesar 6598 pixel pada BM 121 kDa dan fraksi protein pada tulang ikan
nila sesudah dimasak terbesar adalah sebesar 4118 pixel pada BM 38 kDa
- …
