1,720,988 research outputs found

    PEMANFAATAN DOSBox UNTUK MENDUKUNG SCALING DATA IONOSFER/Varuliantor Dear

    No full text
    RINGKASANPemanfaatan DOSBox untuk proses penampilan data ionosfer dapat diterapkan sebagai solusi dari permasalahan berbedanya sistem operasi komputer yang digunakan. Dengan menjalankan program EIU71-2G pada program DOSBox, proses penampilan data ionosfer pada komputer dengan sistem operasi generasi di atas Windows 98 dapat terlaksana. Berbagai fitur yang terdapat pada program EIU71-2G dapat digunakan dan berjalan dengan normal. Berdasarkan hasil tersebut maka pemanfaatan DOSBox untuk mendukung kegiatan scaling data ionosfer layak digunakanHal.113-119 :ilus.; 30 c

    SISTEM AUTOMATIC LINK ESTABLISHMENT (ALE) UNTUK PENGAMATAN PROPAGASI GELOMBANG RADIO HF SECARA REAL TIME

    No full text
    AbstractSistem Automatic Link Establishment (ALE) dapat digunakan untuk pengamatan propagasi gelombang radio HF (3-30MHz) secara real time. Dari hasil penerapan yang dilakukan, diperoleh data yang mewakili kondisi propagasi suatu sirkit komunikasi radio HF secara real time. Data yang diperoleh meliputi nilai frekuensi yang dapat digunakan, kualitas sinyal, dan identitas stasiun penerima. Informasi dari data tersebut disajikan secara real time dalam bentuk grafis pada sebuah alamat website yang dapat diakses secara umum, yakni www.hflink.net. Informasi grafis yang dihasilkan merupakan garis penghubung antara stasiun dengan warna yang berbeda-beda. Warna tersebut menyatakan nilai frekuensi kerja yang dapat digunakan. Selain itu berdasarkan hasil analisis perbandingan antara data dari salah satu sirkit ALE dengan hasil pengamatan menggunakan Ionosonda, diperoleh kesesuaian data ALE dengan variasi lapisan ionosfer. Berdasarkan hasil tersebut, maka sistem ALE untuk pengamatan propagasi gelombang radio HF secara real time dapat diterapkan.Hal.21-27:ilus.; 30 c

    INTEGRASI PERANGKAT MONITORING IONOSFER NEAR REAL TIME SEBAGAI BAGIAN DARI SISTEM PEMANTAU CUACA ANTARIKSA

    No full text
    RINGKASANMonitoring data Ionosfer Loka Pengamat Dirgantara (LPD) Tanjungsari near real time sebagai bagian dari sistem pemantau cuaca antariksa dilakukan dengan mengintegrasikan jaringan Virtual Private Network (VPN) berbasis protokol file transfer protocol (ftp) dengan jaringan Local Area Network (LAN). Dengan menggunakan software aplikasi emulator DOSBox seperti yang telah disajikan oleh Dear (Dear, 2010), disertai dengan pembuatan program aplikasi pengendali DOSBox yang bekerja secara otomatis, monitoring data ionosfer LPD Tanjungsari secara near real time dapat diwujudkan. Dengan pengintegrasian sistem tersebut, penampilan data kondisi ionosfer terkini dapat terlaksana untuk mendukung fungsi ruang monitoring cuaca antariksa dalam rangka memberikan informasi tentang kondisi cuaca antariksa.Hal.9-16:ilus.; 30 c

    PENENTUAN RENTANG FREKUENSI KERJA SIRKUIT KOMUNIKASI RADIO HF BERDASARKAN DATA JARINGAN AUTOMATIC LINK ESTBALISHMENT (ALE) NASIONAL

    No full text
    RINGKASANPenentuan frekuensi kerja dari sebuah sirkuit komunikasi radio HF untuk menjamin keberhasilan komunikasi erat kaitannya dengan kondisi lapisan ionosfer yang dinamis. Salah satu cara yang telah banyak digunakan hingga saat ini adalah berdasarkan hasil perhitungan nilai frekuensi kerja yang dapat dipantulkan oleh lapisan ionosfer dari variasi nilai frekuensi plasma lapisan ionosfer yang terendah (fmin) maupun yang tertinggi (foF2). Pada makalah ini disajikan metode penentuan rentang frekuensi kerja suatu sirkuit komunikasi radio HF dengan memanfaatkan data dari jaringan Automatic Link Establishment (ALE) nasional. Dengan jaringan ALE yang saat ini sedang dikembangkan oleh LAPAN, penentuan rentang frekuensi kerja dari sebuah sirkuit komunikasi radio HF dapat dilakukan berdasarkan rujukan data yang diperoleh. Rujukan tersebut berupa informasi dari rentang frekuensi yang berhasil digunakan oleh suatu sirkuit komunikasi pada jaringan ALE dalam periode harian maupun bulanan. Dengan menggunakan data periode harian, rujukan dapat digunakan untuk menentukan frekuensi kerja pada hari berikutnya. Sedangkan dengan menggunakan data periode bulanan, perencanaan frekuensi kerja untuk bulan berikutnya dapat dilakukan berdasarkan data satu bulan sebelumnya. Dengan kedua jenis periode data tersebut, informasi yang diperoleh akan dapat digunakan untuk perencanaan penentuan nilai rentang frekuensi kerja suatu sirkuit komunikasi radio HF.Hal.1-8:ilus.; 30 c

    Implementasi Software Filter Teks Untuk Mengolah Data Propagasi Gelombang Radio Dari Jaringan Stasiun Automatic Link Establishment

    No full text
    Jaringan Automatic Link Establishment (ALE) Lapan hingga tahun 2013, telahmencapai 7 stasiun yang bekerja selama 24 jam penuh. Dengan banyaknya stasiunALE yang telah beroperasi, pengolahan data yang dihasilkan perlu dilakukan agardapat dimanfaatkan lebih lanjut sebagai bahan untuk kegiatan penelitian. Padamakalah ini disajikan hasil implementasi pengolahan data ALE dengan menggunakansoftware filter teks yang dapat menghasilkan kelompok data baru untuk digunakandalam kegiatan penelitian. Diketahui bahwa penggunaan karakter masukan sebagaikarakter proses filter yang diterapkan dalam algoritma software tersebut perlu secarajelas dinyatakan agar menghindari kesalahan proses filtering yang dilakukan. Denganmemberikan karakter spasi pada bagian belakang dari karakter masukan yang berupaidentitas sumber sinyal, maka kesalahan dari hasil keluaran software filter data tekstersebut dapat dihindari. Selain itu keluaran dari proses filtering yang dilakukan baikitu dengan menggunakan karakter masukan berupa identitas sumber sinyal maupunfrekuensi kerja tertentu dapat dimanfaatkan untuk keperluan manajemen frekuensikomunikasi radio High Frequency (HF) yang berguna untuk penelitian maupun aplikasipengguna komunikasi radio

    POTENSI PEMANFAATAN SISTEM APRS UNTUK SARANA PENYEBARAN INFORMASI KONDISI CUACA ANTARIKSA

    No full text
    RINGKASANDalam makalah ini dibahas tentang potensi pemanfaatan Automatic Packet Radio System (APRS) sebagai salah satu media penyebarluasan informasi kondisi cuaca antariksa. Dari hasil pengamatan diketahui bahwa sistem APRS telah dimanfaatkan oleh para pengguna komunikasi radio, yang juga merupakan salah satu pengguna informasi kondisi cuaca antariksa. Hasil pengamatan yang dilakukan, menunjukkan nilai rata-rata jumlah stasiun yang terpantau di wilayah Bandung-Jakarta mencapai 23 stasiun perhari dengan tingkat kemahiran operator didominasi oleh tingkat Pembina yang memiliki potensi sebagai pengguna komunikasi radio pada pita High Frequency (HF). Selain informasi utama berupa lokasi stasiun berdasarkan koordinat geografis Bumi, diperoleh juga informasi umum lainnya yang digunakan dalam sistem ini. Informasi tersebut berupa informasi yang terkait dengan kondisi alam seperti lokasi gempa Bumi dan suhu di sekitar lokasi stasiun pemberi informasi. Maka berdasarkan kedua hal tersebut, sistem APRS memiliki potensi yang cukup baik untuk dimanfaatkan sebagai sarana penyebaran informasi kondisi cuaca antariksa.Hal.72-79 :ilus.; 30 c

    KOMUNIKASI DATA MENGGUNAKAN RADIO HF MODA OLIVIA PADA SAAT TERJADI SPREAD-F

    No full text
    Hal.6-12 :ilus.; 30 c

    PENGARUH PERUBAHAN fmin TERHADAP BESARNYA FREKUENSI KERJA TERENDAH SIRKIT KOMUNIKASI RADIO HF

    No full text
    RINGKASAN Dengan menggunakan metode secant, frekuensi minimum (fmin) yang merupakan salah satu parameter dari hasil pengamatan lapisan ionosfer, dapat digunakan untuk menentukan besarnya frekuensi kerja terendah suatu sirkit komunikasi radio HF (high frequency). Terjadinya perubahan fmin akan berdampak pada perubahaan besarnya batas frekuensi kerja terendah suatu sirkit komunikasi radio HF. Dari hasil simulasi, terlihat bahwa kenaikan nilai fmin pada lapisan ionosfer berimbas pada kenaikan frekuensi kerja terendah sirkit komunikasi radio. Semakin jauh jarak suatu sirkit komunikasi radio, maka besarnya frekuensi kerja terendah akan semakin tinggi. Contoh kasus yang terjadi pada tanggal 29 Oktober 2003, menunjukan adanya perubahan fmin yang berimbas pada kenaikan frekuensi kerja terendah suatu sirkit radio komunikasi. Dengan kenaikan frekuensi tersebut, maka hal ini berdampak pada perubahan yang harus dilakukan saat pengoperasian radio apabila radio bekerja pada frekuensi yang berada di bawah frekuensi kerja terendah. Perubahan yang dilakukan yaitu perubahan antena yang harus disesuaikan dengan frekuensi di atas frekuensi terendah. Namun tidak serta merta perubahan tersebut dapat dilakukan karena harus memperhatikan alokasi frekuensi yang dapat digunakan. Peristiwa ini dapat dinyatakan sebagai bentuk gangguan yang terjadi pada komunikasi radio.Hal 79-85 :ilus.; 30 c

    Jaringan ALE sebagai Panduan Komunikasi Darurat

    No full text
    Hal. 10-1
    corecore