274 research outputs found

    Kebijakan Maritim di Indonesia dalam Perspektif Sound Governance. Author: Eki Darmawan, Handam Handam, Arwanto Harimas Ginting

    No full text
    Kebijakan Maritim di Indonesia dalam Perspektif Sound Governance. Author: Eki Darmawan, Handam Handam, Arwanto Harimas Gintin

    Data acquisition of State of Health and State of Charge of LiPO Battery Cells

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki proses akuisisi data yang terkait dengan Status Kesehatan (SoH) dan Status Pengisian (SoC) dari sel baterai LiPO (Lithium Polymer). Baterai LiPO telah menjadi komponen kunci dalam berbagai aplikasi seperti kendaraan listrik, perangkat portabel, dan industri robotika. Memahami SoH dan SoC sangat penting untuk memaksimalkan umur pakai dan kinerja dari baterai-baterai ini. Studi ini mencakup pengembangan metode akuisisi data yang efisien dan akurat untuk memantau SoH dan SoC dari sel baterai LiPO. Berbagai sensor dan komponen perangkat keras digunakan untuk mengukur tegangan dan arus dari sel baterai. Data yang dihasilkan kemudian dianalisis menggunakan teknik pemrosesan data dan perhitungan matematis. Hasil dari penelitian ini memberikan pemahaman yang mendalam tentang bagaimana mengukur SoH dan SoC dari sel baterai LiPO dengan lebih akurat. Informasi ini dapat digunakan untuk mengoptimalkan penggunaan baterai, menghindari pengisian berlebihan atau pengosongan berlebihan, dan meningkatkan keselamatan perangkat yang mengandalkan baterai LiPO. Penelitian ini memiliki potensi untuk berkontribusi pada pengembangan teknologi baterai yang lebih efisien dan aman, dan dapat berfungsi sebagai dasar untuk penelitian lebih lanjut dalam mengatasi tantangan energi dan lingkungan

    Framework Pengembangan Hardware dan Pembahasan Instruction Set Architecture RISC-V dan Implementasi dengan PCM5102.

    Full text link
    Kondisi teknologi saat ini memerlukan sebuah Instruction Set Architecture (ISA) yang bersifat modular dan memiliki konsumsi daya yang lebih rendah, dan Reduced Instruction Set V (RISC-V) merupakan salah satu ISA yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Jika dibandingkan dengan Complex Instruction Set Computer (CISC), RISC-V memiliki keuntungan dalam efisiensi dan tingkat modularitas. Pada makalah survei sebelumnya yang di lakukan oleh A. Dörflinger et al dan R. Höller et al belum melakukan pengujian terhadap perangkat RISC-V yang dijual pasaran dan hanya berupa soft core Field Programable Gate Array (FPGA), oleh karena itu salah satu perangkat keras RISC-V, yaitu ESP32C3 dibahas, diuji, dan dibandingkan dengan ESP32WROOM menggunakan aplikasi Dhrystone serta diukur arusnya. Berdasarkan pengujian tersebut, ESP32C3 memiliki performa 3,2 kali lebih baik daripada ESP32WROOM yang dijalankan pada mode single core. Sedangkan untuk impelementasi ESP32C3 dengan chip DAC PCM5102 berhasil menghasilkan gelombang sinus 492.971 Hz yang memiliki tegangan 960 mV puncak ke puncak dan menghasilkan distorsi kurang dari -40 dB.Current technological conditions require an Instruction Set Architecture (ISA) that is modular and has lower power consumption, and Reduced Instruction Set V (RISC-V) is one of the ISAs designed to meet these needs. When compared to a Complex Instruction Set Computer (CISC), RISC-V has advantages in efficiency and modularity. In the previous survey paper conducted by A. Dörflinger et al and R. Höller et al, they had not tested RISC-V devices that were sold on the market and were only in the form of Field Programmable Gate Array (FPGA) soft cores, therefore one of the hardware devices RISC-V, namely the ESP32C3 was discussed, tested, and compared with the ESP32WROOM using the Dhrystone application and the current was measured. Based on these tests, ESP32C3 has 3.2 times better performance than ESP32WROOM which is run in single core mode. Meanwhile, the implementation of the ESP32C3 with the PCM5102 DAC chip succeeded in producing a 492.971 Hz sine wave which has a peak-to-peak voltage of 960 mV and produces less than -40 dB distortion.

    Pengenalan Aktivitas Pengemudi Berdasarkan Data Sensor Menggunakan Deep Learning

    Full text link
    Kendaraan sepeda motor sudah menjadi kebutuhan pokok bagi masyarakat indonesia karena dinilai mudah untuk digunakan dan mampu untuk menerjang kemacetan. Tingginya peminat kendaraan sepeda motor di Indonesia serta adanya inovasi baru yaitu sepeda motor listrik yang menjadi alternatif bagi dunia otomotif modern, dikarenakan sepeda motor listrik menjadi solusi untuk mengurangi polusi udara dan suara seperti yang dihasilkan pada kendaraan yang menggunakan sumber daya minyak bumi. Oleh sebab itu tidak menutup kemungkinan terjadinya kecelakaan lalu lintas. Pada penelitian ini mengusulkan Sistem Pengenalan Aktivitas Pengemudi pada Kendaraan Listrik. Sistem ini menggunakan data sensor meliputi Accelero, Gyro, Tegangan, Arus, Daya, Energi, dan Kecepatan dengan dilengkapi latitude dan longitude. Sensor yang digunakan adalah MPU6050, PZEM017, dan GY-NEO6V2 dengan menggunakan mikrokontroler ESP32 dan diprogram melalui perangkat lunak Arduino IDE. kemudian data sensor tersebut akan diolah menggunakan algoritma LSTM dengan lima kelas (Drove, Brake, Stop, Left, Right)

    Smart Room Management System

    Full text link
    Pengelolaan ruangan menjadi kebutuhan penting dalam meningkatkan keamanan dan efisiensi penggunaan ruangan, terutama di lingkungan institusi seperti perkantoran dan universitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem pengelolaan ruangan berbasis Quick Response (QR) Code yang dirancang tidak hanya untuk mengelola akses ruangan namun juga untuk memantau kondisi ruangan secara real-time. Sistem ini memungkinkan pengelola ruangan untuk mengelola dan memantau kondisi ruangan dari jarak jauh. Akses ruangan menggunakan autentikasi QR Code dan pembatasan sesi, memberikan keamanan yang berlapis. Sistem dilengkapi dengan deteksi polusi udara dan deteksi potensi kebakaran yang memberikan peringatan otomatis kepada pengguna ketika kondisi ruangan tidak wajar. Sistem ini dirancang menggunakan ESP32 sebagai pengendali utama yang terhubung dengan sensor-sensor pendukung seperti DHT11 sebagai pemantau suhu dan kelembapan, serta sensor MQ135 yang berfungsi sebagai pendeteksi polusi udara, kemudian antarmuka pengguna menggunakan website. Secara keseluruhan, sistem ini memiliki persentase keberhasilan sebesar 100% dalam melayani akses ruangan dengan rata-rata waktu respon sekitar 75 ms berdasarkan tiga tahap pengujian dengan jumlah sampel uji sebanyak 30 sampel. Kemudian fitur peringatan keamanan memberikan peringatan secara otomatis kepada pengguna ketika sistem mencatat kondisi tidak wajar, seperti akses ruangan ditolak, kualitas udara dalam ruangan tidak baik ataupun suhu ruangan tinggi.Room management has become a critical need for improving security and efficiency in room usage, particularly in institutional settings such as offices and universities. This research aims to develop a QR Code-based room management system designed not only to manage room access but also to monitor room conditions in real-time. The system enables room administrators to manage and monitor room conditions remotely. Room access utilizes QR Code authentication and session restrictions, providing a layered security approach. The system is equipped with air pollution detection and fire hazard detection features that automatically alert users when abnormal room conditions are detected. It is designed using the ESP32 as the main controller, connected to supporting sensors such as the DHT11 for monitoring temperature and humidity, and the MQ135 sensor for detecting air pollution. The user interface is implemented through a web-based platform. Overall, the system achieved a 100% success rate in managing room access, with an average response time of approximately 75 ms, based on three testing phases involving a total of 30 test samples. Additionally, the security alert features automatically notify users when the system records abnormal conditions, such as denied room access, poor indoor air quality, or high room temperature

    Warta Jemaat GKAI Betlehem Menggunakan SMS Gateway

    Full text link
    Tidak diijinkan karya tersebut diunggah ke dalam aplikasi Repositori Perpustakaan Universitas dikarenakan masih ada kekurangan administrasi.Skripsi ini memaparkan perancangan sistem Warta Jemaat berbasis short massage service (SMS) Gateway untuk Jemaat GKAI Betlehem untuk memudahkan penyampaian dan pengelolaan informasi. Bahasa yang digunakan adalah Visual Basic 6.0. Selain itu, database dikelola dengan MySQL. Dalam sistem SMS gateway ini, sistem yang menerima dan mengirim SMS akan terhubung dengan gateway sebanyak tiga buah modem GSM dengan protokol AT Command. Melalui sistem ini, admin dapat mengelola informasi untuk disebarkan kepada jemaat GKAI Betlehem. Hasil pengujian dan analisis menunjukkan bahwa program mempunyai fitur kirim SMS autoreply untuk jemaat yang bisa mengirimkan SMS balasan dengan format tertentu. Kemudian, sistem dapat mengirim SMS ke banyak nomor baik berdasarkan peranan atau berdasarkan kategori untuk fungsi broadcasting dan untuk mengingatkan jemaat akan tugas pelayanannya. Fitur Buku Telepon dapat menyimpan database jemaat. Jemaat dapat mengirimkan pesan berupa saran, kritik, masukan dan pokok doa. Sistem ini dirancang untuk memiliki fitur kirim SMS autoreply untuk jemaat yang mengirimkan SMS dengan format tertentu. Dalam fitur ini tingkat keberhasilan sebesar 85% bisa menyampaikan dan mengelola informasi dalam gereja. Sedangkan untuk pengiriman massal mengirim SMS ke banyak nomor baik berdasarkan peranan atau berdasarkan kategori berhasil sebanyak 100%.GKAI Betlehem, a Christian church in Solo, delivers weekly information to the congregation about the programs of the church verbally with the help of Liquid Crystal Display(LCD). The information cannot be sent to those who are unable to attend the church at a particular moment. One solution to cope with this problem is designing a communication tool to inform and remind the congregation. This bachelor thesis elaborates the system design of Warta Jemaat Berbasis Short Message Service (SMS) Gateway untuk Jemaat GKAI Betlehem, a tool made to manage and send information to the member of the church. The computational language used to develop this program is Visual Basic 6.0. Moreover, the database is managed with MySQL. With this gateway system, the program which receives and sends messages is connected to gatewayconsisting of three GSM modems with AT COMMAND protocol. Through this system, admin is able to manage information to the members of GKAI Betlehem. The results of the analysis and tests show that the program offers autoreply feature to members of the church who send message with certain format, like. Furthermore, the program is able to send messages to many numbers based on the roles or the category of the congregation for broadcasting or reminder. The phonebook feature can save congregation data in the database. The congregation can send message in the form of suggestion, criticism, evaluation and also prayer requests

    Aplikasi Mobile Learning Berbasis Web Service Menggunakan Sistem Operasi Android (Studi Kasus Fakultas Teknik Elektro dan Komputer)

    Full text link
    Mobile Learning merupakan proses belajar dalam berbagai konteks, melalui interaksi sosial dan konten dengan menggunakan perangkat elektronik pribadi. Mobile learning dapat dijadikan sebagai salah satu sarana belajar mandiri yang efektif bagi para pelajar di masa sekarang ini karena pelajar dapat dengan leluasa mengakses materi yang diberikan oleh para pengajar dimanapun dan kapanpun. Namun model pembelajaran mobile learning ini masih belum banyak dimanfaatkan secara maksimal oleh pihak atau instansi pendidikan. Pada skripsi ini telah direalisasikan sebuah aplikasi mobile learning berbasis web service dengan menggunakan sistem operasi android. Aplikasi ini bekerja dengan menggunakan web service dengan mengakses data pada suatu web server dalam format Java Script Object Notation (JSON). Aplikasi mobile learning juga dibangun dalam bentuk aplikasi web server agar menambah fleksibilitas metode mobile learning ini. Berdasarkan pengujian didapatkan hasil aplikasi dapat berjalan 100%. Format JSON mampu membawa data dengan besar lebih kecil dibandingkan XML dengan perbandingan 1:1,688. Proses pengunggahan dokumen untuk data sebesar 10,921 MB dibutuhkan lama waktu sekitar 0,73 detik dan untuk data sebesar 1013,595 MB dibutuhkan lama waktu sekitar 32,5 detik. Perangkat bertipe smartphone memiliki kualitas tampilan aplikasi yang lebih baik daripada perangkat yang bertipe tablet. Aplikasi ini dapat berjalan di sistem operasi Android versi 3.0 dan diatasnyaMobile learning is defined as learning across multiple contexts, through social and content interactions, using personal electronic devices. Mobile learning can be one of the effective media in self-learning for students in the globalized era because the students can freely access the lessons given by teachers anywhere and anytime. However this kind of learning model has not been maximized by neither educational authorities nor institutions. In this thesis a web service based mobile learning Android application has been realized. This application works using web service by accessing a web server in Java Script Object Notation (JSON) format. Mobile learning application also built in form of web app to increase the flexibility of this learning model. The result of testing indicated that the application can work 100% properly. JSON format could deliver data with the size that are smaller than XML format with the ratio of 1:1,688. In upload process test, uploading document with size of data 10,921 MB takes about 0,73 seconds. While uploading data with size 1013,595 MB, it takes about 32,5 seconds. Android device with smartphone type has better display quality than Android device with tablet type. This Android application requires Android 3.0 or higher in order to ru

    Sistem Pendingin Baterai Motor Listrik Otomatis

    Full text link
    Baterai merupakan alternatif energi yang menjadi alternatif bagi kendaraan modern seperti kendaraan listrik karena menjadi salah satu alternatif untuk mengurangi polutan efek dari penggunaan mobil tradisional karena menggunakan sumber daya minyak bumi. Pada proses pengisian dan pengosongan kendaraan yang menggunakan battery adalah dengan menjaga daya baterai dalam kisaran suhu pengoprasian yang optimal, suhu merupakan permasalahan yang perlu diperhatikan. Dari dua kondisi tersebut dapat mempegaruhi timbulnya panas berlebih yang dapat menyebabkan kerusakan mekanis pada baterai. Selain itu dengan kebutuhan penggunaan yang meningkat kecepatan pengisian baterai menjadi salah satu metode yang dibutuhkan agar baterai dapat segera digunakan kembali, tetapi dengan meningkatnya kecepatan pengisian baterai memberi efek perubahan suhu yang extreme di banding menggunakan pengisian daya yang normal. Dengan metode pendinginan baterai yang tepat dapat mengurangi pengaruh negative suhu pada baterai secara efektif sehingga meningkatkan efisien daya baterai, meningkatkan masa pakai baterai dan mengurangi tingkat penuaan baterai. Untuk menjaga agar suhu baterai tetap normal baik ketika proses pengisian atau pada saat digunakan dengan mengunakan cooling system yang pertama dapat menggunakan cooling system yang menggunakan penampang pendingin allumunium yang diberi peltier dan fan untuk mendorong sebagai pendingin, tetapi peltier akan membuat baterai lebih boros karena peltier membutuhkan daya yang cukup besar pada saat bekerja. Untuk cara yang kedua yaitu dengan menggunakan pendinginan coolant dan dilakukan sirkulasi secara otomatis oleh mikrokontroller dengan pendingin coolant (radiator) untuk membuang panas baterai yang diserap oleh coolant.Batteries are an energy alternative that is an alternative for modern vehicles such as electric vehicles because they are an alternative to reduce the pollutant effects of using traditional cars because they use petroleum resources. In the process of charging and discharging a vehicle that uses a battery, it is necessary to maintain the battery power within the optimal operating temperature range. Temperature is an issue that needs to be considered. These two conditions can cause excessive heat to occur which can cause mechanical damage to the battery. Apart from that, with increasing usage requirements, battery charging speed is one of the methods used, but increasing battery charging speed has the effect of extreme temperature changes compared to using normal charging. With the right battery cooling method, you can effectively reduce the negative influence of temperature on the battery, thereby increasing battery power efficiency, increasing battery life and reducing battery aging rate. To keep the battery temperature normal, both during the charging process and when in use, you can first use a cooling system which uses an aluminum cooling cross-section which is equipped with a peltier and a fan to push it as a coolant, but the peltier will make the battery more wasteful because the peltier requires quite a lot of power when working. The second method is to use coolant cooling and circulation is carried out automatically by the microcontroller with a coolant cooler (radiator) to remove the battery heat absorbed by the coolant

    Age and Gender Recognition using YOLO-X and CNN Algorithm for Smart Personalized Advertisement Board

    No full text
    The conventional advertisement board is unable to effectively attract its target customers due to its limitation in displaying relatable advertisement. According to survey, majority of people prefer to be exposed to advertisement that correlates with their interests and needs. Therefore, we propose a smart personalized advertisement (SAVER) board that uses age and gender recognition technology to display more personalized advertisement system. In this research, we compare different Convolution Neural Network (CNN) age and gender recognition architectures to be integrated with You Only Look Once -X (YOLO-X) algorithm. The best model would then be used in the SAVER Board prototype system. For gender recognition, ResNet-34 outperforms SmallerVGGNet with 98% accuracy, 96.9% precision and 97.9% f1-score for unmasked face and 90.6% accuracy, 85% precision and 91.2% f1-score for masked face. ResNet-34 also outperforms FaceMaskNet-9 and FP-Age algorithms when detecting age group as it achieves 84% accuracy, 77% precision and 75% f1-score for unmasked face and 83%, 77% and 76% for masked face. The result shows that mask significantly decrease the performance of age and gender recognition with average performance drop by 6.7%. The SAVER Board prototype also applies multithread algorithm for displaying advertisement. It achieves 81% of weighted average precision in displaying 13 different advertisements based on age and gender detected

    Perbandingan Algoritma Flood-Fill dengan Algoritma Backtracking dalam Pencarian Jalur Terpendek pada Robot Micromouse

    Full text link
    Robot Micromouse didesain untuk menyelesaikan permasalahan dalam mencari jalan keluar dari suatu labirin baik itu labirin sempurna (perfect maze) maupun labirin tidak sempurna (imperfect maze). Agar robot mampu menyelesaikan permasalahan dengan proses yang cepat dan efisien, dibutuhkan algoritma pencarian jalur terpendek untuk diimplementasikan dalam robot micromouse. Dengan sekian banyaknya algoritma pencarian jalur terpendek yang ada, tidak semua algoritma mampu menyelesaikan permasalahan – permasahan yang ada di dalam suatu labirin secara efisien. Robot micromouse ini memiliki sebuah sistem kontrol yang hanya terdiri dari satu bagian utama, yaitu kontrol utama dimana memiliki peran penting dalam melakukan pengontrolan terhadap keseluruhan sistem pada robot, seperti sistem navigasi dan sistem gerak. Dalam sistem navigasi robot, kontrol utama menerima segala data keluaran dari sensor dinding, kompas digital dan rotary encoder. Data yang diterima oleh kontrol utama berupa data mentah baik analog maupun digital yang kemudian diolah sehingga dapat digunakan oleh robot sebagai penunjuk jalan. Dalam sistem gerak robot, kontrol utama mengirimkan perintah – perintah khusus terhadap kontrol aktuator untuk mengontrol segala pergerakan motor DC. Kecepatan motor dan arah perputaran motor ditentukan berdasarkan sistem navigasi robot. Pengujian dilakukan dengan membandingkan kinerja antara algoritma flood-fill dengan algoritma backtracking dalam pencarian jalur terpendek. Berdasarkan hasil pengujian, algoritma flood-fill memiliki kinerja yang lebih efisien daripada algoritma backtracking dalam mencari jalur terpendek pada peta labirin khususnya dalam menangani imperfect maze dimana total sel terpendek pada maze 2 terpaut sebanyak 26 sel, sedangkan pada maze 3 terpaut sebanyak 36 selMicromouse robot is designed for resolving problems in finding a way out of a maze either perfect maze or imperfect maze. So that the robot is able to resolve problems quickly and efficiently, it needs the shortest path search algorithms to be implemented in the micromouse robot. With the many existing of the shortest path search algorithms, not all algorithms are able to resolve problems that are in a maze efficiently. This micromouse robot has a control system which only consist of one main part, it is the main control which has an important role in controlling the whole robot’s system such as navigation system and motion system. In the robot’s navigation system, the main control receives all of the data output from wall sensors, digital compass, and rotary encoder. Data received by the main control is a raw data either analog or digital which is processed so that it can be used by robot as a guide. In the robot’s motion system, the main control send specific commands to actuator control for controlling the movements of the DC motors. The motor speed and the direction of the motor rotation are determined based on robot’s navigation system.Testing done by comparing the performance between the flood-fill algorithm and the bactracking algorithm in the search of the shortest path. Based on the testing results, the flood-fill algorithm has performance that is more efficient than the backtracking algorithm in finding the shortest path in the maze especially in handle of imperfect maze which the difference among the shortest total cell in maze 2 is 26 cell, while in maze 3 is 36 cel
    corecore