2 research outputs found
IMPLEMENTASI KONSEP KENABIAN DALAM AGAMA ISLAM DAN KRISTEN TERHADAP JEMAAH MASJID AL-MUKHLISIN DAN GBKP DI BATAM
ABSTRAK
Nabi merupakan seorang teladan yang bila dijadikan contoh
dalam kehidupan akan menjamin seseorang menjadi manusia yang
bermanfaat baik pada dirinya maupun orang lain. Karena agama Islam
dan Kristen merupakan agama Samawi yang memiliki kitab suci
berbeda maka banyak persamaan maupun perbedaan yang dapat digali.
Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini yaitu tentang konsep
kenabian dalam agama Islam dan Kristen pada jemaah Masjid AlMukhlisin dan Jemaah Gereja Batak Karo Protestan dan implementasi
konsep kenabian dalam Agama Islam dan Agama Kristen pada jemaah
Masjid Al-Mukhlisin dan Jemaah Gereja Batak Karo Protestan. Tujuan
penelitian ini adalah untuk mengetahui konsep kenabian dalam agama
Islam dan Kristen pada jemaah Masjid Al-Mukhlisin dan Jemaah
Gereja Batak Karo Protestan dan untuk mengetahui implementasi
konsep kenabian dalam Agama Islam dan Agama Kristen pada jemaah
Masjid Al-Mukhlisin dan Jemaah Gereja Batak Karo Protestan.
Metode penelitian yang digunakan oleh penulis dalam
penelitian skripsi ini adalah dengan metode kualitatif dan
menggunakan pendekatan deskriptif. Sumber data diambil dari data
primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data dengan
menggunakan metode wawancara, metode observasi dan metode
analisis dokumen.
Hasil temuan di lapangan menunjukkan bahwa jemaah masjid
al mukhlisin telah memahami konsep kenabian dengan baik. Hal itu
dibuktikan dengan adanya kegiatan-kegiatan keagamaan yang
dilaksanakan guna meningkatkan ketaatan dan ketaqwaan kepada
Allah. Selain itu, landasan yang dipakai dalam melaksanakan kegiatankegiatan tersebut adalah tolabul „ilmi faridhotun „ala kulli muslimin wa
muslimatin dan ayat qur‘an; lamasjidun ussisa „ala at-taqwa. Hasil
temuan juga didapatkan oleh penulis bahwa jemaah GBKP telah
memahami konsep kenabian dengan baik. Sehingga hal itu dibuktikan
dengan khusyuknya para jemaah ketika melaksanakan prosesi
sembahyang dan taatnya jemaah dengan para pendeta.
Kata Kunci : Implementasi, Konsep Kenabian, Masjid, Gereja
ABSTRACT
The Prophet is a role model who, if used as an example in life,
will guarantee that a person will become a human being who is useful
both to himself and others. Because Islam and Christianity are Samawi
religions that have different holy books, there are many similarities
and differences that can be explored. The problem raised in this
research is the concept of prophecy in Islam and Christianity in the Al�Mukhlisin Mosque congregation and the Batak Karo Protestant
Church congregation and the implementation of the concept of
prophecy in Islam and Christianity in the Al-Mukhlisin Mosque
congregation and the Protestant Batak Karo Church congregation.
The aim of this research is to determine the concept of prophecy in
Islam and Christianity among the Al-Mukhlisin Mosque congregation
and the Protestant Batak Karo Church congregation and to determine
the implementation of the concept of prophecy in Islam and
Christianity among the Al-Mukhlisin Mosque congregation and the
Protestant Batak Karo Church congregation..
The research method used by the author in this thesis research
is a qualitative method and uses a descriptive approach. Data sources
are taken from primary data and secondary data. Data collection
techniques use interview methods, observation methods and document
analysis methods.
The findings in the field show that the congregation at the Al
Mukhlisin Mosque understands the concept of prophecy well. This is
proven by the existence of religious activities carried out to increase
obedience and devotion to Allah. Apart from that, the basis used in
carrying out these activities is tolabul 'ilmi faridhotun 'ala kulli
muslimin wa muslimatin and verses of the Koran; lamasjidun ussial
'ala at-taqwa. The author also found that the GBKP congregation had
understood the concept of prophecy well. So this is proven by the
solemnity of the congregation when carrying out the prayer procession
and the congregation's obedience to the priests.
Keywords: Implementation, Prophetic Concept, Mosque, Church
NILAI KEARIFAN LOKAL DALAM BAHAN AJAR SASTRA PADA BUKU TEKS BAHASA INDONESIA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA
Globalisasi merupakan tantangan bagi jati diri suatu bangsa. Di era globalisasi, budaya tertentu bisa terpengaruh budaya lain sehingga menjadi samar atau justru hilang berganti dengan budaya yang bersifat global. Salah satu upaya untuk mempertahankan budaya suatu bangsa dapat diupayakan melalui pendidikan. Nilai kearifan lokal pada pendidikan dapat ditemukan dalam buku teks pelajaran Bahasa Indonesia, misalnya pada teks sastra. Keberadaan nilai kearifan lokal tersebut dapat dijadikan rujukan untuk membangun karakter peserta didik dalam menyikapi globalisasi serta perbedaan budaya baik lokal, nasional, maupun internasional. Nilai kearifan lokal tersebut dapat meliputi: (1) nilai religius, (2) nilai sosial, (3) nilai moral, dan (4) nilai tradisi
