1,721,056 research outputs found

    Kampung Batik Giriloyo: Rantai Nilai dan Keunggulan Bersaing

    Full text link
    Tidak diizinkan karya tersebut diunggah ke dalam aplikasi Repositori Perpustakaan Universitas karena telah dipublikasikan di Jurnal Interdisipliner Kristis yang diterbitkan oleh Center of Sustainable Development Studies (CSDS) UKSW.Tujuan penelitian ini adalah menginvestigasi rantai nilai produk batik tulis, strategi keunggulan bersaing dan perkembangan kesejahteraan masyarakat di kelompok batik Lestari, Giriloyo Yogyakarta. Desain penelitian ini adalah kualitatif, lewat teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa rantai nilai batik tulis berkah lestari mulai dari penyediaan bahan produksi sampai pada pemasaran yang bertransformasi dari tradisional menjadi digital. Adapun strategi keunggulan bersaing yang digunakan batik berkah lestari adalah diferensiasi dan fokus. Keunggulan tempat, nilai budaya, motif, teknik pembuatan, serta SDM yang memiliki keahlian adalah beberapa keunggulan yang ditemui. Dampak kesejahteraan masyarakat adalah pendapatan masyarakat telah meningkat dua kali lipat dan dengan sistem kerja berkelompok para anggota kelompok dapat saling melengkapi dari segi produksi dan pemasaran untuk memperoleh keuntungan bersama

    Eksplorasi Proses Penyajian Laporan Keuangan BUMDes Sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan ETAP

    Full text link
    BUMDes merupakan suatu usaha milik desa yang dapat meningkatan keuangan desa melalui produksi barang maupun jasa. BUMDes didirikan dengan modal yang diberikan oleh pemerintah dimana bertujuan untuk memberikan kesejahteraan bagi masyarakat. Pengelolaan dana pemerintah dengan BUMDes perlu adanya pertanggungjawaban berupa penyajian laporan keuangan yang sesuai dengan SAK ETAP. Proses perkembangan BUMDes tidak luput dari peran pimpinan dalam penyajian laporan keuangan sesuai dengan standar dari pemerintah daerah maupun SAK ETAP. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi BUMDes Sido Lancar di Desa Truko, Kec. Bringin, Kab. Semarang, Jawa Tengah melalui proses penyajian laporan keuangan dengan tiga tahap, yakni: proses identifikasi transaksi, proses pengukuran, dan proses penyajian laporan keuangan, serta peran pimpinan dalam setiap proses tersebut. Mekanisme data yang digunakan pada penelitian ini berasal dari metode analisis interaktif. Hasil penelitian di BUMDes Sido Lancar mengenai proses penyajian laporan keuangan sesuai dengan standar belum terlaksana dengan baik, hal ini karena laporan keuangan yang disajikan belum sesuai dengan standar dari pemerintah maupun sesuai SAK ETAP dan kemampuan dan pengetahuan dari penyaji laporan keuangan yang belum memadai, serta peran pimpinan dalam proses tersebut belum cukup baik.BUMDes is a type of village-owned enterprise which could improve a village’s financial condition through goods and/or services production. BUMDes is established with government-provided capital, aiming at providing prosperity for the community. In funding management involving the government and the BUMDes, accountability report is required in form of financial report which is adjusted to SAK ETAP. The development process of BUMDes should involve the role of leaders in the presentation of financial reports within the three steps: transaction identifying process, measuring process, and financial report presentation process including leaders’ role in each process. The data mechanism used in this research is interactive analysis method. The research conducted in BUMDes Sido Lancar has shown that, in accordance to the standards, the financial report presentation was not held appropriately, this was due to the presented financial report was not adjusted to the government standards nor it was adjusted to SAK ETAP and abilities and knowledge of the financial report presenter which were not sufficient. Moreover, the role of the leaders in the process were not adequate

    Pengujian Efek Resensi Dan Primasi Pada Informasi Audit Seri Panjang Dan Metode Mitigasinya Dengan Diskusi Kelompok

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk menguji order effect pada informasi audit seri panjang dan memberikan bentuk mitigasi dengan menggunakan diskusi kelompok sehingga dapat memperbaiki kualitas keputusan. Order effect terdiri dari efek resensi dan primasi. Efek resensi adalah bias yang terjadi ketika individu membobot informasi akhir yang diterima lebih besar untuk keseluruhan informasi yang diterima. Sementara efek primasi merupakan bias yang terjadi ketika individu membobot informasi awal lebih besar. Untuk itu perlu diberikan suatu metode agar individu dapat mempertimbangkan keseluruhan informasi untuk pengambilan keputusan yang dalam penelitian ini menggunakan diskusi kelompok. Penelitian ini menggunakan desain eksperimental 2x2x2 within subject dengan 81 peserta dari mahasiswa S1 akuntansi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (i) dalam pola penyajian sekuensial untuk bentuk urutan informasi positif negatif atau negatif positif, kualitas keputusan individu setelah melakukan diskusi kelompok lebih baik daripada sebelum melakukan diskusi kelompok, (ii) proses mitigasi tidak terjadi pada pola penyajian simultan untuk bentuk urutan informasi positif negatif atau negatif positif, (iii) pola penyajian sekuensial lebih banyak mengalami mitigasi daripada pola penyajian simultan.This research aims to test order effect on long series audit information and provide mitigation form by using group discussion so that it can improve the quality of decision. Order effects consist of recency and primacy effects. A recency effect is a bias that occurs when an individual weighs the final received information larger for the overall information received. While the effect of primacy is a bias that occurs when individuals weigh greater initial information. For that we need to give a method so that individuals can consider the overall information for decision making in this study using group discussion. This study used 2x2x2 experimental design within subjects with 81 participants from undergraduate accounting students. The results show that: (i) in a sequential ordering pattern for positive negative or negative positive sequence information, the quality of individual decisions after group discussion is better than before the group discussion; (ii) the mitigation process does not occur in the simultaneous presentation pattern positive negative or negative positive information sequence, (iii) sequential representation pattern more mitigated than simultaneous representation pattern

    Kecurangan Akademik: Telaah Fraud Diamond Dan Faktor Situasional

    Full text link
    Kecurangan akademik merupakan suatu permasalahan dalam dunia pendidikan yang terjadi dimana saja. Faktor penyebab yang mendorong seseorang melakukan kecurangan akademik disebabkan oleh banyak faktor baik dari dalam diri maupun lingkungan luar seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran sejauh mana variabel fraud diamond dan faktor situasional menjadi variabel yang mendorong seseorang cenderung malakukan kecurangan akademik. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 222 mahasiswa FEB UKSW. Pengambilan data menggunakan metode survey. Analisis data menggunakan metode analisis deskriptif. Hasil data menunjukkan bahwa mahasiswa FEB UKSW memiliki persepsi yang sama bahwa penyebab kecurangan akademik adalah tekanan, kesempatan, rasonalisasi, kemampuan dan faktor situasional. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dari masing-masing variabel penyebab terjadinya kecurangan akademik yang dirasakan oleh mahasiswa FEB yang paling tinggi adalah tekanan, kesempatan, rasionalisasi, kemampuan dan faktor situasional.Academic fraud is an issue in education that could happen anywhere. Factors that cause a person doing academic fraud are both from within and outside the person. This study aims to determine the description of the extent to which the variable fraud diamond and situational factors into variables that encourage a person to do fraud academic. Subjects were Fakultas Ekonomika dan Bisnis Unversitas Kristen Satya Wacana students amounting 222 peoples. This research used survey method in data collecting. Data analysis is descriptive analysis. Result of data analysis showed that the FEB UKSW students have perception that academic fraud cause the most dominant factor are pressure, opportunity, rationalization, capability and situational factor. Based on the result of the research conclude that from each variable of cause academic fraud of FEB UKSW students is the highest is pressure, opportunity, rationalization, capability and factor situational

    Identifikasi Kecurangan Dana Desa dan Niat Whistleblowing: Tinjauan dari Aspek Kearifan Lokal

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kecurangan dana desa dan mengaalisis niat whistleblowing masyarakat berdasarkan kearifan lokal yang ada di salah satu desa Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan data primer yang diperoleh dengan wawancara yang bersifat semi-struktur. Informan pada penelitian ini adalah kepala desa, perangkat desa, BPD serta masyarakat. Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya tindakan kecurangan yang pernah terjadi seperti peminjaman dana desa untuk keperluan pribadi dan manipulasi laporan keuangan. Dalam penelitian ini juga terlihat adanya kearifan lokal seperti bersih dusun, satu suro, “bagito”, dan tempat pariwisata yang dimiliki dapat mendorong niat whistleblowing. Namun kearifan lokal lain seperti kebiasaan rasa “pekewuh” yang dimiliki masyarakat dapat mengikis timbulnya niatw histleblowing

    Tata Kelola dan Ukuran Keberlanjutan BUMDesa

    Full text link
    Masalah yang muncul saat ini banyak desa yang gagal dalam menjalankan BUMDesa, seperti yang ada di 2.511 BUMDesa di Jawa Tengah, yang belum semua digarap dengan serius karena kurangnya siapnya desa dan potensi yang minim dari desa. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengidentifikasi kondisi tata kelola serta mengukur keberlanjutan BUMDesa di Desa Plumbon Kecamatan Suruh Kabupaten Semarang Jawa Tengah. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif, dengan menggunakan data primer yang diperoleh melalui wawancara. Narasumber pada penelitian ini adalah kepala desa, pihak pengelola BUMDesa, dan masyarakat di Desa Plumbon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam identifikasi tata kelola BUMDesa Plumbon sebagian dari prinsip tata kelola BUMDesa sudah terlaksana akan tetapi ada beberapa belum maksimal. Kendala yang berpotensi dihadapi oleh BUMDesa di Plumbon yaitu baik pengelola desa maupun masyarakat kurang memahami mengenai potensi yang dimiliki serta pemahaman terhadap tata kelola BUMDesa. Kemudian dalam identifikasi keberlanjutan BUMDesa Plumbon walaupun masih dikatakan sebagai BUMDesa rintisan, tetapi sudah mempunyai progres untuk kedepannya dan saat ini dalam tahapan penambahan pembangunan.The problem that arises at this time is that many villages fail in running BUMDesa, such as those in 2,511 BUMDesa in Central Java, which have not all been worked seriously because of lack the village preparedness and the minimal potential of the village. This study aims to identify governance conditions manage and measure the sustainability of BUMDesa in Plumbon Village, Suruh Subistrict, Semarang Regency, Central Java. This research is a qualitative descriptive study, with using primary data obtained through interviews. Resource persons in this study are the village head, the manager BUMDesa, and the community in Plumbon Village. The results showed that in the identification of governance BUMDesa Plumbon is part of BUMDesa governance principles have been implemented, but there are some that have not been maximized. Potential obstacles faced by BUMDesa Plumbon, that is village and community managers do not understand about potential and understanding of governance BUMDesa. Then in identifying the sustainability of Plumbon BUMDesa although it is still said to be a pioneering BUMDesa, but already has progress for the future and is currently in the stage of development additions

    Blue Accounting Social Responsibility: A Study On Go-Public Fishery Companies In Indonesia

    No full text
    This phenomenon in Indonesia recognizes the importance of fisheries sector companies for society, which has given rise to opinions regarding the form of social responsibility that fisheries companies in Indonesia must carry out. This responsibility is also stated in point number 12 of the SDGs promoted by the UN regarding sustainable consumption and production patterns. This research aims to identify the components of Corporate Social Responsibility (CSR) in fisheries sector companies, especially in the blue accounting aspect. This research method uses qualitative descriptive analysis techniques. The objects used in this research are two fishing companies listed on the Indonesia Stock Exchange. The results of this research support legitimacy theory in accordance with the blue accounting practices of both companies which focus on the social contract between the company and society where companies are required to fulfill society's expectations and demands

    Apakah Kompleksitas Tugas dan Time Budget Pressure Berpengaruh Terhadap Keputusan Audit?

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk meneliti keakuratan pengambilan keputusan yang diambil auditor yunior apabila dihadapkan dengan kondisi kompleksitas tugas dan time budged pressure. Dengan partisipan mahasiswa S1 akuntansi Fakultas Ekonomika dan Bisnis. Penelitian ini menggunakan desain eksperimental 2x2 antarsubjek dengan total 67 partisipan mahasiswa yang berperan sebagai auditor yunior menghasilkan 60 data siap olah. Perlakuan diberikan dalam bentuk kompleksitas tugas (tinggi dan rendah) dan time budged pressure (tinggi dan rendah). Hasil penelitian menunjukkan bahwa grup yang mendapatkan perlakuan tekanan ketaatan rendah dan kompleksitas tugas yang rendah pula akan menghasilkan keputusan audit dengan keakuratan yang tinggi.This research aimed to examine the accuracy of decision made by Junior Auditors when they deal with assignment’s complexity and time pressure budget condition. This research uses undergraduate students from Faculty of Economics and Business (Accounting Program) as the participant. This research tested the accuracy of auditing decision made by Junior Auditorsin vary assignment’s complexity and time pressure budget condition. This research uses experimental design beetwen 2x2 subject with total of 67 undergraduate student participants who acted as a Junior Auditor that deliver 60 ready-to-process data. The treatment is given by giving varies of complex assignment (high and low) and time budged pressure (high and low) form. The result of this research indicates that the group with lower assignment’s complexity and pressure treatment adherence delivers high accuracy of audit decision

    Nilai-Nilai Kearifan Lokal Pada Niat Melakukan Whistleblowing Dalam Pengelolaan Dana Desa

    Full text link
    This study aimed to find out the potential of doing whistleblowing in village government offices and the factors which influenced somebody to do whistleblowing. The study was conducted in Bringin Village, Disctric of Bringin, Semarang Regency. The method used in this study was qualitative which focused on descriptive approach in which sequential technique was used to gather the data. The result of this study showed that first, the local wisdoms were the underlying reasons of the citizens’ courage to do whistleblowing because they felt responsible in building their village and got rid of the bad things which might happen to their village. Second, there was benevolence ethical climate in that village in which the government officials nurtured the society’s awareness by giving explanation about the effects to the society if there was village fund wrongdoing. This was supported by the moral intensity in which the society always tried to maintain good moral by nurturing the awareness of the importance of revealing fraud for the sake of the society’s wellbeing. Third, the principle ethical climate used by the government officials nurtured the society’s courage to do whistleblowing by showing the sanctions of the village fund wrongdoing which would affect all part of society and also the steps taken by the government officials regarding the case of village fund wrongdoing
    corecore