2 research outputs found

    PENGARUH IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PERLINDUNGAN LAHAN PERTANIAN PANGAN BERKELANJUTAN TERHADAP EFEKTIVITAS DALAM MENEKAN ALIH FUNGSI LAHAN DI KABUPATEN GUNUNGKIDUL

    No full text
    Keberadaan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) perlu disikapi dengan bijak guna menekan laju alih fungsi lahan pertanian ke non pertanianPenelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh implementasi kebijakan perlindungan LP2B terhadap efektivitasnya dalam menekan laju alih fungsi lahan pertanian. Implementasi kebijakan yang baik dan tepat akan berhasil dan memberikan dampak dalam menekan alih fungsi lahan pertanian. Penelitian ini dilaksanakan dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Variabel yang digunakan adalah efektivitas kebijakan dan implementasi kebijakan. Responden yang digunakan dalam penelitian ini sejumlah 54 responden. Data dianalisis dengan uji Chi-Square untuk melihat pengaruh implementasi kebijakan perlindungan LP2B di Kabupaten Gunungkidul terhadap efektivitas kebijakan dalam menekan laju alih fungsi lahan pertanian. Hasil analisis menunjukkan nilai Asymp.Sig 0,051. Nilai ini lebih besar dari nilai kritis 0,05. Berdasarkan hipotesis penelitian, maka Ho diterima dan Ha ditolak. Hal ini artinya kebijakan perlindungan LP2B di Kabupaten Gunungkidul tidak efektif dalam menekan laju alih fungsi lahan pertanian. Sehingga diperlukan koordinasi dan konsolidasi antara pemangku kebijakan serta partisipasi masyarakat

    Peningkatan Keterampilan Mahasiswa Universitas Gunung Kidul melalui Pelatihan Budidaya Tanaman Sayur dalam Polybag

    No full text
    Kemampuan budidaya tanaman sayur bagi mahasiswa sangat penting untuk ditingkatkan melalui pelatihan. Hal ini selain untuk memberikan keterampilan soft skill dan hard skill bagi mahasiswa, juga memberikan bekal bagi mahasiswa untuk berwirausaha. Penelitian ini dilaksanakan di Universitas Gunung Kidul. Peserta pelatihan budidaya tanaman sayur dalam polybag adalah 28 mahasiswa Program Studi Administrasi Publik angkatan masuk tahun 2022 yang sedang menempuh mata kuliah Pemberdayaan Masyarakat. Jumlah polybag yang dibudidayakan sebanyak 84 polybag. Pelatihan diawali dengan mempersiapkan media tanam, masing-masing mahasiswa membudidayakan tiga polybag, dengan tanaman yang berbeda, yaitu kangkung, bayam, dan sawi. Mahasiswa melakukan pemeliharaan tanaman, berupa penyiraman setiap hari, pemupukan, dan proteksi tanaman secara mekanis ketika ditemukan hama di sekitar tanaman. Pemupukan dilakukan dua kali dengan pupuk kandang dan pupuk NPK 16-16-16. Hasil produksi menunjukkan persentase tanaman mati untuk tanaman kangkung adalah 10,7%, tanaman bayam adalah 42,8%, dan tanaman sawi adalah 35,7%. Tingginya persentase tanaman mati karena adanya serangan hama ulat dan cuaca ekstrem hujan tiga hari berturut turut saat awal pertumbuhan. Total keberhasilan budidaya tanaman sayur dalam polybag sebesar 70,23% dan meningkatkan keterampilan mahasiswa di bidang budidaya tanaman sayur sebesar 77,36%
    corecore