2 research outputs found
Implementasi Kebijakan Pendidikan Islam Multikultural di Madrasah Aliyah Raadhiyatan Mardhiyyah Putra Balikpapan
Keberagaman budaya di Indonesia merupakan kenyataan historis dan sosial yang tidak dapat disangkal oleh siapa pun. Keunikan budaya yang beragam sebagai sebuah tradisi yang hidup dalam masyarakat dan daerah. Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif. Penelitian kualitatif dilaksanakan untuk membangun pengetahuan melalui tersebut memberikan implikasi pola pikir, tingkah laku dan karakter pribadi masing-masing pemahaman dan penemuan. Hasil dari implementasi kebijakan pendidikan multikultural yaitu memberikan pemahaman ke peserta didik tentang Urgensi perbedaan dalam hal kesukuan ditinjau dari ilmu agama yang dipelajari di Madrasah yaitu agar saling mengenal, Kedua interaksi yang terjadi di Madrasah pasti kadang menimbulkan perselisihan tetapi tidak antar suku akan tetapi dikarenakan kesalahpahaman maka kebijakan yang dilakukan pihak sekolah adalah dengan mempertemukan kedua belah pihak agar bermaaf-maafan, ketiga jika terjadi perselisihan contohnya maka ada konsekuensi pembinaan yang diberikan oleh sekolah. Kebijakan pendidikan Islam multikultural menurut mencakup langkah-langkah untuk menyatukan antara prinsip pokok yang terkait dengan konsep pendidikan Islam multikultural dengan kebijakan dalam sebuah komunitas pendidikan tertentu yang bertujuan untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang inklusif, toleran, dan menghargai keragaman budaya serta keyakinan
Effects of chronic exposure to arsenic on the fecal carriage of antibiotic-resistant Escherichia coli among people in rural Bangladesh
Antibiotic resistance is a leading cause of hospitalization and death worldwide. Heavy metals such as arsenic have been shown to drive co-selection of antibiotic resistance, suggesting arsenic-contaminated drinking water is a risk factor for antibiotic resistance carriage. This study aimed to determine the prevalence and abundance of antibiotic-resistant Escherichia coli (AR-Ec) among people and drinking water in high (Hajiganj, >100 μg/L) and low arsenic-contaminated (Matlab, 0.2) was observed in a higher proportion of water (78%) and child stool (100%) isolates in Hajiganj than in water (57%) and children (89%) in Matlab (p <0.05). The odds of arsenic-resistant bacteria being resistant to third-generation cephalosporin antibiotics were higher compared to arsenic-sensitive bacteria (odds ratios, OR 1.2–7.0, p <0.01). WGS-based phylogenetic analysis of E. coli isolates did not reveal any clustering based on arsenic exposure and no significant difference in resistome was found among the isolates between the two areas. The positive association detected between arsenic exposure and antibiotic resistance carriage among children in arsenic-affected areas in Bangladesh is an important public health concern that warrants redoubling efforts to reduce arsenic exposure. Author summary Antibiotic resistance is one of the leading causes of death and hospitalization worldwide. While the major drivers of antibiotic resistance are the overuse and misuse of antibiotics, natural elements such as heavy metals can also promote antibiotic resistance. In this observational study, we investigated the prevalence and abundance of antibiotic-resistant bacteria in drinking water samples and among mothers and children from the same households in two rural areas of Bangladesh with high and low levels of arsenic contamination in drinking water. We found that the prevalence of antibiotic-resistant E. coli was significantly higher in water and among children in high arsenic-contaminated areas compared to the low arsenic-contaminated areas. We also found that a higher proportion of E. coli isolates from the high arsenic area were resistant to multiple antibiotics including penicillin, cephalosporin, and chloramphenicol. Arsenic-resistant bacteria are more likely to be resistant to certain groups of antibiotics, including third-generation cephalosporins. Overall, this study suggests that arsenic exposure could be an important risk factor for the carriage of antibiotic-resistant organisms which needs to be taken into consideration when designing community-based interventions to combat antimicrobial resistance
