1,720,997 research outputs found

    ANALISIS PENGARUH JUMLAH SUDU PROTOTYPE TERHADAP KINERJA PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA PIKOHIDRO (PLTPH) DENGAN TURBIN TIPE WHIRLPOOL

    No full text
    Ulil Abshor, 2025 “Analisis Pengaruh Jumlah Sudu Prototype Terhadap Kinerja Pembangkit Listrik Tenaga Pikohidro (PLTPH) Dengan Turbin Tipe Whirlpool”. Laporan Skripsi Teknik Mesin Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer Universitas Pancasakti Tegal 2025. Kebutuhan listrik di Indonesia terus meningkat, sementara pasokan masih didominasi energi fosil yang berdampak buruk pada lingkungan, sehingga pengembangan energi terbarukan seperti Pembangkit Listrik Tenaga Pikohidro (PLTPH) menjadi penting, terutama bagi daerah terpencil karena berbiaya rendah, mudah dioperasikan, dan ramah lingkungan. Dalam PLTPH, turbin whirlpool cocok untuk aliran rendah dan perawatan minimal, namun jumlah sudu pada runner sangat memengaruhi efisiensi, di mana jumlah yang terlalu sedikit mengurangi penyerapan energi dan jumlah berlebih menimbulkan hambatan aliran. Penelitian ini menganalisis pengaruh variasi jumlah sudu terhadap putaran (RPM), daya, dan efisiensi pada prototipe turbin whirlpool guna menghasilkan desain PLTPH yang optimal, aplikatif, dan mendukung diversifikasi energi terbarukan di Indonesia. Pengujian turbin whirlpool dengan 4, 6, dan 8 sudu menunjukkan bahwa penambahan sudu meningkatkan penangkapan energi dan torsi, namun juga menambah hambatan hidraulik yang menurunkan RPM. Sudu 4 memiliki RPM tinggi tanpa beban tetapi torsi rendah, sedangkan sudu 8 memiliki torsi besar namun RPM rendah. Konfigurasi 6 sudu memberikan keseimbangan optimal antara torsi dan kecepatan putar, menghasilkan daya dan efisiensi tertinggi pada kondisi debit dan head yang diuji. Pengujian prototipe PLTPH dengan 4, 6, dan 8 sudu pada turbin whirlpool menunjukkan bahwa jumlah sudu berpengaruh signifikan terhadap putaran, daya, dan efisiensi. Sudu 4 menghasilkan RPM tinggi namun torsi rendah, sedangkan sudu 8 memiliki torsi besar tetapi RPM rendah akibat hambatan aliran. Konfigurasi 6 sudu memberikan performa terbaik dengan RPM tertinggi, daya terbesar, dan efisiensi optimal berkat keseimbangan torsi dan kecepatan putar. Kinerja dipengaruhi oleh interaksi jumlah sudu, distribusi aliran, dan kondisi beban, dengan 6 sudu menjadi pilihan optimal untuk PLTPH skala kecil. Kata kunci: PLTPH, turbin whirlpool, jumlah sudu, efisiensi, energi terbaruka

    STRATEGI GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENINGKATKAN KARAKTER RELIGIUS PESERTA DIDIK DI MTS ASWAJA TUNGGANGRI

    Get PDF
    Skripsi dengan judul “Strategi Guru PAI Dalam Meningkatkan Karakter Religius Peserta Didik Di MTs Aswaja Tunggangri Tulungagung” ini ditulis oleh Moh Ulil Abshor, Prodi Pendidikan Agama Islam(PAI), NIM 12201193112 Tahun 2023 dibimbing oleh Dr. H. Imam Junaris, S. Ag, M.H.I Kata Kunci : Strategi, Guru PAI, Karakter Religius Diakui atau tidak, saat ini terjadi krisis yang nyata dan mengkhawatirkan dalam masyarakat dengan melibatkan milik kita yang paling berharga, yaitu anak-anak. Krisis yang sangat mengkhawatirkan adalah krisis moral. Yang mana dalam hal ini, akhlak dan karakter generasi muda mulai terkikis. Hilangnya rasa saling menghormati, toleransi, sopan santun dan etika. Bahkan perilaku remaja kita juga diwarnai dengan kenakalan atau kebiasaan buruk seperti pemerasan/kekerasan (bullying). Itulah mengapa pendidikan karakter religius sangat penting untuk diterapkan. Tujuan Penlitian ini adalah (1) Mendeskripsikan strategi guru PAI dalam meningkatkan taat beribadah peserta didik di MTs Aswaja Tunggangri, (2) Mendeskripsikan strategi guru PAI dalam meningkatkan tata krama peserta didik di MTs Aswaja Tunggangri, (3) Mendeskripsikan strategi guru PAI dalam meningkatkan sikap toleransi peserta didik di MTs Aswaja Tunggangri. Penelitian ini menggunakan pendekatan Kualitatif dan jenis penelitian field research. Sumber datanya di peroleh melalui tiga unsur yaitu: Person, Place, Paper. Metode pengumpulan data menggunakan Observasi partisipan, Wawancara Mendalam dan Dokumetasi. Teknik Analisis data menggunakan Reduksi data, Penyajian data, dan Penarikan Kesimpulan. Pengecekan Keabsahan data menggunakan Perpanjangan keikutsertaan, dan Triangulasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Strrategi yang digunakan oleh MTs Aswaja dengan mengadakan kegiatan keagamaan seperti madrasah diniyah, istighosah, sholat dhuha berjamaah, sholat dhuhur berjamaah, dan kegiatan kegiatan pada tanggal tertentu sebagai pembiasaan diri murid murid dalam meningkatkan sikap taat beribadah peserta didiknya. (2) MTs Aswaja ini lebih menekankan pada materi tambahan yakni pada program madrasah diniyah untuk meningkatkan pemahaman mengenai tata krama yang baik. ketika mengajar di dalam kelas guru menggunakan strategi dengan guru sebagai suri tauladan (modelling) bagi murid muridnya. (3) Di MTs Aswaja ini menggunakan strategi moral knowing yang mana guru memberikan makna yang baik tentang toleransi. Selain itu juga menggunakan strategi moral feeling yang mana pendekatan antar sesama siswa.. Ditambah lagi dengan menggunakan reward and punishment untuk memotivasi peserta didiknya. Sedangkan ketika mengajar di kelas guru menggunakan metode diskusi yang dapat menjadikan siswa lebih aktif dalam berinteraksi dengan teman temannya

    PENGARUH BAROTRAUMA AURIS TERHADAP GANGGUAN PENDENGARAN ADA NELAYAN PENYELAM DI KECAMATAN PUGER KABUPATEN JEMBER

    Get PDF
    Telah dilakukan suatu "Observational study" untuk mengetahui jenis ketulian dan tingkat ketulian pada nelayan penyelam di Kecamatan Puger, Kabupaten Jember pada bulan September 2006. Tujuannya untuk memperoleh gambaran gangguan pendengaran pada nelayan penyelam tradisional di Kecamatan Puger. Materi dan metode: sampel adalah nelayan penyelam yang tergabung dalam Forum Komunikasi Nelayan (FKN), laki-laki, berumur 15-40 tahun, aktif menyelam lebih dari 3 tahun, kedalaman lebih dari 1.5 meter, frekuensi menyelam minimal 3 kali per minggu. Gangguan pendengaran diukur dengan Audiotimpanometer. Hasil: Kami menemukan diantara 16 penyelam, kelainan pendengaran sebanyak 11 penyelam (68,9 %), sedangkan 5 penyelam (31,1 %) memiliki pendengaran normal, Penyelam dengan gangguan tuli konduksi dengan pembedaan telinga kanan dan kiri, tuli konduksi telinga kanan 0% sedangkan telinga kiri 1 penyelam (6.25%), tuli sensorineural telinga kanan 7 penyelam (43.75%) sedangkan telinga kiri 4 penyelam (25%), tuli campuran telinga kanan 1 penyelam (6.25%) sedangkan telinga kiri 2 penyelam (12.5%). Pada pemeriksaan tingkat ketulian berdasarkan pembagian telinga kanan dan kiri didapatkan hasil: Telinga kanan, 8 penyelam normal (50%), 4 penyelam SNHL ringan (25%), 3 penyelam SNHL ringan-sedang dan sisanya 1 penyelam (6.25%) tuli campuran sedang-berat. Telinga kiri, 9 penyelam normal (56.25%), 2 penyelam masing-masing SNHL ringan dan ringan-sedang (12.5%), sedangkan 1 penyelam masing-masing untuk tuli campuran tingkat sedang dan sedang-berat serta tuli konduksi (6.25%). Pada pemeriksaan otoskop untuk melihat membran timpani didapatkan 10 penyelam dengan membran timpani intak (62.5%), perforasi 3 penyelam (18.75%) dan restricted 3 penyelam (18.75%) dengan prosentase yang sama untuk telinga kanan dan kiri. Kesimpulan yang didapat dari hasil analisis data dan pembahasan adalah adanya pengaruh barotrauma auris terhadap gangguan pendengaran pada nelayan penyelam di Kecamatan Puger Kabupaten Jember

    PENGARUH HARGA, SPESIFIKASI, DAN LOKASI TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN RUMAH SUBSIDI ( STUDI KASUS PADA PT. MAHAKARYA TUNAS JAYA )

    Get PDF
    Kebutuhan papan dibutuhkan manusia sebagai tempat beristirahat atau tempat berlindung. Seiring terjadinya perkembangan zaman, kebutuhan papan dijadikan sebagai kebutuhan tempat tinggal keluarga sehingga memiliki unit rumah djadikan sebagai dasar sebelum atau pasca pernikahan. Kehadiran rumah subsidi ditujukan kepada masyarakat ekonomi menengah kebawah, dengan nominal rupiah Seratus Tujuh Puluh Empat Juta Rupiah ditetapkan sebagai standar harga rumah subsidi th 2022 di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Faktor Harga, Spesifikasi dan Lokasi perlu diperhatikan sebagai hal dasar dalam pembelian rumah subsidi. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk melakukan pengujian dari pengaruh Harga, Spesifikasi, dan Lokasi terhadap Keputusan pembelian. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 19 orang, yang telah jatuh akad pembelian rumah subsidi pada PT. Mahakarya Tunas Jaya. Penelittian ini menggunakan metode kuantitatif, dan metode pengujian meggunakan regresi linier berganda. Uji Validitas dan Reliabilitas, Uji Asumsi Klasik, Uji Normalitas, Uji Multikolinieritas, Uji Regresi Linier Berganda, Uji Koefisien Determinasi dan Uji Hipotesis menggunakan uji t dan uji f. Hasil pada penelitian ini menunjukkan bahwa harga, spesifikasi, dan lokasi berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian pada PT. Mahakarya Tunas Jaya

    PENGARUH BAROTRAUMA AURIS TERHADAP GANGGUAN PENDENGARAN PADA NELAYAN PENYELAM DI KECAMATAN PUGER KABUPATEN JEMBER

    No full text
    Telah dilakukan suatu "Observational study" untuk mengetahui jenis ketulian dan tingkat ketulian pada nelayan penyelam di Kecamatan Puger, Kabupaten Jember pada bulan September 2006. Tujuannya untuk memperoleh gambaran gangguan pendengaran pada nelayan penyelam tradisional di Kecamatan Puger. Materi dan metode: sampel adalah nelayan penyelam yang tergabung dalam Forum Komunikasi Nelayan (FKN), laki-laki, berumur 15-40 tahun, aktif menyelam lebih dari 3 tahun, kedalaman lebih dari 1.5 meter, frekuensi menyelam minimal 3 kali per minggu. Gangguan pendengaran diukur dengan Audiotimpanometer. Hasil: Kami menemukan diantara 16 penyelam, kelainan pendengaran sebanyak 11 penyelam (68,9 %), sedangkan 5 penyelam (31,1 %) memiliki pendengaran normal, Penyelam dengan gangguan tuli konduksi dengan pembedaan telinga kanan dan kiri, tuli konduksi telinga kanan 0% sedangkan telinga kiri 1 penyelam (6.25%), tuli sensorineural telinga kanan 7 penyelam (43.75%) sedangkan telinga kiri 4 penyelam (25%), tuli campuran telinga kanan 1 penyelam (6.25%) sedangkan telinga kiri 2 penyelam (12.5%). Pada pemeriksaan tingkat ketulian berdasarkan pembagian telinga kanan dan kiri didapatkan hasil: Telinga kanan, 8 penyelam normal (50%), 4 penyelam SNHL ringan (25%), 3 penyelam SNHL ringan-sedang dan sisanya 1 penyelam (6.25%) tuli campuran sedang-berat. Telinga kiri, 9 penyelam normal (56.25%), 2 penyelam masing-masing SNHL ringan dan ringan-sedang (12.5%), sedangkan 1 penyelam masing-masing untuk tuli campuran tingkat sedang dan sedang-berat serta tuli konduksi (6.25%). Pada pemeriksaan otoskop untuk melihat membran timpani didapatkan 10 penyelam dengan membran timpani intak (62.5%), perforasi 3 penyelam (18.75%) dan restricted 3 penyelam (18.75%) dengan prosentase yang sama untuk telinga kanan dan kiri. Kesimpulan yang didapat dari hasil analisis data dan pembahasan adalah adanya pengaruh barotrauma auris terhadap gangguan pendengaran pada nelayan penyelam di Kecamatan Puger Kabupaten Jember

    PENGARUH BAROTRAUMA AURIS TERHADAP GANGGUAN PENDENGARAN PADA NELAYAN PENYELAM DI KECAMATAN PUGER KABUPATEN JEMBER

    No full text
    Telah dilakukan suatu "Observational study" untuk mengetahui jenis ketulian dan tingkat ketulian pada nelayan penyelam di Kecamatan Puger, Kabupaten Jember pada bulan September 2006. Tujuannya untuk memperoleh gambaran gangguan pendengaran pada nelayan penyelam tradisional di Kecamatan Puger. Materi dan metode: sampel adalah nelayan penyelam yang tergabung dalam Forum Komunikasi Nelayan (FKN), laki-laki, berumur 15-40 tahun, aktif menyelam lebih dari 3 tahun, kedalaman lebih dari 1.5 meter, frekuensi menyelam minimal 3 kali per minggu. Gangguan pendengaran diukur dengan Audiotimpanometer. Hasil: Kami menemukan diantara 16 penyelam, kelainan pendengaran sebanyak 11 penyelam (68,9 %), sedangkan 5 penyelam (31,1 %) memiliki pendengaran normal, Penyelam dengan gangguan tuli konduksi dengan pembedaan telinga kanan dan kiri, tuli konduksi telinga kanan 0% sedangkan telinga kiri 1 penyelam (6.25%), tuli sensorineural telinga kanan 7 penyelam (43.75%) sedangkan telinga kiri 4 penyelam (25%), tuli campuran telinga kanan 1 penyelam (6.25%) sedangkan telinga kiri 2 penyelam (12.5%). Pada pemeriksaan tingkat ketulian berdasarkan pembagian telinga kanan dan kiri didapatkan hasil: Telinga kanan, 8 penyelam normal (50%), 4 penyelam SNHL ringan (25%), 3 penyelam SNHL ringan-sedang dan sisanya 1 penyelam (6.25%) tuli campuran sedang-berat. Telinga kiri, 9 penyelam normal (56.25%), 2 penyelam masing-masing SNHL ringan dan ringan-sedang (12.5%), sedangkan 1 penyelam masing-masing untuk tuli campuran tingkat sedang dan sedang-berat serta tuli konduksi (6.25%). Pada pemeriksaan otoskop untuk melihat membran timpani didapatkan 10 penyelam dengan membran timpani intak (62.5%), perforasi 3 x penyelam (18.75%) dan restricted 3 penyelam (18.75%) dengan prosentase yang sama untuk telinga kanan dan kiri. Kesimpulan yang didapat dari hasil analisis data dan pembahasan adalah adanya pengaruh barotrauma auris terhadap gangguan pendengaran pada nelayan penyelam di Kecamatan Puger Kabupaten Jember

    PENGARUH BAROTRAUMA AURIS TERHADAP GANGGUAN PENDENGARAN PADA NELAYAN PENYELAM DI KECAMATAN PUGER KABUPATEN JEMBER

    No full text
    Telah dilakukan suatu "Observational study" untuk mengetahui jenis ketulian dan tingkat ketulian pada nelayan penyelam di Kecamatan Puger, Kabupaten Jember pada bulan September 2006. Tujuannya untuk memperoleh gambaran gangguan pendengaran pada nelayan penyelam tradisional di Kecamatan Puger. Materi dan metode: sampel adalah nelayan penyelam yang tergabung dalam Forum Komunikasi Nelayan (FKN), laki-laki, berumur 15-40 tahun, aktif menyelam lebih dari 3 tahun, kedalaman lebih dari 1.5 meter, frekuensi menyelam minimal 3 kali per minggu. Gangguan pendengaran diukur dengan Audiotimpanometer. Hasil: Kami menemukan diantara 16 penyelam, kelainan pendengaran sebanyak 11 penyelam (68,9 %), sedangkan 5 penyelam (31,1 %) memiliki pendengaran normal, Penyelam dengan gangguan tuli konduksi dengan pembedaan telinga kanan dan kiri, tuli konduksi telinga kanan 0% sedangkan telinga kiri 1 penyelam (6.25%), tuli sensorineural telinga kanan 7 penyelam (43.75%) sedangkan telinga kiri 4 penyelam (25%), tuli campuran telinga kanan 1 penyelam (6.25%) sedangkan telinga kiri 2 penyelam (12.5%). Pada pemeriksaan tingkat ketulian berdasarkan pembagian telinga kanan dan kiri didapatkan hasil: Telinga kanan, 8 penyelam normal (50%), 4 penyelam SNHL ringan (25%), 3 penyelam SNHL ringan-sedang dan sisanya 1 penyelam (6.25%) tuli campuran sedang-berat. Telinga kiri, 9 penyelam normal (56.25%), 2 penyelam masing-masing SNHL ringan dan ringan-sedang (12.5%), sedangkan 1 penyelam masing-masing untuk tuli campuran tingkat sedang dan sedang-berat serta tuli konduksi (6.25%). Pada pemeriksaan otoskop untuk melihat membran timpani didapatkan 10 penyelam dengan membran timpani intak (62.5%), perforasi 3 penyelam (18.75%) dan restricted 3 penyelam (18.75%) dengan prosentase yang sama untuk telinga kanan dan kiri. Kesimpulan yang didapat dari hasil analisis data dan pembahasan adalah adanya pengaruh barotrauma auris terhadap gangguan pendengaran pada nelayan penyelam di Kecamatan Puger Kabupaten Jember

    PELATIHAN AUTOMASI PELAPORAN KEUANGAN DEMI MENCAPAI EFISIENSI DAN EFEKTIFITAS DI MASJID

    Get PDF
    ABSTRAKMasjid Ulil Abshar merupakan masjid milik masjid Muhammadiyah Ulil Abshor yang terletak di Jtis, Mulyoagung, kabupaten Malang. Seperti masjid, masjid Ulil Abshar juga memiliki tanggung jawab kepada Persyarikatan Muhammadiyah sebagai stakeholder utama. Hal ini disebabkan sumber pendanaan berasal dari persyarikatan Muhammadiyah. Bentuk tanggung jawab dapat dilihat dari pelaporan keuangan yang dibuat. Kendala yang dihadapi oleh masjid tersebut adalah pelaporan keuangan yang ada sekarang masih menggunakan sistem pencatatan manual dan belum terintegrasi antara satu laporan dengan laporan yang lain. Tim pengusul mengupayakan untuk melakukan perbaikan dengan mengintegrasikan laporan keuangan sehingga pengambilan keputusan dapat dilakukan secara cepat dan tepat. Diharapkan dengan ditatanya laporan keuangan dari manual menjadi laporan yang terintegrasi adalah capaian/kinerja dapat terlihat secara jelas dan mempermudah proses transparansi kepada persyarikatan Muhammadiyah. Pengusul mampu menyelesaikan permasalahan tersebut dengan menggunakan tahapan-tahapan, yaitu: Pengidentifikasian Masalah Mitra, Perancangan Laporan Keuangan Terintegrasi, Pengimplementasian Laporan keuangan Terintegrasi, terakhir Evaluasi atas aplikasi pelaporan keuangan yang dibuat. Informasi laporan keuangan yang dibuat oleh Pihak Masjid lebih cepat dari pada membuatnya secara manual. Efektifitas waktu dan efisiensi biaya dapat diwujudkan dengan menerapkan automasi pelaporan keuangan. Kata kunci: pelaporan keuangan; laporan keuangan; masjid ulil abshor; persyarikatan muhammadiyah ABSTRACTUlil Abshar Mosque is a mosque belonging to the Muhammadiyah Ulil Abshor mosque which is located in Jtis, Mulyoagung, Malang district. Like the mosque, the Ulil Abshar mosque also has a responsibility to the Persyarikatan Muhammadiyah as the main stakeholder. This is due to the source of funds that come from the Muhammadiyah association. The form of responsibility can be seen from the financial reporting made. The obstacle faced by the mosque is that current financial reporting still uses a manual recording system and has not been integrated between one report and another. The proposing team seeks to make improvements by integrating reports so that decision making can be carried out quickly and accurately. It is hoped that by arranging financial reports from manuals into integrated reports, achievements/performance can be seen clearly and facilitate the transparency process for Muhammadiyah organizations. The proposer is able to solve these problems using the following stages, namely: Identification of Partner Problems, Design of Integrated Financial Statements, Implementation of Integrated Reports, Finally Evaluation of reports made. Financial report information made by the mosque is faster to create manually. Time effectiveness and cost efficiency can be realized by implementing financial reporting automation. Keywords: financial reporting; financial reports; ulil abshor mosque; muhammadiyah associatio
    corecore