1,720,986 research outputs found
UJI REAKTIVITAS ANTIOKSIDAN SENYAWA ALFA-MANGOSTEN dan GAMMA-MANGOSTENDENGAN METODE KIMIA KOMPUTASI PM3
Kulit buah manggismengandung senyawa mangostin, mangostenol, mangostinon A, mangostenon B, trapezifolixanton, tovofillin B, alfa mangostin, beta mangostin, garsinon B, mangostanol, flavonoid, epikatekin, gartanin, gamma mangostin, garsinon E dan epikatekin. Pada penelitian ini dilakukan penilaian tingkat reaktivitas senyawa antioksidanalfa mangostin dan gamma mangostin Nilai reaktivitas antioksidan dapat diukur melalui beberapa descriptor yaitu energy HOMO- LUMO yang menggambarkan energi reaktivitas suatu senyawa dimana jika selisih energy HOMO-LUMO kecil maka senyawa tersebut lebih reaktif. Parameter sterik (Molar Refractivitydan Connolly Accessible Area) menunjukkan afinitas kontak senyawa dengan lingkungan, dimana jika molekul berukuran kecil maka senyawa tersebut lebih reaktif. Log P menunjukkan nilai hidrofobisitas dimana jika nilai Log P besar maka senyawa tersebut lebih tidak larut dalam pelarut polar. Senyawa gamma-mangostin memiliki energi potensial permukaan yang lebih besar, selisih energi HOMO-LUMO yang lebih kecil, halangan sterik yanglebih kecil serta nilai log P yang lebih kecil dibandingkan alfa-mangostin yang berarti senyawa gamma-mangostin lebih reaktif dibandingkan alfa-mangsotin
KARAKTERISASI GELATIN DARI TULANG IKAN TONGKOL DAN TULANG IKAN GURAME
Gelatin adalah protein berbobot molekul tinggi yang tersusun dari berbagai asam amino yang saling terikat melalui ikatan peptida. Pembuatan gelatin biasanya menggunakan larutan asam karena lebih efektif dan efisien dibandingkan metode basa. Asam berfungsi untuk hidrolisis kolagen menjadi gelatin. Pada penelitian ini dilakukan isolasi dan karakterisasi fisika kimia gelatin dari limbah tulang ikan tongkol dan tulang ikan gurame dengan menggunakan metode asam. Kondisi optimasi isolasi proses demineralisasi menggunakan larutan HCl pada pH 2 selama 24 jam, proses hidrolisis kolagen menggunakan HCl pH 2 selama 72 jam. Rendemen gelatin yang diperoleh dari tulang ikan tongkol 8,02% dan dari ikan gurame 4,33%. Nilai parameter kualitas gelatin dari tulang ikan tongkol dan tulang ikan gurame masing – masing meliputi susut pengeringan 2,31% dan 12,39%, kadar air 8,85% dan 11,32%, kadar abu 1,87% dan 1,56%, derajat keasaman 4,16 dan 6,03 serta viskositasnya 6,67 cP dan 5 cP. Hasil karakterisasi dengan FTIR menunjukkan gugus fungsi pada molekul gelatin kedua sumber tulang ikan berada pada rentang bilangan gelombang sesuai dengan gelatin standar.
PENGEMBANGAN MRETODE ANALISIS GLUKOSA PRODUK MAKANAN RENDAH GULA
Telah dilakukan pengembangan metode analisis kuantitaif Glukosa dengan Natrium Pikrat menggunakan metode Spektrofotometri UV – Vis. Dari hasil penelitian diperoleh panjang gelombang maksimal (λmax ) senyawa derivat glukosa standar dan Natrium Pikrat adalah 471,5 nm dan persamaan garis linear y = 0,008x – 0,142 dengan r = 0,980 yang menunjukkan adanya kolerasi yang tepat antara kosentrasi dengan absorbansi. Uji validasi dilakukan dengan metode spiked larutan glukosa standar dengan kosentrasi 4 ppm, 8 ppm, 12 ppm, 16 ppm dan 20 ppm. Diperoleh hasil uji validasi yaitu persamaan regresi y = 0,050x – 0,031 dengan koefisien korelasi (r) = 0,989 ; batas deteksi (BD) 2,24 ppm dan batas kuantisasi (BK) 5,32 ppm. Pada uji keseksamaan pada konsentrasi 8 ppm ; 10 ppm; dan 12 ppm diperoleh simpangan baku (SB) 1,21 dan simpangan baku relatif (SBR) 1,161%. Nilai rata – rata perolehan kembali (recovery) adalah 107,66%. Metode yang telah divalidasi diaplikasikan pada sampel makanan yang di klaim “free sugar” dan diproleh hasilnya adalah 11.152. Kata Kunci: Glukosa, Spektrofotometri UV-Vis, Spiked, Na – Pikrat, Validasi metode
ANALISIS ZAT WARNA BERBAHAYA PADA JAJANAN ANAK SEKOLAH
Aktivitas anak-anak di sekolah sebelum masuk kelas dan pulang sekolah, biasanya dimanfaatkan untuk bermain dan membeli jajanan yang dijual di sekitar sekolah. Makanan jajanan di sekitar sekolah dapat menyumbang asupan energi bagi anak sekolah, meskipun makanan jajanan tersebut ternyata sangat berisiko terhadap kesehatan. Salah satunya penggunaan zat warna berbahaya pada makanan jajanan tersebut. Penggunaan zat warna tersebut bertujuan untuk membentuk pemanpilan makanan menjadi lebih menarik. Peneilitian ini bertujuan untuk menganalisis zat warna berbahaya pada makanan jajanan anak sekolah dengan harapan dapat menjadi sumber informasi untuk terjamin mutu keamanan pangan. Analisis zat warna berbahaya pada sampel makanan jajanan ini mengunakan metode Kromatorafi Lapis Tipis. Zat warna diisolasi dar sampel makanan dalam suasana CH3COOH (pH < 2) atau NH4OH (pH < 10), zat warna diadsopsi menggunakan benang wool dalam kondisi panas. Zat warna dalam benamg wool diekstraksi dengan etanol kemudian etanolnya diuapkan. Residu zat warna dianalisis menggunakan metode Kromatografi Laips Tipis (KLT) menggunakan eluen Butanol:Etanol:Air ( 25:20:25). Berdasarkan hasil penelitian dari 16 kelompok sampel jajanan anak sekolah yang terdiri dari 31 sampel, 25 sampel teridentifikasi mengandung zat warna berbahaya yaitu: Auramin, Pounceu 3R, Rhodamin B, Violet 6 B, Sudan I, Methanil Yellow dan Chocolate Brown. Kata Kunci. Zat Warna Berbahaya, KLT dan Makanan Jajana
Etlingera elatior FLOWER OIL ANALYSIS AND ITS PROTECTION LEVEL TEST IN MOSQUITO REPELLENT LOTION
Etlingera elatior flowers contains flavonoids, terpenoids, saponins, and tannins. This study aims to determinethe content of oil compounds from Etlingera elatior flowers in n-hexan extract using the GC-MS method and tofind out their protective level towards Anopheles mosquitoes compared to the mosquito repellent lotions on themarkets. Extraction was carried out by maceration method using n-hexane solvent and it was purified using96% ethanol. The analysis oil was carried out by compound derivatization method from Etlingera elatiorflower’s oil through transesterification using sodium methanolic and analyzed using GC-MS. The analysisshowed that Etlingera elatior flower’s oil contained 22 types of compounds and five of them had % AUC valuesbetween 9 - 22.16% consisting of 9,12-octadecadienoyl chloride, 9-hexadecanoic methyl ester, octadecanoicmethyl ester, 9-octadecenoic tetradecil ester, and dodecanoic methyl ester. The results of the effectiveness test inthe form of anti-mosquito lotion showed that the mosquito repellent lotion of Etlingera elatior flower F3 (7.5%)had a significant difference with the mosquito repellent lotion that had been sold on the marke
UJI REAKTIVITAS ANTIOKSIDAN SENYAWA s-allyl cysteine dan s-allyl-mercapto-l-cysteine DENGAN METODE KIMIA KOMPUTASI PM3
Antioksidan merupakan senyawa yang dapat memperlambat proses oksidasi produk bahan pangan. Antioksidan biasanya digunakan pada produk bahan pangan yang memiliki kandungan zat yang mudah teroksidasi. Berdasarkan sumbernya antioksidan dapat diklasifikasikan menjadi dua, yaitu antioksidan alam dan antioksidan sintetik. Bawang putih mengandung S-allyl cysteine dan S-allyl-mercapto-L-cysteine yang mempunyai efek sebagai antioksidan. Objek dari penelitian ini adalah menilai tingkat reaktivitas senyawa antioksidan yang berasal dari bawang putih dan antioksidan sintetik yaitu BHT dan BHA dengan menggunakan metode komputasi PM3. Parameter fisikokimia yaitu Parameter elektronik (gap HOMO-LUMO energy, Core-Core Repulsion, Electronic energy), parameter sterik (Molar Refractivity dan Connolly Accessible Area ) telah memberikan informasi mengenai aktivitas antioksidan. Kata kunci : antioksidan, reaktivitas, S-allyl cysteine, S-allyl-mercapto-L-cystein
ANALISIS ZAT WARNA BERBAHAYA PADA JAJANAN ANAK SEKOLAH YANG BEREDAR DI TASIKMALAYA
Aktivitas anak-anak di sekolah sebelum masuk kelas dan pulang sekolah, biasanya dimanfaatkan untuk bermain dan membeli jajanan yang dijual di sekitar sekolah.Akibatnya anak-anak tidak bisa membatasi dalam memilih menu makanan pada setiap jajanan yang dibeli di sekolah. Makanan jajanan di sekitar sekolah dapat menyumbang asupan energi bagi anak sekolah, meskipun makanan jajanan tersebut ternyata sangat berisiko terhadap kesehatan. Salah satunya penggunaan zat warna berbahaya pada makanan, terutama pada makanan jajanan. Penggunaan zat warna tersebut bertujuan untuk membentuk pemanpilan makanan menjadi lebih menarik. Peneilitian ini bertujuan untuk menganalisis zat warna berbahaya pada makanan jajanan anak sekolah sehingga terjamin mutu keamanan pangannya. Analisis zat warna berbahaya pada sampel makanan jajanan ini mengunakan metode Kromatorafi Lapis Tipis. Sampel ditimbang dan dihomogenkan, tambahan CH3COOH (pH < 2) atau NH4OH (pH < 10), kemudian masukkan benang wool dan panaskan selama 30 menit pada nyala api langsung. Angkat benamg wool dan dinginkan, lalu larutkan dalam etanol dan uapkan. Residu yang terbentuk dilarutkan dalam pelarut yang sesuai kemudian ditotolkan pada flat KLT dan dielusi menggunakan eluen Butanol:Etanol:Air ( 25:20:25). Berdasarkan hasil penelitian dari 16 kelompok sampel jajanan anak sekolah yang terdiri dari 30 sampel, 22 sampel teridentifikasi mengandung zat warna berbahaya yaitu: Auramin, Pounceu 3R, Rhodamin B, Metil violet, Sudan I, Metil Yellow dan Chocolate Brown berdasarkan PerMenKes No. 239/Men.Kes/Per/V/85. Hal ini dapat dideteksi dengan melihat kromatogram, jarak satuan noda sampel yang diperoleh sama atau sejajar dengan jarak satuan noda pembanding. Selisih Rf sampel dengan Rf pembanding < 0,2 (Departemen Kesehatan RI, 1988). Apabila penggunaan zat warna makanan tersebut dikomsumsi secara berulang – ulang dalan jangka waktu tertentu, dapat menimbulkan efek farmakologis yang tidak baik bagi kesehata
POTENSI EKSTRAK METANOL DAUN KIRINYUH (Chromolaena odorata (L). R.M.King & H.Rob.) SEBAGAI ZAT AKTIF UNTUK SABUN CUCI TANGAN
ABSTRACT The methanol extract of kirinyuh leaves (Chromolaena odorata (L). R.M.King & H.Rob.) is able to inhibit the growth of gram-positive Staphylococcus aureus so that it has potential as an active substance for hand washing soap. In this study, liquid hand washing soap was made with a concentration of 0.01% kirinyuh leaf extract using a soap base using a gelling agent Carbopol. The optimum concentration of Carbopol with a viscosity of 2217 cPs is 0.6%. The liquid soap preparation was analyzed including viscosity 2217 cPs, pH 6.38, total active ingredient 18.62% mass fraction, insoluble material in ethanol 0.11% mass fraction, free fatty acids 0.63% mass fraction, phenol coefficient 1, Total Plate Number 4,535 g/colony. In the hedonic test, the highest panelist response was found in the purple color of the wine aroma and the yellow color of the lemon aroma Keywords: Liquid Hand Washing Soap, Phenol Coefficient, Kirinyuh Leaves. ABSTRAK Ekstrak metanol daun kirinyuh (Chromolaena odorata) mampu menghambat pertumbuhan bakteri gram positif Staphylococcus aureus sehingga mempunyai potensi sebagai zat aktif sabun cuci tangan Pada penelitian ini dibuat sabun cair cuci tangan dengan konsentrasi ekstrak daun kirinyuh 0,01% menggunakan basis sabun menggunakan gelling agent Carbopol. Konsentrasi optimum Carbopol dengan viskositas 2217 cPs adalah 0,6 %. Sediaan sabun cucu cair dilakukan analisis meliputi viskosita 2217 cPs, pH 6,38, Total bahan aktif 18,62 % fraksi massa, Bahan tidak larut dalam etanol 0,11% fraksi massa, Asam lemak bebas 0,63% fraksi massa, Koefisien fenol 1, Angka Lempeng Total 4.535 g/koloni. Pada Uji hedonik respon panelis tertinggi terdapat pada warna ungu aroma anggur dan warna kuning aroma lemon. Kata kunci: Sabun Cair Cuci Tangan, Koefisien fenol, Daun Kirinyu
UJI STABILITAS EKSTRAK ETANOL KULIT BUAH RAMBUTAN DALAM BERBAGAI SUHU, pH DAN OKSIDATOR
Warna merah pada kulit rambutan rambutan mengandung senyawa antosianin yang berfungsi sebagai pewarna alami. Antosianin adalah zat warna yang terkandung dalam buah, bunga, daun, batang dan akar suatu tanaman. Antosianin pada bagian-bagian tanaman dapat menghasilkan warna yang beragam, seperti orange, merah, magenta, ungu, dan biru, tergantung dari tingkat keasaman (pH). Penelitian ini bertujuan dapat mengetahui stabilitas antosianin dari ekstrak etanol kulit buah rambutan melalui nilai % retensi warna pada kondisi beberapa pH, suhu dan oksidator. Kulit buah rambutan diambil dari daerah Cikunir, Kecamatan Singaparna Kabupaten Tasikmalaya, diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol - HCl 1%. Metode analisis retensi warna menggunakan metode Spektofotometri. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa stabilitas senyawa antosianin dapat dipengaruhi oleh perubahan pH, suhu dan oksidator. Perubahan warna terjadi pada setiap perubahan pH dari warna merah pada suasana asam dan warna coklat pada suasana basa serta hijau pada pH 12. Pada pH 2 antosianin stabil pada suhu 270C dan 300C sampai jam ke-4, tetapi pada jam ke-6 sudah terjadi perubahan warna menjadi warna coklat. Pada penambahan oksidator H2O2 0,1 % dan Iodium 0.1 N terjadi perubahan warna antosianin tetapi jika dibandingkan antara H2O2 0,1 % dan Iodium 0.1 N tidak terjadi perbedaan yang signifikan
- …
