1,721,036 research outputs found
Rancang Bangun Mesin Pengering Daun Teh dengan Metode Rotary (Bagian Statis)
Teh merupakan segala tanaman yang mampu dimanfatkan sebagai
minuman setelah mengalami suatu tahapan tertentu. Daun teh atau dengan nama
lain Camellia sinensis merupakan salah satu minuman teh. Proses pengolahan teh
salah satunya adalah proses pengeringan yang berfungsi untuk menghentikan
proses oksidasi pada daun teh.
Produk olahan daun teh di Indonesia banyak dimanfaatkan sebagai
minuman maupun campuran bahan makanan lainnya. Keterbatasan metode
pengeringan secara tradisional mempengaruhi produksi dan kualitas teh.
Berdasarkan hal tersesbut maka dalam Proyek Akhir ini dilakukan perancangan
dan pembuatan mesin pengering daun teh yang diharapkan mampu memiliki
kualitas setara dengan pabrik.
Mesin pengering daun teh dengan metode rotary merupakan alat yang
berfungsi untuk mengeringkan daun teh setelah mengalami pelayuan untuk
menghentikan proses oksidasi pada daun teh. Prinsip kerja dari mesin ini adalah
mengurangi kadar air yang terkandung dalam teh dengan pemanasan daun teh
didalam tabung silinder yang berputar, tabung silinder sebagai wadah daun teh
yang dikeringkan diputar dengan motor listrik yang diatur sedemikian rupa
dengan putaran lambat supaya daun teh tidak hancur. Pemanas yang digunakan
pada mesin ini adalah kompor yang dimodifikasi sedemikian rupa sehingga
mampu menghasilkan nyala api yang konstan dalam pengeringan. Pengeringan
dilakukan selama ±1 jam dengan suhu dalam tabung antara 60-80oC agar rasa dan
kandungan daun teh memiliki kualitas yang baik. Produk dari mesin ini
dikeluarkan melalui lubang bawah yang ditampug pada slider dan siap untuk
dikonsumsi
RANCANG BANGUN REAKTOR BIOGAS KOTORAN SAPI TYPE PORTABLE
Limbah dan energi merupakan suatu kata kunci pokok yang menjadi
momok di era globalisasi. Dimana minimnya energi disertai meningkatnya
konsumsi bahan bakar serta sempitnya lahan dan semakin meningkatnya limbah.
Salah satunya adalah limbah kotoran ternak. Desa Tegalwangi, Kecamatan
Umbulsari, Jember biasa menumpuk limbah kotoran sapi atau kambing di
kandang belakang rumah. Setelah beberapa hari kotoran tersebut di biarkan
menumpuk atau di alirkan ke sungai. Akibatnya menimbulkan bau tidak sedap
dan dapat mengganggu kesehatan manusia. Karena, gas metana yang dihasilkan
memiliki potensi pemanasan global 21 kali lebih tinggi dibandingkan gas
Karbondioksida (CO2).
Biogas dipilih karena merupakan teknologi tepat guna yang menangani
sampah dan libah ternak sekaligus menghasilkan energi. Penggunaan reaktor
biogas memiliki banyak keuntungan yaitu mampu mereduksi limbah dan
meningkatkan pemanfaatan limbah, memacu pertumbuhan dan kemandirian
ekonomi pedesaan, menciptakan peluang kerja, biogas merupakan energi yang
ramah lingkungan, serta harganya terjangkau di tambah hasil buangannya dapat
digunakan sebagai pupuk dan pestisida alami.
Tahap dalam perancangan dan pembuatan reaktor biogas bagian statis
diawali dengan studi literatur dan studi lapangan. Kemudian dari permasalahan
yang ada di lapangan, dilakukan perancangan untuk menentukan desain mesin
yang akan dibuat. Setelah itu dilanjutkan tahap pembuatan dan perakitan mesin
untuk menguji kelayakan dan kinerja mesin yang dilakukan proses pengujian.
Dari hasil pehitungan diperoleh data-data spesifikasi reaktor biogas bagian statis
sebagai berikut :
1. Perencanaan Rangka
2. Perencanaan Sambungan Las
3. Perencanaan Mur dan Baut
Pada pengujian ini slurry keluar saat tuas pendorong diputar, dan setelah di
lakukan pengecekan pada tangki, tangki tidak mengalami kebocoran sehingga bisa
digunakan untuk pengujian selanjutnya. Untuk pengujian tahap kedua adalah
membiarkan slurry berada pada tangki selama 10 hari. Pada hari ke-10 slurry
keluar melalui saluran keluar walaupun tanpa dilakukan pemutaran tuas. Hal ini
menunjukkan bahwa pada tangki telah terbentuk gas yang menekan beberapa liter
slurry keluar
Pengaruh Laju Temperatur Solidifikasi Terhadap Kristalinitas Nano Seng Oksida Dengan Metode Simulasi Molekular Dinamik
Penggunaan nanoteknologi di indonesia semakin berkembang luas sehingga
kehadiran nanoteknologi sudah dapat kita rasakan, nanoteknologi mulai di
aplikasikan sebagai teknologi yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan
masyarakat indonesia. Dalam lima puluh tahun terakhir teknolgi nano megalami
perkembangan yang sangat pesat hal ini ditandai dengan ribuan nano desain telah
di aplikasikan. sehingga hadirnya teknologi nano menjadi peluang untuk
memunculkan potensi energi sumber terbarukan.
Pada penelitian ini proses solidifikasi nano seng oksida diteliti
menggunakan metode simulasi molekular dinamik dengan variasi laju temperatur
solidifikasi 1010K/s, 1011K/s, 1012K/s, Proses simulasi menggunakn potensial LJ
(Lennard-Jones) dengan menggunakan bantuan perangkat lunak VESTA JPMinerals sebagai perangkat modifikasi atom, LAMMPS (Large-scale
Atomic/Molecular Massively Parallel Simulator) sebagai perangkat lunak simulasi,
dan OVITO (Open Visualization Tools) sebagai perangkat visualisasi hasil proses
simulasi.
Berdasarkam hasil simulasi solidifikasi nano seng oksida (wurtzite) yang
telah dilakukan, fungsi distribusi radial nano seng oksida dengan laju temperatur
solidifikasi 1010K/s adalah 1.800.000 g(r), pada laju 1011K/s menghailkan nilai
dsitribusi radial sebesar 22.000 g(r), pada laju 1012K/s menghasilkan nilai distribusi
radial sebesar 8000 g(r) maka dapat dikatakan semakin tinggi laju temperatur
solidifikasi maka kristalinitas akan semakin rendah. Pertumbuhan partikel nano
seng oksida (wurtzite) pada laju temperatur solidifikasi sebesar 1010K/s
menghasilkan diameter partikel sebesar 3,394 nm, pada laju temperatur solidfikasi
1011K/s di dapat nilai diameter 3,351 nm, sedangkan pada laju temperatur
solidifikasi 1012K/s dihasilkan partikel dengan diameter 3,317 nm. Pada distribusi partikel nano seng oksida (wurtzite) pada laju 1010K/s menghasilkan kluster dengan
jumlah atom sebanyak 2350 atom, pada laju 1011 K/s dihasilkan kluster dengan
jumlah atom 2360 atom, sedangkan pada laju 1012K/s dihasilkan kluster dengan
jumlah atom sebanyak 2070 atom, dari visualisasi dapat dikatakan proses
rekombimasi terbaik dihasilkan dengan laju 1010K/s
PENGEMBANGAN KAMPAS REM BERBAHAN KOMPOSIT SERBUK ARANG KAYU GLUGU TERHADAP KARAKTERISTIK MEKANIK (KEAUSAN DAN KOEFISIEN GESEK)
Secara umum kampas rem terbuat dari bahan asbes tetapi ada juga yang menggunakan bahan non-asbes. Kampas rem yang berbahan asbes sangat membahayakan kesehatan manusia karena dapat mengganggu pencernaan dan banyak negara negara maju telah menghentikan produksi bahan gesek asbes, karena bahan asbes dapat menyebabkan penyakit kanker pada paru-paru (sutikno,2008).
Pada bahan gesek semi logam, penambahan kandungan logam yang bertujuan meningkatkan koefisien gesek seringkali menyebabkan kerusakan pada tromol kendaraan. Kampas rem yang terbuat dari asbes maupun semi logam
kurang ramah lingkungan. Bahan kampas rem yang terbuat dari non-asbes yang
hanya memanfaatkan serat-serat alam yang memiliki karakteristik yang baik dan
harga yang relatif murah dan ramah lingkungan masih perlu dikembangkan.
Bahan komposit sebenarnya banyak sekali terdapat di alam, karena bahan
komposit bisa terdiri dari organik dan anorganik seperti bambu, kayu, daun, dan
sebagainya. Secara tidak sadar sebenarnya kita telah mengenal berbagai jenis
komposit. Seseorang memperkuat tanah liat dengan jerami, merupakan komposit
yang sudah lama dikenal (Junus, 2011).
Serbuk gergaji kayu glugu sangat mudah didapatkan seiring dengan
banyaknya kebutuhan kayu glugu sebagai bahan bangunan rumah hunian. Dengan
banyaknya permintaan kayu glugu maka banyak pula berdiri perusahaan dan
UKM penggergajian kayu. Limbah serbuk gergaji yang dihasilkan pun semakin
bertambah. Serbuk gergaji tersebut belum atau tidak dimanfaatkan dan biasanya
hanya dipakai sebagai kayu bakar (I Gusti, 2010).
Dari hasil penelitian selama bulan september-November, diketahui bahwa
semakin lama waktu pengausan, maka semakin rendah nilai keausan kampas rem.
Hal ini disebabkan karena terjadi pemadatan material yg diakibatkan oleh tekanan
yang diberikan pada material semakin lama. Sehingga, nilai uji keausan yang
paling rendah yaitu pada waktu 900 detik. Nilai keausan terendah yaitu pada
kampas rem dengan fraksi massa arang 45% dalam waktu 900 detik sebesar 1,05
x 10-7 gram/detik.mm2, sedangkan nilai keausan tertinggi yaitu pada kampas rem
dengan fraksi massa arang 65% dalam waktu 300 detik sebesar 2,83 x 10-7
gram/detik.mm2. Hal menunjukkan bahwa semakin banyak fraksi massa serbuk
arang kayu glugu, maka semakin tinggi nilai keausan kampas rem. Hal ini
disebabkan karena matrik epoxy sudah tidak dapat mengikat partikel dengan baik
terhadap gaya rekat.
Nilai pengujian koefisien gesek dengan variasi fraksi massa (20%) Al,
(45%, 55%, 65%) serbuk arang kayu glugu, (35%, 25%, 15%) resin epoksi. Dari
hasil pengujian koefisien gesek semakin banyak fraksi massa serbuk arang kayu
glugu semakin tinggi nilai koefisien geseknya. Nilai koefisien gesek tertinggi
pada fraksi volume 65% arang sebesar 0,170. Dan nilai koefisien gesek terendah
pada fraksi volume 45% dengan perlakuan sintering sebesar 0,166. Sedangkan
kampas rem asbestos diperoleh nilai koefisien gesek sebesar 0,233
FABRIKASI DAN PENGUJIAN TARIK PIPA KOMPOSIT BERPENGUAT SERAT WOL DENGAN ADITIF PARTIKEL MONTMORIILLONITE
Komposit merupakan salah satu jenis bahan yang dibuat dengan penggabungan dua atau lebih macam bahan yang mempunyai sifat berbeda menjadi satu material baru dengan sifat yang berbeda pula. Komposit merupakan salah satu material yang mempunyai banyak kelebihan antara lain tahan terhadap korosi, mempunyai rasio kekuatan terhadap berat yang tinggi, mudah di bentuk dan proses pembuatan sangat sederhana. Dari kelebihan tersebut akhirnya komposit banyak di gunakan sebagai pengganti misalnya pembuatan tangki, pipa-pipa yang biasa digunakan di pabrik- pabrik kimia. Akhir-akhir ini komposit dikembangkan di dunia otomotif (transportasi) dan bahan bangunan. Salah satu bahan penyusun antara lain resin, serat, dan partikel keramik. Sehingga komposit dapat menjadi material baru sebagai pengganti logam.
Pembuatan komposit dilakukan di Laboratorium Teknologi Terapan Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik Universitas Jember. Waktu pelaksanaan penelitian dimulai pada bulan Desember sampai dengan bulan februari 2016. Metode yang digunakan adalah Filament winding. Variabel yang digunakan meliputi variasi partikel ukuran mesh 20, 40, 60, 80, 100, 120, 150 dengan matrik polyester berpenguat serat wol, sedangkan parameter yang diamati adalah kekuatan tarik, dan struktur makro serta mikro patahan.
Untuk mengetahui pengaruh variasi ukuran partikel terhadap nilai kekuatan tarik pipa komposit berpenguat serat wol dengan aditif partikel MMT dan untuk mengetahui pengaruh variasi ukuran partikel terhadap morfologi pipa komposit berpenguat serat wol dengan aditif partikel MMT setelah diuji tarik
KARAKTERISTIK KERJA CONTINOUSLY VARIABLE TRANSMISSION PADA KINETIC ENERGY RECOVERY SYSTEM DENGAN VARIASI BERAT ROLLER SENTRIFUGAL
Dewasa ini sepeda motor yang mendominasi menggunakan transmisi otomatis
CVT adalah skuter. Skuter ini pada awalnya diperuntukkan untuk wanita, karena
bentuknya yang relatif kecil dan mudah digunakan. Di sisi lain pada skuter ini masih
ditemukan banyak kekurangan yang dirasakan, salah satunya adalah performanya.
Performa skuter ini salah satunya dipengaruhi oleh roller. Hal tersebut karena
berat roller berpengaruh terhadap perubahan variabel dari variator yang
menyebabkan perubahan rasio transmisi CVT.
Pada komponen peraga KERS (Kinetic Energy Recovery System) yang dimiliki
Teknik Mesin Universitas Jember menggunakan sistem transmisi CVT (Continously
Variable Transmission) dengan spesifikasi standart orisinil.
Pada penelitian ini membahas tentang KERS menggunakan transmisi CVT
dengan variasi berat roller sentrifugal 12 gr, 13 gr, 14 gr, dan variasi kombinasi berat
roller 12x13 gr, 12x14 gr, 13x14 gr. Dengan inersia dari flywheel yaitu 0,0845 kg.m2.
Dari hasil pengambilan data dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh variasi berat
roller sentrifugal terhadap putaran pada flywheel, kecepatan sudut flywheel dan energi
kinetik yang dihasilkan flywheel.
Hasil rata-rata putaran tertinggi yang dicapai flywheel dengan variasi berat
roller sentrifugal 12 gr = 6920 rpm, 12x13 gr = 7740 rpm, 13 gr = 8260 rpm, 12x14
gr = 8320 rpm, 13x14 gr = 8400 rpm, 14 gr = 8720 rpm. Dari hasil perhitungan energi
kinetik total yang dihasilkan dengan variasi berat roller sentrifugal 12 gr =
527348,932 J, 12x13 gr = 971111,311 J, 13 gr = 1004325,571 J, 12x14 gr =
1033295,491 J, 13x14 gr = 1041470,642 J, 14 gr = 1207113,341 J
PERANCANGAN MESIN CNC ROUTER MILLING (BAGIAN STATIS)
Industri di Indonesia begitu beragam diantaranya industri kayu yang berasal
dari hutan maupun perkebunan. Indonesia mulai memanfatkan hutan melalui
pembangunan industri pengolahan kayu. Saat ini, Indonesia menjadi eksportir kayu
lapis terbesar di dunia, dan juga produksi kayu utuh, kayu olahan dan bubur kayu
untuk produksi kertas. Ada juga produksi dari kayu yang khas asli dari Indonesia
yaitu seni ukir kayu. Proses pembuatan kerajinan kayu membutuhkan waktu yang
relatif lama. Oleh sebab itu penulis membuat mesin CNC router sederhana dengan
tujuan untuk mempersingkat waktu proses pengerjaan kerajinan berbahan dasar kayu
dengan hasil yang seraga
Analisis Tegangan Pada Elbow Pipe SA 213 Gr.T22 Di Shell and Tube Heat Exchanger
Energi listrik berperan penting di era modern. Energi listrik berfungsi
sebagai menerangi ruangan, memasak makanan, media informasi dan media
transportasi. Selain itu, peningkatan jumlah penduduk juga mengakibatkan
peningkatan konsumsi tenaga listrik. Dalam kurun 2007 – 2016 terjadi peningkatan
jumlah penduduk sebesar 33.691.224 yang mengakibatkan peningkatan konsumsi
tenaga listrik sebesar 118.397,25 MWh.
Salah satu sumber energi yang menghasilkan energi listrik adalah
pembangkit energi listrik tenaga panas bumi. Pembangkit tersebut memanfaatkan
energi panas fluida dari inti bumi untuk meningkatkan temperatur fluida yang akan
dialirkan ke turbin. Peran poses perpindahan panas dilakukan oleh heat exchanger
yang mengakibatkan heat exchanger sangat berpotensi mengalami kegagalan.
Kasus kegagalan heat exchanger sebesar 350 kasus dalam kurun waktu 2008 – 2013
dengan kebocoran pipa yang menjadi kasus terbesar yaitu sebanyak 155 kasus.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai tegangan dan pengaruh nilai
tegangan tersebut terhadap batas ijin tegangan yang terjadi pada elbow pipe dengan
material SA 213 Gr.T22 di Shell and Tube Heat Exchanger. Metode penelitian
dilakukan pada software ANSYS 15. Variasi penelitian ini ialah elbow pipe radius
40 mm, 51 mm, 62 mm, 73 mm dan 84 mm dengan beban tekanan internal dan
eksternal sebesar 20,4 MPa dan 2,04 MPa. Tegangan yang dihasilkan pada
penelitian ini adalah equivalent stress pada setiap surface di semua variasi
penelitian.
Hasil penelitian menunjukkan nilai equivalent stress terbesar terjadi pada
surface 5 elbow pipe radius 40 mm sebesar 81,528 MPa, radius 51 mm sebesar
79,309 MPa, radius 62 mm sebesar 76,212 MPa, radius 73 mm sebesar 77,934 MPa
dan radius 84 mm sebesar 74,37 MPa
OPTIMASI TEKANAN WELLHEAD BERDASARKAN ANALISIS EXERGY PADA PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA PANAS BUMI KAPASITAS 60 MW
Kebutuhan energi listrik penduduk Indonesia semakin meningkat. Menurut data statistik konsumsi tenaga listrik PT PLN pada tahun 2015 mencapai 33.381,08 MW, meningkat 0,18 % dari tahun sebelumnya. Maka untuk dapat memenuhi kebutuhan tersebut diperlukan penggunaan energi alternatif seperti energi panas bumi. Di Indonesia salah satu pengembangan energi panas bumi berada di Kamojang. Kamojang memiliki 5 unit pembangkit dengan total pembangkitan 235 MW.
Kebutuhan energi yang terus meningkat maka diperlukan pemahaman mengenai penurunan kualitas pembangkit sehingga untuk memaksimalkan pembangkitan tenaga listrik maka dapat dilakukan analisis exergy. Analisis exergy dilakukan untuk mendapatkan gambaran mengenai besarnya kerugian dari suatu sistem, penyebab dan lokasi terjadinya losses terbesar di dalam sistem, sehingga untuk kedepannya dapat melakukan peningkatan pada setiap komponen-komponen pembangkit seperti turbin, condenser, cooling tower yang selama beroperasi lebih dari 10 tahun mengalami losses. Setelah diketahui dalam kondisi operasionalnya maka selanjutnya dilakukan optimasi tekanan wellhead untuk mengetahui tekanan wellhead yang menghasilkan efisiensi maksimal pada sistem. Penelitian ini dilaksanakan di Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Kamojang Unit 4 yang terletak di Desa Laksana, Kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif dengan penggunaan data mass flow, tekanan, temperatur pada setiap state, temperatur lingkungan, daya pembangkit listrik yang kemudian dihitung nilai entalpi, entropi pada setiap state dengan bantuan software EES (Engineering Equation Solver).
Analisis exergy yang telah dilakukan pada PLTP Kamojang Unit 4 memberikan informasi losses exergy terbesar pada cooling tower yaitu sebesar 371.741,36 kJ/s dan efisiensi exergy terendahnya terjadi pada inter-condenser yaitu sebesar 46,16. Sedangkan hasil optimasi tekanan wellhead menghasilkan net power output tertinggi berada pada tekanan 13,26 bar dengan net power output 59.505 kJ/s. Pada kondisi tekanan wellhead 13,26 bar terjadi losses exergy tertinggi pada main condenser yaitu sebesar 66.667 kJ/s dan efisiensi terendah juga terdapat pada main condenser yaitu 57,83%
Pengaruh Putaran Dan Waktu Terhadap Prestasi Mesin Pada Proses Pembuatan Bioetanol Menggunakan Mesin Sentrifugal
Kebutuhan terhadap energi semakin hari semakin meningkat. Permasalahan
keterbatasan energi timbul karena adanya laju pertumbuhan jumlah penduduk
yang melebihi laju pertumbuhan pasokan energi dan peningkatan permintaan
energi akibat kegiatan ekonomi. Energi alternatif seperti biomassa yang di
konversi menjadi bioetanol adalah cara menanggulangi masalah kebutuhan energi.
Dalam proses pembuatan bioetanol terdiri dari beberapa tahapan salah satunya
adalah proses filtrasi atau penyaringan.
Penelitian ini dilakukan dengan cara menyaring bahan baku rumput laut
yang telah di fermentasi menggunakan mesin sentrifugal. Proses penyaringan
dilakukan dengan variasi waktu 60; 120; 180 sekon dengan variasi kecepatan
800; 1000; 1400 rpm dan variasi mesh nomor 20; 40; 80. Setelah itu dilakukan
proses pengujian karakteristik bahan meliputi densitas dan kadar etanol.
Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa daya tertinggi
dihasilkan pada kecepatan 1400 rpm dengan nilai rata-rata sebesar 21 Watt. Torsi
tertinggi berada pada kecepatan 800 rpm dengan nilai rata-rata sebesar 0.2 N.m.
efisiensi mesin terbaik dihasilkan oleh variasi mesh 40 dengan kecepatan 1400
rpm sebesar 27%. Produktifitas yang optimal berada pada variasi kecepatan 1400
rpm dengan variasi waktu 180 detik dan variasi mesh 20 menghasilkan
produktifitas sebesar 78%. Kadar etanol tertinggi dihasilkan dari variasi mesh 80
dengan kecepatan 1400 rpm dan waktu 120 detik sebesar 20.36%
- …
