2 research outputs found

    ANALISIS DAMPAK KETIDAKSEIMBANGAN BEBAN TERHADAP RUGI-RUGI PADA GARDU DISTRIBUSI DI PENYULANG KESAMBEN RAYON WLINGI

    No full text
    ABSTRAK   Styawan, Tony. 2018. Analisis Dampak Ketidakseimbangan Beban Terhadap Rugi-Rugi pada Gardu Distribusi di Penyulang Kesamben Rayon Wlingi. Skripsi, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Yuni Rahmawati, S.T., M.T(II) Drs. Dwi Prihanto, S.S.T., M.Pd.   Kata Kunci: pembebanan, ketidakseimbangan beban, rugi daya terhadap ketidakseimbangan beban, gardu distribusi Menurut data pengukuran gardu distribusipada waktu beban puncak, yang telah dilakukan oleh PT.PLN Rayon Wlingidari 125 gardu distribusidi penyulang kesamben terdapat 12 gardu distribusi yang mengalami arus netral berlebih pada semester II 2016, semester I 2017, semester II 2017, dan semester I 2018. Hal yang mengakibatkan arus netral berlebih menurut PT. PLN Rayon Wlingi adalah karena terjadinya beban tidak seimbang pada gardu distribusi. Arus yang mengalir di penghantar netral gardu distribusi ini dikatakan sebagai salah satu rugi-rugi gardu distribusi. Dengan persoalan tersebut, diperlukan penelitian 12 gardu distribusi tersebut dengan mempertimbangkan point – point perencanaan seperti konfigurasi gardu distribusi, pembebanan gardu distribusi, ketidakseimbangan beban, dan rugi daya pada penghantar netral. Tujuan penilitian ini adalah mengetahui: (1) bagaimana konfigurasi gardu distribusi penyulang kesamben (2) berapa besar pembebanan gardu distribusi (3) berapa besar ketidakseimbangan beban gardu distribusi (4) berapa besar rugi daya terhadap ketidakseimbangan beban.Penelitian ini menggunakan metode penelitian analisis deskriptif yaitu dengan cara menganalisa ketidakseimbangan beban terhadap rugi daya gardu distribusi dalam satu penyulang. Prosedur penelitian ini dengan cara menganalis pembebanan gardu distribusi, ketidakseimbangan gardu distribusi, dan rugi daya tehadap ketidakseimbangan beban. Hasil penelitian menunjukkan bahwaPenyulang Kesamben  memiliki panjang jaringan 114 kms dan terdiri dari 125 gardu distribusi bersistem radial. Terdapat enam gardu distribusi yang mengalami underload, dua gardu distribusi yang mengalami overload, dan empat gardu distribusi pembebanannya dalam keadaan normal.Terdapat 12 gardu distribusi mengalami ketidakseimbangan beban yang melebihi standart ketidakseimbangan beban sebesar 5% disetiap semesternya dan koefisiennya a, b, dan c menjauhi dari angka satu. Semakin tingginya nilai persentase ketidakseimbangan beban yang terjadi di gardu distribusi tersebut, semakin tinggi pula nilai rugi daya gardu distribusi dan besarnya nilai rugi daya pada gardu distribusi selain ketidakseimbangan beban tersebut  juga dipengaruhi oleh besarnya nilai pembebanan gardu distribusi. Penyeimbangan beban gardu distribusi EH170 dan EH180mengalami penurunan persentase ketidakseimbangan beban, yang sebelumnya sebesar 30,62 % dan 30,82% sesudah melakukan penyeimbangan beban menjadi sebesar 0,69% dan 1,09%. Sedangkan untuk rugi daya sebelumnya sebesar 2803,51 dan 2388,79 Watt disaat sesudah melakukan penyeimbangan beban menjadi sebesar 665,4 dan 387,53 Watt

    ANALISIS POTENSI KECELAKAAN KERJA MELALUI METODE HIRARC DI PT DIAMOND EMAS SENTOSA

    No full text
    Jika membutuhkan abstrak atau isi jurnal silahkan menghubungi author melalui email [email protected], [email protected]
    corecore