5 research outputs found

    UPAYA MENCEGAH DAMPAK NEGATIF SOSIAL MEDIA DENGAN LAYANAN INFORMASI MELALUI MEDIA VISUAL PADA SISWA KELAS XI SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 1 PEMANGKAT KABUPATEN SAMBAS

    No full text
    Tujuan dalam penelitian ini adalah: mendeskripsikan perencanaan layanan informasi dengan media visual oleh guru Bimbingan dan Konseling untuk mencegah dampak negatif Sosial Media, Mendeskripsikan pelaksanaan layanan informasi dengan media visual oleh guru Bimbingan dan Konseling untuk mencegah dampak negatif Sosial Media pada siswa, Mendeskripsikan perilaku siswa setelah diberikan layanan informasi untuk mencegah dampak negatif Sosial Media dengan media visual.metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian tindakan. Subjek penelitian ini berjumlah 33 orang. Hasil penelitian ini Perencanaan layanan informasi dengan menggunakan media visual oleh guru Bimbingan dan Konseling untuk mencegah dampak negatif Sosial Media, meliputi; merancang program bimbingan dan konseling, memilih dan menentukan jenis bimbingan yang tepat. Pelaksanaan layanan informasi dengan menggunakan media visual meliputi penginformasian materi bimbingan, pemilihan materi dan penjelasan yang cocok dengan siswa, penekanan terhadap pembahasan yang dianggap penting dan penjelasan tentang keterkaitan antar materi layanan informasi, evaluasi berupa penilaian di akhir proses pemberian layanan informasi dan tindak lanjut. Terjadi peningkatan perilaku siswa setelah diberikan layanan informasi yakni dengan pencapaian persentase pada siklus I sebesar 43,33% dan meningkatkan menjadi 83,33% pada siklus II

    Penguatan Nilai-nilai Tradisi Pernikahan Melayu Sambasdan Implementasinya dalam Bimbingan dan Konseling Keluarga (Model Hipotetik BK Keluarga)

    No full text
    Tradisi pernikahan Melayu Sambas sampai saat ini masih terlaksana, sayangnya nilai-nilai dari tradisi tersebut kurang dipahami, dihayati dan dijunjung bagi kedua mempelai pengantin dalam membangun dan menjalani kehidupan berkeluarga. Kondisi tersebut dapat mempengaruhi pemahaman terhadap peran suami atau peran istri, yang sangat krusial terjadinya disfungsi keluarga. Tujuan penelitian adalah untuk mengembangkan model hipotetik Bimbingan dan Konseling (BK) Keluarga berbasis tradisi pernikahan Melayu Sambas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Mix Methodedengan bentuk penelitan Research and Development (R & D). Subjek penelitian ini berjumlah 8 orang, mereka adalah 6 praktisi budaya dan 2 akademisi yang berasal dari Kabupaten Sambas. Teknik pengumpul data yaitu teknik wawancara lansung dan studi dokumenter. Berdasarkan Focus Group Discussion (FGD) disimpulkan bahwa model hipotetik BK Keluarga berbasis tradisi melayu sambas sesuai untuk diterapkan untuk masyarakat melayu Sambas dan masyarakat melayu sekitarnya

    MENINGKATKAN KETERAMPILAN INTERPERSONAL MELALUI KONSELING TEMAN SEBAYA SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 1 SEGEDONG

    No full text
    Tujuan penelitian ini adalah 1) mengetahui pelaksanaan konseling teman sebaya, 2) mengetahui keefektifan konseling teman sebaya meningkatkan keterampilan interpersonal siswa. Metode penelitian ini adalah penelitian tindakan bimbingan dan konseling. Subjek uji coba terbatas terdiri dari 34 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konseling teman sebaya dapat meningkatkan keterampilan interpersonal melalui 4 tahapan yang lazim dilalui yaitu: (1) Perencanaan, (2) Pelaksanaan, (3) Pengamatan, dan (4) Refleksi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan terdapat peningkatan skor rata-rata pre test 963 dan pada saat post test 1.084 atau meningkat 121 poin. Sehingga konseling teman sebaya meningkatkan keterampilan interpersonal siswa terbukti efektif. Guru bimbingan dan konseling disarankan dapat menerapkan konseling teman sebaya secara kontinyu dan bekerja sama dalam melakukan pembinaan dan pendampingan dalam meningkatkan kompetensi konselor sebaya

    Layanan Bimbingan Kelompok untuk Mengatasi Perilaku Negatif Penggunaan Media Sosial

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi tentang upaya mengatasi perilaku negatif penggunaan media sosial melalui layanan bimbingan kelompok pada siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian tindakan, sedangkan bentuknya penelitian tindakan bimbingan dan konseling. Hasil penelitian dapat disimpulkan;(1) Gambaran tentang perilaku negatif penggunaan media sosial pada siswa kelas X Sekolah Menegah Atas Swasta Mujahidin Pontianak sebelum diberikan tindakan layanan bimbingan kelompok tergolong sedang, dilihat dari hasil analisis angket sebelum diberi tindakan layanan bimbingan kelompok. (2) Pelaksanaan layanan bimbingan kelompok dapat mengatasi perilaku negatif penggunaan media sosial meliputi; perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, observasi dan tindak lanjut berjalan dengan baik sesuai dengan rencana yang telah disiapkan atau dibuat. (3) Layanan bimbingan kelompok dapat mengatasi perilaku negatif penggunaan media sosial, dillihat dari hasil persentase angket sebelum dan sesudah tindakan layanan bimbingan kelompo

    DESKRIPSI GANGGUAN DISLEKSIA PADA SISWA SEKOLAH DASAR KECAMATAN SEGEDONG

    No full text
    Students who have learning difficulties are different from children who have learning problems. learning difficulties in this study focused on impaired children's ability to distinguish letters and write numbers. One of the learning difficulties experienced by students is dyslexia. The purpose of this study was to determine student learning difficulties (dyslexia) of elementary school students in Segedong District. The method used in this research is descriptive method. The stages of the method in this study were in the form of instrument design, interview data collection, observation and data analysis. Based on the results of the study there were 10 students who had symptoms of dyslexia out of a total of 133 students or 7.5% of students who had dyslexia. Most symptom
    corecore