39 research outputs found
Optimasi Komposisi Galian Timbunan Sampah Sebagai Bahan Baku Refuse Derived Fuel (RDF) Di TPA Supit Urang
Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) merupakan salah satu fasilitas yang harus ada di setiap kabupaten atau kota, tak terkecuali Kota Malang. Kota Malang memiliki satu buah TPA yaitu TPA Supit Urang yang telah beroperasi sejak tahun 1993. Berdasarkan data dari Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), pada tahun 2023 timbulan sampah Kota Malang mengalami peningkatan sebesar 778,34 ton/hari. Menurut perhitungan secara kasar yang dilakukan penulis apabila timbulan sampah Kota Malang yang terus meningkat dan tidak tertangani dengan baik, maka umur aktif lahan TPA hanya tersisa 2 tahun lagi. Dikarenakan TPA ini, merupakan satu-satunya TPA yang ada di Kota Malang, maka akan dilakukan peneltian yang bertujuan untuk menentukan karakteristik dan komposisi sampah yang ada di TPA Supit Urang, menentukan komposisi yang optimal sebagai bahan baku RDF, dan menentukan estimasi potensi hasil lahan urug untuk meproduksi RDF di TPA Supit Urang.
Sampel yang digunakan untuk penelitian ini diambil pada 2 titik yang merepresentasikan umur 10-15 tahun pada zona 2 dan umur 15-25 tahun pada zona 1. Kedalaman galian sampel sedalam 2 meter. Kemudian sampel yang diambil sebanyak ±100 kg dan dilakukan pemilahan untuk mengetahui komposisinya. Sampel yang telah diambil dan dipilah, kemudian akan diujikan pada Laboratorium Limbah Padat dan B3 Departemen Teknik Lingkungan ITS. Parameter yang diujikan antara lain kadar air, kadar volatil, kadar abu, dan nilai kalor.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa komposisi material gali pada lahan pasif TPA Supit Urang memiliki kompsosisi yang paling tinggi dimiliki oleh sampah berjenis plastik pada lahan pasif zona 1 sebesar 55,58% dan pada zona 2 sebesar 50,25%. Kemudian karakteristik pada lahan pasif TPA Supit Urang memiliki kadar air dengan rentang 53,38-68,10%; kadar volatil 38,69-74%; kadar abu 26-61,31%; dan nilai kalor 5,09-9,84 MJ/kg. Komposisi yang memiliki nilai kalor paling tinggi terdapat pada komposisi yang terdiri dari plastik, kain, dan karet dengan nilai kalor 18,73 MJ/kg-20,64 MJ/kg. Estimasi potensi ekonomi apabila bahan baku RDF pada TPA Supit Urang dijual dapat menghasilkan pendapatan sebesar Rp. 15.662.827.321,-. dan estimasi keuntungan bersih sebesar Rp. 1.185.812.756,-.
========================================================================================================================
Final Processing Site is one of the facilities that must exist in every regency or city, and Malang City is no exception. Malang City has one landfill, namely Supit Urang Landfill, which has been operating since 1993. Based on data from the National Waste Management Information System (SIPSN), in 2023 Malang City's waste generation increased by 778.34 tons/day. According to rough calculations made by the author, if Malang City's waste generation continues to increase and is not handled properly, the active life of the landfill will only be 2 years left. Since this landfill is the only landfill in Malang City, a research will be conducted to determine the characteristics and composition of waste in Supit Urang Landfill, determine the optimal composition as RDF raw material, and determine the estimated potential yield of landfill to produce RDF in Supit Urang Landfill.
The samples used for this study were taken at 2 points representing ages 10-15 years in zone 2 and ages 15-25 years in zone 1. The depth of the sample excavation was 2 meters deep. Then the samples taken were ± 100 kg and sorted to determine their composition. Samples that have been taken and sorted, will then be tested at the ITS Environmental Engineering Department's Solid and Hazardous Waste Laboratory. The parameters tested include moisture content, volatile content, ash content, and calorific value.
The results of this study indicate that the composition of excavated material in the passive landfill Supit Urang has the highest composition owned by plastic waste in passive land zone 1 of 55.58% and in zone 2 of 50.25%. Then the characteristics of the Supit Urang landfill passive land have a moisture content with a range of 53.38-68.10%; volatile content 38.69-74%; ash content 26-61.31%; and a heating value of 5.09-9.84 MJ / kg. The composition that has the highest heating value is the composition consisting of plastic, cloth, and rubber with a heating value of 18.73 MJ/kg-20.64 MJ/kg. Estimated economic potential if RDF raw materials at Supit Urang Landfill are sold can generate revenue of Rp. 15,662,827,321, -. and estimated net profit of Rp. 1,185,812,756, -
Systematic review and meta‐analysis of COVID‐19 association with human semen quality: Changes in semen parameters pre‐ and post‐COVID
Coronavirus disease (COVID‐19) is caused by the severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS‐CoV‐2), which may infect the cells through binding with the angiotensin‐converting enzyme 2 (ACE2) receptors that can also be found in the male reproductive organs. Relevant studies were searched in medical databases and gray literature using controlled search terms including COVID‐19, SARS‐CoV‐2, semen, and sperm, among other related keywords. The authors of this systematic review assessed the eligibility of selected articles, followed by analysing the quality and reliability of the studies using the Cochrane Risk of Bias in Nonrandomized Studies of Exposure (ROBINS‐E) tool. Collected data were processed using RevMan5 software, with a random effects model for meta‐analysis. Combined mean difference and confidence intervals of semen parameters were obtained by using inverse variance method for assigning the weight of each included article. Seven studies with complete pre‐ and post‐COVID‐19 semen analysis data of the same individuals were included in the systematic review. Compiled data from a total of 153 participants revealed that COVID‐19 is associated with semen quality impairment, with meta‐analysis showing significant decrease of sperm concentration and progressive motility. However, the risk of bias analyses considered all the included studies as “very high risk.” This study revealed the susceptibility of semen parameter impairments in association with COVID‐19. However, this finding is limited by the small number of high‐quality studies and the lack of control for other confounding variables of semen quality and male fertility
Prevalence and Seven-day Observation of Critically Ill Patients in Cipto Mangunkusumo Hospital, Jakarta: A Preliminary Study
Current medical record system in Cipto Mangunkusumo Hospital (RSCM) does not allow up-to-dateidentification for patients with critical condition. As an effort on improving the rapid response of themedical team, this study aims to determine the number of critically ill patients and the incidence ofemergency activation (code blue) during the study period. A longitudinal study was conducted for allinpatients that were critically ill in RSCM ward from 19th to 26th April 2013. Via consecutive sampling,critically ill patients were selected based on the code blue criteria. Selected patients were then observedfor seven days to determine the incidence of cardiopulmonary arrest and their 24-hour survival. Outof 428 patients who were treated in the hospital ward on 19th April 2013, 13 patients (3%) were incritical condition. Primary diagnoses of the critically ill patients varied from infections, auto-immune tomalignancies. Four deaths occurred with three emergency activations; 1 central and 2 regional. Threepercent of all the inpatients treated in the hospital ward were critically ill. Thirty percent of those patientexperienced cardiac arrests. All four arrests resulted in deaths, including two do not resuscitate patients.Data obtained from this study are preliminary and has identified existing problems that requires furtherstudies for confirmation. This study also illuminate the importance of integrated-electrical medicalrecord system.Keywords: prevalence, critically ill, inpatients, Cipto Mangunkusumo Hospita
PERENCANAAN SISTEM PENYEDIAAN AIR BERSIH DI DESA ERIS KECAMATAN ERIS KABUPATEN MINAHASA
Air adalah unsur penting dalam kelangsungan hidup semua mahluk. Masyarakat Desa Eris memanfaatkan mata air untuk melakukan aktivitas sehari-hari seperti MCK, aktifitas pertanian dan lain sebagainya. Aktivitas masyarakat desa dilakukan di rumah dengan cara mengambil air dari mata air. Kendalanya jarak dari pemukiman warga menuju ke mata air sangat jauh dan kondisi jalan menuju ke mata air sangat rusak yang mengakibatkan warga sulit memperoleh air bersih.  Sistem penyediaan air bersih di Desa Eris direncanakan untuk memenuhi kebutuhan hingga tahun 2029. Untuk memprediksi jumlah kebutuhan air bersih, proyeksi jumlah penduduk menggunakan analisis regresi linier. Hasil survey dan analisis menunjukkan bahwa jumlah pertumbuhan penduduk Desa Eris hingga tahun rencana 2029 adalah 2826 jiwa, dengan jumlah kebutuhan air bersih sebesar 2,369 liter/detik dan kebutuhan air jam puncak sebesar 3,554 liter/detik. Sumber air yang digunakan berasal dari mata air dengan debit sesaat sebesar ±4,92 liter/detik, lebih besar dari debit kebutuhan air. Dalam perencanaan ini untuk menangkap air dari mata air dibuat bronkaptering dan kemudian air dialirkan melalu pipa transmisi dan pipa distribusi. Perpipaan dihitung dengan menggunakan persamaan Hazen-Williams dengan menggunakan pipa HDPE, diperoleh ukuran pipa transmisi dan distribusi sebesar 2,5â€. Untuk melayani kebutuhan air bersih penduduk Desa Eris sampai tahun 2029, dibutuhkan 15 Keran Umum.  Kata Kunci: Sistem Penyediaan Air Bersih, Penduduk, Debit, Bronkaptering, Transmisi, Distribusi, Hazen-Williams, Kran Umu
RANCANGAN SUMUR RESAPAN AIR HUJAN SEBAGAI SALAH SATU USAHA KONSERVASI AIR TANAH DI PERUMAHAN PURI ALFA MAS WINANGUN ATAS KECAMATAN PINELENG KABUPATEN MINAHASA
Perumahan Puri Alfa Mas merupakan perumahan yang terletak di daerah dataran tinggi. Dan pada umumnya daerah dataran tinggi sangat minim mendapatkan kebutuhan air tanah. Meningkatnya kebutuhan air tanah tanpa diimbangi pelestarian air tanah menyebabkan berkurangnya ketersediaan air tanah.Penelitian ini bertujuan untuk konservasi air tanah yang ada di perumahan Puri Alfa Mas serta dapat menjaga cadangan air yang terdapat dalam tanah. Perhitungan sumur resapan ini menggunakan metode Sunjoto. Sumber data yang digunakan adalah data-data primer dan sekunder, data curah hujan pos Tinoor yang diambil di kantor Badan Wilayah Sungai I.Berdasarkan hasil penelitian ini dirancangkan kedalaman sumur resapan dan volume sumur resapan air hujan berbeda beda sesuai dengan luas atap masing masing rumah. Hasil penelitian menunjukan nilai permeabilitas daerah penelitian mencapai 0,045 m/hari. Rumah dengan kelas atap 90<110 m², 110<150 m² dibangun sumur resapan tunggal karena kedalaman sumur resapan kurang dari 3m. Kelas atap 180<250 m², 250<310 m² sumur resapan yang dibangun adalah sumur resapan pararel, karena dari hasil perhitungan diperoleh kedalaman sumur resapan lebih dari 3 m.  Kata Kunci: Hujan Rancangan, Sumur Resapan, Puri Alfa Ma
Privatization in Indonesia: one economic strategy to accelerate economic growth
National Security AffairsThis is a study of privatization in Indonesia. Privatization is defined as the transfer of ownership control or functions from the public to a private sector. After an overview of the terminology used in describing privatization and the current theory of privatization, this thesis examined four performance factors of Indonesia's economy: crises and reform, sustaining development, the growth challenge, and public sector. The study analyzes the public enterprise's role in economic development. Further, it examines privatization purpose and the privatization process with respect to evaluation and selection of public enterprises. The study further indicates the priority for privatizing public enterprises. Finally, the author suggests considerations and requirements for management in a privatization program.Approved for public release; distribution is unlimited.NARepublic of Indonesia Navy author.http://archive.org/details/privatizationini109453212
PERENCANAAN SISTEM PENYEDIAAN AIR BERSIH DI DESA MARAMPIT TIMUR KECAMATAN NANUSA KABUPATEN TALAUD
Desa Marampit Timur, terletak di Kecamatan Nanusa Kabupaten Talaud. Penduduk Desa Marampit Timur pada tahun 2018 berjumlah 375 jiwa. Warga Desa Marampit Timur, menggunakan mata air sebagai sumber air bersih, namun pemanfaat mata air tidak tersalurkan dengan baik ke seluruh penduduk. Desa Marampit Timur memliki potensi mata air, namun belum dimanfaatkan dengan baik. Oleh karena itu perlu direncanakan suatu sistem penyediaan air bersih agar dapat memenuhi kebutuhan air penduduk. Sistem penyediaan air bersih di Desa Marampit Timur direncanakan untuk memenuhi kebutuhan hingga tahun 2028. Untuk memprediksi jumlah kebutuhan air bersih maka digunakan proyeksi jumlah penduduk degan analisis regresi. Hasil survey dan analisis menunjukkan bahwa jumlah pertumbuhan penduduk Desa Marampit Timur hingga tahun rencana 2028 adalah 380 jiwa, dengan jumlah kebutuhan air bersih sebesar 0,3220 liter/detik. Sumber air yang digunakan berasal dari mata air dengan debit sebesar 1,58 liter/detik, lebih besar dari kebutuhan air total. Karena elevasi mata air lebih tinggi dari Lokasi Desa maka digunakan sistem pengaliran gravitasi.Dalam perencanaan ini untuk menangkap air dari mata air dibuat bronkaptering dan kemudian air dialirkan melalu pipa distribusi ke keran umum. Perpipaan dihitung dengan menggunakan persamaan Hazen-Williams dengan menggunakan pipa HDPE. Untuk melayani kebutuhan air bersih penduduk Desa Marampit Timur sampai tahun 2028, dibutuhkan 4 Keran Umum. Kata Kunci: Desa marampit timur, Air Bersih, Sistem Penyediaan, Pengaliran Gravitas
PERENCANAAN SISTEM PENYEDIAAN AIR BERSIH DI DESA LANSA KECAMATAN WORI KABUPATEN MINAHASA UTARA
Desa Lansa, terletak di Kecamatan Wori Kabupaten Minahasa Utara. Penduduk Desa Lansa pada tahun 2018 berjumlah 1280 jiwa. Warga Desa Lansa, menggunakan sumur sebagai sumber air bersih, namun pemanfaat air sumur tidak dapat memenuhi seluruh penduduk. Desa Lansa memliki potensi mata air, namun belum dimanfaatkan dengan baik. Oleh karena itu perlu direncanakan suatu sistem penyediaan air bersih agar dapat memenuhi kebutuhan air penduduk. Sistem penyediaan air bersih di Desa Lansa direncanakan untuk memenuhi kebutuhan hingga tahun 2028. Untuk memprediksi jumlah kebutuhan air bersih maka digunakan proyeksi jumlah penduduk degan analisis regresi. Hasil survey dan analisis menunjukkan bahwa jumlah pertumbuhan penduduk Desa Lansa hingga tahun rencana 2028 adalah 1445 jiwa, dengan jumlah kebutuhan air bersih sebesar 1,818 liter/detik. Sumber air yang digunakan berasal dari mata air dengan debit sebesar 2,6 liter/detik, lebih besar dari kebutuhan air total. Karena elevasi mata air lebih tinggi dari Lokasi Desa maka digunakan sistem pengaliran gravitasi. Dalam perencanaan ini untuk menangkap air dari mata air dibuat bronkaptering dan kemudian air dialirkan melalu pipa transmisi ke Bak Pelepas Tekan. Perpipaan dihitung dengan menggunakan persamaan Hazen-Williams dengan menggunakan pipa HDPE. Untuk melayani kebutuhan air bersih penduduk Desa Lansa sampai tahun 2028, dibutuhkan 15 Keran Umum. Kata Kunci: Desa Lansa, Air Bersih, Sistem Penyediaan, Pengaliran Gravitas
