58 research outputs found
Enterprise Architecture Planning Untuk Proses Pengelolaan Manajemen Aset Dengan Zachman Framework
Manajemen aset merupakan hal terpenting dalam perusahaan. Proses manajemen aset yang tepat, dapat membuat aset yang dimiliki perusahaan lebih optimal. Dalam penelitian ini, Penulis membahas perancangan Enterprise Architecture (EA) manajemen aset yang dimiliki oleh PT Pembangkit Jawa Bali (PT PJB) dengan Zachman Framework. Ada 7 (tujuh) tahapan yang dilakukan perusahaan dalam manajemen aset yaitu tahapan pengumpulan data, inisialisasi perencanaan, melihat kondisi perusahaan, menganalisis hasil kondisi enterprise, membuat perencanaan arsitektur, membuat rencana implementasi, dan membuat portofolio aplikasi. Hasil penelitian adalah evaluasi blueprint arsitektur untuk diimplementasikan pada beberapa tahun di masa mendatang.Kata kunci: Enterprise Architecture Planning, manajemen aset, Zachman Frameworks. Asset management is a cornerstone for any business organisations. Proper asset management process can make a company's assets more optimal. This paper discusses the design of enterprise architecture of management assets owned by PT Pembangkit Jawa Bali with Zachman Framework. There are 7 stages in asset management, i.e. data collection, initialization planning, Observing the existing condition of enterprise, analyze the results of the condition of enterprise companies, create architectural planning, create implementation planning, and create application portfolio. The results of this reseach is evaluation of architectural blueprint to be implemented for several years in the future.Keywords: Asset management, Enterprise Architecture Planning, Zachman Framework
Enterprise Architecture Planning Untuk Proses Pengelolaan Manajemen Aset Dengan Zachman Framework
AbstrakManajemen aset merupakan hal terpenting dalam perusahaan. Proses manajemen aset yang tepat, dapat membuat aset yang dimiliki perusahaan lebih optimal. Dalam penelitian ini, Penulis membahas perancangan Enterprise Architecture (EA) manajemen aset yang dimiliki oleh PT Pembangkit Jawa Bali (PT PJB) dengan Zachman Framework. Ada 7 (tujuh) tahapan yang dilakukan perusahaan dalam manajemen aset yaitu tahapan pengumpulan data, inisialisasi perencanaan, melihat kondisi perusahaan, menganalisis hasil kondisi enterprise, membuat perencanaan arsitektur, membuat rencana implementasi, dan membuat portofolio aplikasi. Hasil penelitian adalah evaluasi blueprint arsitektur untuk diimplementasikan pada beberapa tahun di masa mendatang.Kata kunci: Enterprise Architecture Planning, manajemen aset, Zachman Frameworks. AbstractAsset management is a cornerstone for any business organisations. Proper asset management process can make a company's assets more optimal. This paper discusses the design of enterprise architecture of management assets owned by PT Pembangkit Jawa Bali with Zachman Framework. There are 7 stages in asset management, i.e. data collection, initialization planning, Observing the existing condition of enterprise, analyze the results of the condition of enterprise companies, create architectural planning, create implementation planning, and create application portfolio. The results of this reseach is evaluation of architectural blueprint to be implemented for several years in the future.Keywords: Asset management, Enterprise Architecture Planning, Zachman Framework.</jats:p
PELATIHAN DAN PENYULUHAN USAHA OTAK-OTAK IKAN DI PERUMAHAN DINAS PT KAI KOTA SURABAYA
Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat adalah memberikan keterampilan kepada masyarakat dalam hal berwirausaha otak-otak ikan, mengurangi jumlah pengangguran dan menambah etos kerja dalam melaksanakan aktivitas. Metode kegiatan yang digunakan adalah pelatihan, penyuluhan, pendampingan, dan praktik langsung pembuatan otak-otak ikan. Lokasi kegiatan berada di perumahan dinas PT KAI Kota Surabaya. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pembuatan dan memasarkan produk otak-otak ikan. Kata Kunci — pelatihan, penyuluhan, pendampingan, otak-otak ika
Analisis Penentuan Estimasi Biaya Dan Pengelolaan Distribusi Serta Dampak Penggunaan Teknologi Informasi Terhadap Kinerja Logistik (Studi Kasus : PT Sunan Inti Perkasa)
PT Sunan Inti Perkasa merupakan perusahaan yang bergerak pada bidang
transportasi yaitu persewaan armada truk. Di dalam kinerja proses bisnis,
perusahaan menggunakan teknologi informasi dalam pengiriman distribusi
logistik yang dapat menghemat biaya pengiriman yang dikeluarkan selama proses
pengiriman distribusi. Untuk dapat meningkatkan profit pengiriman diperlukan
optimalisasi pesanan pengiriman kepada pelanggan.
Metode yang digunakann dengan pendekatan simulasi sistem dinamik.
Sehingga diharapkan perusahaan dapat meningkatkan profit pengiriman
berdasarkan jarak dan waktu tempuh selama proses pengiriman kepada pelanggan.
Sehingga hasil dari penelitian adalah dapat meningkatkan mutu kualitas
pelayanan dan pengiriman kepada pelanggan dengan tepat waktu sesuai dengan
permintaan pelanggan.
===================================================================================================
PT Sunan Inti Perkasa is a company engaged in the field of transport,
namely rental trucks. In the performance of business processes, companies use
information technology in the delivery of logistics distribution can save shipping
costs incurred during the shhipping processs of distribution. In order to improve
the profit needed to optimize delivery of orders dispatch to the customer.
The method used is a dynamic system simulation approach. So expect
delivery companies can increase profits by distance and time during the process of
delivery to the customer.
So that the results of the research is that it can improve the quality of service
and delivery to customers in a timely manner in accordance with customer
demand
PELATIHAN PEMBUATAN DATABASE DAN PELAPORAN KEUANGAN BAGI PEGAWAI BANK INDONESIA
Bank Indonesia merupakan bank sentral Republik Indonesia yang berfungsi sebagai menstabilkan nilai Rupiah. Kestabilan nilai Rupiah mempunyai pengertian yaitu kestabilan nilai mata uang terhadap barang dan jasa, serta kestabilan terhadap mata uang asing (kurs). Permasalahan yang terjadi pada Bank Indonesia adalah potensi kemampuan mengolah data laporan keuangan yang ada di database belum terintegrasi dengan Bank Indonesia pusat. Maka, diperlukan pelatihan terhadap pegawai Bank Indonesia dalam mengolah data laporan keuangan yang ada di database dapat terintegrasi dengan data laporan keuangan yang di Bank Indonesia pusat. Materi pelatihan yang digunakan pengabdian adalah pelatihan terhadap fungsi-fungsi logikan keuangan, validasi data keuangan, pembuatan database keuangan, dan penggunaan fungsi What-If Analysis. Hasil dari kegiatan pengabdian adalah meningkatkan kemampuan, pengetahuan, dan keterampilan dalam membuat database dan pelaporan keuangan
PELATIHAN PEMBUATAN DATABASE DAN PELAPORAN KEUANGAN BAGI PEGAWAI BANK INDONESIA
Bank Indonesia merupakan bank sentral Republik Indonesia yang berfungsi sebagai menstabilkan nilai Rupiah. Kestabilan nilai Rupiah mempunyai pengertian yaitu kestabilan nilai mata uang terhadap barang dan jasa, serta kestabilan terhadap mata uang asing (kurs). Permasalahan yang terjadi pada Bank Indonesia adalah potensi kemampuan mengolah data laporan keuangan yang ada di database belum terintegrasi dengan Bank Indonesia pusat. Maka, diperlukan pelatihan terhadap pegawai Bank Indonesia dalam mengolah data laporan keuangan yang ada di database dapat terintegrasi dengan data laporan keuangan yang di Bank Indonesia pusat. Materi pelatihan yang digunakan pengabdian adalah pelatihan terhadap fungsi-fungsi logikan keuangan, validasi data keuangan, pembuatan database keuangan, dan penggunaan fungsi What-If Analysis. Hasil dari kegiatan pengabdian adalah meningkatkan kemampuan, pengetahuan, dan keterampilan dalam membuat database dan pelaporan keuangan
PELAKSANAAN MANAJEMEN PEMUATAN CONTAINER FULL AND DOWN PADA KM ARMADA PAPUA
ABSTRACT
Novi Damar Kristanto, 2018, NIT 51145128N, "The Effectiveness Of Loading Container For Full And Down". Description Nautika Study Program, Diploma IV Program, Merchant Semarang Polytechnic, Advisor: Capt Dodik Widarbowo, MT, M.Mar and Advisor II: Tony Santiko, S.ST., M.Sc.
In the field of sea transportation, especially the transportation of goods or cargo, there has been a change and improvement, namely the presence of containers which become a new system. Now it has a thorough impact on the cargo transportation system that is increasingly increasing. The progress of this rapidly growing container system is to aim to deliver a safe, quick and efficient charge from the original port until it reaches the destination port to avoid the smallest possible charge damage.
Effectiveness indicates success in terms of whether or not the target has been achieved. If the results of the activity get closer to the target, it means that the effectiveness is higher. In carrying out the loading should be attempted so that all load space can be fully charged by the full (load) or the ship can load up to maximum (down), so that can be obtained the maximum mining money. However, because of the different forms of containers that can cause "broken stowage", plus the frequent addition of the load without any loading plan that causes frequent over-draft.
Full and down is a loading condition in such a way that the entire loading space can be satisfied by the load by calculating the ship's ship condition or calculating the amount of ballast water to obtain maximum load space, and good plan planning but still taking into account the ship's stability will create a full load and down. In this case the author uses the fishbone method, to mendapakan problems and completion with in combine with SWOT method to find the strength of advantages and disadvantages with the completion of the author made.
1. Constraints - constraints that affect full and down loading are
a) Lack of accuracy in calculating the making of a loading plan or bay plan which causes the maximum loading capacity of the hold so that the ship experiences over draft
b) Lack of checking the draft and trim of the ship when the loading process takes place so that if a loading error occurs it cannot be resolved immediately.
2. Steps taken in preparing for full and down load
a) Sounding all tanks - ballast tanks in order to maximize the loading space
b) Knowing what load will be unloaded and classifying the load that will be loaded on their respective destinations
c) Make a loading plan or bay plan with the ship condistion at that time
d) Checking drafts and trims regularly so that if a loading error occurs, it can be resolved immediately.
Keywords: planning, monitoring and evaluation when loadin
- …
