1,720,981 research outputs found
Potensi Hujan Es Berdasarkan Hasil Pengamatan X-Band Radar Menggunakan Metode Severe Hail Index
Hal. 179-18
PEMANFAATAN TRANSPORTABLE RADAR CUACA DOPPLER X-BAND UNTUK PENGAMATAN AWAN
RINGKASANTelah dilakukan pengamatan awan di beberapa tempat secara intensif denganmenggunakan alat Transportable Radar Cuaca Doppler X-Band, diantaranya diBandung pada 2013 dan di Garut pada 2014. Berbagai skenario dilakukan selamapengamatan. Pemindaian volume dilakukan pada kedua pengamatan tersebut, namunpada saat pengamatan di Bandung juga dilakukan pemindaian RHI. Makalah ini ditulisuntuk melihat evolusi awan hujan yang ditinjau dari beberapa hasil luaran radar.Untuk mendapatkan nilai reflektivitas dan kecepatan radial perlu dilakukanpengkonversian nilai piksel pada gambar. Pengkonversian koordinat polar menjadikartesian juga perlu dilakukan tatkala akan melakukan plot data. Hasil menunjukkanbahwa radar dengan frekuensi x-band ini dapat memperlihatkan evolusi awan dalamwilayah terbatas dengan resolusi spasial maupun temporal yang cukup baik.Hal.91-98:ilus.; 30 c
PEMANFAATAN TRANSPORTABLE RADAR CUACA DOPPLER X-BAND UNTUK PENGAMATAN AWAN
RINGKASANTelah dilakukan pengamatan awan di beberapa tempat secara intensif dengan menggunakan alat Transportable Radar Cuaca Doppler X-Band, diantaranya di Bandung pada 2013 dan di Garut pada 2014. Berbagai skenario dilakukan selama pengamatan. Pemindaian volume dilakukan pada kedua pengamatan tersebut, namun pada saat pengamatan di Bandung juga dilakukan pemindaian RHI. Makalah ini ditulis untuk melihat evolusi awan hujan yang ditinjau dari beberapa hasil luaran radar. Untuk mendapatkan nilai reflektivitas dan kecepatan radial perlu dilakukan pengkonversian nilai piksel pada gambar. Pengkonversian koordinat polar menjadi kartesian juga perlu dilakukan tatkala akan melakukan plot data. Hasil menunjukkan bahwa radar dengan frekuensi x-band ini dapat memperlihatkan evolusi awan dalam wilayah terbatas dengan resolusi spasial maupun temporal yang cukup baik.Hal.91-98:ilus.; 30 c
Potensi Penginderaan Atmosfer Menggunakan Teknik GPSRO untuk Analisis Cuaca
Global Positioning Satellite Radio Occulation (GPSRO) merupakan teknik penginderaan atmosfer berbasis satelit GPS. Pengamatan GPSRO ini menghasilkan data vertikal memalui pengukuran indeks refraktifitas atmosfer. Dalam penelitian ini telah dilakukan analisis terhadap data level 2 hasil okultasi satelit COSMIC, SACC, GRACE, METOPA, dan TERRASARX. Data tersebut merupakan rekaman parameter tekanan, temperatur, dan tekanan uap. Parameter tekanan uap dapat dijadikan input untuk menurunkan data kandungna uap air di atmosfer. Data pengamatan atmosfer dengan teknik GPSRO ini memiliki potensi sebagai input dalam menganalisis variasi cuaca baik secara spasial maupun temporal. Untuk menunjukkan bahhwa pengamatan GPSRO memiliki tingkat akurasi tinggi, maka dilakukan perbandingan data GPSRO terhadap observasi menggunakan radiosonde. Selisih data temperatur pengamatan kelima satelit tersebut dengan pengamatan radiosonde di Jakarta memiliki rata-rata sebesar 0,220C. nilai rata-rata bias data temperatur, kelembapan spesifik, dan kelembapan relatif GPSRO dan NCEP Reanalysis berturut-turut sebesar 0.20C, 0,05 g/kg, dan -0,95%. Oleh karena itu, data pengamatan GPSRO dapat dimanfaatkan sebagai input tambahan dalam pengembangan model prediksi cuaca tiga dimensi.Hal.37-4
Analisis Ch4 Permukaan Di Indonesia Dengan Menggunakan Data Tes/Aura Tahun 2005-2009
Hal. 179-18
Verification And Analysis Of TAPM Meteorological Data Model Output At Pasteur And Tanjung Sari
Distribution and concentration of pollutants in an area is affected by its weather conditions. Meteorological factors like wind speed, temperature, and humidity will influence the presence of pollutants. The Air Pollution Model (TAPM) is software that can be used to predict the meteorological parameters in certain area. The aim of this study is to evaluate TAPM meteorological data output (used TAPM V3.1.7) statistically by using the observational data (surface) Automatic Weather station (AWS) at Pasteur, Bandung in 2009 and 2011 and at Tanjung Sari, Sumedang in 2009. The results showed that statistically, the correlation coefficients for surface temperature at the Pasteur and Tanjung Sari have good performance, respectively at around 0,75 and 0,79. As for the wind speed, wind direction, and surface humidity have a rather low correlation, which are respectively 0,36; 0,46; and 0,53 in Pasteur region. Tanjung Sari region has correlation 0,35for wind direction and 0,38 for surface humidityHal. 272-28
Analisis Deteksi Hujan Berbasis Jaringan Radar X-Band di Bandung dan sekitarnya
Hal. 72-8
- …
