1,721,034 research outputs found

    Konsep Kurikulum Pendidikan Islam (Refleksi Pemikiran Al-Ghazali)

    Full text link
    Buku yang berjudul: "Konsep Kurikulum Pendidikan Islam (Refleksi Pemikiran Al-Ghazali" ini dimaksudkan untuk mengungkap tentang konsep kurikulum pendidikan Islam yang direfleksikan dari pemikiran al-Ghazali yang disoroti dari sudut pandang konsep kurikulum pengembangan kurikulum, yang meliputi dasar kurikulum (filosofis, psikologis, dan sosiologis) dan gagasan desain kurikulumnya (tujuan, materi, organisasi, dan sistem pelaksanaan kurikulum pendidikan Islam). Secara filosofis, al-Ghazali memandang bahwa manusia berasal dari Tuhan dan akan kembali kepada Tuhan.nDengan demikian, pendidikan merupakan pembinaan pada diri manusia untuk dapat dekat kepada Tuhan dan dengan itu tercapailah kebahagiaan baik di dunia maupun di akhirat. Oleh karena itu desain kurikulum (tujuan, materi, organisasi, dan sistem pelaksanaan kurikulum pendidikan Islam) harus dikembankan dalam kerangkanuntuk mewujudkan kebahagiaan di dunia dan untuk akhirat itu. Secara psikologis, al-Ghazali memandang bahwa manusia memiliki daya-daya (junud al-qalb). Dengan daya-daya itulah manusia dapat mendapatkan ilmu pengetahuan. Setiap orang memiliki daya yang berbeda dan upaya pengerahannya juga berbeda serta cara yang ditempuh juga berbeda-beda, maka ilmu pengetahuan yang dicapai juga akan berbeda-beda. Oleh karena itu, konsp kurikulum pendidikan Islam harus dirancang dengan memperhatikan dasar psikologis manusia tersebut. Secara sosiologis, al-Ghazali memandang bahwa pada saat hidupnya terdapat berbagai macam golongan, masing-masing menyatakan dirinya paling benar. Di antara semua itu, menurutnya banyak sekali yang telah jatuh kepada kesesatan. Oleh karena itu, perlu ditunjukkan jalan yang benar. Ia berkesimpulan jalan yang benar ialah jalan yang kembali kepada Al-Quran dan Hadis. Berdasarkan dasar pemikiran al-Ghazali melahirkan gagasannya tentang kuriku¬lum. Tujuan kurikulum menurut al-Ghazali harus mengacu kepada tujuan pokok pendi¬dikan Islam, yaitu kedekatan diri kepada Allah dan keba¬hagiaan di dunia dan di akhirat. Materi kurikulum menurut al-Ghazali harus sejalan dengan tujuan. Oleh karena itu, materi yang dikembangkan harus mencakup ilmu syar`iyyah dan gair syar`iyyah. Ilmu syar`iyyah terdiri dari fard `ain dan fard. kifayah. Adapun ilmu gair syar`iyyah terdiri dari ilmu fard. kifayah, ilmu yang diutamakan tetapi bukan fard. Kifayah dan ilmu yang mubah (dibolehkan). Berkaitan dengan organisasi kurikulum, al-Ghazali memandang bahwa ilmu merupakan satu kesatuan (terintegrasi) menuju sasaran yang sama. Ia menggagas agar ilmu syar`iyyah fard. `ain dijadikan sebagai fokus dan ukuran dalam pengembangan ilmu lainnya. Organisasi kurikulum menurut Al-Ghazali tidak harus dikembangkan secara vertikal berdasarkan tingkat lembaga pendidikan, tetapi ia tetap memandang bahwa ilmu mempun¬yai tingkatan vertikal yang dipandang dari tingkatan ilmu secara alamiah. Berkaitan dengan sistem pelaksanaan kurikulum, al-Ghazali memandang perlu pelaksanaan secara bertahap dan kontinu sesuai dengan tingkat ilmu secara alami, disaji¬kan sesuai dengan tingkat kematangan psikologis peserta didik dan mereka diberi kebebasan untuk memilih ilmu yang dikembangkan

    Syaifuddin Sabda's Quick Files

    No full text
    The Quick Files feature was discontinued and it’s files were migrated into this Project on March 11, 2022. The file URL’s will still resolve properly, and the Quick Files logs are available in the Project’s Recent Activity

    KONSEP KURIKULUM PENDIDIKAAN ISLAM (REFLEKSI PEMIKIRAN AL-GHAZALI)

    No full text
    Buku ini berbicara tentang konsep kurikulum penedidikan Islam berdasarkan pemikiran al-ghazali yang diramu diberbagai kitab atau buku yang beliau karang

    MODEL KURIKULUM SEKOLAH DASAR TERPADU

    No full text
    Model pengelolaan sekolah dasar terpadu menjadi sebuah keniscayaan dan tuntutan bagi umat Islam. Model seperti apa yang tepat dan memiliki dasar yang kuat untuk dikembangkan . Hal itulah yang dikemukakan dalam presentasi ini

    PENGEMBANGAN KURIKULUM (Tinjauan Teoritis)

    Full text link
    Sekalipun keberadaan guru dan peserta didik sebagai subsistem pendidikan dianggap yang paling menentukan dalam proses dan keberhasilan pendidikan, namun keberadaan kurikulum yang diposisikan sebagai isi dan sekaligus sebagai proses pendidikan juga sangat menentu- kan. Dalam kata lain, bahwa eksestensi kurikulum dalam proses dan keberhasilan pendidikan juga tidak kalah pentingnya dibandingkan guru dan siswa. Bahkan sebuah upaya pendidikan tanpa adanya kurikulum dapat dikatakan upaya pendidikan tersebut tidak memiliki isi dan arah yang jelas. Meskipun keberadaan kurikulum dalam upaya pendidikan dianggap begitu penting, hanya saja dalam praktiknya konsep, implementasi dan evaluasi kurikulum banyak kurang dan bahkan kadangkala tidak dipahami secara baik oleh guru dan peserta didik, dan stackeholder pendidikan lainnya. Akibatnya keberadaan atau fungsi dan peran kurikulum menjadi tidak signifikan atau tidak membawa pengaruh yang berarti bagi proses pendidikan. Bahkan sebaliknya, keberadaan kurikulum yang tidak dipahami konsep, implementasi dan evaluasi- nya sering dianggap sebagai sesuatu yang menyulitkan bagi pelaku pendidikan. Oleh karena itu, pemahaman seluruh stackeholder pendidikan, para guru, siswa, orang tua, pimpinan lembaga pendidikan dan lainnya terhadap kurikulum menjadi sangat orgen untuk diperhatikan. Dalam perjalanan sejarahnya, kurikulum senantiasa berubah dan berganti. Hal itu telah menjadi sebuah keniscayaan, karena kurikulum sebagai isi dan proses pendidikan harus senantiasa menyesuaikan dengan situasi dan kondisi dimana dan kapan kurikulum tersebut digunakan. Hal ini menambah penting pemahaman ter- hadap konsep setiap kurikulum yang ada, agar peng- implementasiannya sesuai dengan apa yang diharapkan oleh kurikulum itu sendiri. Selain itu, semakin terbukanya penerapan disentrali- sasi dan otonomi di bidang pendidikan yang berdampak pada makin besarnya kewenangan sekolah dan guru dalam pengelolaan pendidikan, termasuk di dalamnya pem- bagian kewenangan untuk mengembangkan dan menerjemahkan kurikulum dalam kegiatan pendidikan di masing-masing lembaga pendidikan, menuntut kepada semua stackeholder pendidikan, utamanya para guru, pimpinan lembaga pendidikan, dan pengawas pendidikan untuk bukan saja sekedar memahami konsep kurikulum, tetapi juga konsep dan pengembangan kurikulum. Oleh karena itu, pemahaman terhadap konsep dan teori pengembangan kurikulum juga menjadi sangat orgen untuk diperhatikan. Buku ini adalah salah satu buku yang mencoba mengetengahkan bahasan secara lebih komprehensif tentang konsep kurikulum dan pengembangan kurikulum dalam tinjauan teoritis. Sebagai bahasan teoritik yang diarahkan untuk memberikan pemahaman yang lebih luas kepada para pembacanya, maka berbagai konsep dan teori kurikulum dan pengembangan kurikulum sengaja diperkaya dengan berbagai pandangan dan konsep yang dikemukakan oleh berbagai ahli kurikulum

    MODEL PENGEMBANGAN KURIKULUM DAN PEMBELAJARAN YANG MENGINTEGRASIKAN MATERI IPTEK DENGAN IMTAQ DI MADRASAH ALIYAH

    No full text
    Dalam pendidikan Islam sejatinya tidak mengenai konsep dikotomi pendidikan (pemisajan antara pengetahuan umum dan agama) Oleh karena itu integrasi keduanya merupakan sebuah keniscayaa

    Syaifuddin Sabda's Quick Files

    No full text
    The Quick Files feature was discontinued and it’s files were migrated into this Project on March 11, 2022. The file URL’s will still resolve properly, and the Quick Files logs are available in the Project’s Recent Activity
    corecore