1,721,965 research outputs found
BIOFERTILIZER FUNGI: Trichoderma dan Mikoriza
Dari sekian banyak jenis mikroba tanah ada dua jenis yang paling banyak dikaji dan dikembangkan teknologi aplikasinya sebagai bioferilizer yaitu fungi Trichoderma dan fungi mikoriza. Potensi spesis Trichoderma sebagai agent biokontrol penyakit tanaman di samping sebagai biofertilezer. Fungi mikoriza berperan membantu tanaman dalam penyerapan air dan nutrisi dari sumbernya yang seringkali tidak terjangkau bulu-bulu akar, membuatnya layak disebut sebagai agent bioferilizer. Salah satu kata kunci dalam pemanfaatan fungi Trichoderma dan Mikoriza adalah biofertlizer yang didefinisikan sebagai pupuk hayati karena mampu menyediakan nutrisi bagi tanaman. Kedua macam fungi ini juga dapat berperan sebagai agen biokontrol pasif terhadap patogen sesungguhnya memiliki definisi peran yang tidak jauh berbeda dengan sebagai agen biofertilizer. Untuk mencegah sumber ancaman ketahaan pangan yang dapat dipersempit mencegah degradasi lahan, maka pengembangan riset dan implementasi teknologi biofertilizer mutlak dilakukan. Penelitian dan pengembangan potensi agent pupuk hayati bagi beberapa mikroba tanah, terutama dan konteks ini adalah fungi Trichoderma dan fungi Mikoriza sangat mulak diperlukan.
Buku ini disusun berdasarkan hasil kajian terkait Trichoderma dan Mikoriza oleh para pakar Internasional yang dituangkan dalam bentuk jurnal ilmiah di samping hasil pengolahan dan analisis terhadap data penelitian yang dilakukan oleh penulis.. Buku ini bisa dimanfaatkan sebagai sumber referensi bagi mahasiswa dan peneliti dalam mengembangkan bioteknologi pupuk hayati khususnya yang memanfaatkan fungi Trichoderma dan fungi mikoriza. Buku ini juga dapat dimanfaatkan oleh dosen pengampu mata kuliah Kesuburan dan Mikrobiologi Tanah, Pupuk dan Pemupukan, Bioteknologi Pertanian, Bioteknologi Pupuk Organik, dan mata kuliah lain yang relevan dalam rangka mengembangkan materi perkuliahan dan Rencana Pembelajara
Pendahuluan: Relevansi Kajian Pemanfaatan Agen Hayati dalam Pest – Disease Management Tanaman Hortikultura
Abstract. The government and all stakeholders are determined to make Indonesia a world food source starting from the 2040-2050 period, including for horticultural crop commodities. Several types of horticultural crops in Indonesia often cause social unrest when there is an imbalance between demand and supply. One of the factors that most threatens crop production is the disturbance of pests and pathogens that cause disease which have an impact on food security, inflation, and often cause social vulnerability. Meanwhile, the use of toxic synthetic chemical pesticides is still high in intensity and has been proven to reduce soil fertility, pollute the environment, increase the resistance of plant-disturbing organisms, destroy natural enemies, and can cause health problems for farmers and the community around the plantations. In addition to using good seeds, improving agronomic technology, as well as using biological agents to protect plant health and productivity, it is urgent to use and integrate their implementation to increase production and maintain food security, especially in horticultural crop commodities that have strategic value now and in the future.
Abstrak. Pemerintah dan segenap pemangku kepentingan sudah bertekad mewujudkan Indenesia sebagai sumber pangan dunia mulai periode 2040-2050 termasuk pada komoditas tanaman hortikultur,. Beberapa jenis tanaman horikultur di Indonesia sering menimbulkan gejolak sosial ketika terjadi ketidak-seimbangan antara permintaan dan suplai. Salah satu faktor yang paling mengancam produksi tanaman adalah gangguan hama dan pathogen penyebab penyakit yang berdampak pada gangguan ketahanan pangan, inflasi, serta sering menimbulkan kerawanan sosial. Sementara itu selama ini penggunaan pestisida kimia sintetik toksik masih tinggi intensitasnya serta terbukti menurunkan kesuburan tanah, pencemaran lingkungan, peningkatan resistensi organisme pengganggu tanaman, musnahnya musuh alami, serta dapat menimbulkan gangguan bagi kesehatan petani dan masyarakat di sekitar pertanaman. Selain penggunaan bibit yang baik, perbaikan teknologi agronomi, serta pemanfaatan agen hayati bagi perlindungan kesehatan dan produktivitas tanaman sangat mendesak untuk digunakan dan diintegrasikan impelementasinya bagi peningkatan produksi dan menjaga ketahanan pangan khususnya pada komoditas tanaman hortikultur yang memiliki nilai strategis saat ini dan di masa mendatang
Pendahuluan: Rekayasa Agronomis Dan Pengolahan Pangan Bagi Perlindungan Ketahanan Pangan
The article aims to provide a general overview of the importance of developing food products and developing technology for cultivating food-producing plants at the village level which can contribute to strengthening and protecting local food security. The method used is a study of relevant references. The development of alternative food ingredients and the quality of food products play an important role in creating organoleptic quality food products. Meanwhile, the development of plant cultivation technology through the application of biofertilizers and biopesticides will produce quality food while protecting the stability and productivity of the agroecosystem. The development of these two aspects at the village level will contribute to strengthening and protecting national food securit
Pengelolaan Hama Dan Penyakit Pada Benih Dan Persemaian Tanaman Hortikultur
Horticultural commodities play an important role in supporting efforts to realize national food security and make Indonesia a world food source starting from the 2040-2050 period requires the readiness of management technology that is able to protect plants and increase production according to plant capacity. especially national food security. One of the obstacles in achieving the target of crop production is the disturbance of pests and plant diseases in all phases of plant growth until post-harvest. The initial phase of plant production which includes the provision of superior and quality seeds, pre-germination, and seedlings or young plants will determine the success of production. Research results in the form of observations and literature reviews aim to provide input for horticultural plant pest and disease management activities, especially in the early stages of the plant production process, from seed management to quality seeds in nurseries. To study the comprehensive management of pests and diseases of horticultural crops, a qualitative approach is used. The method used is qualitative synthesis analysis by collecting theoretical studies relevant to this research and then drawing a conclusion. Data collection techniques were carried out by researchers with literature review and observation. The results of the research show that the potential for disturbance is always high, but there are also various control methods that can be integrated in the efficient, effective, and environmentally friendly management of pests and diseases of horticultural crops. Priority in management is to use all control resources that do not contain toxic chemicals that are harmful to the survival of biological agents, balance ecosystems that are conducive to sustainable agricultural production, and environmental health.
[Komoditas hortikultur berperan penting dalam mendukung upaya untuk mewujudkan ketahanan pangan Nasional dan menjadikan Indenesia sebagai sumber pangan dunia mulai periode 2040-2050 memerlukan kesiapan teknologi pengelolaan yang mampu melindungi tanaman dan meningkatkan prouksi sesuai kapasitas tanaman. ketahanan pangan Nasional terutama. Salah satu kendala dalam pencapaian tagerget produksi tanaman adalah gangguan hama dan penyakit tanaman dalam selueurh fase pertumbuhan tanaman hingga pasca panen. Fase awal produksi tanaman yang meliputi penyediaan benih unggul dan berkualitas, prekecambahan, dan bibit atau tanaman muda sangat menetukan keberhasilan produksi. Hasil riset dalam bentuk observasi dan literature riview bertujuan untuk memberikan masukan bagi kegiatan pengelolaan hama dan penyakit tanaman hortikultur khususnya pada fase awal proses produksi tanaman mulai dari pengelolaan benih higga bibit berkualitas di persemaian. Untuk mengkaji pengelolaan hama dan penyakit tanaman hortikultur secara komprehensif ini digunakan pendekatan kualitatif. Metode yang digunakan adalah analisis sintesa kualitatif dengan mengumpulkan kajian teoritis yang relevan dengan penelitian ini kemudian diambil suatu kesimpulan. Teknik pengumpulan data dilakukan oleh peneliti dengan literature review dan observasi. Hasil riset memperlihatkan potensi gangguan yang senantiasa tinggi, namun tersedia juga berbagai metode pengendalian yang dapat diitegrasikan dalam pengelolaan hama dan penyakit tanaman hortikultur yang efisien, efektif, dan ramah lingkungan. Prioritas dalam pengelolaan adalah menggunakan segenap sumberdaya pengendalian yang tidak mengandung bahan kimia toksik yang berbahaya bagi keberlangsungan hidup agensia hayati, keseimbangan ekosistem yang kondusif bagi kelestarian prouksi pertanian, dan kesehatan lingkungan
Manufacturing Liquid Organik Fertilizer From Various Sources of Garbage and Waste
lfilling the need for agricultural production facilities that are environmentally friendly and can support national food security is a target that must be strived for by all relevant stakeholders. Liquid organic fertilizer is one of the production components of food supply plants whose quantity and quality are always being developed. This research aims to describe liquid organic fertilizer (POC) as an alternative chemical material for fulfilling plant nutrition as well as the factors and processes that determine the quality of POC so that it can meet established national standards. This research uses the Systematic Literature Review method, relying on references sourced from scientific journals as a theoretical basis and development of ideas. The results of the study show that liquid organic fertilizer is an alternative solution to meet the needs for production facilities for food-producing plants and industrial nutrients sourced from various wastes, including agricultural waste. Various factors that determine the success of the production process both in quantity and quality must be prepared and refer to SNI standards and Minister of Agriculture Regulation No. 261 /Permentan/SR.140/10/2019
- …
