584 research outputs found
Karakteristik Interaksional Dalam Distribusi Politik Uang Pada Pemilu Tahun 2019 Dprd Kabupaten Probolinggo (Studi Kasus: Andi Suryanto Wibowo Di Desa Klaseman)
Penelitian ini mengangkat tentang karakteristik interaksional dalam distribusi
politik uang yang dilakukan oleh calon DPRD Kabupaten Probolinggo yakni Andi
Suryanto Wibowo pada Pemilu tahun 2019 di Desa Klaseman. Perolehan suara
Andi Suryanto Wibowo di Desa Klaseman yakni 367 suara dengan mobilisasi
warga Desa Klaseman dan melakukan praktik politik uang melalui tim sukses
yang dimiliki. Sumber dana yang digunakan untuk memobilisasi pemilih berasal
dari PT. Kusuma Karya Persada. Tim sukses yang mendistribusikan uang sampai
kepada pemilih yakni orang-orang yang tidak terdaftar namanya sebagai tim
sukses resmi pada KPU serta pembagian uang tidak dilakukan pada saat
berlangsungnya Pemilu. Dari hal tersebut dapat diketahui bahwa tim sukses
memanfaatkan celah regulasi Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang
Pemilu yang terbatas pada waktu dan objek. Maka, dalam penelitian skripsi ini
bertujuan untuk mengetahui interaksi aktor yang terbentuk dalam hubunganhubungan sosial sebagai tim sukses Andi Suryanto Wibowo. Sehingga dalam
penelitian ini menggunakan konsep politik uang dan dimensi karakteristik
interaksional James Clyde Mitchell. Metode penelitian yang digunakan yaitu
menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa terdapat empat hubungan sosial yang terbentuk dalam tim sukses Andi
Suryanto Wibowo yakni hubungan keluarga, hubungan kerja, hubungan birokrasi,
dan hubungan partai politik. Berdasarkan dimensi karakteristik interaksional
terdapat lima indikator untuk mengetahui interaksi aktor dalam melakukan
distribusi politik uang. Pertama, dalam indikator content terdapat hubungan yang
berpengaruh yakni hubungan kerja. Kedua, dalam indikator directedness terdapat
hubungan yang berpengaruh yakni hubungan kerja. Ketiga, dalam indikator
durability terdapat hubungan yang memiliki pengaruh yakni hubungan birokrasi.
Keempat, dalam indikator intensity terdapat tiga hubungan yang memiliki
pengaruh yakni hubungan keluarga, hubungan kerja, dan hubungan orang
birokrasi. Kelima, dalam indikator frekuensi terdapat tiga hubungan yang
memiliki pengaruh yakni hubungan kerja, hubungan birokrasi, dan hubungan
partai politik. Jadi, dari kelima indikator tersebut dapat diketahui hubungan aktor
yang memiliki pengaruh saat melakukan mobilisasi dan distribusi politik uan
Patti Smith and Andi Ostrowe in a hotel room, Washington, D.C., July 1978
Musician, poet, and author Patti Smith poses holding a clarinet in a hotel room in July 1978. Andi Ostrowe, working as Smith's personal assistant, reclines on the bed in the background.The photograph was taken by Don Hamerman as part of a session for "Unicorn Times," an alternative performing arts periodical in Washington, D.C. The photograph appeared in the September 1978 issue of "Unicorn Times.
Patti Smith and Andi Ostrowe being photographed by Don Hamerman, Washington, D.C., July 1978
Musician, poet, and author Patti Smith poses as Don Hamerman photographs her and Andi Ostrowe in a Washington, D.C. hotel room in July 1978. Smith was in Washington to perform at the Warner Theatre and Ostrowe was then working as Smith's personal assistant. The photograph was taken by Don Hamerman, who was then a staff photographer for Unicorn Times, a monthly performing arts periodical in Washington, D.C
Patti Smith poses as Andi Ostrowe reclines, Washington, D.C., circa July 1978
Musician, poet, and author Patti Smith posing as Andi Ostrowe smokes on a bed in a Washington, D.C. hotel room in July 1978. Smith was in Washington to perform at the Warner Theatre and Ostrowe was then working as Smith's personal assistant. The photograph was taken by Don Hamerman, who was then a staff photographer for Unicorn Times, a monthly performing arts periodical in Washington, D.C
Mengembalikan Kejayaan Jeruk Malangke dengan Pengembangan Pembiakan Kultur Organ (KuOR)
Jeruk Malangke perlu dikembalikan kejayaannya. Untuk mengakselerasi diperlukan pengadaan bibit dengan melibatkan pemerintah dan petani sebagai penerima manfaat. Tujuan kegiatan ini adalah 1) memenuhi kebutuhan bibit kelompok tani, sehingga tidak tergantung bibit dari produsen bibit daerah lain; dan 2) melestarikan plasmanuthfa jeruk “Malangke†tanpa harus mendatangkan bibit dari daerah lain. Metode atau desain kegiatan ini dengan beberpa pendekatan 1) penguatan kebijakan melalui penanda tanganan momerandum of Understanding (MoU) antara Bupati Luwu Utara dan Rektor Universitas Andi Djemma, penentuan Kelompok tani penerima manfaat (bibit) dan pengumpulan data masalah lapangan dan kebutuhan program. 2) Evaluasi melalui pre dan post test pemahaman petani dalam penerapan standar operasional prosedur (SOP) budidaya jeruk dan sekaligus dilakukan pendampingan, 3) pengadaan bibit jeruk asli Malangke melalui Kultur Organ (KuOR). Hasil kegiatan ini berjalan dengan baik karena dukungan pemerintah daerah dan petani jeruk sebagai penerima manfaat. Pada kegiatan evaluasi menunjukkan bahwa umumya petani belum menerapkan SOP budidaya jeruk untuk jenis Siam. Pemahaman memperbaiki lahan bermasalah juga belum diketahui oleh petan. Sistem pemupukan tidak mengukuti kaedah agronomi, belum menerapkan pemangkasan dengan baik serta persiapan panen dan pascapanen. Kegiatan kultur organ (KuOR) dilakukan yang bahan stek dari masyarakat dan dikembalikan kemasyarakat dalam bentuk tanaman utuh untuk pelestarian plasmanuthfa jeruk Malangke. Â
Inszenierte Dokumente: zu Paul Bowles' Sammlung traditioneller marokkanischer Musik
Andi Schoon widmet sich in diesem Beitrag der Frage nach dokumentarischer Authentizität: Der amerikanische Schriftsteller Paul Bowles (1910-1999) reiste, kurz nachdem Marokko 1956 unabhängig geworden war, monatelang durch das Land, um traditionelle Musikstile wie Ahwouach, Andaluz, Gnawa und Rwais zu dokumentieren. Der Beitrag beleuchtet das Zustandekommen dieser Aufnahmen
PEMBUATAN BIODIESEL DARI MINYAK BIJI KAPUK MENGGUNAKAN NaOH SEBAGAI KATALIS DENGAN BANTUAN MICROWAVE
ABSTRAKAsmulyani Nahnu. Pembuatan Biodiesel Dari Minyak Biji Kapuk dengan Menggunakan NaOH sebagai katalis dengan bantuan Microwave (dibimbing oleh Dr. Andi Suryanto., ST., MT dan Hj.Setyawati Yani,ST,MT,Ph.d).Pada saat ini kebutuhan bahan bakar minyak semakin meningkat seiring semakin meningkatnya populasi dan semakin berkembangnya teknologi tanpa diimbangi dengan adanya cadangan sumber daya minyak bumi yang berasal dari fosil yang semakin menipis karena sifatnya yang tidak dapat diperbarui. Beberapa Negara termasuk Indonesia mulai banyak melakukan penelitian dalam pencarian bahan bakar yang dapat diperbarui, salah satunya adalah biodiesel. Penelitian ini bertujuan untuk membuat biodiesel dari minyak biji kapuk melalui proses transesterifikasi dengan menggunakan microwave. Penelitian ini menggunakan perbandingan mol minyak bij ikapuk terhadap methanol (1:12), konsentrasi katalis NaOH(0,25%; 0,50% dan0,75%),waktu reaksi(2,5, 5, 10 dan 15 menit) dan variasi daya (180, 300 dan 450 watt). Dalam penelitian ini mempelajari pengaruh konsentrasi katalis, waktu reaksi, daya microwave terhadap yield dan kualitas produk biodiesel. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dengan konsentrasi katalis NaOH 0,75%, waktu reaksi 15 menit dan daya microwave 450 watt menghasilkan yield produk biodiesel terbesar yaitu 95,92% dan hasil analisa karakteristik kualitas produk biodiesel telah sesuai dengan standar mutu biodiesel SNI 7128:2012Katakunci: biodiesel, katalis, microwave, minyak biji kapuk,
PEMBUATAN BAHAN BAKAR ALTERNATIF DARI MINYAK BIJI JARAK MENGGUNAKAN GELOMBANG MIKRO
ABSTRAKFITRIA. Pembuatan Bahan Bakar Alternatif Dari Minyak Biji Jarak Menggunakan Gelombang Mikro (dibimbing oleh Dr. Andi Suryanto ST. MT. dan Dr. Ir. La Ifa ST. MT. IPM).Biodiesel merupakan salah satu bahan bakar alternatif. Beberapa penelitian yang telah dilakukan dalam pemenfaatan energi alternatif terbaharukan ini, diantaranya adalah biodiesel dari minyak nabati. Minyak nabati yang dapat digunakan dalam pembuatan biodiesel contohnya, minyak sawit, minyak jarak pagar, minyak biji karet, minyak kelapa, minyak kedelai, minyak jagung, minyak biji bunga matahari, dan bahkan minyak goreng bekas. Dalam penelitian ini mempelajari pembuatan biodiesel dari minyak biji jarak pagar (Jatropha curcas L). Jarak pagar (Jatropha curcas L) adalah tanaman cepat tumbuh dan sangat toleran terhadap iklim tropis dan jenis tanah, sehingga sesuai untuk dikembangkan sebagai tanaman konservasi. Selain itu, minyak dari bijinya dapat digunakan sebagai bahan energi. Bahkan bagian lain dari tanaman ini dapat dimanfaatkan untuk berbagai tujuan khusus.Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh daya gelombang mikro terhadap konversi minyak biji jarak menjadi metil ester, pengaruh konsentrasi katalis terhadap yield yang dihasilkan dan mengetahui pengaruh waktu reaksi pada proses transeasterifikasi minyak biji jarak dengan menggunakan radiasi gelombang mikro.Pemanfaatan gelombang mikro pada reaksi transesterifikasi minyak jarak dapat dilakukan dengan konsentrasi yang lebih rendah serta waktu reaksi yang lebih cepat jika dibandingkan dengan metode konvensional. Dari penelitian ini juga dapat disimpulkan untuk nilai viskositas, semakin lama waktu yang digunakan untuk pemancaran gelombang mikro maka nilai viskositasnya mengalami penurunan. Dan yield biodiesel yang dihasilkan pada masing variasi daya 100, 180, dan 300 watt, waktu reaksi 15 menit dengan konsentrasi katalis 0,75% yield sebesar 56,12%, 56,84%, dan 56,86%. Sedangkan pada daya 450 watt diperoleh yield 69,09% dengan waktu reaksi 10 menit, dan konsetrasi katalis 0,75%. Kemurnian tertinggi yang diperoleh pada penelitian ini sebesar 98,13% dihasilkan pada daya 450 watt, dengan waktu reaksi 10 menit dan konsentrasi katalis 0,75%. Biodiesel yang dihasilkan telah memenuhi standar SNIKata kunci : jatropa curcas, transesterifikasi, mikrowave, biodiese
ALOKASI WAKTU DAN TINGKAT PENDAPATAN PETANI MERICA DI DESA BANTIMURUNG KECAMATAN BONE BONE KABUPATEN LUWU UTARA
Merica sebagai tanaman perkebunan diharapkan dapat meningkatkan devisa negara. Sumbangan komoditi merica terhadap total ekspor non migas masih relatif kecil yaitu sebesar 1% tiap tahunnya. Namun sebagai komoditi ekspor pengembangan tanaman Merica masih sangat strategis walaupun setiap tahun selalu terjadi fluktuasi harga di pasaran internasional. Penelitian bertujuan mengetahui alokasi waktu dan besarnya pendapatan petani dalam usahatani merica di Desa Bantimurung, Kecamatan Bone Bone, Kabupaten Luwu Utara, dilaksanakan Juli sampai September 2017. Penentuan responden dengan metode simple random sampling yaitu 15% dari 160 populasi sehingga terdapat 35 responden. Data primer diperoleh melalui pengamatan langsung (observasi) dan melalui wawancara dengan kuisioner. Data sekunder diperoleh dari instansi yang terkait yang berhubungan dengan penelitian ini. Hasil penelitian berdasarkan perhitungan HOK per hektar menujukkan bahwa tanaman merica pada persiapan lahan adalah HKP 17.58, HKW 2.64, HKA 1.57, pengolahan lahan HKP 9.15, penanaman HKP 9.40, penyiangan HKP 3.40, HKW 1.55, pemupukan HKP 4.20, penyemprotan HKP 7, pemangkasan HKP 4.20, pengontrolan HKP 3.88, panen HKP 16.26, dan pasca panen HKP 5.10, HKW 0.88, HKA 0.30, dan total pendapatan bersih (TR) Rp. 41.468.884 per tahun atau Rp. 3.455.740,3. Usahatani tanaman merica menguntungkan dan layak untuk usahaka
PEMBUATAN ALLIL ALKOHOL DARI LIMBAH BIODISEL DENGAN METODE SONIKASI
ABSTRAKIMA RACHMAH SUPARDI, Pembuatan Allil Alkohol dari Limbah Biodisel dengan Metode Sonikasi (dibimbing oleh Dr. Ir. Ruslan Kalla, ST., MT. dan Dr. Ir. Andi Suryanto, ST.,MT).Kebutuhan akan sumber energi semakin meningkat seiring dengan meningkatnya taraf hidup masyarakat di dunia. Konsumsi sumber daya energi terbesar adalah bahan bakar minyak jika dibandingkan dengan sumber energi lainnya. Bahan bakar minyak merupakan sumber energi yang sifatnya terbatas, hal tersebut menyebabkan adanya pemikiran untuk mencari sumber energi alternatif. Salah satu sumber energi alternatif yang saat ini tengah dikembangkan adalah Biodisel. Biodisel diproduksi melalui reaksi transesterifikasi antara trigliserida dengan metanol menjadi etil ester dan gliserol. Gliserol adalah salah satu bahan kimia yang penting di dalam industri, yang dapat diperoleh dari hasil samping pembuatan biodiesel. Degradasi gliserol yang diproses dengan metode sonikasi dapat menghasilkan banyak senyawa lain diantaranya adalah allil alkohol.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui waktu optimum untuk menghasilkan konversi gliserol menjadi allil alkohol dengan metode sonikasi, untuk mengetahui temperatur optimum untuk menghasilkan konversi gliserol menjadi allil alkohol dengan metode sonikasi, serta mengetahui bagaimana konstanta laju reaksi konversi limbah gliserol menjadi allil alkohol dengan metode sonikasi. Reaksi dilakukan pada kondisi perbandingan massa gliserol dan air 1:8, waktu reaksi 20, 25, 30, 35 dan 40 menit pada temperatur 30, 40, 50 dan 60 oC. Hasil sonikasi yang diperoleh akan di hitung konversi gliserolnya dengan metode volumetri dan analisa yield allil alkohol dengan menggunakan Gas Chromatography. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu optimum untuk menghasilkan konversi gliserol menjadi allil alkohol dengan metode sonikasi adalah 35 menit, temperatur optimum untuk menghasilkan konversi gliserol menjadi allil alkohol dengan metode sonikasi adalah pada suhu 50 oC dan konstanta laju reaksinya adalah k=22,2869 exp??3,28403/RT?. Yield tertinggi diperoleh pada waktu sonikasi 30 menit pada suhu 50 oC sebesar 9,71%.Kata kunci : Gliserol, degradasi, ultrasonik, allil alkohol
- …
