1,721,054 research outputs found
Do Political Connections Moderate the Effect of Institutional Ownership on Social Disclosures?
Penelitian ini bertujuan untuk menemukan bukti empiris pengaruh kepemilikan institusional maupun kepemilikan institusional lembaga keuangan dan asing terhadap social disclosures dengan koneksi politik sebagai variabel moderasi. Social disclosures diukur menggunakan bobot skor dari 104 indikator pada Global Reporting Initiative (GRI) meliputi banking sector, financial institution sector, securities company sector, insurance sector and other/public sectors tahun 2018. Sampel penelitian ini menggunakan 98 perusahaan industri keuangan di Indonesia yang tercatat dalam BEI (Bursa Efek Indonesia) pada periode 2018-2022 dengan jumlah 490 observasi. Hipotesis penelitian diuji menggunakan teknik analisis regresi data panel. Hasil penelitian membuktikan bahwa makin tinggi kepemilikan institusional, terutama kepemilikan institusional lembaga keuangan dan asing, maka makin tinggi pula social disclosures yang dilakukan perusahaan. Makin tinggi proporsi pihak yang terkoneksi politik dalam perusahaan, makin kuat pengaruh kepemilikan institusional terhadap social disclosures, khususnya social disclosures mengenai masyarakat dan tanggung jawab produk. Temuan ini mendukung teori legitimasi bahwa perusahaan berkomitmen untuk selalu menampilkan berbagai kegiatan sosial dan lingkungan kepada masyarakat agar dapat diterima oleh lingkungan sosialnya dan kelangsungan hidup perusahaan dapat terjamin.This research aims to find empirical evidence of the influence of institutional ownership and institutional ownership of financial and foreign institutions on social disclosures with political connections as a moderating variable. Social disclosures are measured using the weighted score of 104 indicators on the Global Reporting Initiative (GRI) including the banking sector, financial institution sector, securities company sector, insurance sector and other/public sectors in 2018. This research sample uses 98 listed financial industry companies in Indonesia on the BEI (Indonesian Stock Exchange) in the 2018-2022 period with a total of 490 observations. The research hypothesis was tested using panel data regression analysis techniques. The research results prove that the higher the institutional ownership, especially the institutional ownership of financial and foreign institutions, the higher the social disclosures carried out by the company. Then, the higher the proportion of political connections in the company, the stronger the influence of institutional ownership, both financial and foreign institutions, on social disclosures, especially social disclosures regarding Society and Product Responsibility. These findings support the legitimacy theory that companies are committed to always presenting various social and environmental activities to the community so that they can be accepted by the social environment and the company's survival can be guaranteed
Audit Key Performance Indicator: Studi Kasus Pada Universitas Kristen Satya Wacana
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan audit Key Performance Indicator (KPI) di Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) dengan meninjau persepsi kepala direktorat terhadap kesesuaian indikator KPI dengan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) masing-masing unit. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus dengan analisis deskriptif kualitatif, melibatkan 11 unit Direktorat di UKSW selama periode 15 Juli 2024 hingga 16 Januari 2025. Data dikumpulkan melalui kuesioner berbasis Google Form yang diisi kepala direktorat, wawancara semi-terstruktur secara tatap muka dan daring, serta observasi laporan audit direktorat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 82% kepala direktorat memahami instrumen audit KPI dengan baik, sedangkan 18% lainnya merasa cukup memahami, namun menyarankan adanya penyesuaian indikator agar lebih relevan. Selain itu, 45% responden menilai indikator KPI sudah sesuai dengan kebutuhan unit kerja mereka, sementara 55% lainnya merasa masih ada indikator yang perlu disempurnakan. Meskipun indikator KPI saat ini telah selaras dengan Standar Operasional, beberapa direktorat menilai perlunya indikator yang lebih spesifik agar lebih akurat dalam mencerminkan pencapaian kinerja unit kerja. Temuan ini mengindikasikan bahwa efektivitas audit KPI sangat bergantung pada pemahaman kepala direktorat dan kesesuaian indikator dengan operasional masing-masing unit. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan kepada Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) untuk mempertimbangkan revisi dan penyempurnaan indikator KPI guna meningkatkan relevansi serta akurasi pengukuran kinerja dalam mendukung optimalisasi sistem penjaminan mutu di UKSW.This study aims to evaluate the implementation of the Key Performance Indicator (KPI) audit at Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) by examining the perceptions of directorate heads regarding the alignment of KPI indicators with the main duties and functions of each unit. This study employs a case study approach with qualitative descriptive analysis, involving 11 directorate units at UKSW during the period from July 15, 2024, to January 16, 2025. Data were collected through Google Form-based questionnaires completed by directorate heads, semi-structured face-to-face and online interviews, as well as observations of directorate audit reports. The findings indicate that 82% of directorate heads have a good understanding of the KPI audit instruments, while 18% feel they have a sufficient understanding but suggest adjustments to make the indicators more relevant. Furthermore, 45% of respondents perceive the existing KPI indicators as appropriate for their respective units, whereas 55% believe that certain indicators still require refinement. Although the current KPI indicators are aligned with operational standards, several directorates emphasize the need for more specific indicators to accurately reflect the performance achievements of their units. These findings suggest that the effectiveness of the KPI audit is highly dependent on the understanding of directorate heads and the suitability of indicators with the operational context of each unit. Therefore, this study recommends that the Quality Assurance Agency (LPM) consider revising and refining KPI indicators to enhance their relevance and accuracy in performance measurement, thereby supporting the optimization of the quality assurance system at UKSW
Evaluasi Penerapan Manajemen Risiko Operasional Menggunakan Risk Control Self Assesment di PT Bank X Cabang Ambon
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melakukan evaluasi manajemen risiko operasional pada PT. Bank X Cabang Ambon yang juga telah menggunakan RCSA. Risk and Control Self Assessment (RCSA) merupakan sebuah modul yang bertujuan untuk mengidentifikasikan profil risiko yang dimiliki oleh masing-masing unit yang terdapat di Bank serta kecukupan kontrol yang diaplikasikan untuk risiko tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan studi kasus pada PT. Bank X Cabang Ambon dengan data yang diperoleh melalui wawancara, obeservasi dan terlibat langsung sebagai pelaku. Hasil penelitian terhadap evaluasi penerapan manajemen risiko operasional atas penggunaan risk control self assessment pada PT Bank X Cabang Ambon dinilai telah memadai.The aim of this research is to evaluate operational risk management at PT. Bank X Ambon Branch has also used RCSA. RCSA. Risk and Control Self Assessment (RCSA) is a module that aims to identify the risk profile of each unit in the Bank as well as the adequacy of the controls applied to these risks. This research is qualitative research with a case study at PT. Bank X Ambon Branch with data obtained through interviews, observation and direct involvement as actors. The results of research on the evaluation of the implementation of operational risk management on the use of risk control self assessment at PT Bank X Ambon Branch are considered adequate
Pengaruh Struktur Kepemilikan terhadap Environmental, Social, Governance Performance Disclosures pada Industri Manufaktur
This study aims to find empirical evidence of the effect of ownership structure on environmental, social, governance disclosures in the manufacturing industry listed on the IDX in 2020-2022. The ownership structure in this study uses three forms, namely family ownership, institutional ownership and managerial ownership as measured by the proportion of share ownership, while ESG disclosure is measured using a score of 28 indicators according to the guidelines issued by GRI. Using 126 samples of manufacturing companies or 378 observations, the test results of panel data regression analysis found that institutional ownership and managerial ownership have a positive effect on ESG disclosure while family ownership has a negative effect. The findings in this study are in line with stakeholder theory which states that shareholders will encourage companies to disclose ESG sustainability.Penelitian ini bertujuan untuk menemukan bukti empiris pengaruh struktur kepemilikan terhadap environmental, social, governance disclosures pada industri manufaktur yang terdaftar di BEI tahun 2020-2022. Struktur kepemilikan dalam penelitian ini menggunakan tiga bentuk, yaitu kepemilikan keluarga, kepemilikan institusional dan kepemilikan manajerial yang diukur berdasarkan proporsi kepemilikan saham, sementara pengungkapan ESG diukur menggunakan skor sebanyak 28 indikator menurut pedoman yang dikeluarkan oleh GRI. Dengan menggunakan 126 sampel perusahaan manufaktur atau 378 observasi, hasil pengujian analisis regresi data panel menemukan bahwa kepemilikan institusional dan kepemilikan manajerial berpengaruh positif terhadap pengungkapan ESG sedangkan kepemilikan keluarga berpengaruh negatif. Temuan pada penelitian ini sejalan dengan teori stakeholders yang menyatakan bahwa pemegang saham akan mendorong perusahaan dalam pengungkapan keberlanjutan ESG
Transaksi Pihak Berelasi Dalam Grup Bisnis Milik Keluarga (Studi Kasus Pada Perusahaan Lippo Grup)
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan praktik transaksi pihak berelasi yang dilakukan oleh 16 perusahaan yang tergabung dalam Lippo Grup serta terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2021. Data diolah dengan statistik deskriptif untuk memberikan gambaran tentang jenis, nominal, dan jumlah pihak yang terkait dalam transaksi pihak berelasi yang dilakukan Lippo Grup. Hasil penelitian menunjukkan transaksi pihak berelasi yang paling banyak dilakukan oleh Lippo Grup, terkait jenis dan nominal adalah aset sedangkan yang paling sedikit adalah beban. Sedangkan, berdasarkan jumlah pihak berelasi, jumlah pihak berelasi terkait liabilitas adalah yang paling banyak dilakukan dan jumlah pihak berelasi terkait pendapatan yang paling sedikit dilakukan. Transaksi pihak berelasi tersebut ditemukan lebih banyak dilakukan dengan perusahaan dalam Lippo Grup yang tidak terdaftar di BEI. Dari besaran nominalnya, ditemukan transaksi pihak berelasi bersifat tunnelling lebih besar dibandingkan propping. Namun, dari sisi jumlah pihak berelasi untuk traksaksi pihak berelasi bersifat propping lebih banyak dibandingkan tunnelling
Implementasi Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro Kecil dan Menengah (Studi Kasus pada Jasa Angkut Arcadia Salatiga)
Pencatatan akuntansi yang baik dan benar seyogyanya dilakukan oleh
UMKM, terlebih jika UMKM membutuhkan pendanaan dari pihak eksternal,
perbankan atau lembaga keuangan lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk
melakukan implementasi SAK EMKM pada salah satu UMKM di kota Salatiga,
yakni UMKM Jasa Angkut Arcadia. Penelitian ini menggunakan data primer
berupa hasil wawancara dengan pemilik dan observasi, serta data sekunder berupa
catatan dan dokumen transaksi yang dimiliki Arcadia. Implementasi SAK EMKM
menggunakan 7 tahap sesuai siklus akuntansi dan diaplikasikan untuk periode
Januari – Februari 2022. Hasil implementasi menghasilkan laporan laba rugi,
laporan posisi keuangan, dan catatan atas laporan keuangan. Pada penelitian ini
dapat disimpulkan bahwa SAK EMKM dapat diimplementasikan pada UMKM Jasa
Angkut Arcadia.Proper and genuine accounting records should be applied by MSMEs,
especially if MSMEs require funding from external parties, banks or other financial
institutions. This study aims to implement SAK EMKM in one of the MSMEs in
Salatiga city, namely Arcadia Transport Services MSME. This study uses primary
data in the form of interviews with owners and observations, as well as secondary
data in the form of records and transaction documents owned by Arcadia. The
implementation of SAK EMKM uses 7 stages according to the accounting cycle
and is applied for the period January – February 2022. The results of the
implementation produce an income statement, statement of financial position, and
notes to financial statements. In this study, it can be concluded that SAK EMKM
can be implemented in Arcadia Transport Service SMEs
Pengaruh Corporate Social Responsibility Terhadap Nilai Perusahaan pada Hospitality Industry di Masa Pandemi
Penelitian ini bertujuan untuk menemukan bukti empiris pengaruh Corporate
Social Responsibility (CSR) terhadap nilai perusahaan pada hospitality industry di era
pandemi. Sampel penelitian berjumlah 33 perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek
Indonesia periode 2020-2022 dengan 99 observasi. CSR diukur dengan pengungkapan secara keseluruhan sebanyak 91 indikator menurut GRI 4 dan diuji lebih lanjut berdasarkan aspek ekonomi, lingkungan, dan sosial. Nilai perusahaan diukur dengan menggunakan rasio Tobin’s Q. Hipotesis diuji menggunakan model analisis regresi data panel. Penelitian ini menemukan bahwa CSR berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan pada tahun berjalan berdasarkan pengungkapan yang dilakukan. Pengaruh CSR terhadap nilai perusahaan secara keseluruhan dalam semua aspek, bukan per aspek CSR karena CSR aspek ekonomi, lingkungan, dan sosial ditemukan tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan.This study aims to find empirical evidence of the influence of corporate Social
Responsibility (CSR) on company value in hospitality industry in the pandemic era.
The research sample is 33 companies listed on the Indonesia Stock Exchange for the
2020-2022 with 99 observations. CSR is measured by the overall disclosure of 91
indicators according to GRI 4 and further tested based on economic, environmental
and social aspects. Firm value is measured using a ratio of Tobin’s Q. The hypothesis
was tested using a panel data regression analysis model. This study found that CSR
has a positive effect on firm value in the current year based on the disclosures made.
The influence of CSR on the overall company value in all aspects, not per CSR aspect
because CSR economic, environmental, and social aspects were found have No. effect on firm value
The Effect of Female Boards on Related Party Transactions in the Financial Industry
Penelitian mengenai pengaruh dewan wanita terhadap transaksi pihak berelasi pada industri keuangan memberikan hasil yang bermacam-macam. Penelitian ini juga masih jarang menggunakan sampel industri keuangan di Indonesia. Pada penelitian ini transaksi pihak berelasi dibagi menjadi dua, tunneling dan propping. Sampel penelitian ini 91 industri keuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2018-2021 dengan jumlah observasi sebanyak 364. Dewan wanita diukur dengan perhitungan total direksi dan komisaris wanita yang dibagi dengan total keseluruhan direksi dan komisaris yang ada dalam suatu perusahaan di tiap tahunnya. Sedangkan pengukuran transaksi pihak berelasi yang bersifat tunneling dan propping menggunakan dasar kelompok akun aset, liabilitas, pendapatan, dan beban. Pengujian hipotesis menggunakan analisis regresi data panel dengan menggunakan Eviews 10. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dewan wanita yang terdiri dari komisaris dan direksi dalam perusahaan akan mengurangi transaksi pihak berelasi yang bersifat tunneling dan propping. Penelitian ini juga menemukan bahwa pengaruh dewan wanita terhadap transaksi pihak berelasi terkait tunneling lebih besar dibandingkan dengan propping.Research on the influence of female boards on related party transactions in the financial industry provides mixed results. This research also rarely uses financial industry samples in Indonesia. In this research, related party transactions are divided into two, tunneling and propping. The sample for this research is 91 financial industries listed on the Indonesia Stock Exchange in 2018-2021 with a total of 364 observations. Female boards are measured by calculating the total number of female directors and commissioners divided by the total number of directors and commissioners in a company in each year. Meanwhile, the measurement of tunneling and propping related party transactions uses the basic asset, liability, income and expense account groups. Hypothesis testing uses panel data regression analysis using Eviews 10. The research results show that a female board consisting of commissioners and directors in the company will reduce tunneling and propping related party transactions. This research also finds that the influence of female boards on related party transactions related to tunneling is greater than that of propping
Determinan Kualitas Laporan Segmen
Penelitian ini bertujuan untuk menguji determinan yang diduga mempengaruhi kualitas laporan segmen yang diukur dengan menggunakan Segment Reporting Quality Index (SRQI). Data penelitian ini diperoleh dari data sekunder berupa laporan keuangan tahunan dari perusahaan non keuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada periode 2020-2022. Sampel penelitian sebanyak 179 perusahaan dengan 537 observasi yang diperoleh melalui teknik purposive sampling. Variabel determinan terdiri dari ukuran perusahaan, profitabilitas, leverage, tingkat internasionalisasi, dan reputasi KAP. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ukuran perusahaan, tingkat internasionalisasi, dan reputasi KAP berpengaruh positif terhadap kualitas laporan segmen. Sebaliknya, variabel leverage ditemukan berpengaruh negatif terhadap kualitas laporan segmen. Sementara itu, variabel profitabilitas tidak berpengaruh terhadap kualitas laporan segmen.This study aims to examine the determinants that allegedly affect the quality of segment reports measured using the Segment Reporting Quality Index (SRQI). The research’s data is based on secondary data that consist of annual financial statements from non-financial companies listed on the Indonesia Stock Exchange throughout the 2020-2022 period. The research sanple consisted of 179 companies, with 537 observations obtained through the purposive sampling technique. Determinant variables consist of company size, profitability, leverage, internationalization level, and KAP reputation. The data was analyzed using multiple linear regression. The results of this study show that firm size, internationalization level and KAP reputation, all have a positive effect on the quality of segment reports. In contrast, the leverage variable was found to have a negative effect on the quality of segment reports. Meanwhile, the profitability variable has no impact on the quality of segment reporting
Dewan Wanita dan Transaksi Pihak Berelasi pada Perusahaan Manufaktur
Transaksi pihak berelasi dapat berdampak baik maupun buruk bagi perusahaan dan keberadaan dewan wanita mampu mengontrol transaksi pihak berelasi yang dilakukan perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan bukti empiris pengaruh dewan wanita terhadap transaksi pihak berelasi yang dipilah antara yang bersifat tunneling dan propping. Sampel penelitian adalah 174 perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI tahun 2020-2021 dengan jumlah observasi sebanyak 338. Pengukuran dewan wanita menggunakan total jumlah dewan komisaris dan dewan direksi wanita, dan pengukuran transaksi pihak berelasi bersifat tunneling dan propping menggunakan dasar kelompok akun, yaitu aset, liabilitas, penjualan, dan beban. Pengujian hipotesis menggunakan analisis regresi data panel melalui program Eviews 10. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah wanita yang duduk sebagai dewan dalam perusahaan mendorong perusahaan untuk melakukan transaksi pihak berelasi bersifat propping dan mengurangi transaksi pihak berelasi bersifat tunneling. Pengaruh dewan wanita terhadap transaksi pihak berelasi bersifat propping ditemukan lebih besar dibandingkan terhadap tunneling. Temuan ini merefleksikan bahwa dewan wanita mampu menurunkan transaksi pihak berelasi bersifat tunneling (abusive) dan mendukung perusahaan untuk melakukan transaksi pihak berelasi bersifat propping (efficient)
- …
