1,721,087 research outputs found
Deteksi dini konflik antar budaya
Proyek Pelestarian dan Pengembangan Tradisi dan Kepercayaan pada tahun 2003 melaksanakan penerbitan dan pendistribusian buku tentang deteksi dini Konflik Antar Budaya. Sumber utama pengemasan buku tersebut adalah hasil diskusi beberapa akademis dan team eks Direktorat Tradisi dan Kepercayaan, selanjutnya telah dilokakaryakan dengan praktisi, para pembina dan instansi terkait.
Tujuan penerbitan buku ini untuk melaksanakan sebagian program Deputi Bidang Pelestarian dan pengembangan Budaya pada Asdep Urusan Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan bermaksud untuk dijadikan suatu pedoman pencegah konflik secara dini pada masyarakat, dan diharapkan pula sebagai
usaha pelestarian, pembinaan dan pengembangan budaya bangsa dalam rangka kesatuan dan persatuan bangsa
Corak dan pola hubungan sosial antar golongan dan kelompok etnik di daerah perkotaan: suatu studi masalah pembauran dalam bidang sosial dan ekonomi daerah Surabaya Jawa Timur
Pola hubungan sosial antar golongan etnik diperkotaan merupakan bagian lain dari corak kemajemukan masyarakat Indonesia.Kemajemukan ini secara sosial-budaya ditandai oleh adanya suku-suku bangsa yang jumlah semuanya lebih dari lima ratus. Mulai dari suku-suku bangsa minoritas dan terasing, sampai dengan suku-suku bangsa yang berjumlah puluhan juta jiwa dan telah banyak mengenal kemajuan.Masing-masing mempunyai cara hidup dan sistem nilai budaya tertentu yang berlaku sebagai acuan dalam kehidupan sehari-hari warga setiap suku bangsa tersebut.
Kemajemukan masyarakat, berbagai suku bangsa, dan beragam
corak kebudayaan tersebut mencerminkan adanya perbedaan dan pemisahan identitas sosial-budaya an tara suku ban gsa yang satu dengan suku bangsa yang lain. Akan tetapi perbedaan yang ada di antara kebudayaan-kebudayaan mereka adalah perbedaan yang disebabkan oleh.? Sementara itu puncak-puncak kebudayaan, yaitu konfigurasi dari masing-masing kebudayaan suku bangsa di daerah-daerah tersebut, sebenarnya juga ada yang memperlihatkan sejumlah kesamaan dan saling persesuaian, sehingga dapat menjadi landasan bagi terciptanya kebudayaan nasional
Budaya masyarakat perbatasan: studi tentang adaptasi di Muarasipongi Propinsi Sumatera Utara
Kajian tentang Budaya Masyarakat Perbatasan di Propinsi
Sumatera Utara bertujuan untuk memperoleh informasi budaya
yang berkaitan dengan pola pertanian dan kehidupan sosial budaya suku/subsuku bangsa di daerah perbatasan. Melalui kajian ini, diharapkan dapat menemukenali berbagai gejala dan hubungan sosial di kalangan masyarakat perbatasan, baik yang mendukung maupun menghambat persatuan dan kesatuan masyarakat, serta mengetahui wujud adaptasi masyarakat terhadap lingkungan alam di sekitarnya
Dampak tayangan televisi terhadap masyarakat pedesaan di Jawa Tengah : kasus Desa Melikan kecamatan Wedi propinsi Jawa Tengah
Buku ini ditulis sebagai upaya untuk memahami berbagai gejala sosial sebagai akibat adanya pembangunan perlu dilakukan, apalagi yang menyebabkan terganggunya persatuan dan kesatuan bangsa
Budaya masyarakat perbatasan: studi tentang adaptasi di Muarasipongi provinsi Sumatera Utara
Penyesuaian diri terhadap lingkungan alam biasanya
terwujud dalam berbagai jenis mata pencaharian dan pola
pertanian yang mereka miliki, sedangkan penyesuaian diri
terhadap lingkungan sosial terwujud antara lain dalam berbagai corak kebudayaan sebagai hasil dari interaksinya dengan suku bangsa yang berbeda latar belakang budayanya. Dari hasil adaptasi yang dilakukan, tidak tertutup kemungkinan bahwa di kalangan masyarakat perbatasan terdapat kebudayaan yang dominan. Para pendukungnya biasanya pula menguasai bidang-bidang kehidupan masyarakat, seperti bidang ekonomi, sosial, dan politik. Sementara itu di daerah perbatasan juga mungkin saja terdapat kebudayaan kebudayaan yang masih tetap berfungsi sebagai kerangka acuan dan terpelihara dalam masing-masing kelompok sosial saling berinteraksi tersebut.
Sebagai negara yang majemuk sudah barang tentu di Indonesia banyak sekali dijumpai daerah-daerah perbatasan. Dalam rangka pembangunan kebudayaan nasional, budaya-budaya yang muncul di daerah perbatasan sebagai hasil interaksi dan adaptasi masyarakat di daerah tersebut baik terhadap lingkungan alam maupun lingkungan sosialnya, sudah barang ten tu merupakan aset bangsa yang perlu diinvestarisasi. Bagaimana corak budaya masyarakat perbatasan serta bagaimana mekanisme pembentukannya merupakan bahan kajian yang menarik, baik untuk perkembangan ilmu pengetahuan maupun bagi perumusan
kebijakan-kebijakan dalam rangka pembinaan kebudayaan
Perkampungan di perkotaan sebagai wujud proses adaptasi sosial: kehidupan di perkampungan miskin kota Denpasar
Kebanyakan penduduk kampung miskin pusat kota Denpasar adalah urbanis yang datang dari daerah-daerah lain di Pulau Bali atau dari Jawa. Mereka cenderung mencari pekerjaan yang tidak banyak memerlukan keahlian, seperti buruh kasar. Sebaliknya sebagian besar penduduk kampung miskin pinggiran kota adalah penduduk asli Denpasar. Mereka adalah warga Kota Denpasar dari strata rendah yang mengolah tanah pertanian milik orang-orang kaya dan kaum bangsawan
Pemukiman sebagai kesatuan ekosistem daerah Kalimantan Tengah
Berdasarkan evaluasi perkembangan desa yang dilaksanakan secara berkala setiap tahun cukup menggembirakan. Sejak tahun 1974 sampai dengan 1978, jumlah desa swadaya makin berkurang. Sementara itu , proporsi desa swakarya dan desa swasembada makin besar. Perkembangan ini nampaknya sejalan dengan makin terbukanya isolasi daerah terpencil karena masuknya transmigrasi ke daerah ini. Pada tahun 1974 di Propinsi Kalimantan Tengah terdapat 883 buah desa swadaya, sedangkan pada 1978 berkurang menjadi 706. Desa swakarya yang pada tahun 1974 berjumlah 199 buah, pada tahun 1978 meningkat menjadi 341. Desa swasembada yang pada tahun 1974 berjumlah 25 buah, pada tahun 1978 meningkat menjadi 61 buah
Astronomi dan metereologi tradisional di daerah propinsi Sulawesi Utara
Buku ini membahas tentang astronomi dan metereologi tradisional di daerah propinsi sulawesi utara yang berpengaruh dalam kegiatan berburu dan bercocok tanam
Geografi budaya dalam wilayah pembangunan daerah Kalimantan Timur
Penelitian ini bertujuan menginventarisasi data tentang lingkungan alam dan lingkungan sosial di Propinsi Kalimantan Timur yang merupakan faktor-faktor penentu dalam pengelompokan wilayah pembangunan tersebut. Selanjutilya data yang tersingkap diharapkan dapat digunakan sebagai dasar pemunculan sub-sub wilayah pembangunan.
Sejalan dengan kebijaksanaan pembangunan dewasa ini yang
masih mengutamakan pem bangunan ekonomi, lingkungan alam
dan lingkungan sosial itu akan dilihat dalam perwujudan sebagai kegiatan pertama, perikanan, peternakan, pertambangan, perindustrian, dan perdagangan. Adapun unsur budaya yang dibandingkan dalam setiap bidang kegiatan ekonomi itu adalah pengenalan dan penggunaan teknologi, kepercayaan/tradisi, ekonomi, dan organisasi sosial
ANALISIS PENGARUH KEPERCAYAAN DAN KOMITMEN TERHADAP KEDEKATAN HUBUNGAN DAN INOVASI DALAM UPAYA PENCAPAIAN KEUNGGULAN BERSAING BERKELANJUTAN
Banyaknya PPJK yang gulung tikar karena
ketidaksanggupan dalam bersaing menunjukkan bahwa perlu
diadakan penelitian yang mengkaji faktor-faktor yang berpengaruh
terhadap keunggulan bersaing berkelanjutan.
Data dikumpulkan dari 100 responden yang berasal dari
seluruh pimpinan Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan (PPJK)
Semarang, kemudian data tersebut dianalisis dengan menggunakan
analisis SEM dengan program AMOS 4.0. Hasil analisis
menunjukkan bahwa semua hipotesis yang diajukan dalam
penelitian ini diterima, sehingga model tersebut dapat
menggambarkan hubungan kausalitas yang terjalin antar variabel.
Dalam penelitian ini juga menghubungkan hasil penelitian
ini terhadap implikasi teoritis maupun manajerial. Implikasi
manajerial merekomendasikan kepada PPJK Semarang untuk
meningkatkan keunggulan bersaing berkelanjutan melalui
pengembangan hubungan dekat dengan konsumen dan melakukan
inovasi yang berkelanjutan. Keterbatasan dari penelitian ini dan
agenda penelitian mendatang dapat digunakan sebagai referensi
oleh peneliti berikutnya.
A lot of PPJK bankrupt because have not capability for
competitive. That’s consequence research needed to find factors
influence sustainable competitive advantage.
Data from 100 respondents from PPJK CEO were
analysed with SEM analysis by using AMOS 4.0 program. Result
of this research show that all hypotheses were accepted that
showed relationship causality among variables.
Recent study also related the result with theoretical and
managerial implication. Managerial implication recommend
PPJK to maintain sustainable competitive advantage with
enhance customer relationship and sustainable inovation.
Limitation of this study and future agenda can be used as a
reference by next researchers
- …
