1,721,073 research outputs found

    Analsis Kinerja Saluran Distribusi Dengan Daya Dukung Distem Informasi Geografi di PT Coca Cola Distribusi Indonesia Wilayah Jakarta Pusat

    Full text link
    SUMARDJO, 2004, Analisis Kinerja Saluran Distribusi Dengan Daya Dukung Sistem Informasi Geografis di PT. Coca Cola Distribusi Indonesia Wilayah Jakarta Pusat. Di Bawah Bimbingan: NAZIR HARJANTO dan ANAS MIFTAH FAUZI. Pada saat ini pertempuran yang sangat sengit terjadi di pasar minuman ringan kemasan botol adalah antara minuman berkarbonasi (Coca-Cola, Fanta, Sprite) dengan Sosro (teh) yang merupakan produksi lokal yang mempunyai image sangat kuat, dan melalui iklan-iklan yang kreatif menjadi cukup mengakar di masyarakat. Disamping itu persaingan tersebut juga dibarengi oleh strategi pemasaran yang kuat terutama pada segi saluran distribusi (delivery channel) dan distribusi fisik (physical distribution). Untuk itu diperlukan suatu strategi pendistribusian produk minuman ini agar lebih mudah dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat tersebut. Saluran distribusi telah memasuki babak baru dalam arena persaingan bisnis. Saluran bukan hanya digunakan untuk menjamin ketersediaan produk, tapi juga untuk kepentingan lain, sebagai media membangun merk. Semakin strategisnya peran saluran membuat banyak perusahaan kini serius menangani saluran distribusinya. Perusahaan perusahaan bahkan berusaha agar saluran distribusi miliknya bisa berkembang menjadi keunggulan bersaing menghadapi para pesaing. Seiring dengan kemajuan Teknologi Sistem Informasi Geografis atau disingkat SIG berbasis teknologi digital, banyak hal bisa dikembangkan lebih baik dari sebelumnya. Berkaitan dengan SIG yang didukung oleh kemajuan di dalam sistem pemetaan yang dulunya kita kenal berupa peta kertas atau peta gambar hasil proses scaning (raster map) berkembang menjadi peta digital (digital map) yang di dalamnya bisa ditambahkan informasi lain yang terkait dengan geografi seperti informasi demografi, pendapatan perkapita, jaringan infra struktur jalan sebagai akses distribusi, dan lain-lain. Informasi informasi ini disimpan terintegrasi dengan peta digital untuk bahan simulasi/manipulasi dalam perancangan operasi distribusi, dan dapat ditampilkan setiap saat sesuai keinginan. Tujuan penelitian ini adalah : (1) menganalisis simulasi model Roadshow pembuatan saluran distribusi dengan Teknologi Sistem Informasi Geografis (SIG) yang telah diimplementasikan oleh PT. Coca Cola Distribusi Indonesia Wilayah Jakarta Pusat, (2) menganalisis tahapan pembuatan rute saluran distribusi yang dilaksanakan oleh PT. Coca Cola Indonesia Wilayah Jakarta Pusat dalam rangka penerapan teknologi Sistem Informasi Geografis (SIG), (3) menganalisis kinerja saluran distribusi PT. Coca Cola Distribusi Indonesia Wilayah Jakarta Pusat setelah dioperasikannya Sistem Informasi Geografis (SIG) dalam pembuatan rute saluran distribusi produk softdrink Coca Cola di wilayah Jakarta Pusat, (4) menganalisis kualitas komponen THIO dari PT. Coca Cola Distribusi Indonesia Wilayah Jakarta Pusat dan pengaruhnya terhadap penerapan Teknologi Sistem Informasi Geografis (SIG) dalam pembuatan rute saluran distribusi produk softdrink Coca Cola di wilayah Jakarta Pusat, dan (5) memberikan rekomendasi kepada manajemen PT. Coca Cola Distribusi Indonesia Wilayah Jakarta Pusat untuk meningkatkan kinerja rute saluran distribusi berdasarkan hasil analisis penelitian ini. Penelitian ini dilaksanakan di PT. Coca Cola Indonesia Distribusi Jakarta wilayah pemasaran Jakarta Pusat, dimulai pada akhir bulan Juni 2004 sampai akhir bulan Juli 2004. Penelitian ini dilakukan dengan metode studi kasus di PT. Coca Cola Indonesia Distribusi Jakarta Wilayah Pemasaran Jakarta khususnya wilayah pemasaran Jakarta Pusat. Fokus penelitian ini adalah menganalisis kinerja Rute Saluran distribusi produk softdrink merk Coca Cola Di PT. Coca Cola Indonesia Distribusi Jakarta dengan penerapan Teknologi Sistem Informasi geografis (SIG) dan komponen pendukungnya THIO (Technoware, Humanware, Infoware, Orgaware). Data dalam penelitian ini terbagi atas : (1) Data primer ; yaitu data yang diperoleh dari internal perusahaan dan fakta-fakta di lapangan, (2) Data sekunder; adalah data yang diperoleh dari laporan perusahaan dan berbagai sumber pustaka yang menunjang penelitian ini, dan (3) Data penunjang; adalah data yang diperoleh dari sumber pustaka lainnya untuk mempertajam hasil analisis dalam penelitian yakni dari majalah, jurnal ilmiah, website mengenai teknologi, dan buku teks (text book). Responden yang dipilih adalah pihak manajemen PT. Coca Cola Distribusi Indonesia Jakarta Wilayah Pemasaran Jakarta. Responden terpilih adalah sebanyak 36 orang, yang terdiri dari: 1 orang Area Sales Manager, 1 orang Warehouse Manager, 4 orang Supervisor, 4 orang Dispatcher, dan 26 orang Preseller. Sistem Informasi Geografis yang digunakan oleh manajemen PT. Coca Cola Distribusi Indonesia diberi nama Roadshow System yang hak patennya berasal dari manajemen The Coca Cola Company di Atlanta, Amerika Serikat. Dalam penelitian ini pihak manajemen Coca Cola tidak dapat memberikan simulasi model sistem yang dimiliki (karena alasan hak paten), namun dalam simulasi model Sistem Informasi Geografis dapat digunakan program lain yang dapat menjelaskan pembuatan saluran distribusi secara digital. Simulasi dapat digunakan Software X Map Objects by ESRI menampilkan model Sistem Informasi Geografis untuk pembuatan rute saluran distribusi. Terdapat lima langkah dalam pembuatan rute saluran distribusi : (1) Download outlet database yang sudah di clean up ke Peta Roadshow Wilayah Distribusi, (2) Plotting outlet pada Peta wilayah Distribusi, (3) Membuat jaringan rute saluran distribusi pada peta kertas, (4) melakukan zonasi (locating) pada Peta Roadshow, (5) Membuat jaringan rute saluran distribusi pada Peta Roadshow. Teknologi Sistem Informasi Geografis yang diaplikasikan dalam pembuatan rute saluran distribusi di PT. Coca Cola mampu mensimulasikan kondisi yang sebenarnya dilapangan dengan baik, selain itu juga mampu menghasilkan beragam skenario (what if scenarios). Oleh karena itu maka beberapa keuntungan yang bisa didapat dengan mengiplementasikan Teknologi SIG dalam strategi pembuatan saluran distribusi dapat disebutkan : (1) Mampu memodelkan skenario distribusi alternatif dengan cepat dan akurat, (2) Mampu mengidentifikasikan biaya dan sumber daya yang dibutuhkan untuk distribusi produk, (3) Mampu merencanakan dan menyeimbangkan hari dan beban kerja dengan efektif, dan (5) Menghasilkan tampilan peta digital berwarna secara grafis termasuk data posisi/ koordinat seluruh outlet Coca Cola di wilayah pemasaran Jakarta pusat yang akurat, yang sangat berguna sebagai input di dalam aplikasi program rerouting. Analisis kinerja saluran distribusi yang telah ditunjang oleh penerapan teknologi SIG dapat ditinjau dari beberapa variabel biaya saluran distribusi, laba penjualan, dan rute saluran distribusi. Analisis kinerja saluran distribusi dalam penelitian ini dilakukan secara deskriptif dengan memberikan pembahasan dari beberapa lampiran dari hasil pengumpulan data di lapangan. Berdasarkan hasil analisis terlihat bahwa ada kecenderungan (trend) biaya rute saluran distribusi yang menurun sebesar 3,58% selama satu semester penerapan teknologi SIG (bulan Pebruari Juni 2004). Sedangkan kecenderungan penjualan mengalami peningkatan sebesar 13,08% selama satu semester terakhir. Berdasarkan analisis THIO diperoleh gambaran bahwa komponen THIO masih cukup rendah kualitasnya dalam mendukung penerapan Teknologi SIG. Hal ini diindikasikan oleh kontribusi komponen THIO terhadap daya dukung Teknologi SIG yakni R-square sebesar 30,08 %, artinya ada faktor-faktor lainnya yang mungkin memberikan kontribusi terhadap daya dukung Teknologi SIG (69,92 %) antara lain : komponen hardware, software, dan ilmu serta ketrampilan dalam pengoperasian teknologi SIG bagi karyawan terkait. Saran yang dapat disampaikan dari hasil penelitian ini adalah: Pertama, Kualitas komponen THIO masih perlu ditingkatkan agar dapat mendukung beroperasinya teknologi SIG secara optimal antara lain dapat melalui: (1) meningkatkan keahlian SDM (humanware) dalam membaca peta (map reading) bagi surveyor, dan penguasaan teknologi SIG bagi Unit pengelola SIG . Untuk itu perlu dilaksanakan pelatihan yang terencana dengan baik di PT. Coca Cola Distribusi Indonesia untuk bebagai level dari tingkat operator, teknisi, programer dan manajer bekerjasama dengan bebagai pihak yang memiliki kompetensi di bidang teknologi SIG; (2) penggantian peralatan komputer (hardware) versi terbaru Pentium 4 , serta didukung oleh software penunjang lainnya seperti Window XP 2000 dan penyempurnaan sistem jaringan (netware) yang terhubung antara kantor pusat dengan kantor Area Sales Manager di seluruh wilayah operasinya. Kedua Armada distribusi perlu dilengkapi dengan sistem pelacak berupa Global Positioning System (GPS) sebagai alat navigasi bagi pengemudi armada distribusi dan alat kontrol (monitoring) bagi manajemen terhadap disiplin trayek rute yang telah ditetapkan untuk armada distribusi

    Pengaruh Kepemimpinan Kepala Desa terhadap Tingkat Partisipasi Masyarakat dalam Pemanfaatan Dana Desa (Desa Pamijahan, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, Jawa Barat)

    No full text
    ABSTRACTThe low level of community participation in the allocation of village funds indicates that the implementation of the village fund allocation still has not fully involved the community in the village financial management process. This is due to the weak leadership influence of the village head as the supreme leader who has full authority and responsibility in managing the region and its community. The low level of community participation has an impact on the lack of community satisfaction and trust in the village administration. This study uses a quantitative data approach supported by qualitative data in the form of in-depth interviews. Respondents consisted of 60 people divided into two categories namelynof community leaders and non-community leaders through stratified random sampling method. The results of this study indicate that there is a significant influence between the leadership of the village head on the level of community participation in the utilization of village funds.Keywords: leadership, participation, village funds----------------ABSTRAKRendahnya tingkat partisipasi masyarakat dalam pemanfaatan dana desa menunjukkan bahwa implementasi dana desa masih belum sepenuhnya melibatkan masyarakat di dalam proses pengelolaan keuangan desa. Hal ini disebabkan oleh lemahnya pengaruh kepemiminan kepala desa sebagai pemimpin tertinggi yang memiliki wewenang dan tanggung jawab penuh dalam mengatur wilayah dan komunitasnya. Rendahnya partisipasi masyarakat berdampak pada kurangnya kepuasan dan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan desa. Penelitian ini menggunakan pendekatan data kuantitatif yang didukung data kualitatif berupa wawancara mendalam. Responden terdiri atas 60 orang yang berdasarkan tingkat ketokohan yaitu tokoh masyarakat dan non tokoh masyarakat melalui metode stratified random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara kepemimpinan kepala desa terhadap tingkat partisipasi masyarakat dalam pemanfaatan dana desa.Kata kunci: dana desa, kepemimpinan, partisipasi</jats:p

    PERAN KELOMPOK TANI DALAM KETAHANAN PANGAN RUMAHTANGGA PETANI (Desa Banjarsari dan Desa Tanjungsari, Kecamatan Sukaresik, Kabupaten Tasikmalaya, Propinsi Jawa Barat)

    Full text link
    Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi tingkat keamanan pangan rumah tangga petani yang telahterwujud, menganalisis faktor yang mempengaruhi keamanan pangan rumah tangga petani dan mengidentifikasiperan kelompok tani dalam rumah tangga untuk mencapai ketahanan pangan petani. Pendekatan penelitiandengan survai, responden penelitian adalah 60 kepala keluarga anggota petani dan Kelompok Tani Tanjungsaridari Desa Banjarsari, Kecamatan Sukaresik, Kabupaten tasikmalaya, provinsi jawa barat. Penelitianmenggunakan metode statistik dengan kuantitatif dan kualitatif spearman korelasi untuk memeriksa variabelperingkat. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa petani ketersediaan pangan rumah tangga sudah cukupmemadai tetapi masih belum stabil ketika musim menghadapi kelaparan, panen kekeringan atau tak lamasebelum.Perlu meningkatkan peran kelompok tani untuk mencapai keamanan pangan rumah tangga petani.Kunci: ketahanan pangan, rumah tangga petani, kelompok tani

    FUNGSI AGIL DAN KEBERDAYAAN KELUARGA DI PERKOTAAN DAN PEDESAAN: KASUS KELUARGA DI KECAMATAN DUREN SAWIT DAN KECAMATAN JASINGA

    Full text link
    Family has importanifimclions.for human development, and all functions must work properly. The effectiveness of functions determine family’s empowerment quality. In fact, some families failed to implement some of the functions, due to the influence of some factors. This research studied factors affected family's functions and empowerment, and develop model,for family empowerment. Data was collected in period of August-December 2006, involving Duren Saivil, of East Jakarta and Jasinga, of Bogor Regency. The four functions of family: adaptation, goal attainment, integration, and latency (AGIL) influence the family empowerment, and have a significant correlation between each other. The results of research indicate that each function is influenced differently in different area. The level implementation of adaptation, goal attainment, and latency function are low, but the integration function is in the middle level calegory in Duren Sawit and Jasinga. The family's empowerment is in middle level category in Duren Sawit and Jasinga.</jats:p

    Pengambilan Keputusan Inovasi pada Adopter Pertanian Organik Sayuran di Desa Ciputri, Pacet, Kabupaten Cianjur

    No full text
    An organic farm continue to be disseminated to farmers, but until now still quite a lot of farmers who do not adopt organic farming. The farmer's decision to adopt or reject the adoption of organic farming of vegetables can be seen from the stage of the decision making process of innovation. This research was done in the village of Ciputri, subdistrict Pacet, Cianjur District. The purpose of this research is to analyze the decision-making innovations on organic vegetable farming adopter and the factors related to the decision making innovation in adopter organic farming of vegetables. This research uses census on the population of farmers who adopting organic farming of vegetables and continue to adopting. The results showed that the level of knowledge adopter of organic farming of vegetables included in the category of being the real factors related to the level of knowledge that is land area and the level of courage to take risks. At the level of persuasion including the high category with tangible factors related to the level of persuasion that is the level of conformance. At the implementation level adopter of organic farming of vegetables including the medium category with tangible factors related to the implementation level is the level conformity procedures.Keywords: adoption, knowledge level, persuasion level, implementation level-----------------------------------------------------------------------------------------ABSTRAKPertanian organik terus disosialisasikan kepada para petani namun sampai saat ini masih cukup banyak petani yang tidak mengadopsi pertanian organik. Keputusan petani untuk mengadopsi atau menolak adopsi pertanian organik sayuran dapat dilihat dari tahap proses pengambilan keputusan inovasi. Penelitian ini dilakukan di Desa Ciputri, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengambilan keputusan inovasi pada adopter pertanian sayuran organik dan faktor-faktor yang berhubungan dengan pengambilan keputusan inovasi pada adopter pertanian organik sayuran. Penelitian ini menggunakan metode sensus pada populasi petani yang mengadopsi pertanian organik sayuran dan tetap melanjutkan untuk mengadopsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan adopter pertanian organik sayuran termasuk pada kategori sedang dengan faktor yang berhubungan nyata dengan tingkat pengetahuan yaitu: luas lahan dan tingkat keberanian mengambil resiko. Pada tingkat persuasi termasuk kategori tinggi dengan faktor yang berhubungan nyata dengan tingkat persuasi yaitu tingkat kesesuaian. Pada tingkat implementasi adopter pertanian organik sayuran termasuk kategori sedang dengan faktor yang berhubungan nyata dengan tingkat implementasi yaitu tingkat kesesuaian prosedur.Kata kunci: adopsi, tingkat pengetahuan, tingkat persuasi, tingkat implementasi</jats:p

    Partisipasi Masyarakat Terhadap Kegiatan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Cikapundung di kelurahan Dago Bandung

    Full text link
    Community participation in Cikapundung watershed management activities in Dago Village is the effort of community in maintaining and preserving the watershed.This study aims to determine the level of community participation in Dago Village on Cikapundung watershed management activities, and the factors related to the attitude of watershed management, watershed management and attitude relationship with the level of community participation. Data were analyzed using Rank spearman correlation test and the Chi-square function.This research suggests that the level of community participation in Dago Village appertain passably, and the tendency of people\u27s attitudes in Dago Village is a major component to encourage the participate in watershed management activities.Keywords: participation, people’s behavior

    KOMPILASI HUKUM ISLAM SEBAGAI HUKUM MATERIIL PADA PERADILAN AGAMA

    Full text link
    As the biggest Muslim country and a state law, it is only natural if Islamic law is used as a source of reference in the formation of national laws. In the history of the development of Islamic law in Indonesia, Islamic law was merely based on fatwa of Islamic scholars and their interpretation. Major breakthrough occurred in the New Order Era with the issuance of Presidential Degree No 1/1991 on the Compilation of Islamic Law (KHI) on Jun 10, 1991. The Decree was then followed by the Decision of Minister of Religious Affairs No 154/1991 on the implementation of Presidential Decree No 1/1991 regarding the dissemination of KHI as a suplement for the Law No 7/1989 on Religious Court. KHI has filled the empy seat of material law in Religious Court. It provides judges of Religious Court with materials to observe and decide on cases. It may also eliminate debates among judges on the problem of inheritance marriage and endowment (waqf). Although KHI is far from perfection, it may be used as material sources for religious court and there is no religious court decision which left KHI out. 

    SQUARE WAVE CATHODIC STRIPPING VOLTAMMETRY ADSORPTIVE FOR NICKEL AND COBALT ANALYSIS

    Full text link
    The adsorptive stripping voltammetric determination of Ni and Co based on adsorption of the Ni/Co and dimethylglioxime (DMG) complex on a hanging mercury drop electrode is studied. The reduction current of the adsorbed DMG complex is measured by square wave cathodic stripping voltammetry method. The effect of various parameters such as ligand concentration, pH of supporting electrolytic, adsorption potential and adsorption time on the current peak of Ni and Co voltammogram were studied. Optimum condition of this method are supporting electrolyte pH 9, DMG concentration 5×10 -4 M, adsorption potential -0.7 V vs Ag/AgCl and adsorption time 180 second. A linier relationship between the current peak and Ni or Co concentration was obtained in the range 5 - 30 ng/mL and the detection limit 0.6 ng/ml for both Ni and Co. The recovery of Ni and Co were 98.11-104.17% using standard biological materials with RSD 2.59 - 10.37%. Based on ";t"; test can be conclude that the result are nearly equal to the standard reference material.   Keywords: adsorptive stripping voltammetric, dimethylglioxime complex, nickel, cobal

    STUDI ABSORPSI Fe DALAM TUBUH ANAK MENGGUNAKAN METODE PERBANDINGAN ISOTOP.

    Full text link
    STUDI ABSORPSI Fe DALAM TUBUH ANAK MENGGUNAKAN METODE PERBANDINGAN ISOTOP. Isotop stabil adalah bahan yang sangat berguna dalam penelitian absorpsi dan metabolisme nutrien anorganik dalam tubuh manusia. Prinsip dasar studi dengan isotop ini adalah menambahkan isotop stabil yang kelimpahannya rendah setelah diperkaya kedalam makanan. Dalam studi ini isotop stabil besi : 57Fe dan 58Fe digunakan sebagai perunut untuk mempelajari absorpsi Fe dalam tubuh anak. Perunut diberikan bersama susu sapi dan bersama jus apel. Perbandingan isotop Fe ditentukan menggunakan. ICP-MS (inductively coupled plasma-mass spectrometer) yang dilengkapi dengan ETV (elctrothermal vaporization) untuk pemasukan sampel. Pemasukan sampel menggunakan ETV mereduksi gangguan ion-ion poliatom, terutama gangguan terhadap 57Fe dari ion poliatom (40Ar16O1H). Diperoleh hasil bahwa absorpsi Fe oleh anak secara nyata lebih besar (13,8 ± 3,8 %) bila diberikan bersama-sama jus apel dari pada bila diberikan bersama-sama susu sapi (5,8 ± 1,3 %)

    FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PROSES BELAJAR DAN TINGKAT KECAKAPAN HIDUP REMAJA (Kasus Pengrajin Sandal Desa Cikaret Kecamatan Bogor Selatan)

    Full text link
    The objectives of this research were: (1) to study the relationship between learning process, adolescence characteristics, family roles, and environment, (2) to study the relationship between the youths’ life skill level and their learning process. The research took place at Cikaret Village, South Bogor Sub-District. Sixty 60 respondents were involved. Data was gathered on September-November 2005, by interview and observation. Quantitative data were analyzed by Spearman-Rank correlation procedure. In this research, the youth’s life skills were correlated to their characteristic, to their family role, to their environment and learning process. Some important results of this research are: ( 1) the life skills were correlated with the learning process within the conditions of learning and the experimental learning, ( 2) the learning process of the adolescence were related to the family role, the environment role and the adolescence’s characteristics, and ( 3) improvement of the quality of the adolescence’s life skills were needed together with effort to increase their quality of life, including their family, environment and learning process.</jats:p
    corecore