1,720,970 research outputs found

    PEMANFAATAN SUMBERDAYA PERAIRAN RAWA LEBAK UNTUK PERIKANAN

    No full text
    Perairan umum adalah suatu genangan air yang relatif luas yang dimiliki dan dikuasai oleh negara serta dimanfaatkan untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat. Dengan luas perairan umum di Indonesia sekitar 13,28 juta ha di Indonesia yang meliputi 4.167 juta ha lebak dangkal; 6.075 juta ha lebak tengahan dan 3,038 juta ha lebak dalam serta tersebar di Pulau Sumatera , Papua dan Kalimantan (Muthmainnah, 2011).  Parameter Fisika yang mempengaruhi perairan rawa biasanya meliputi suhu, kekeruhan, sedangkan factor kimia yang mempengaruhi derajat keasaman, alkalinitas, oksigen terlarut.  Jenis –jenis ikan yang dapat hidup pada perairan rawa banjiran meliputi ikan Gabus, Ikan Toman, Ikan Sepat Siam, Ikan Tembakang, Ikan Bujuk, Ikan Betok.  Ikan-ikan ini tergolong jenis ikan black fish (ikan hitam).Kata Kunci: budidaya ikan, lebak, pemanfaatan, raw

    KARAKTERISTIK HABITAT DAN MAKANAN IKAN PUTAK (Notopterus notopterus) DI RAWA BANJIRAN SIRAH PULAU PADANG KABUPATEN OGAN KOMERING ILIR

    No full text
    Penelitian karakteristik habitat dan makanan Ikan Putak (Notopterus notopterus) dilaksanakan pada bulan Juli 2012 dan Juli 2013 di rawa banjiran Sirah Pulau Padang Kabupaten Ogan Komering Ilir. Metode yang dilakukan bersifat survey lapangan dan penentuan stasiun dilakukan secara purposive random sampling. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik habitat dan makanan Ikan Putak (Notopterus notopterus) sebagai salah satu cara pendekatan biologi habitat melalui pengetahuan tentang makanan untuk domestikasinya. Secara keseluruhan, jumlah Ikan Putak (Notopterus notopterus) yang tertangkap di rawa banjiran Desa Belanti Kecamatan Sirah Pulau Padang Kabupaten Ogan Komering Ilir sebanyak 139 ekor yang dijadikan sampel pengamatan. Pada bulan Juli tahun 2012 sebanyak 102 ekor sedangkan pada bulan Juli 2013 sebanyak 37 ekor. Hasil pengamatan isi lambung Ikan Putak (Notopterus notopterus), makanan alami Ikan Putak pada bulan Juli 2012 adalah jenis serangga dengan nilai Index of preponderance tertinggi 80,02 % sedangkan pada bulan Juli 2013 Index of preponderance tertinggi 76,11 %, adapun jenis serangga yang banyak ditemukan dalam setiap pengamatan isi lambung Ikan Putak adalah jenis serangga jenis kumbang (Coleoptera). Selain serangga jenis makanan lain juga ditemukan diantaranya cacing, ikan, udang dan serasah.Berdasarkan hasil pengamatan Ikan Putak (Notopterus notopterus) adalah ikan karnivor yang makanan utama cenderung memakan hewan interbrata jenis serangga air sebagai pakan alami. Karakteristik habitat Ikan Putak (Notopterus notopterus) di Desa Belanti Kecamatan Sirah Pulau Padang Kabupaten Ogan Komering Ilir adalah di rawa banjiran lebak yang berdekatan dengan sungai. Pada saat hujan, rawa banjiran menyatu dengan perairan sekitarnya, namun saat musim kemarau rawa banjiran tersebut mempunyai batasan yang jelas dan ikan akan berkumpul di rawa yang tidak mengalami kekeringan/lebung. Untuk menjaga kelestarian Ikan Putak (Notopterus notopterus) agar berkembang dimasa yang akan datang di rawa banjiran memerlukan kerjasama secara terpadu antara pemerintah dengan masyarakat, seperti mencegah degradasi habitat, menghindari pencemaran perairan, pengaturan musim tangkap serta adanya usaha budidaya Ikan Putak (Notopterus notopterus) diluar habitatnya. Kata kunci : habitat Ikan Putak (Notopterus notopterus), rawa banjiran, makanan ikan

    ANALISIS PEMBESARAN IKAN PATIN SIAM (Pangasius hypophthalmus) SUNGAI KOMERING DI KECAMATAN SIRAH PULAU PADANG

    No full text
    Abstrak Potensi sumberdaya perikanan budidaya pada perairan sungai merupakan peluang besar untuk pengembangan budidaya ikan dalam keramba. Pemeliharaan ikan dalam keramba di sungai jika tidak dilaksanakan dengan prinsip berkelanjutan (sustainability) akan menimbulkan dampak penurunan mutu perairan yang digunakan dan tidak dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan. Penelitian dilakukan bulan Mei  2017 di sungai Komering pada Desa Ulak Jermun, Mangun Jaya dan Terusan Menang Kecamatan Sirah Pulau Padang kabupaten Ogan Komering Ilir. Analisis SWOT jumlah total skor pembobotan variabel internal yaitu 5,66 dalam posisi unggul dalam persaingan dan nilai total faktor eksternal sebesar 5,64 bahwa posisi dominan berkembang dan usaha ideal. Berdasarkan faktor strategi internal dan eksternal hasil pembobotan dan rating dilakukan pembuatan strategi didasarkan atas besarnya jumlah skor dari faktor internal dan eksternal adalah sebagai berikut : Strategi S – O =  2,86 + 3,00  = 5,86, meningkatkan jumlah produksi budidaya ikan patin agar dapat memenuhi permintaan pasar yang cenderung meningkatkan tiap tahunnya; meningkatkan koordinasi dengan lembaga-lembaga pemerintah dan memanfaatkan potensi SDM yang ada; terus melakukan inovasi dan penggunaan teknologi mutakhir untuk menunjang kualitas budidaya perikanan yang lebih baik.Kata Kunci : Ikan Patin, Keramba, Analisis SWOTAbstrak Potensi sumberdaya perikanan budidaya pada perairan sungai merupakan peluang besar untuk pengembangan budidaya ikan dalam keramba. Pemeliharaan ikan dalam keramba di sungai jika tidak dilaksanakan dengan prinsip berkelanjutan (sustainability) akan menimbulkan dampak penurunan mutu perairan yang digunakan dan tidak dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan. Penelitian dilakukan bulan Mei  2017 di sungai Komering pada Desa Ulak Jermun, Mangun Jaya dan Terusan Menang Kecamatan Sirah Pulau Padang kabupaten Ogan Komering Ilir. Analisis SWOT jumlah total skor pembobotan variabel internal yaitu 5,66 dalam posisi unggul dalam persaingan dan nilai total faktor eksternal sebesar 5,64 bahwa posisi dominan berkembang dan usaha ideal. Berdasarkan faktor strategi internal dan eksternal 513 hasil pembobotan dan rating dilakukan pembuatan strategi didasarkan atas besarnya jumlah skor dari faktor internal dan eksternal adalah sebagai berikut : Strategi S – O =  2,86 + 3,00  = 5,86, meningkatkan jumlah produksi budidaya ikan patin agar dapat memenuhi permintaan pasar yang cenderung meningkatkan tiap tahunnya; meningkatkan koordinasi dengan lembaga-lembaga pemerintah dan memanfaatkan potensi SDM yang ada; terus melakukan inovasi dan penggunaan teknologi mutakhir untuk menunjang kualitas budidaya perikanan yang lebih baik.  Kata Kunci : Ikan Patin, Keramba, Analisis SWO

    PENINGKATAN KUALITAS WARNA IKAN SUMATERA (Puntius tetrazona) MELALUI SUPLEMENTASI ASTAXANTHIN DALAM PAKAN

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kecerahan warna dan kinerja pertumbuhan ikan sumatera (Puntius tetrazona) dengan penambahan astaxanthin dalam pakan. Penelitian ini didesain menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan dan dilakukan pengulangan sebanyak tiga kali. Ikan sumatera yang digunakan merupakan hasil tangkapan alam dengan bobot rata-rata 1,22±0,17 g. Ikan diperliharan selama 30 hari dalam akuarium berukuran 30x20x20 cm3. Perlakuan yang diujikan yaitu kontrol (Tubifex sp), 0 mg astaxanthin per kg pakan dan 100 mg astaxanthin per kg pakan. Parameter yang diamati yaitu tingkat perubahan warna, kelangsungan hidup, pertmbuhan dan parameter kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suplementasi astaxanthin pada dosis 100 mg/kg pakan menghasilkan kecerahan warna. Penambahan astaxanthin dalam pakan tidak mempengaruhi kinerja pertumbuhan ikan sumatera

    PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP BENIH IKAN NILA (Oreochromis niloticus) DENGAN DOSIS VITAMIN MIX YANG BERBEDA

    Get PDF
    Penelitian ini mengenai Pertumbuhan dan Sintasan Benih Ikan Nila dengan Dosis Vitamin Mix Yang Berbeda. Penelitian dilaksanakan bertempat di Kelompok Tani Tambak Mulia, Kota Palembang. Metode penelitian yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan D (penambahan Vitamin mix sebesar 3 % dari jumlah pakan)  dipilih sebagai perlakuan terbaik dibandingkan perlakuan lainya. Pada perlakuan D memberikan pertambahan pertumbuhan dan sintasan terbaik yaitu panjang mutlak sebesar 5,77 cm dengan berat sebesar 19,48 gr dan nilai SR sebesar 86,67 %. Untuk perlakuan C pertambahan pertumbuhan panjang mutlak sebesar 5,49 cm dengan berat 17,64 gr dan nilai SR sebesar 80 %. Perlakuan B pertambahan pertumbuhan panjang mutlak sebesar 5,20cm dengan berat 15,35 gr dan nilai SR sebesar 76,67 %. Sedangkan perlakuan  A memberikan pertambahan pertumbuhan terendah yaitu panjang mutlak sebesar 5,01 cm dengan berat sebesar 15,03 gr dan nilai SR sebesar 76,67 %. Parameter kualitas air yang diukur selama penelitian masih dalam batas toleransi untuk tumbuh dan berkembang benih Ikan Nila. Dari hasil penelitian yang dilakukan untuk penambahan vitamin mix pada pakan sebaiknya menggunakan dosis 3 %, karena memberikan pertumbuhan dan sintasan yang terbaik. Kata Kunci: Ikan nila, Kandungan Gizi, Vitamin Mi

    ANALISIS BUDIDAYA PEMBESARAN IKAN PATIN (Pangasius sp.) DI KECAMATAN TALANG KELAPA KABUPATEN BANYUASIN

    Get PDF
    Ikan Patin (Pangasius sp.) merupakan salah satu jenis ikan air tawar yang memiliki nilai ekonomis penting dalam dunia  akuakultur. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui parameter kualitas air dan menganalisis seberapa besar total biaya produksi dan tingkat pendapatan pada usaha budidaya pembesaran ikan Patin. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei dan Juni 2019. Pendekatan penelitian ini adalah studi kasus, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi langsung, pengamatan, wawancara dan studi pustaka dengan menggunakan metode analisa data mix method yaitu kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan nilai kualitas air dengan kisaran suhu 27–33º C dan kisaran pH pada nilai 6-8. Biaya produksi pada usaha budidaya pembesaran ikan Patin dapat disesuaikan dengan kebutuhan yang diinginkan. Untuk biaya investasi berkisar antara Rp. 18.307.500 hingga Rp. 37.091.875  untuk biaya tetap berkisar antara Rp. 484.667 hongga Rp. 1.527.083 untuk biaya variabel pada kisaran Rp. 49.733.750 hingga Rp. 163.878.750 per siklus dengan penerimaan antara Rp. 87.300.000 hingga Rp. 235.212.500 per siklus, pendapatan yang diperoleh berkisar antara Rp. 18.537.633 hingga  Rp. 69.806.666 per siklus.Â

    TEKNOLOGI RESIRKULASI SISTEM PADA LAHAN TERBATAS UNTUK MENIKATKAN PRODUKSI IKAN GURAMI (Osphronemus gouramy Lac)

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan Gurame dengan padat tebar yang berbeda dalam sistem Resirkulasi. Perlakuan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 3 perlakuan yaitu padat tebar 10 ekor , 15 ekor dan 20 ekor serta 3 kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa peningkatan padat penebaran pada sistem resirkulasi dari 10 ekorhingga 20 ekor memberikan pengaruh berbeda nyata terhadap pertumbuhan panjang dan bobot harian, pertumbuhan panjang dan bobot mutlak Ikan Gurami. Namun penambahan padat tebar tidak berpengaruh terhadap tingkat kelangsungan hidup Ikan Gurami hasil penelitian menunjukkan, bahwa peningkatan padat penebaran dari 10 hingga 20 ekor memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadapa pertumbuhan panjang dan berat mutlak 3,93(cm), 3,34(cm), 3,09(cm) dan 8,44(g), 7,54(g), 6,78(g), efisiensi pakan 59,89(%), 53,41(%), 38,42(%) namun tidak berpengaruh nyata terhadap tingkat kelangsungan hidup 86,67(%), 82,22(%), 78,33(%)

    Forecasting Produksi Perikanan Budidaya Di Kota Palembang Dengan Metode Autoregressive Integrated Moving Average (ARIMA)

    Get PDF
    The number of aquaculture households in Palembang City continues to increase from 2017 only 682 households to 1,050 households in 2018. But on the contrary in terms of the amount of aquaculture production, the total production decreased by 24,259 tons in 2014 and only 20,327 tons in 2017 (BPS, 2018). One of the steps that can be taken to determine the condition of aquaculture in Palembang is by doing forecasting. This is useful for knowing or predicting the results of aquaculture production with precise accuracy. This study aims to determine the prediction of aquaculture production in Palembang City using the Autoregressive Integrated Moving Average (ARIMA) method. The results of the ACF and PACF plots show that both plots have a tail off pattern. the predictive model obtained is ARIMA (1,0,1) but after over fitting the model, the ARIMA model (2,0,1) is the best model because it has the smallest MAPE value, which is 48,30. Based on the ARIMA model (2,0.1), the forecast values for aquaculture production in Palembang City from 2021 to 2030 are 19542,598 tons, 12846,331 tons, 50682,093 tons, 43389,831 tons, 15352,492 tons. , 9595,313 tons, 26140,949 tons, 36258,543 tons, 29041,898 tons, and 19548.050 ton

    ANALISIS PEMBESARAN IKAN PATIN SIAM (Pangasius hypophthalmus) TERHADAP KUALITAS AIR SUNGAI KOMERING DI KECAMATAN SIRAH PULAU PADANG

    Get PDF
    Abstrak Penelitian ini bertujuan : Menganalisis kualitas air diperairan  sekitar budidaya ikan patin siam dalam keramba sebagai upaya pengelolaan perairan Sungai Komering di Sirah Pulau Padang. Penelitian dilakukan di Kecamatan Sirah Pulau Padang Kabupaten Ogan Komering Ilir Sumatera Selatan yang banyak budidaya ikan dalam keramba bulan Mei 2017. Lokasi pengambilan sampel ditentukan sebanyak  3 stasiun pengambilan sampel yang dianggap mewakili lokasi penelitian yaitu stasiun 1 (Ulak Jermun) berjarak 100 m sebelum lokasi budidaya, stasiun 2 (Desa Mangun Jaya) pada lokasi budidaya dan stasiun 3 (Desa Terusan Menang) berjarak 100 m setelah lokasi budidaya ikan dalam keramba. Sampling dilakukan 3 hari sekali. Titik pengambilan sampel pada setiap stasiun sebanyak 3 kali pengambilan dengan stasiun pengambilan sampel.Berdasarkan hasil pengukuran nilai  kualitas air, suhu berkisar 27,3-28,0 oC, kecerahan 40-42,44 cm, oksigen terlarut berkisar 3,31-4,18 mg/l, pH berkisar 6,5-6,6, karbondioksida 3,83-3,85 mg/l, amonia berkisar 0,178-0,244 mg/l, fosfat berkisar 0,21-0,22 mg/l dan nitrat sebesar 0,112-0,158 mg/l , maka kualitas air perairan sungai Komering Kecamatan Sirah Pulau Padang masih baik untuk peruntukan perikanan. Kata Kunci : Ikan Patin, Kualitas Air, Sungai Komerin
    corecore