1,721,009 research outputs found
PERANAN SULTHAN MUHAMMAD AL-FATIH DALAM PENAKLUKAN KONSTANTINOPEL 1451-1453
ebagai Sulthan Utsmani ketujuh, Sulthan Muhammad Al-Fatih ingin
merealisasikan janji Rasulullah saw dan mewujudkan impian para pendahulunya.
Dalam upaya penaklukan Konstantinopel Sulthan Muhammad Al-Fatih banyak
sekali menggunakan ide-ide cemerlang. Penaklukan Konstantinopel bukan hanya
impian Sulthan Muhammad Al-Fatih saja, tetapi juga impian seluruh kaum
Utsmani. Permasalahan yang dihadapi oleh Daulah Utsmaniyah dalam penaklukan
Konstantinopel secara umum ini memaksa Sulthan Muhammad Al-Fatih sebagai
Sulthan Utsmani ketujuh untuk melaksanakan peranannya. Hal inilah yang secara
empirik dan teoritis menarik untuk dikaji. Secara empirik dengan pengkajian
secara mendalam akan diketahui nilai juang Sulthan Muhammad Al-Fatih sebagai
sosok pemimpin yang jujur dan bertanggung jawab dapat dijadikan sumber
inspirasi bagi generasi penerus bangsa sebagai suritauladan yang baik. Sedangkan
secara teoritik, banyak sumber-sumber sebagai bahan untuk menyusun penelitian
ini. Sumber-sumber tersebut berupa buku-buku yang dikarang oleh sejarawan.
banyak buku yang menyajikan tentang peranan Sulthan Muhammad Al-Fatih
dalam penaklukan Konstantinopel 1451-1453 namun masih ada celah-celah yang
perlu dijelaskan dalam hal latar belakang dan strategi Sulthan Muhammad AlFatih
dalam penaklukan Konstantinopel 1451-1453. Rumusan masalah yang
diajukan dalam penelitian adalah: 1) apa saja latar belakang Sulthan Muhammad
Al-Fatih dalam penaklukan Konstantinopel 1451-1453?; 2) bagaimanakah strategi
Sulthan Muhammad Al-Fatih dalam penaklukan Konstantinopel?. Tujuan
penelitian ini antara lain: 1) untuk mengetahui dan mengkaji secara mendalam apa
saja latar belakang Sulthan Muhammad Al-Fatih dalam penaklukan
Konstantinopel 1451-1453; 2) untuk mengetahui dan mengkaji secara mendalam
strategi Sulthan Muhammad Al-Fatih dalam penaklukan Konstantinopel. Manfaat
vii
dari penelitian ini antara lain: 1) bagi penulis, penelitian ini bermanfaat untuk
menambah wawasan dan pengetahuan mengenai Peranan Sulthan Muhammad AlFatih
dalam penaklukan Konstantinopel 1451-1453. 2) bagi pembaca, penelitian
ini diharapkan dapat menambah wawasan mengenai Peranan Sulthan Muhammad
Al-Fatih dalam penaklukan Konstantinopel 1451-1453. 3) bagi ilmu sejarah, dapat
digunakan sebagai referensi tentang sejarah Arab terutama tentang Peranan
Sulthan Muhammad Al-Fatih dalam penaklukan Konstantinopel. 4) bagi
Almamater FKIP Universitas Jember, penelitian ini diharapkan dapat memberikan
informasi dalam rangka pengembangan ilmu pengetahuan sebagai wujud nyata
dalam rangka pelaksanaan Tri Darma Perguruan Tinggi. Metode yang digunakan
dalam penelitian ini adalah metode sejarah, dengan langkah – langkah: Heuristik,
Kritik, Interpretasi dan Historiografi.
Kesimpulan pertama, latar belakang Sulthan Muhammad Al-Fatih dalam
penaklukan Konstantinopel adalah karena adanya dorongan iman untuk
merealisasikan kabar gembira yang pernah diucapkan Rasulullah. Faktor-faktor
lainya adalah lemahnya Kekaisaran Byzantium akibat konflik dengan Kristen
Katolik Roma. Keindahan negeri itu dan letaknya yang sangat strategis.
Kesimpulan kedua, strategi Sulthan Muhammad Al-Fatih dalam penaklukan
Konstantinopel diantaranya mengadakan perjanjian dengan beberapa musuhnya,
membuat benteng Anaduli Hisar dan Rumilia Hisar, mengumpulkan senjata,
memperkuat angkatan perangnya menjadi 250.000 pasukan dan 400 kapal laut.
Pada saat penaklukan Sulthan Muhammad Al-Fatih mempunyai ide luar biasa
yaitu memindahkan kapal-kapal melalui perbukitan menuju Tanduk Emas.
Sulthan Muhammad Al-Fatih meraih kemenangan pada Selasa sore 29 Mei 1453,
menjadikan Konstantinopel sebagai ibukota Utsmani dan dikenal sebagai Istanbul.
Berdasarkan hasil penelitian ini, penulis menyarankan kepada generasi
penerus bangsa bahwa peranan Sulthan Muhammad Al-Fatih dalam penaklukan
Konstantinopel 1451-1453 untuk dijadikan contoh sebagai suritauladan yang baik.
Saran kedua, bagi para pemimpin negara dengan mengetahui perjuangan Sulthan
Muhammad Al-Fatih dalam penaklukan Konstantinopel dapat dijadikan contoh
sebagai sosok pemimpin yang jujur dan bertanggungjawab
PERANAN SULTHAN MUHAMMAD AL-FATIH DALAM PENAKLUKAN KONSTANTINOPEL 1451-1453
Sebagai Sulthan Utsmani ketujuh, Sulthan Muhammad Al-Fatih ingin
merealisasikan janji Rasulullah saw dan mewujudkan impian para pendahulunya.
Dalam upaya penaklukan Konstantinopel Sulthan Muhammad Al-Fatih banyak
sekali menggunakan ide-ide cemerlang. Penaklukan Konstantinopel bukan hanya
impian Sulthan Muhammad Al-Fatih saja, tetapi juga impian seluruh kaum
Utsmani. Permasalahan yang dihadapi oleh Daulah Utsmaniyah dalam penaklukan
Konstantinopel secara umum ini memaksa Sulthan Muhammad Al-Fatih sebagai
Sulthan Utsmani ketujuh untuk melaksanakan peranannya. Hal inilah yang secara
empirik dan teoritis menarik untuk dikaji. Secara empirik dengan pengkajian
secara mendalam akan diketahui nilai juang Sulthan Muhammad Al-Fatih sebagai
sosok pemimpin yang jujur dan bertanggung jawab dapat dijadikan sumber
inspirasi bagi generasi penerus bangsa sebagai suritauladan yang baik. Sedangkan
secara teoritik, banyak sumber-sumber sebagai bahan untuk menyusun penelitian
ini. Sumber-sumber tersebut berupa buku-buku yang dikarang oleh sejarawan.
banyak buku yang menyajikan tentang peranan Sulthan Muhammad Al-Fatih
dalam penaklukan Konstantinopel 1451-1453 namun masih ada celah-celah yang
perlu dijelaskan dalam hal latar belakang dan strategi Sulthan Muhammad AlFatih
dalam penaklukan Konstantinopel 1451-1453. Rumusan masalah yang
diajukan dalam penelitian adalah: 1) apa saja latar belakang Sulthan Muhammad
Al-Fatih dalam penaklukan Konstantinopel 1451-1453?; 2) bagaimanakah strategi
Sulthan Muhammad Al-Fatih dalam penaklukan Konstantinopel?. Tujuan
penelitian ini antara lain: 1) untuk mengetahui dan mengkaji secara mendalam apa
saja latar belakang Sulthan Muhammad Al-Fatih dalam penaklukan
Konstantinopel 1451-1453; 2) untuk mengetahui dan mengkaji secara mendalam
strategi Sulthan Muhammad Al-Fatih dalam penaklukan Konstantinopel. Manfaat dari penelitian ini antara lain: 1) bagi penulis, penelitian ini bermanfaat untuk
menambah wawasan dan pengetahuan mengenai Peranan Sulthan Muhammad AlFatih
dalam penaklukan Konstantinopel 1451-1453. 2) bagi pembaca, penelitian
ini diharapkan dapat menambah wawasan mengenai Peranan Sulthan Muhammad
Al-Fatih dalam penaklukan Konstantinopel 1451-1453. 3) bagi ilmu sejarah, dapat
digunakan sebagai referensi tentang sejarah Arab terutama tentang Peranan
Sulthan Muhammad Al-Fatih dalam penaklukan Konstantinopel. 4) bagi
Almamater FKIP Universitas Jember, penelitian ini diharapkan dapat memberikan
informasi dalam rangka pengembangan ilmu pengetahuan sebagai wujud nyata
dalam rangka pelaksanaan Tri Darma Perguruan Tinggi. Metode yang digunakan
dalam penelitian ini adalah metode sejarah, dengan langkah – langkah: Heuristik,
Kritik, Interpretasi dan Historiografi.
Kesimpulan pertama, latar belakang Sulthan Muhammad Al-Fatih dalam
penaklukan Konstantinopel adalah karena adanya dorongan iman untuk
merealisasikan kabar gembira yang pernah diucapkan Rasulullah. Faktor-faktor
lainya adalah lemahnya Kekaisaran Byzantium akibat konflik dengan Kristen
Katolik Roma. Keindahan negeri itu dan letaknya yang sangat strategis.
Kesimpulan kedua, strategi Sulthan Muhammad Al-Fatih dalam penaklukan
Konstantinopel diantaranya mengadakan perjanjian dengan beberapa musuhnya,
membuat benteng Anaduli Hisar dan Rumilia Hisar, mengumpulkan senjata,
memperkuat angkatan perangnya menjadi 250.000 pasukan dan 400 kapal laut.
Pada saat penaklukan Sulthan Muhammad Al-Fatih mempunyai ide luar biasa
yaitu memindahkan kapal-kapal melalui perbukitan menuju Tanduk Emas.
Sulthan Muhammad Al-Fatih meraih kemenangan pada Selasa sore 29 Mei 1453,
menjadikan Konstantinopel sebagai ibukota Utsmani dan dikenal sebagai Istanbul.
Berdasarkan hasil penelitian ini, penulis menyarankan kepada generasi
penerus bangsa bahwa peranan Sulthan Muhammad Al-Fatih dalam penaklukan
Konstantinopel 1451-1453 untuk dijadikan contoh sebagai suritauladan yang baik.
Saran kedua, bagi para pemimpin negara dengan mengetahui perjuangan Sulthan
Muhammad Al-Fatih dalam penaklukan Konstantinopel dapat dijadikan contoh
sebagai sosok pemimpin yang jujur dan bertanggungjawab
Strategi Politik Muhammad al-Fatih dalam Penaklukan Konstantinopel Analisis Kitab Fatih al-Qasthanthiniyah As-Sulthan Muhammad Al-Fatih
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya pengetahuan tentang Strategi Politik Muhammad al-Fatih dalam Penaklukan Konstantninopel Analisis Kitab Fatih al-Qasthanthiniyah As-Sulthan Muhammad Al-Fatih.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi dan jenis politik Muhammad al-Fatih dalam penaklukan Konstantinopel analisis kitab Fatih al-Qasthanthiniyah As-Sulthan Muhammad Al-Fatih.
Penelitian ini adalah penelitian hukum normatif (fled research) dengan jenis penelitian kepustakaan (library research) dan teknik pengumpulan dengan survey kepustakaan serta studi literatur.
Hasil penelitian ini menunjukkan yang pertama bahwa strategi politik Muhammad al-Fatih dalam menaklukan Konstantinopel terbilang tersusun dengan efisien, dibuktikannya dengan berbagai strategi persiapan sebelum perang hingga dapat ditaklukannya Konstantinopel. Namun, ada beberapa strategi yang gagal dikarenakan kurangnya langkah dalam merumuskan strategi, sehingga membawa dampak kerugian terhadap Daulah Utsmaniyah. Hasil Kedua adalah jenis strategi Muhammad al-Fatih gunakan adalah jenis strategi defect, hal ini dibuktikan ketika raja Bizantium berusaha mati-matian untuk menyelamatkan serta melindungi kotanya dengan segala taktik yang dia tawarkan. Dia mengajukan kerjasama kepada al-Fatih dengan imbalan yang menggiurkan dengan tujuan untuk menggodanya agar menarik pasukannya, namun Muhammad al-Fatih menolak untuk bekerjasama
Mirqah al-mafatih 10: syarh misykah al-mashabih, 1st. ed./ Ali Bin Sulthan Muhammad al-Qari
669 hal.; 25 cm
Mirqah al-mafatih 4: syarh misykah al-mashabih, 1st. ed./ Ali Bin Sulthan Muhammad al-Qari
741 hal.; 25 cm
Mirqah al-mafatih 8: syarh misykah al-mashabih, 1st. ed./ Ali Bin Sulthan Muhammad al-Qari
863 hal.; 25 cm
Mirqah al-mafatih 6: syarh misykah al-mashabih, 1st. ed./ Ali Bin Sulthan Muhammad al-Qari
620 hal.; 25 cm
Mirqah al-mafatih 3: syarh misykah al-mashabih, 1st. ed./ Ali Bin Sulthan Muhammad al-Qari
635 hal.; 25 cm
Mirqah al-mafatih 9: syarh misykah al-mashabih, 1st. ed./ Ali Bin Sulthan Muhammad al-Qari
735 hal.; 25 cm
Mirqah al-mafatih 5: syarh misykah al-mashabih, 1st. ed./ Ali Bin Sulthan Muhammad al-Qari
639 hal.; 25 cm
- …
