43 research outputs found

    Global Domination Integrity of Graphs

    No full text

    Analisis Resepsi terhadap Pola Konsumsi Informasi Mahasiswa Hukum dalam Media Sosial

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola konsumsi informasi mahasiswa hukum terhadap isu hukum yang berkembang di media sosial, khususnya melalui tagar #SaveArgo di TikTok. Isu ini menjadi perhatian publik luas dan menunjukkan keterlibatan aktif mahasiswa dalam membentuk wacana keadilan. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan teori resepsi Stuart Hall, penelitian ini mengkaji bagaimana mahasiswa hukum menafsirkan pesan-pesan media dan menempatkan diri dalam posisi decoding: dominant-hegemonic, negotiated, dan oppositional. Data diperoleh melalui observasi konten TikTok serta wawancara dengan mahasiswa dari Universitas Pamulang dan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki variasi pemaknaan terhadap konten #SaveArgo: mulai dari penerimaan penuh, negosiasi makna, hingga kritik terhadap tekanan opini publik. Munculnya ungkapan “no viral no justice” mencerminkan peran media sosial sebagai kontrol sosial terhadap sistem hukum yang dianggap tidak efisien. Penelitian ini menegaskan bahwa mahasiswa hukum bukan sekadar konsumen informasi, tetapi juga aktor yang terlibat aktif dalam dinamika diskursus keadilan digital

    Book Review: Ziya Gökalp, Kemalizm ve Türkiye’de Korporatizm

    No full text
    Book Title: Ziya Gökalp, Kemalizm ve Türkiye’de Korporatizm. Author: Taha Parla. Year of Publication: 2001. City of Publication: Istanbul. Publisher: İletişim Yayınları. ISBN: 978975470000

    KORELASI ANTARA PENGETAHUAN, SIKAP, DAN MOTIVASI DENGAN PERILAKU TIDAK AMAN (UNSAFE ACTION) PADA PEKERJA PENGECORAN DI PT. TOTALINDO EKA PERSADA TBK

    No full text
    Perilaku yang berbahaya yang senantiasa diakukan oleh pekerja biasa disebut dengan tindakan tidak aman, dimana sikap dan perilaku yang tak aman, kurangnya pengetahuan dan keterampilan ditambah dengan keterbatasan fisik menjadi faktor-faktor yang mempengaruhinya. Data yang disebutkan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) diketahui kecelakaan kerja di tahun 2018 adalah 147.000 kasus, dimana ketika diambil angka rata-rata perhari  menunjukan angka 2.575 kasus (1,75%) berujung pada kematian. Adapun tujuan yang hendak di analisa pada penelitian ini adalah melihat korelasi tindakan tidak aman yang dipengaruhi oleh pengetahuan, sikap dan motivasi pada para karyawan di departemen pengecoran beton PT. Totalindo Eka persada Tbk. Desain penelitian yang diterapkan adalah crossectional dengan cara analisis kuantitatif. Dimana populasi pada penelitian ini adalah 43 pekerja, dimana seluruh populasi diikutsertakan sebagai sampel penelitian. Korelasi yang cukup signifikan telah ditunjukan oleh faktor sikap dan faktor tindakan yang tidak aman dengan angka p yang diperoleh 0,002 dimana angka ini cukup rendah bila dibandingkan dengan tingkat signifikansi  Î± = 0,05 diantara para pekerja di departemen pengecoran beton di PT. Totalindo Eka Persada Tbk's Kingland Avenue Serpong Apartement Project. Selain itu, terdapat korelasi antara motivasi dan tindakan yang tidak aman di antara para pekerja di departemen yang sama, dengan nilai p sebesar 0,027. Sebagai rekomendasi, PT. Totalindo Eka Persada Tbk, terutama di Kingland Avenue Serpong Apartment Project, sebaiknya meningkatkan penyebaran program Keselamatan dan Kesehatan Kerja secara teratur. Upaya ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan para pekerja melalui kegiatan Safety Talk dan meningkatkan kesadaran mereka terhadap potensi bahaya di tempat kerja. Perusahaan juga harus memperkuat sikap positif terhadap K3 dengan menekankan pentingnya penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) dan kepatuhan terhadap prosedur keselamatan yang telah ditetapkan. Motivasi para pekerja dapat ditingkatkan melalui pengakuan dan insentif yang mempertimbangkan kinerja K3 yang baik. Dengan menerapkan langkah-langkah ini, diharapkan dapat meningkatkan keselamatan di tempat kerja dan mengurangi tindakan yang tidak aman di antara para pekerja di PT. Totalindo Eka Persada Tbk

    Miscellaneous Properties Of Full Graphs

    No full text
    In this paper, we stablish miscellaneous properties of the full graph of a graph. We obtain characterizations of this graph. Also, we prove that for any connected graph G, the full graph of G is not separable

    Edge Hubtic Number in Graphs

    No full text
    By a graph G = (V,E), we mean a finite and undirected graph without loops and multiple edges. A graph G with p vertices and q edges is called a (p, q) graph, the number p is referred to as the order of a graph G and q is referred to as the size of a graph G

    Telaah Predicate Dan Infinitive Pada Buku Grand Master Toefl Karya Meikora Prastanti Dan Asyih Friadiayani

    No full text
    Prastanti dan Friadiayani (2022) di dalam buku berjudul Grand Master TOEFL menuliskan bahwa pada kalimat “Josh peels three apples and drinks juice”, yang menjadi subjek adalah ‘Josh’; yang menjadi predikat adalah ‘peels three apples and drinks juice’; dan yang menjadi verb adalah ‘peels, drink’. Ini berarti Prastanti dan Friadiayani memisahkan antara predicate dan verb, dimana seharusnya verb masuk dalam bagian predicate. Hal tersebut jelas bertentangan dengan pernyataan Larasati dan Hudha, dkk yang menggaris bawahi jika predikate dari suatu kalimat seharusnya berupa kata kerja (verb) atau frasa kata kerja (verb phrase). Selain itu, di dalam buku tersebut, Prastanti dan Friadiayani (2022) menuliskan bahwa to study, to paint, to teach, to eat, to cook, to wash, dan to swim merupakan infinitive phrase. Sedangkan, to discuss presentation quickly” juga merupakan infinitive phrase. Hal tersebut jelas menjadi sebuah permasalahan penting yang menjadi perhatian kita semua. Mengingat Thomson dan Martinet telah memberikan pemahaman melalui contoh-contoh di atas, jika to infinitive hanya terdiri dari ‘to’ ditambah dengan kata kerja dasar; dan jika infinitive phrase terdiri dari ‘to’ ditambah dengan kata kerja dasar yang diikuti oleh noun/compound noun saja atau noun/compound noun dengan modifier nya. Selain itu, infinitive phrase juga bisa diikuti hanya oleh modifier saja tanpa noun. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka penelitian ini menghadirkan dua pertanyaan penting, yaitu, mengapa author buku tersebut menggolongkan noun beserta modifier nya yang terletak setelah verb sebagai unsur predicate; dan mengapa author buku tersebut menuliskan to-infinitive adalah sama dengan to-infinitive phrase? Berdasarkan rumusan masalah tersebut, maka penelitian ini menghadirkan dua tujuan, yaitu, menjelaskan alasan mengapa author buku tersebut menggolongkan noun beserta modifier nya yang terletak setelah verb sebagai unsur predicate; dan juga menjelaskan alasan mengapa author tersebut menuliskan to-infinitive adalah sama dengan to-infinitive phrase. Oleh karenanya, penelitian ini menggunakan pendekatan sinkronik yang menggunakan prinsip kesejamanan atau kesesaatan sebagai pegangannya. Cara kerja pendekatannya dilakukan terhadap fenomena bahasa pada suatu saat tertentu. Selanjutnya, penelitian ini menggunakan metode analisis yang disebut words and paradigm (WP). Metode analisis ini berdasarkan pada teori Charless F. Hockett yang menggunakan dasar deretan paradigmatic sebagai alat untuk menentukan unsur bahasa. Deretan paradigmatic adalah deretan struktur sejenis secara vertikal. Adapun teknik analisis yang digunakan di dalam penelitian ini berupa “analisis data terbuka”, di mana analisis data bahasa tersebut tidak ditunggu sampai semua data terkumpul, akan tetapi dimulai sejak awal. Berapapun data yang ada sudah dapat mulai dianalisis dan diambil simpulan. Dengan hal tersebut, maka ada manfaat dari penelitian bagi pembaca yaitu mendapatkan informasi tentang pemahaman subject, predicate, object/complement dan juga pemahaman infinitive yang meliputi bare infinitive, to infinitive, dan infinitive phrase. Pembaca akan mengetahui jika subject dan object dari suatu kalimat atau klausa mengandung noun, noun phrase, noun clause, pronoun, gerund, gerund phrase, to infinitive, dan to infinitive phrase. Sedangkan predicate dari sebuah kalimat mengandung verb atau verb phrase. Adapun luaran penelitian ini berupa Prosiding Senantias unpam dan buku terbitan Edwrite Publishing
    corecore