2 research outputs found
Upaya Pemerintah Desa Dalam Meningkatkan Pendapatan Petani Melalui Kopi Di Desa Jeporo Kecamatan Jatipurno
Pemerintah saat ini telah memprioritaskan tentang pemberdayaan masyarakat, terutama dengan adanya Pandemi Covid-19 di awal tahun 2020 yang melanda seluruh dunia tidak terkecuali Indonesia. Pandemi tersebut menjadi masalah nasional dan tentunya sangat berdampak kepada perekonomian dan kesejahteraan hidup masyarakat desa kususnya Desa Jeporo. Dengan melihat kondisi tersebut, maka pemerintah Desa Jeporo berupaya untuk meningkatkan kesejahteraan warganya salah satunya dengan memberdayakan petani kopi yang ada di desa kami. Didukung dengan Sumber Daya Alam (SDA) yang sangat baik utamanya untuk menghasilkan biji kopi, diharapkan dengan olahan kopi tersebut dapat meningkatkan pendapatan petani kopi itu sendiri.
Dusun Girirejo dengan Sumber Daya Alam (SDA) yang berpotensi dan cocok untuk di tanami kopi. Kopi arabika dengan khas rasa kopi jeporo adalah hasil olahan dari Dusun Girirejo yang tentunya berbeda dengan olahan kopi daerah lain. Pemberdayaan kepada petani kopi Dusun Girirejo adalah upaya Pemerintah Desa Jeporo untuk dapat meningkatkan pendapatan petani kopi itu sendiri. Dengan melihat potensi kopi yang sangat baik, maka Pemerintah Desa Jeporo memberikan banyak kegiatan untuk memberdayakan petani kopi. Kegiatan tersebut antara lain diawali dengan pemberian bantuan bibit kopi untuk ditanam, memberikan alat pengolahan kopi, memberikan pelatihan pengolahan dan pemasaran produk kopi yang baik. Dengan semua upaya dari Pemerintah Desa Jeporo, diharapkan petani kopi di Dusun Girirejo menjadi lebih maju, mandiri dan sejahtera
PERKEMBANGAN DAN PROSPEK PERAKITAN PADI TIPE BARU DI INDONESIA
Development and prospect of new plant type of rice in IndonesiaNew plant type of rice (NPT) has higher yield potential than that of existing high-yielding varieties. Therefore, it is urgent to develop rice varieties having high yield potential to increase rice yield and production. Development of NPT in Indonesia has been started in 1995. Four NPT varieties were released, namely Cimelati (2001) , Gilirang (2002) , Ciapus (2003) , and Fatmawati (2003) . However, those varieties still have disadvantages, such as few tillers and high sterility, and consequently their yield potential are not as high as proposed. NPT which is suitable to Indonesia as a tropical country and pest and disease are still major problem, should have short and sturdy stems(80-100 cm), 12–18 tillers, 150–250 grains/panicle, 85–95% filled grain, weight of 1,000 grains 25-26 g, early maturity (110–120 days) , erect, thick, dark green and have V form leaves, 2-3 leaves stay-green at filing grain stage, long-deep root system, resistant to major pests and diseases, slender grains, and good grain and cooking quality. NPT having those characters could yield 9–13 t/ha and more stable in productivity. In 2001, the NPT development has being intensified by utilizing various gene sources from indica, japonica, and wild species of rice. A number of advanced lines have been produced having better characters than that of NPT varieties released such as better grain filling and resistance against major insects and diseases. Since 2004, recurrent selection and anther culture methods have been implemented to harness NPT development. Elit lines having high yield potential have been produced by using these methods.Keywords: Rice, selection, yield, anther culture, double haploi
