1,721,000 research outputs found

    Implementasi kebijakan penanggulangan bencana alam secara integratif yang berbasis masyarakat dalam rangka pemberdayaan masyarakat di Provinsi Jawa Timur

    Full text link
    Pemerintah adalah organ pelaksana tugas eksekutif atau merupakan aktivitas badan eksekutif yang dipimpin oleh Presiden selaku kepala pemerintahan. Peranan birokrasi dalam mewujudkan visi dan misi bangsa (melindungi bangsa dan tanah air, memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa serta ikut memelihara ketertiban dunia), realitanya selama ini masih belum memenuhi tuntutan masyarakat, dalam hal ini belum terencana secara sistemik, ataupun kompreherisif dan lebih parahnya lagi adanya durasi jangka panjang, dimana setiap ganti Pemerintah, maka akan dimulai dari awal kembali, begitu seterusnya. Untuk itu diperlukan peran birokrasi yang berftingsi melaksanakan peran atau fungsi regulasi yang jelas, terarah dan beipihak kepada masyarakat kecil (community based). Melalui pembangunan di berbagai bidang atau sektor, yang meliputi peran dan fungsi pemberdayaan, pengayoman dan perlindungan kepada masyarakat dari berbagai gangguan, disamping pengelolaan asset atau kekayaan negara agar dapat bekerja sebagaimana mestinya. Demikian pula dalam hal penanggulangan bencana yang terjadi di daerah rawan bencana selama ini. Peran birokrasi pemerintah daerah seringkali kurang relevan antara aturan dan implementasi yang terjadi di lapangan. Akibatnya terjadi benturan antara kepentingan masyarakat, kepentingan antar daerah dan kepentingan antar instansi, sehingga peran birokrasi pemerintah daerah menjadi kurang maksimal dan kurang efektif yang berdampak pada tidak diperhatikannya kesadaran masyarakat untuk mandiri dalam menghadapi bencana alam. Karena selama ini, masyarakat tidak disiapkan secara dini. Demikian pulan adanya penanggulangan yang tersentral, menjadikan masyarakat lebih menggantungkan dirinya untuk menerima bantuan daripada memandirikan mereka dalam menghadapi bencana. Tujuan pwenelitian adalah menemukan model kebijakan penanggulangan bencana alam di Pmvinsi Jawa Timur serta menganalisis kendala-kndala yang terjadi dengan menggunakan pendekatan FGD dan analisis data mengggunakan Bysan. Penelitian mengambil lokasi di Provinsi Jawa Timur dengan, khususnya Kabupaten Malang dan Jember sebagai representase bencana banjir, tanah longsor dan gunung berapi

    Model New Governance dalam Good Governance

    Full text link
    Reformasi birokrasi tidak dapat dipisahkan dari upaya reformasi di semua sendi kehidupan berbangsa dan bernegara dan dimaksudkan untuk mewujudkan tata pemerintahan yang baik, bersih dan berwibawa. Reformasi birokrasi pada dasarnya merupakan upaya perubahan yang dilakukan secara sadar dan terencana agar birokrasi mampu menyesuaikan diri dengan dinamika lingkungan strategis dan mendorong perubahan yang lebih baik dalam penyelenggaraan negara dan pembangunan. Perlunya membangun good governance sudah menjadi salah satu isu penting di Indonesia sejak beberapa tahun lalu, didahului oleh krisis finansial yang terjadi pada tahun 1997-1998 yang meluas menjadi krisis mutidimensi. Krisis tersebut telah mendorong arus balik yang menuntut perbaikan atau reformasi dalam penyelenggaraan negara termasuk birokrasi pemerintahannya. Pihak-pihak yang terkait dengan reformasi tersebut tidak hanya negara saja (legislatif, yudikatif, dan eksekutif) melainkan juga pihak dunia usaha/swasta dan masyarakat sipil (civil society). Secara umum, tuntutan reformasi berupa penciptaan good governance da-lam penyelenggaraan pemerintahan negara, yang mampu mendu-kung terwujudnya good governance. Sejak terjadinya krisis multi-dimensi beberapa tahun ini, masyarakat telah terbiasa dengan berbagai ulasan, diskusi dan analisis mengenai berbagai sebab dan akibat krisis tersebut. Adanya perbedaaan sudut pandang, pendekatan dan teori yang digunakan, memberikan perbedaan pula dalam hasil analisisnya

    Kebijakan Corporate Social Responsibility dan Pelayanan Publik menuju Good Governance

    Full text link
    The creation of good governance and the eradication of poverty, it needs the cooperation of the various elements of society. Not just government should play a major role, but also the private sector and communities themselves have the same. With the development pattern from the bottom (grass root), at least the burden of existing development in the government reduced. People today are aware of various information and critical of things that happen. People are also more intelligent, critical and fariatif in selecting the items to be bought it, they will pay attention to the image that was created by the company, such as whether the company has a positive contribution to improving the welfare of the community, whether the existence of the company is not a disaster in the community both short-and long-length. With consumers also selectively critical look at whether a company is not doing things like improperly environmental, natural resource exploitation, tax manipulation and suppression of workers' rights

    Kebijakan Sistem Pendidikan dalam rangka Pengembangan Model Reformasi Pembelajaran di Era Globalisasi

    Full text link
    Educational reform requires a way of thinking and acting that are different from what already exists, by holding a thorough diagnosis or paradigm shift with a systemic approach. It should be noted that a fundamental change in one aspect of learning in education would affect fundamental changes in other aspects. The research objective was to analyze the degree of correspondence between government institutions, the desire of faculty and students in teaching and learning, in addition to analyze the changes that occur with learning in the policy reforms of education systems. This study uses a case study, with Bysan analysis techniques, as an approach to the study, explained, interpreted a case in a natural context without the intervention of outside parties, researcher tried to discover the social reality holistically about the organization of education systems and the impact of reform on the teaching faculty and students. It is expected that researchers may be easier to understand research problem thoroughly with these strategies, so that at the end of the study could provide a model of reform recommendations of learning in the globalization of competition

    Public Services management di era Reformasi Birokrasi

    Full text link
    Disadari bahwa saat ini masih terdapat ketimpangan dalam melaksanakan pelayanan publik di bidang infrastruktur. Dengan berefleksi melihat kedalam, bagaimana pelayanan publik dikelola, diharapkan dapat memberikan kejelasan terhadap duduk permasalahan yang telah menyebabkan ketimpangan-ketimpangan tersebut. Buku ini mencoba mengupas inti-inti refleksi yag perlu kita lihat, untuk kemudian dikelompokkan, sehingga dapat lebih mudah mengurai dan membentuk kerangka penyelesaiannya. Akan tetapi masih banyak isu/permasalahan lain yang belum terangkum dalam tulisan ini, yang juga dirasakan penting kita refleksikan bersama. Semoga setelah berefleksi dan menjawab pertanyaan reflektif tersebut, kita dapat lebih tegas menentukan langkah dan memberikan kontribusi bagi peningkatan pelayanan di masa yang akan datang. Harapan penulis, kiranya tulisan ini dapat menambah wacana publik khususnya di lingkungan akademisi (baik teman sejawat ataupun para mahasiswa S1, S2 dan S3) dalam rangka membantu menemukan pokok permasalahan dan memformulasikan solusi terhadapnya. Dalam kesempatan ini penulis juga mengucapkan terimakasih tak terhingga kepada semua pihak yang telah membantu penyelesaian buku ini. Semoga Allah SWT membalas semua kebaikan yang telah diberikan

    Sistem Hukum Indonesia

    Full text link
    Hukum Positif Indonesia adalah hukum yang berlaku pada waktu ini di Indonesia, dibentuk oleh Badan-Badan Kenegaraan yang diberi wewenang untuk membentuknya. Dalam buku ini berusaha untuk memberi pemahaman secara sederhana namun diharapkan dapat menjadi jawaban dari beberapa pertanyaan tentang bagaimana keberadaan hukum dan perkembangan hukum di Indonesia, apa tujuan dan fungsi dari hukum itu sendiri serta mengapa hukum harus ada di dalam masyarakat. Selama ini masyarakat takut dan lebih cenderung menghindari hukum, sehingga pemaknaan hukum seringkali tidak tersosialisasikan dengan baik, sehingga mengakibatkan seringkali terjadi pelanggaran hukum

    Membumikan Demokrast Mewujudkan Welfare State

    Full text link
    National development that is getting more dynamic in democratic era as well as the regional autonomy climate, which is more developed, requires more adaptive perfection in national development management to development and dynamics of the development. Developing aspiration and demand for the governmental intervention in improving social life quality has influenced an approach in the national development management. The main set of national development mechanism that comprised of designing and budgeting has not met the national development management needs

    Akuntabilitas kinerja Penyelenggaraan Pemerintahan dan Pembangunan Daerah

    Full text link
    Perubahan yang terjadi di Indonesia akibat reformasi dewasa ini terasa begitu cepat sehingga menyebabkan seluruh tatanan yang ada di dunia ini ikut berubah, sementara tatanan yang baru belum terbentuk. Hal ini menyebabkan sendi-sendi kehidupan yang selama ini diyakini kebenarannya menjadi usang. Nilai-nilai yang menjadi panutan hidup telah kehilangan otoritasnya. Lemahnya penerapan akuntabilitas kinerja daerah sesungguhnya menjadi problem serius bagi penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di daerah. Hal ini tidak hanya terkait dengan hilangnya kepercayaan masyarakat tetapi justru ada hal yang lebih penting yaitu terpenuhinya hak-hak rakyat dalam implementasi pembangunan di daerah. Oleh karena itu, diperlukan upaya-upaya pembenahan yang perlu mendapat dukungan dari semua pemangku kepentingan. Guna merespon kondisi tersebut di atas, perlu mengantisipasi agar tidak menuju ke arah keadaan yang lebih memprihatinkan. Salah satu solusi yang dilakukan dalam menjaga nilai-nilai panutan hidup dalam berbangsa dan bernegara secara lebih efektif yaitu melalui reformasi birokrasi. Dalam konteks globalisasi, good governance telah menjadi parameter dan tuntutan masyarakat terhadap kinerja aparatur pemerintah. Aparatur pemerintah yang semula bersandar pada prinsip responsibility (tanggung jawab) dan obligation (kewajiban) kini harus berubah ke arah accountability. Dalam prinsip-prinsip good governance antara lain terdiri dari partisipasi, ketaatan hukum, transparansi, responsif, berorientasi kesepakatan, kesetaraan, efektif, efisien, dan akuntabilitas. Jelas bahwa akuntabilitas merupakan salah satu aspek penting dalam good governance. Semoga karya kecil ini dapat memberikan pencerahan kinerja aparatur publik yang akuntabel, menjunjung tinggi equitable dan responsivenes to people’s needs, sebagai resultante dari proses dan prinsip-prinsip good governance dalam kinerja aparatur publik
    corecore