2 research outputs found
Sifat Fisik dan Kimia Serta Stabilitas Fisik Sediaan Gel Oleanolic Acid dengan Berbagai Konsentrasi Cmc - Na
Achdan Sukmana. Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Malang, 24 Agustus 2022. Karakterisasi Fisika, Kimia dan Stabilitas Sediaan Gel Oleanolic Acid Dengan Berbagai Konsentrasi Gelling Agent CMC – Na. Pembimbing 1: Sasi Purwanti. Pembimbing 2: Ike Widyaningrum
Pendahuluan: Gelling agent adalah bahan tambahan yang berperan sangat penting dalam mutu fisika dan kimia sediaan gel. CMC – Na (Carboxymethyl Cellulose Natrium) merupakan salah satu gelling agent yang memiliki kelebihan menghasilkan efek dingin, memberikan sifat viskositas yang stabil, dan mudah dicuci dengan air, tetapi CMC – Na dalam penggunaan sebagai gelling agent dapat membentuk larutan koloida dalam air sehingga sediaan gel menjadi tidak jernih.
Metode: Penelitian eksperimental laboratorium pada formulasi sediaan gel oleanolic acid dengan gelling agent CMC – Na konsentrasi 3%, 4% dan 5% kemudian dilakukan Analisa sifat fisiak (organoleptis, homogenitas, viskositas, daya sebar), sifat kimia (pH) dan dianalisa stabilitas fisik menggunakan metode cycling test. Pengujian dilakukan dengan pengulangan tiga kali (n=3). Data viskositas dan pH dianalisa dengan one-way ANOVA dilanjutkan analisa post hoc, sedangkan data daya sebar dianalisa dengan kruskal-wallis dilanjutkan man-whitney p<0,05 dianggap signifikan.
Hasil: Sifat organoleptis ketiga formula adalah konsistensi semisolid, bening tidak berbau dan homogenitas yang sama. Nilai viskositas formula 3 (5083 mPa.s) dari pada F1 (2420 mPa.s) dan F2 (3565 mPa.s). Nilai daya sebar pada F1 tanpa beban, dengan beban 50 g dan 150 g lebih tinggi berturut turut 4 cm; 4,7 cm; 5,23 cm dibandingkan F2 dan F3. Nilai derajat keasaman (pH) pada F1 F2 F3 berturut – turut 6,44; 6,76; 7,48 dan pada uji stabilitas menggunakan metode cycling test tidak terjadi pemisahan fase pada sediaan gel. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tingi konsentrasi CMC – Na semakin kental sediaan gel, semakin kecil daya sebar dan semakin tinggi derajat keasaman (pH).
Kesimpulan: Dapat disimpulkan bahwa formulasi yang terbaik untuk memenuhi persyaratan fisika, kimia dan stabilitas gelling agent CMC – Na adalah F1 dengan konsentrasi 3% dan F2 dengan konsentrasi 4%.
Kata Kunci: Karakterisasi, Stabilitas, Gelling agent, Oleanolic acid, CMC - N
Aktivitas Antibakteri Staphylococcus aureus Sediaan Gel dengan Berbagai Jenis Gelling Agent
Sediaan gel adalah jenis sediaan semipadat yang memiliki sifat bening, dingin, serta mudah diaplikasikan terutama untuk sediaan topikal. Bahan penyusun yang dibutuhkan untuk membuat sediaan tersebut adalah basis gel atau gelling agent. Berdasarkan asalnya gelling agent dibagi menjadi beberapa golongan yakni, sintetik, semisintetik, dan alami. Maisng-masing golongan terdapat contoh bahan yang kerap digunakan untuk membuat sediaan gel, yakni karbopol dari golongan sintetik, HPMC dari golongan semisintetaik, dan Xanthan gum dari golongan alami. Pada penelitian ini akan dilakukan pengamatan pengaruh dari berbagai jenis gelling agent terhadap aktifitas antibekateri. Bahan aktif yang digunakan sebagai model penelitian ini adalah asam salisilat. Asam salisilat secara teori disebutkan bahwa memiliki aktifitas antibakteri Bakteri yang digunakan pada penelitian ini adalah Staphylococcus aureus. Diketahui bahwa bakteri tersebut merupakan flora normal yang apabila pada jumlah berlebih akan menyebabkan infeksi pada kulit seperti jerawat, bisul, selulits dan lain lain.Sediaan gel adalah jenis sediaan semipadat yang memiliki sifat bening, dingin, serta mudah diaplikasikan terutama untuk sediaan topikal. Bahan penyusun yang dibutuhkan untuk membuat sediaan tersebut adalah basis gel atau gelling agent. Berdasarkan asalnya gelling agent dibagi menjadi beberapa golongan yakni, sintetik, semisintetik, dan alami. Maisng-masing golongan terdapat contoh bahan yang kerap digunakan untuk membuat sediaan gel, yakni karbopol dari golongan sintetik, HPMC dari golongan semisintetaik, dan Xanthan gum dari golongan alami. Pada penelitian ini akan dilakukan pengamatan pengaruh dari berbagai jenis gelling agent terhadap aktifitas antibekateri. Bahan aktif yang digunakan sebagai model penelitian ini adalah asam salisilat. Asam salisilat secara teori disebutkan bahwa memiliki aktifitas antibakteri Bakteri yang digunakan pada penelitian ini adalah Staphylococcus aureus. Diketahui bahwa bakteri tersebut merupakan flora normal yang apabila pada jumlah berlebih akan menyebabkan infeksi pada kulit seperti jerawat, bisul, selulits dan lain lain
