989 research outputs found

    PENGARUH MOTIVASI PRESTASI TERHADAP KINERJA PEGAWAI DI DINAS SOSIAL

    No full text
    This research aimed to explain the effect of achievement motivation on performance of employees of Jember Regency Social Department. The research used quantitative approach with explanation method. The samples used in the research were employees of Social Department of Jember Regency in total of 31 people. Data were collected by observation, interviews, and questionnaires. Data measurement used Likert scale. Data analysis applied simple regression and t test. The results showed that the achievement motivation significantly affected performance of employees. The levels of the effect of achievement motivation will be followed by an increase in the performance by 0.513, or 51.3%. This analysis showed that the level of performance of employees is affected by the employees’ achievement motivation

    PEMBERDAYAAN USAHA MIKRO RUMAH TANGGA MISKIN

    No full text
    This research aimed to describe the empowerment of poor household microbusiness in Sucopangepok Village, District of Jelbuk, Jember Regency. The research used qualitative design with descriptive research type. The focus of this research was at the stage of poor household microbusiness empowerment, which is a process of empowerment of poor household microbusiness in poor household microbusiness development program (PUM-RTM) in Sucopangepok Village, District of Jelbuk, Jember Regency. Data used in the research were primary data and secondary data. Informants were determined by purposive technique. Data were collected by observation, interview, documentation, and literature study. Data analysis consisted of data reduction, data display (presentation of data) and conclusion drawing/verification. Data validity was tested by triangulation. The results showed that the implementation of empowerment was undertaken in accordance with the rules although in the field the capital assistance could not be rolled. This was because people considered that the assistance was freely granted, and they did not need to be return it

    ANG SIMPAN PINJAM PEREMPUAN DI DESA BALET BARU KECAMATAN

    No full text
    This research aimed to evaluate the PNPM MPd Field of Women Savings and Loan in the Village Balet Baru Sukowono District of Jember. This research used descriptive method with qualitative approach and the focus of this study is on the tuition (SPP) program. Purposive sampling technique was used to get respondents. There are two Data sources; primary data and secondary data. Data collection techniques used; observation, interviews, and documentation methods. This study used a technique authenticity of data with triangulation of data sources. Data were analyzed using an interactive model of Miles and Huberman. The results showed that the evaluation stage PNPM MPd Savings and Loan Sector in Rural Women in Balet baru in 2013-2014; namely the planning stage include socialization, brainstorming, writing proposals, verification, priority proposals MAD, MAD musdes result information. Disbursement and implementation phase covers and Musdes Accountability. While the completion stage refund fees to the CGU. At the planning stage of socialization carried out to follow up activities of MAD socialization, women's groups have determined the proposal of the aspirations that SPP. Recommendations TV SPP's proposal is for the village of New Ballet of 2 groups with a loan amount of USD 66 million, -. At the implementation stage that disbursement of funds directly and a fee of 5% of total loans has completed all the requirements and reporting and in accordance with the planned use of the funds. At the completion stage show that repayment of SPP funds have not been up to the CGU. In the PNPM activities Field SPP MPD is carried out in accordance with the PTO. SPP activity was evaluated based on the criteria of equity, adequacy, accuracy, and community satisfaction. Most are in accordance with the objectives of this progra

    PENDELEGASIAN SEBAGIAN KEWENANGAN BUPATI BONDOWOSO KEPADA CAMAT

    No full text
    Delegation of authority is granting authority or formal powers and responsibilities to carry out certain activities to others. The implementation of the authority delegation property tax collection is in the form of coordination and facilitation in District of Tamanan. This research aimed to identify the types and areas of the government authority which can be delegated from the regent to Head of Distrct of Tamanan in the collection of property tax. The research used qualitative method with descriptive approach. The informants involved were Head of District of Tamanan, Secretary of District of Tamanan, Head of Sections of Tamanan District, Assistant 1 of local secretary of Administration of Bondowoso Regency, and Head of legal section of Bondowoso Regency. Camat (Head of District) as a delegate in coordinating and facilitating the collection of property tax must conduct counseling, monitoring, analysis and evaluation of property taxes in villages for smooth property tax payment. By the delegation of partial of the Regent’s authority to Head of District in the form of Regent’s regulation, Head of District has the authority to carry out the coordination and facilitation in the collection of property tax. It is suggested that the delegation of authority to Head of District be made in diverse patterns because each district has different potential

    HUBUNGAN KEMAMPUAN PEGAWAI DENGAN EFEKTIFITAS PELAKSANAAN TUGAS (Suatu Studi Tentang Hubungan Kemampuan Pegawai Dengan Efektifitas Penerimaan Pajak Daerah di Kantor Dinas Pendapatan Daerah Kota Pasuruan)

    No full text
    Hubungan yang signifikan antara kemampuan pegawai dengan efektifitas pelaksanaan tugas khususnya penerimaan pajak daerah di Kantor Dinas Pendapatan Daerah Kota Pasuruan

    PENGAMBILAN KEPUTUSAN DINAS PU CIPTA KARYA DAN TATA RUANG DALAM MENETAPKAN PRIORITAS PEMASANGAN LAMPU PENERANGAN JALAN UMUM (PJU)

    No full text
    Pemerintah daerah dalam menjalankan tanggung jawabnya membangun daerah, harus memahami keragaman fungsi-fungsi yang dibebankan kepada mereka. Menurut Davey (1988), pemerintah daerah mempunyai lima fungsi. Pertama, penyediaan pelayanan yang berorientasi lingkungan dan kemasyarakatan. Penyediaan pelayanan tersebut meliputi penyediaan jalan-jalan daerah, penerangan jalan, pembuangan sampah, saluran air limbah, pencegahan banjir, tempat rekreasi dan sebagainya

    PROSEDUR PENGHITUNGAN PEMOTONGAN PENYETORAN DAN PELAPORAN PAJAK PENGHASILAN (PPh) PASAL 23 ATAS JASA PEMELIHARAAN GEDUNG (CLEANING SERVICE) PADA KANTOR PELAYANAN KEKAYAAN NEGARA DAN LELANG JEMBER

    No full text
    Praktek Kerja Nyata (PKN) ini dilaksanakan pada Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Jember mulai tanggal 16 Februari 2015 sampai dengan 15 Maret 2015. Tujuan Praktek Kerja Nyata (PKN) adalah untuk mengetahui dan memahami Pelaksanaan Penghitungan, Pemotongan, Penyetoran dan Pelaporan Pajak Penghasilan Pasal 23 atas Jasa Pemeliharaan Gedung Pada Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Jember. Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang merupakan Badan Uasaha Milik Negara yang bergerak dibidang kekayaan dan lelang negara. Dalam kegitan operasionalnya KPKNL Jember bekerja sama dengan pihak lain. Pihak lain yang berkerja sama dengan KPKNL Jember yaitu PT. Kurnia Sakti Sejati Jember dalam jasa pemeliharaan gedung KPKNL Jember yang mana memiliki tenaga kerja dan pekerja ahli dibidangnya, antara lain dalam bentuk membersikan gedung setiap hari. Sebagai subjek pajak yang baik PT. Kurnia Sakti Sejati memiliki NPWP 03.053.691.6-626.000 dan KPKNL Jember juga memiliki NPWP 00.51.552.7-626.000. Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Jember tidak pernah telat dalam administrasi perpajkan yang mana didukung dengan pegawai-pegawai yang handal dan profesional, dan bendaharawan KPKNL Jember berkewajiban menyetor pajak yang dilaporkan sesuai dengan ketentuan penundaan yang masih berlaku sehingga tidak dikenai denda. Berdasarkan pemungutan pajak di Indonesia KPKNL Jember menggunakan sistem pemungutan With Holding System, oleh karena itu Bendaharawan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Jember menghitung sendiri besarnya pajak yang ditanggung PT. Kurnia Sakti Sejati, bendaharawan KPPN Jember sebagai pihak yang memotong, sedangkan PT. Kurnia Sati Sejati hanya menerima bukti pelaporan Pajak Penghasilan Pasal 23 atas Jasa Pemeliharaan Gedung

    KUALITAS PELAYANAN JASA KESEHATAN PASIEN RAWAT INAP PENGGUNA BPJS DI PUSKESMAS SUMBERSARI JEMBER Quality Health Services Patient Hospitalization User BPJS In Health Center Sumbersari Jember

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengukur bagaimana tingkat kualitas pelayanan jasa kesehatan dari puskesmas Sumbersari terkhusus bagi pasien rawat inap. Kualitas menjadi sangat penting dalam suatu pelayanan apalagi pelayanan publik, dimana pemerintah yang menjadi fokus utama penyelenggaranya. Puskesmas Sumbersari merupakan salah satu puskesmas induk terbesar di Kabupaten Jember, puskesmas ini berada dibawah naungan Dinas Kesehatan Kabupaten Jember. Puskesmas sebagai penyedia pelayan publik yaitu pelayanan jasa kesehatan harus mampu memenuhi harapan dan tuntutan masyarakat. Masyarakat umumnya pasti memiliki keinginan mendapat pelayanan yang cepat, tepat, tanggap, transparan tidak berbelit-belit dan juga sikap yang baik dan ramah dari para petugas pemberi layanan. Pada hakikatnya tingkat kepuasan hanya dapat diketahui oleh masing-masing pasien yang bersangkutan, karena mereka lah yang merasakan layanan yang diberikan sebab ukuran standar kualitas puskesmas belum tentu sama dengan ukuran standar kualitas yang ditentukan oleh pelanggan. Kualitas inilah yang nantinya dapat mempengaruhi persepsi pelanggan terhadap layanan yang mereka terima sehingga akan berujung pada kepuasan pasien yang notaben nya adalah sebagai pelanggan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data kuantitatif dengan metode ServQual yang digunakn untuk mengukur tingkat harapan dan persepsi pasien terhadap pelayanan jasa yang diterima. Pengukuran tingkat kualitas pelayanan dalma model ini didasarkan pada lima dimensi kualitas pelayanan dan beberapa item yang dirancang untuk mengukur tingkat kualitas pelayanan Hasil ServQual dari lima dimensi berdasarkan 86 orang responden memperoleh hasil yakni untuk dimensi bukti langsung (tangibles) hasil skor ServQual -0,2; dimensi kehandalan (reliability) hasil skor ServQual -0,2; dimensi daya tanggap (responsiveness) hasil skor ServQual -0,1; dimensi jaminan (assurance) hasil skor ServQual -0,2 dan dimensi empati (Emphaty) hasil skor ServQual -0,2. Kualitas Pelayanan jasa kesehatan pasien rawat inap pengguna BPJS di Puskesmas Sumbersari Jember diukur dengan menggunakan model ServQual dinyatakan kualitas pelayanan nya tidak baik karena memperoleh nilai negatif yaitu -0,3 hal ini berarti pelayanan yang dirasakan rendah

    Kontribusi Sektor Pariwisata Dalam Penyerapan Tenaga Kerja di Kabupaten Banyuwangi Tahun 2011-2015

    No full text
    Pengembangan Pariwisata merupakan salah satu upaya pengentasan pengangguran di suatu daerah. Era otonomi daerah, suatu daerah mempunyai peluang besar dalam mengurusi keperluan dan mengatasi permasalahan pengangguran daerah melalui pengembangan pariwisata (tertuang dalam urusan konkuren Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah). Kabupaten Kabuwangi dipilih sebagai lokasi penelitian karena Kabupaten Banyuwangi mendapatkan sejumlah penghargaan sektor pariwisata salah satunya yaitu penghargaan dari badan urusan pariwisata Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang digelar di Madrid, Sepanyol pada 20 Januari 2016. Rentang waktu tahun 2011-2015, Kabupaten Banyuwangi dapat menurunkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar 3,51 persen

    Efektifitas Implementasi Keputusan Bersama Menteri Dalam Negeri Dan Direktur Utama Perum Bulog No:25 Tahun 2003:(Suatu Studi Tentang Pelaksanaan Kebijakan Distribusi Beras Miskin (Raskin) Di Kelurahan Kotakulon Dabasah Kecamatan Bondowoso Kabupaten Bondowoso Tahun 2006)

    No full text
    Program Beras Miskin Untuk Keluarga Miskin Merupakan Salah Satu Strategi Pemerintah Dalam Mengentaskan Kemiskinan Yang Menekankan Pada Aspek Perlindungan Sosial (Charity). Dalam Pelaksanaannya Perlu Dilakukan Penelitian Untuk Melihat Apakah Pelaksanaannya Sudah Berjalan Efektif Sesuai Dengan Pedoman Dasar Sebagaimana Mestinya, Isu-Isu Yang Terdengar Mengenai Permasalahan Dalam Program Raskin Mendorong Penulis Untuk Melakukan Penelitian. Efektifitas Implementasi Program Raksin Tahun 2006 Merupakan Tema Dari Penelitian Yang Dilakukan Penulis Pada Dua Kelurahan Yang Berada Di Kecamatan Bondowoso Kabupaten Bondowoso. Pemilihan Kelurahan Kotakulon Dan Dahasah Sebagai Lokasi Penelitian Karena Dua Kelurahan Tersebut Adalah Dua Kelurahan Yang Mempunyai Jumlah Penduduk Miskin Terbanyak Dibandingan Kelurahan Lain Yang Ada Di Kecamatan Bondowoso. Dan Di Dua Kelurahan Tersebut Adalah Dua Kelurahan Yang Mempunyai Jumlah Penduduk Miskin Terbanyak Dibandingkan Kelurahan Lain Yang Ada Di Kecamatan Bondowoso. Dan Di Dua Kelurahan Tersebut Terdapat Penyimpangan Alokasi Jumlah Beras Yang Diberikan Kepada Keluarga Penerima Manfaat Raskin Yang Menurut Pedoman Umum Seharusnya Adalah Minimal 10 Kg/KK/Bln Menjadi 5-7 Kg/KK/Bln. Padahal Di Dua Kelurahan Tersebut Terletak Di Wilayah Kota Dan Tergolong Kelurahan Yang Produktif. Dengan Menggunakan Tipe Penelitian Deskriptif Dengan Penelitian Kurang Lebih Dua Bulan. Penulis Menemukan Beberapa Kekurangan Dan Kelebihan Dalam Efektifitas Implementasi Distribusi Raskin. Salah Satu Kelebihan Yang Dimiliki Dengan Pelaksanaan Program Raskin Di Dua Kelurahan Tersebut Adalah Adanya Semangat Dan Kecenderungan Mereka Untuk Melaksanakan Tugas Dengan Baik Meskipun Terkendala Oleh Kenyataan Yakni Minimnya Sumber-Sumber Dana Dan Ibsilitas. Adapun Kelemahan Yang Ada Adalah Ketidakkuatan Pelaksara Distribusi Untuk Mematuhi Dan Menjalankan Perintah Instruksi/Prosedur Standart Sebagaimana Mestinya Yang Terdapat Dalam Pedoman (Pedum) Sehingga Menimbulkan Keleluasaan/Fleksibilitas Dalam Mengambil Tindakan Di Lapangan. Dalam Penulisan Karya Ilmiah Tertulis Ini Terbagi Menjadi Lima Bab, Pada Bab Satu Pendahuluan, Penulis Menjelaskan Latar Belakang Permasalahan Sampai Dengan Metode Penelitian Pada Bab Tiga. Sedangkan Bab Empat Dan Lima Adalah Hasil Penelitian Dan Kesimpulan Serta Saran Penulis
    corecore