1,721,058 research outputs found

    KONSISTENSI INTERPRETASI ANALISIS LINTAS BEBERAPA GENOTIPE KEDELAI (Glycine max (L) Merrill) PADA MUSIM KEMARAU 1 DAN II TAHUN 2002

    No full text
    Berdasarkan basil penelitian pada 10 genotipe kedelai pada dua musim yang berbeda, dapat diperoleh kesimpulan sebagai berikut : I. Komponen yang efektif pada musim kemarau 1 yaitu jumlah polong isi, berat 100 biji dan jumlah biji per tanaman: komponen yang efektif pada musim kemarau II yaitu jumlah polong isi, berat 100 biji dan berat biji per tanaman; komponen yang elektif pada analisis gabungan dua musim yaitu jumlah buku subur dan umur matang panen. 2. Komponen jumlah polong isi dan berat 100 biji konsisten pada musim kemarau 1 dan musim kemarau II. tetapi tidak konsisten pada analisis gabungan dua musim

    PENGARUH KOTORAN SAPI DAN PUPUK MOL BONGGOL PISANG TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI PADI PADA SISTEM TANAM IPAT-BO

    No full text
    Teknologi Intensifikasi Padi Aerob Terkendali Berbasis Organik (IPAT-BO) merupakan salah satu sistem budidaya padi. IPAT-BO adalah sistem produksi holistik dan terencana yang menitikberatkan pada pemanfaatan kekuatan biologis tanah (pupuk alami), berbasis input lokal untuk mengembalikan kesehatan tanah dan meningkatkan hasil padi. Di sisi lain, MOL bonggol pisang adalah pupuk organik yang difermentasi dari bonggol pisang yang mengandung Bacillus sp mikroba, Aeromonas sp, dan Aspergillus niger, Azospirillium, Azotobacter, mikroba selulolitik dan bakteri pelarut fosfat serta auksin, giberellin dan sitokinin. Pemberian pupuk organik kotoran sapi dan bonggol pisang MOL diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil padi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kombinasi terbaik pupuk organik kotoran sapi dan MOL bonggol pisang yang memberikan pertumbuhan dan hasil padi terbaik. Ada dua tingkat yaitu kotoran sapi 1000 kg ha-1 dan 1500 kg ha-1 dan 5 tingkat MOL bonggol pisang 0, 100 g, 200 g, 300 g dan 400 g yang difermentasi dengan 100 g gula merah+1 liter air kelapa+1 liter air cucian beras. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pupuk organik kotoran sapi dan MOL bonggol pisang menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap tinggi tanaman, bobot 1000 biji dan berat gabah perplot. Hasil tertinggi diperoleh dengan perlakuan kombinasi pupuk kandang domba 1500 kg ha-1 dengan 400 g pupuk MOL bonggol pisang

    Pengaruh Komposisi Media dan Penambahan Vitamin B Komplek terhadap Produksi Jamur Tiram Putih

    No full text
    Penelitian Untuk Mengetahui Komposisi Media Dann Penambahan Vitamin B Komplek Terhadap Produksi Jamur Tiram Putih (Pleurotus Ostreatus) Dilakukan Pada Bulan April 2003 Sampai Dengan Juli 2003 Di KUB MITRA PENGABDI Patrang. Penelitian Dilakukan Secara RAL Faktorial 3*4 Dengan Dua Faktor. Faktor Pertama Yaitu Komposisi Media Dengan Tiga Taraf Perlakuan Yaitu Serbuk Gergaji (MI), Serbuk Gergaji Dan Jerami Padi (M2). Jerami Padi (M3). Dan Faktor Kedua Yaitu Penambahan Vitamin B Komplek Dengan Empat Laraf Perlakuan Yaitu Penambahan Vitamin Dengan Konsentrasi 0 g/l (B0), 0,75 g/l (B1), 1,50 g/l (B2), 2,25 g/l (B3). Hasil Penelitian Menunjukkan Komposisi Media Serbuk Gergaji Dan Jerami Padi (M2) Memberikan Hasil Yang Terbaik Dibandingkan Media Lainnya, Sedangkan Penambahan Vitamin B Komplek 1,50 g/l (B2) Memberikan Hasil Terbaik Terhadap Produksi Jamur Tiram Putih (Pleurotus Ostreatus). Kombinasi Perlakuan Terbaik Pada Perlakuan M2B2

    Pengaruh pemangkasan cabang lateral dan letak buah terhadap hasil tanaman semangka (Citrullus vugaris,schard)berbiji.

    No full text
    Penelitian untuk mengetahui pemangkasan cabang lateral yang tersisa dan letak buah terhadap hasil tanaman semangka berbiji dilakukan pada 23 desember 2002 sampai 20 maret 2003 di pusat inkubator agrobisnis dan agroindustri fakultas pertanian unej yang berada di jubung jember.Penelitian dilakukan secara rak faktoral 4x4dengan 2 faktor faktor pertama yaitu pemangkasan cabang lateral yang tersisa dengan 4 taraf perlakuan yaitu 2 cabang lateral yang tersisa (P1),3 cabang lateral yang tersisa(P2)4 cabang lateral yang tersiasa(P3)dan 5 cabang lateral yang tersisa(P4) dan faktor kedua yaitu letak buah pada ruas batang dengan 4 taraf perlakuan yaitu ruas 15-16(R1)ruas 17-18(R2) ruas 19-20 (R3)dan ruas 21-22,(R4)

    Pengaruh Pemberian Zeolit terhadap Perakaran Varietas Tanaman Tomat Lycopersicon esculentum Mill dalam Kondisi Tergenang

    No full text
    Penelitian ini membahas tentang (1) interaksi antara dosis zeolit, (3) interaksi antara varietas dan kondisi penggenapan (4) interaksi antara zeolit dengan penggenangan dan (5) pengaruh masing-masing faktor tunggal terhadap pertumbuhan dan sistem perakaran tanaman tomat. Hasil penelitian menunjukkan zeolit dapat meningkatkan KTK tanah dan tingkat kesuburan tanah. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa seluruh perlakuan berpengaruh tidak nyata pada semua parameter percobaan

    SELEKSI KETAHANAN 4 KLON BIBIT KARET TERHADAP AIR LIMBAH PABRIK KARET

    No full text
    Jumlah limbah cair pabrik karet yang dihasilkan dari proses produksi ini sering menjadi masalah bagi pihak industri pengolahan dan warga sekitar pabrik, karena jumlah limbah cair yang dihasilkan relatif banyak sehingga membutuhkan penanganan yang intensif. Hal ini muncul ide pemanfaatan air limbah pabrik karet untuk pemeliharaan bibit 4 klon (GT1, LCB, PR288 dan PR300) tanaman karet. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis klon mana yang tahan terhadap dosis air limbah pabrik karet yang berbeda. Sehingga dapat mengurangi dampak tersebut. Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Tegal Besar, Kaliwates, Jember pada 18 Februari 2014 hingga 20 April 2014. Jenis penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan 2 faktor yaitu : (1) pemberian air limbah yang terdiri dari 0% air limbah, 25% air limbah, 50% air limbah, 75% air limbah, 100% air limbah dan (2) jenis klon GT1, klon LCB, klon PR288, klon PR300. Setiap perlakuan diulang 4 kali. Untuk mengetahui pengaruh dari setiap perlakuan, data akan dianalisis menggunakan uji jarak berganda Duncan dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) tidak ada interaksi antara perlakuan pemberian air limbah pabrik karet dengan jenis klon, (2) klon terbaik adalah LCB diikut oleh klon GT1, PR288, PR300 berdasarkan semua parameter, (3) dosis limbah hingga 100% tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan bibit karet berumur 4 sampai 7 bulan

    VARIASI BERBAGAI POLINATOR SEMANGKA HIBRIDA Citrullus vulgaris, Schard DIPLOID PADA DUA SEMANGKA TRIPLOID

    No full text
    Tujuan dari penelitian untuk mengetahui pengaruh berbagai polinator terhadap hasil silangan dengan induk semangka tanpa biji serta mengetahui tetua yang paling baik yang dapat menghasilkan silangan paling baik Hasil penelitian diharapkan dapat dihasilkan polinator terbaik dalam program perbaikan semangka melalui pemuliaan. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Politeknik Pertanian Negeri jember. penelitian dilaksanakan mulai bulan Juli sampai Okrober 2003. Penelitian dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok. 2 semangka non-biji disilangkan dengan 9 semangka berbiji yang bertindak sebagai polinator. sehingga didapatkan 18 kombinasi perlakuan dan diulangan 2 kali. 2 semangka triploid sebagai induk betina yaitu Pretty Orehid ( VI) dan Campuran (V2). Adapun 9 semangka berbiji yang bertindak sebagai polinator yaitu Empirer(P1) Diana Bangkok Dragon (P2). China Dragon(P3 Black Sweet (P4) Golden Fresh(P5). Hitam Manis(P6) Grand Master(P7). TM-Tiger(P8), dan Red Super Dragon(P9). Pwaineter yang diamat, meliputi diameter buah, jumlah biji, kadar gula. % terbentuknya bunga menjadi buah. panjang buah umur panen, dan berat Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya variasi berbagai polinator semangka berbiji tidak berpengaruh terhadap semua komponen hasil dan hasil silangan kecuali pada sifat panjang buah yang menunjukkan berbeda nyata. Penampilan induk terbaik berdasarkan berat buah yang memiliki nilai komersial adalah genotipe hasil silangan V1P2 V1 P2 dan V P4 Sifat yang berkorelasi genotipik positif sangat nyata terhadap adalah sifat umur panen yang diikuti oleh sifat diameter buah. % bunga menjadi buah kadar gula dan panjang bua

    ANALISIS DAYA GABUNG DAN KORELASI GENOTIPIK SIFAT PERAKARAN DAN PERTUNASAN SETEK DENGAN SIFAT PERTUMBUHAN BIBIT KOPI ROBUSTA

    No full text
    . Penelitian ini disusun berdasarkan rancangan acak kelompok dengan tiga ulangan. Adapun kion-kion yang diuji adalah Klon BP 409, BP 42, Q 121, BP 961 dan BP 358 beserta persilangannya. Untuk menduga ragam yang disebobkan oleh Jaya gabung tersebut digunakan analisis dialel metoda III dari Griffing (1956). Percobaan dilaksanakan di Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia di Kebun Percobaan Kaliwing Jember. Dari hasil penelitian ini diperoleh basil sebagai berikut Terdapat perbedaan yang nyata antara nilai DGU, DGK, dan DGR pada sifat-sifat perakaran dan pertunasan setek serta pertumbuhan bibit. Adapun nilai DGU tertinggi terdapat pada klon Q 121 baik pada sifat-sifat perakaran dan pertumbuhan setek maupun pertumbuhan bibit, sedangkan yang terendah terdapat pada kion BP 409. Untuk nilai DGK tertinggi terdapat pada kion persilangan BP 42 X 0 121, sedangkan terendah pada kion persilangan BP 42 X BP 358. Untuk nilai DGR tertinggi pada kion BP 358 X BP 42. sedangkan terendah pada klon persiiangan BP 961 X BP 409. Koefisien korelasi genotipe yang tinggi dan berbeda nyata antara persentase berakar dan panjang tunas setek terhadap semua parameter pertumbuhan bibit. Sedangkan untuk parameter panjang akar setek dengan parameter pertumbuhan bibit korelasinya sangat rendah sampai dengan sedang. Pada parameter jumlah akar setek korelasinya dengan parameter pertumbuhan bibit sangat rendah sampai rendah, begitu pula untuk parameter jumlah tunas setek korelasinya dengan parameter pertumbuhan bibit banyak yang bernilai negatif

    Pengaruh Dosis dan Macam Pupuk Kandang terhadap Pertumbuhan dan Hasil Jamur Tiram Putih (Pleurotus ostreatus)

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi media dan penambahan dosis pupuk kandang terhadap pertumbuhan dan hasil jarum tiram putih. Hasil penelitian menunjukkan tidak terjadi interaksi antara dosis pupuk kandang dengan macam pupuk kandang. Dosis pupuk kandang 5% memberikan hasil yang terbaik. Pupuk Kandang ayam P2 memberikan hasil terbaik dibanding media lainnnya

    Pengaruh Pemberian Dosis Pupuk Urea Pada Beberapa Galur Terhadap Pertumbuhan, Hasil, dan Kualitas Okra (Abelmoschus esculentus)

    No full text
    Percobaan ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis pupuk terhadap pertumbuhan, hasil, dan kualitas okra. Percobaan dilaksanakan di Lahan Prapah, Panti Kabupaten Jember pada bulan November 2014 hingga Februari 2015. Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terbagi (Split plot design) dengan pola dasar Rancangan Acak Kelompok. Terdiri dari 2 faktor diulang 3 kali. Faktor pertama sebagai petak utama adalah varietas/galur okra dengan empat taraf yaitu : 1.V1 =Nomor galur G 037 (V1). 2.V2 = Nomor galur G 047 (V2). 3.V3 = Nomor galur G 004 (V3). 4.V4 = Varietas Garibar (V4). Faktor kedua sebagai anak petak adalah dosis pupuk urea dengan 3 taraf yaitu : 1.D1 = Dosis pupuk urea 200kg/ha. 2.D2 = Dosis pupuk urea 250kg/ha. 3.D3 = Dosis pupuk urea 300kg/ha. Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan uji F. Apabila terdapat perbedaan yang nyata maka dilanjut dengan menggunakan uji Duncan pada taraf 5%. Hasil percobaan menunjukkan bahwa: (1) Terdapat interaksi antara varietas dan dosis terhadap jumlah daun, dimana V3D1 merupakan kombinasi perlakuan terbaik dengan jumlah daun 14.3 helai per tanaman.; (2) Dosis pupuk urea berbeda tidak nyata terhadap pertumbuhan, hasil, dan kualitas okra.; (3) Galur berpengaruh nyata terhadap diameter batang dan jumlah daun. Dimana V2 (G 047) merupakan galur terbaik dengan diameter batang sebesar 2.11 cm, sedangkan untuk jumlah daun V3 (G 004) merupakan galur terbaik dengan jumlah daun sebanyak 14.3 helai pertanaman
    corecore