1,720,970 research outputs found
ANALISIS KATEKIN DAN EPIKATEKIN DALAM BIJI KAKAO SERTA PRODUK OLAHANNYA MENGGUNAKAN KROMATOGRAFI CAIR SPEKTROMETRI MASSA
Processing cocoa beans to the cocoa product is estimated can affect active compound in the inside, especially catechin and epicatechin. Therefore, sampling was done from several stages of processing cocoa beans. The sample is cocoa nib, cocoa paste, cocoa powder and cocoa butter. Cocoa powder and cocoa butter obtained from cocoa paste processing at the temperature range 50 to 90 ° C. Research carried out three stages, namely: (1) conduct the selection conditions of analysis, (2) validate the analysis method, and (3) analyze catechin and epicatechin in the cocoa samples. Results of the research shows that based on the ratio catechin and epicatechin, processing cocoa beans into cocoa product influence catechin and epicatechin found therein, with a marked decrease in the ratio of the two substances. Cocoa paste processing into cocoa powder and cocoa butter made in the temperature range 50 to 90 ° C, does not indicate the influence of treatment based on the ratio catechin and epicatechin, but when viewed and measure catechin and epicatechin the inside indicates that the tendency to decrease
S, Meningkatkan MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI PENERAPAN METODE OBYEK LANGSUNG DALAM PEMBELAJARAN MELUKIS DI KELAS IX SMP NEGERI 4 KUNINGAN
Berdasarkan hasil observasi dan tes tentang kemampuan berkarya seni lukis pada siswa kelas IX SMP Negeri 4 Kuningan diperoleh kesimpulan bahwa proses pembelajaran belum menunjukkan hasil yang optimal. Oleh karena itu perlu dicarikan solusinya. Salah satu solusinya adalah dengan pembelajaran melukis dengan metode objek langsung. Metode ini digunakan untuk merangsang daya imajinasi siswa dalam berkarya seni lukis murni. Berdasarkan fenomena di atas, PTK ini mengkaji masalah apakah melalui metode objek langsung dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas IX SMP Negeri 4 Kuningan dalam pembelajaran melukis? Berkaitan dengan masalah tersebut, PTK ini bertujuan mendeskripsikan peningkatan hasil belajar siswa dalam pembelajaran melukis dengan menggunakan metode objek langsung di kelas IX SMP Negeri 4 Kuningan . Berdasarkan hasil analisis PTK ini, diperoleh hasil yaitu adanya peningkatan yang cukup signifikan dari nilai karya seni lukis siswa kelas IX SMP Negeri 4 Kuningan setelah menggunakan metode objek langsung. Setelah menggunakan metode objek langsung ada peningkatan 5,72% pada siklus 1 dan 6% pada siklus 2.
Kata Kunci : Hasil Belajar, Meluki
PENGARUH MINYAK JINTAN HITAM (Nigella sativa L.) TERHADAP DAYA INGAT MENCIT (Mus musculus) JANTAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE MAZE RADIAL DELAPAN LENGAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh minyak jintan hitam (Nigella sativa
L.) terhadap daya ingat mencit (Mus musculus) jantan dengan menggunakan metode maze radial
delapan lengan dan untuk mengetahui dosis yang memiliki pengaruh untuk meningkatkan daya
ingat mencit jantan.
Mencit 15 ekor dibagi menjadi 5 kelompok masing-masing 3 ekor. Diberikan sediaan
minyak jintan hitam dosis 0,1 ml/kg bb; 0,2 ml/kg bb; 0,3 ml/kg bb, kontrol positif obat encephabol
0,3 ml/kg bb dan kontrol negatif aquadest 0,3 ml/kg bb. Pengujian dilakukan pada hari ke-18 dan
data dihitung dari hari ke-1 sampai ke-18 dengan parameter pengamatan meliputi waktu yang
ditempuh mencit dalam menemukan makanan pada alat maze. Sebelum diuji mencit dipuasakan
selama 12 jam.
Dari hasil penelitian menunjukan bahwa minyak jintan hitam mempunyai pengaruh
terhadap daya ingat mencit jantan setara dengan kontrol positif yaitu obat encephabol. Hasil
penelitian daya ingat mencit jantan dengan menggunakan metode maze radial delapan lengan
berdasarkan uji anava (@<0.05) menunjukan bahwa minyak jintan hitam dosis 0,1 ml/kg bb sudah
memiliki pengaruh terhadap peningkatan daya ingat mencit jantan. Kandungan kimia yang
terdapat pada minyak jintan hitam untuk meningkatkan daya ingat adalah asam linoleat (omega
6), asam linolenat (omega 3) dan vitamin (A, B1, B2, B6, C dan E)
ANALISIS KATEKIN DAN EPIKATEKIN DALAM BIJI KAKAO SERTA PRODUK OLAHANNYA MENGGUNAKAN KROMATOGRAFI CAIR SPEKTROMETRI MASSA
Processing cocoa beans to the cocoa product is estimated can affect active compound in the inside, especially catechin and epicatechin. Therefore, sampling was done from several stages of processing cocoa beans. The sample is cocoa nib, cocoa paste, cocoa powder and cocoa butter. Cocoa powder and cocoa butter obtained from cocoa paste processing at the temperature range 50 to 90 ° C. Research carried out three stages, namely: (1) conduct the selection conditions of analysis, (2) validate the analysis method, and (3) analyze catechin and epicatechin in the cocoa samples. Results of the research shows that based on the ratio catechin and epicatechin, processing cocoa beans into cocoa product influence catechin and epicatechin found therein, with a marked decrease in the ratio of the two substances. Cocoa paste processing into cocoa powder and cocoa butter made in the temperature range 50 to 90 ° C, does not indicate the influence of treatment based on the ratio catechin and epicatechin, but when viewed and measure catechin and epicatechin the inside indicates that the tendency to decrease
UJI FORMULASI KADAR VITAMIN C TABLET EKSTRAK DAUN JERUK NIPIS (Citrus aurantifolia)
Tanaman Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia) merupakan tanaman dengan tinggi mencapai 5 meter, dimana merupakan tanaman tropis. Kandungan Jeruk Nipis salah satunya vitamin C. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pada formula manakah tablet ekstrak daun Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia) memenuhi persyaratan uji kadar vitamin C, dan tablet yang dihasilkan diuji evaluasi tablet meliputi: organoleptik, kekerasan, kerapuhan, waktu hancur, keseragaman ukuran, keseragaman bobot, disolusi, dan kadar vitamin C. Metode dalam penelitian ini menggunakan jenis penelitian eksperimen. Teknik analisis data yang digunakan yaitu Uji Linearitas dan Analisis Regresi Linear Sederhana. Hasil penelitian menunjukan bahwa tablet ekstrak daun Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia) tidak memenuhi persyaratan tablet, dan tablet ekstrak daun Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia) kadar 200 mg per tablet memenuhi persyaratan uji kadar vitamin C sebesar 93,33%
Penentuan Kerapatan Tanaman Kana (Canna indica L.) pada Lahan Basah Buatan (Constructed Wetlands) dalam Mengolah Limbah Cair Domestik
Seiring dengan laju pertumbuhan penduduk yang tinggi,
maka tingkat konsumsi air dalam rumah tangga juga semakin
tinggi dan volume air limbah rumah tangga juga akan meningkat.
Air limbah domestik dapat berpengaruh buruk terhadap berbagai
hal karena dapat berperan sebagai media pembawa penyakit,
dapat menimbulkan kerusakan pada bahan bangunan dan
tanaman, dapat merusak ekosistem perairan. Sistem pengolahan
air rumah tangga yang umum digunakan adalah teknologi septic
tank, yaitu teknologi yang digunakan untuk mengolah air kotor
dari WC. Sedangkan, air bekas/ grey water (air bekas mandi,
cuci, dan dapur) yang volumenya sekitar 75% dari limbah rumah
tangga umumnya langsung dialirkan ke saluran pembuangan
menuju sungai. Akibatnya beban pencemar pada sungai menjadi
semakin tinggi. Alternatif pengolahan yang diperlukan untuk
menyelesaikan permasalahan ini adalah pengolahan limbah yang
sederhana serta berdaya guna. Constructed wetlands (CW)
merupakan salah satu solusi pengolah limbah yang
mengandalkan akar tanaman air untuk penyaringan, media dan
bakteri untuk mengolah berbagai air limbah seperti BOD, SS,
bakteri patogen, nutrien, dan logam berat. CW merupakan
teknologi yang efektif, murah dan perawatan yang mudah. Pada
penelitian ini digunakan tanaman kana untuk menurunkan beban
pencemar pada limbah cair domestik dengan menggunakan
sistem constructed wetlands.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode
eksperimental dengan tiga buah variasi kerapatan tanaman
perlakuan yaitu kerapatan 6 tanaman/m2, 12 tanaman/m2, dan 18
tanaman/m2 dengan satu buah perlakuan kontrol tanpa tanaman.
Parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah kebutuhan oksigen biologis (BOD), padatan tersuspensi total (TSS), kadar
Amonium (NH4
+), dan kadar Nitrat (NO3
-). Hasil yang didapat dari
penelitian ini menunjukkan bahwa adanya pengaruh kerapatan
terhadap penurunan beban polutan pada parameter yang
diamati. Penurunan paling baik adalah pada kerapatan yang
paling besar yaitu pada kerapatan 18 tanaman/m2. Selain itu,
didapat pula bahwa kerapatan tanaman minimum yang bisa
diterapkan pada constructed wetland agar output limbah sesuai
baku mutu adalah pada kerapatan 4 tanaman/m2 dengan rumus
persamaan BODt = BOD0 . e0,0169t
IDENTIFIKASI DAN HABITAT IKAN SEMAH (Tor sp.) DI SUNGAI LEMATANG, SUMATERA SELATAN
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keragaman jenis dan habitat ikan semah (Tor sp.) di Sungai Lematang, Sumatera Selatan. Penelitian ini telah dilakukan pada bulan Maret 2008.Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode survei di 6 stasiun yang ditetapkan secara sengaja di perairan Sungai Lematang yaitu stasiun Tanjung Mulak, Sungai Mulak, Lematang, Selangis Besar, Air Keruh, dan Endikat. Ikan contoh ditangkap dengan pancing dan jaring dan kemudian diidentifikasi di Laboratorium. Pengamatan habitat ikan dilakukan secara langsung. Beberapa parameter kualitas air diamati di lapangan dan laboratorium. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada 4 jenis ikan semah (Tor sp.) di Sungai Lematang, yaitu Tor soro, T. tambroides, T. duoronensis, dan T. tambra. Habitat ikan semah di Sungai Lematang di 6 stasiun mencirikan karakteristik yang sama, yaitu arus air yang deras, daerah berbatu-batu, dasar sungai berpasir, dan berbatu, kecerahan yang tinggi ditandai dengan nilai pH 6,5 - 7,0, CO2 bebas 4,4 mg/L, suhu air rendah, oksigen terlarut tinggi (5,7 - 10,65 mg/L) dan kedalaman perairan berkisar 100 - 400 cm
- …
