1,720,991 research outputs found
PROSEDUR PELAKSANAAN ADMINISTRASI KREDIT BANGUN RUMAH PADA PT. BANK TABUNGAN NEGARA (PERSERO) CABANG JEMBER
Berdasarkan hasil Praktek Kerja Nyata yang dilaksanakan di PT. Bank
Tabungan Negara (Persero) Cabang Jember, maka dapat disimpulkan bahwa,
1. Prosedur Administrasi Kredit Bangun Rumah terbagi menjadi beberapa tahap
yaitu :
a. Debitur datang ke kantor Bank BTN menuju bagian LS (Loan Service)
untuk melakukan pengisian formulir, wawancara, IDE, Cek Dokumen,
Cek Duplikasi dan Scan Dokumen;
b. Dokumen akan dibawa ke bagian DEO (Data Entry Operator) dan akan
dilakukan proses Detail Data Entry (DDE), yaitu proses input data
pemohon kredit yang lebih lengkap;
c. Selanjutnya berkas akan dikembalikan ke bagian LS (Loan Service) untuk
dilakukan proses pemeriksaan kembali data pokok (Review Detail Data
Entry);
d. Tahap selanjutnya, dokumen kredit akan diserahkan ke petugas bagian
MCL Head (Morgage Consumer Loan Head) untuk dilakukan proses
validasi (pembuktian) dan task assignmen;
e. Selanjutnya dokumen akan diserahkan ke bagian Analis untuk dilakukan
proses Order Appraisal, LPA, dan Verifikasi;
f. Dokumen akan diberikan kepada LA Head (Loan Administrasi Head)
untuk dilakukan pembagian tugas-tugas kepada Appraisal Independent
dan Verificator;
g. Petugas bagian appraisal akan melakukan proses Taksasi agunan yang
telah diajukan debitur;
h. Selanjutnya tugas akan diberikan kepada petugas LA (Loan
Administration) untuk dilakukan proses penerbitan ID Histori, OTS, dan
Entry hasil Appraisal;
63
i. Tahap selanjutnya adalah penyerahan hasil kepada analis untuk dilakukan
proses analisa kelayakan melalui Rakomdit (Rapat Komite Kredit);
j. Berkas kredit yang telah direkomendasikan oleh petugas analis,
selanjutnya akan kembali ke bagian MCL Head (Morgage Consumer
Loan Head) untuk menjalani proses Approval (Persetujuan);
k. Tahap selanjutnya adalah proses cetak SP3K (Surat Penegasan Persetujuan
Penyediaan Kredit) oleh petugas LS (Loan Service);
l. Pemohon wajib mengisi formulir permohonan realisasi kredit dan lengkap
m. Petugas LS (Loan Service) akan melakukan proses pembuatan berkas
SPD5 (Surat Pencairan Dana 5 rangkap) dan memo pencairan;
n. Proses selanjutnya adalah penandatangan memo pencairan dan
pelaksanaan akad kredit antara debitur dengan Kepala Bagian (Section
Head) dan disaksikan oleh notaris;
o. Petugas Proses Transaksi (Transaction Processing) akan melakukan tahap
Entry Data ke server
p. Pencairan kredit oleh petugas Retail Service yang dibayarkan melalui
tabungan Batara secara bertahap.
2. Kegiatan di bagian Administrasi Kredit dan Dokumen pada PT. Bank
Tabungan Negara (Persero) Cabang Jember meliputi:
a. Penyusunan SP3K (Surat Penegasan Permohonan Penyediaan Kredit)
yang dilampirkan bersamaan dengan pasal-pasal syarat persetujuan kredit;
b. Penomoran pada Map Dosir dan Dokpok sesuai dengan jenis kreditnya;
c. Penataan Map di rak-rak yang sudah disediakan sesuai dengan nomor yang
tertera pada Map;
d. Men-scan sertifikat untuk di upload dalam server computer sebagai data
milik PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Cabang Jember;
e. Melakukan proses penghitungan persediaan fisik (Stock Opname) pada
dokumen-dokumen pokok kredit;
f. Verfikasi dokumen debitur yang akan dilunasi dengan data diri atau KTP
debitur
PENGARUH FASILITAS, PELAYANAN DAN HARGA TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN ULANG OLEH KONSUMEN DALAM MENGGUNAKAN LAYANAN JASA DI WARNET SMILE NET
Internet sebagai salah satu kebutuhan penting masyarakat moderen khususnya di daerah perkotaan telah banyak membantu masyarakat dalam menyelesaikan rutinitas kegiatan mereka sehari-hari. Salah satu cara yang dapat dilakukan oleh masyarakat dalam mengakses internet adalah dengan datang ke warnet. Strategi pemasaran meliputi fasilitas, pelayanan dan harga. Fasilitas berperan dalam menjaring konsumen serta meningkatkan keputusan pembelian konsumen. Fasilitas dapat dinilai baik, apabila semua kebutuhan dan keinginan konsumen terpenuhi.
Pelayanan yang baik berhubungan dengan bagaimana pihak warnet dapat membantu para pelanggan dalam memecahkan masalah yang sedang mereka hadapi. Semakin pihak warnet dapat diandalkan dalam memecahkan masalah, maka tingkat kepercayaan pelanggan akan semakin tinggi dan hal ini akan berdampak positif bagi usaha warnet kedepannya. Menurut Basu Swastha dan Irawan (dalam Anjar, 2011:14) harga merupakan jumlah uang (ditambah beberapa produk kalau mungkin) yang dibutuhkan untuk mendapatkan sejumlah kombinasi dari produk dan pelayanannya.
Berdasarkan uraian diatas, telah dijelaskan bahwa fasilitas, pelayanan dan harga dapat memengaruhi keputusan pembelian ulang oleh konsumen dalam menggunakan produk (barang atau jasa). Produk yang dimaksudkan berupa berbagai layanan jasa yang terdapat pada Warnet Smile Net. Ketiga faktor ini adalah penentu bagi konsumen dalam menentukan pembelian ulang terhadap jasa warnet tersebut.
Jenis penelitian ini adalah confirmatory research dan explanatory research. Pengambilan data dilakukan dengan cara menyebar kuesioner. Populasi pada penelitian ini adalah para konsumen Warnet Smile Net. Teknik sampling penelitian ini menggunakan non probability sampling dengan pendekatan accidental sampling
Membangun Kepuasan Konsumen Berbasis Atribut Produk Onde – Onde Bo Liem Mojokerto
Pemasaran merupakan salah satu hal penting dalam menjalankan sebuah
usaha, baik usaha baru maupun usaha lama yang telah dirintis bertahun – tahun
lamanya
Analisis Pola Perpindahan Dan Prediksi Market Share Konsumen Indomaret Dan Alfamart Di Kelurahan Gebang
Globalisasi memberikan dampak yang begitu besar bagi perkembangan ekonomi Negara Indonesia. Melihat persaingan yang sangat ketat seperti ini, perusahaan harus bisa merebut perhatian konsumen. Bisnis ritel modern merupakan salah satu contoh dari ketatnya persaing yang ada pada saat ini. Hal ini terbukti dengan banyaknya perusahaan ritel modern di Indonesia saat ini. Indomaret dan Alfamart merupakan salah satu contohnya. Banyaknya Indomaret di Jember ini juga diikuti oleh pesaing terdekatnya yaitu Alfamart. Indomaret dan Alfamart harus saling beradu strategi pemasaran untuk merebut hati konsumen. Mulai dari Atribut Toko, Harga dan Promosi Penjualan harus benar-benar diperhatikan. Berdasarkan data Dinas Perindustrian Perdagangan dan Energi Sumber Daya Mineral Kabupaten Jember tercatat ada 285 gerai toko yang tersebar di 31 kecamatan yang ada di Jember, dengan jumlah gerai Indomaret mencapai 155 sedangkan Alfamart 130.
Penelitian ini merupakan explanatory research, populasi dalam penelitian ini adalah konsumen Indomaret dan Alfamart di Kelurahan Gebang Jember. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling, dengan kriteria sudah melakukan transaksi atau bebelanja di Indomaret dan atau Alfamart di Kelurahan Gebang minimal dua kali, responden tersebut minimal berumur 15 tahun. Ukuran sampel dalam penelitian ini adalah 100 responden. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis Markov Chain. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap periode mendatang pangsa pasar Indomaret dan Alfamart mengalami penurunan yang tidak signifikan. Indomaret yang pada awalnya menjadi pemimpin pasar dengan market share sebesar 55% pada periode satu mengalami penurunan 5.5% menjadi 49.5%. Alfamart mengalami kenaikan sebesar 5.7 % dari market share 45% menjadi 50.7% dan menjadi pemimpin pasar. Pada periode kedua Indomaret kembali menjadi pemimpin pasar dengan market share sebesar 50.1% yang naik 0.6% dari 49.5%, sedangkan Alfamart mengalami penurunan sebesar 0.8% dari 50.7% menjadi 49.9%. Pada periode ketiga Alfamart yang menjadi pemimpin pasar dengan market share 50% sedangkan Indomaret 49.9%. Pangsa pasar pada periode ke empat dan seterusnya antara Indomaret dan Alfamart selalu sama, misalnya pada periode ke empat adalah 49.9%, periode ke lima sebesar 49.89%, periode keenam sebesar 49.84% dan seterusnya
Analisis pengaruh biaya advertensi terhadap hasil penjualan pada UD. Jaya Abadi Motor di Jember
Komunikasi merupakan salah satu sarana yang paling penting dalam membina hubungan antara perusahaan dengan pihak diluar perusahaan terutama konsumen, dengan adanya komunikasi, dapat diinformasikan mengenai adanya suatu produk. Kegiatan komunikasi yang dapat dilakukan oleh perusahaan adalah melalui program promosi, salah satunya adalah kegiatan advertens
PENGARUH WEBSITE QUALITY, E-SERVICE QUALITY, DAN ONLINE BRAND COMMUNITY TERHADAP BRAND LOYALTY PELANGGAN E-COMMERCE BUKALAPAK (Studi pada Komunitas BRCC di Banyuwangi)
Kondisi masyarakat saat ini yang selalu menuntut segala macam kegiatan dapat dilakukan secara instan, telah memunculkan metode bisnis baru yaitu melakukan aktifitas jual beli tanpa perlu berhadapan muka langsung dengan penjual ataupun pembeli (E-commerce). Semakin tinggi minat masyarakat melakukan aktifitas jual beli secara online, telah membuat persaingan industri E-commerce berbasis C2C (Konsumen-ke-konsumen) semakin ketat. Sejak tahun 2010 di Indonesia telah berdiri beberapa E-commrece dan yang terbesar diantaranya yaitu Tokopedia dan Bukalapak. Bukalapak merupakan E-commerce yang memiliki pelanggan loyal terbesar di Indonesia (Retno, 2017).
Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah kualitas situs web, kualitas layanan elektronik, dan komunitas merek yang ada di dunia maya berpengaruh terhadap loyalitas merek pelanggan Bukalapak. Variabel independen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Website Quality, E-service Quality, dan Online Brand Community sedangkan variabel dependen yang digunakan yaitu Brand Loyalty. Oleh karena itu, Penelitian ini merupakan penelitian explanatory research, yaitu penelitian yang menjelaskan hubungan antar variabel. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Populasi penelitian yaitu komunitas BRCC di Banyuwangi. Sampel yang diambil adalah anggota BRCC yang memiliki sikap loyal terhadap merek Bukalapak sejumlah 90 responden. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda dengan bantuan SPSS 23.
Hasil dari penelitian ini diperoleh bahwa variabel Website Quality, E-service Quality, dan Online Brand Community berpengaruh signifikan terhadap Brand Loyalty pelanggan Bukalapak. Variabel yang paling dominan dalam mempengaruhi loyalitas merek pelanggan Bukalapak adalah variabel E-service Quality. Kesimpulan yang didapati dalam penelitian ini yaitu bahwa meningkatkan kualitas situs web, meningkatkan kualitas layanan elektronik, dan membangun komunitas merek Bukalapak di dunia maya adalah langkah yang tepat bagi e-marketer untuk meningkatkan loyalitas konsumen pada merek Bukalapak
Analisis Pengaruh Lokasi, Kualitas Layanan, dan Harga Terhadap Kepuasan Konsumen Warung Bakso Kabut Bu Juhairiyah Jember
Bidang kuliner kini menjadi salah satu bisnis yang menjanjikan karena masyarakat tidak akan pernah berhenti untuk mengkonsumsi makanan khususnya mahasiswa. Kuliner nampaknya saat ini sudah menjadi kebutuhan masyarakat pada umumnya, tak heran jika banyak warung makanan yang dapat kita temukan dimana saja, salah satunya adalah Warung Bakso Kabut Bu Juhairiyah Jember yang merupakan salah satu warung bakso yang cukup terkenal di jember. Warung Bakso Kabut Bu Juhairiyah Jember merupakan warung bakso pertama yang membuat dan menyediakan menu bakso kabut yaitu bakso yang diselimuti oleh telur. Warung Bakso Kabut Bu Juhairiyah Jember merupakan warung bakso yang mampu untuk bersaing karena lokasi yang cukup strategis, layanan yang diberikan cukup baik dan harga produk yang relatif lebih murah dibanding pesaingnya serta manfaat yang didapat sesuai dengan apa yang diharapkan oleh konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah lokasi, kualitas layanan dan harga berpengaruh terhadap kepuasan konsumen Warung Bakso Kabut Bu Juhairiyah Jember. Penelitian ini akan dilakukan di Jember dan berjalan selama kurang lebih 1 bulan. Penelitian ini adalah explanatory research. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah konsumen Warung Bakso Kabut Bu Juhairiyah Jember. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini yaitu menggunakan nonprobability sampling dengan teknik purposive sampling. Jumlah sampel pada penelitian ini adalah 112 responden. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi linier berganda. Berdasarkan hasil analisis penelitian ini dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: 1) Hasil analisis regresi berganda pada Uji t terhadap hipotesis pertama H1 menunjukan bahwa Lokasi berpengaruh terhadap terhadap Kepuasan Konsumen dengan melihat taraf signifikansinya yaitu sebesar 0,029. Hubungan yang ditunjukan oleh koefisien regresi adalah positif artinya semakin baik Lokasi maka Kepuasan Konsumen akan semakin meningkat (H1 diterima). 2) Hasil analisis regresi berganda pada pada Uji t terhadap hipotesis kedua H2 menunjukan bahwa Kualitas Layanan berpengaruh terhadap Kepuasan Konsumen dengan melihat taraf signifikansinya yaitu sebesar 0,000. Hubungan yang ditunjukan oleh koefisien regresi adalah adalah positif artinya semakin baik Kualitas Layanan maka Kepuasan Konsumen akan meningkat (H2 diterima). Hasil analisis regresi berganda pada Uji t terhadap hipotesis ketiga H3 menunjukan bahwa Harga berpengaruh terhadap Kepuasan Konsumen dengan melihat taraf signifikansinya yaitu sebesar 0,000. Hubungan yang ditunjukan oleh koefisien regresi adalah positif artinya semakin baik Harga maka Kepuasan Konsumen akan semakin meningkat (H3 diterima). Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa 1) Lokasi berpengaruh terhadap Kepuasan Konsumen. 2) Kualitas Layanan berpengaruh terhadap Kepuasan Konsumen. 3) Harga berpengaruh terhadap Kepuasan Konsumen
ENGARUH BRAND IMAGE, KUALITAS LAYANAN DAN HARGA TERHADAP LOYALITAS MELALUI KEPUASAN KONSUMEN PADA JASA J&T EXPRESS DI KABUPATEN JEMBER
enelitian dengan judul “Pengaruh Brand Image, Kualitas Layanan dan
Harga terhadap Loyalitas melalui Kepuasan Konsumen pada Jasa J&T Express di
Kabupaten Jember”. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh brand
image terhadap kepuasan konsumen, menganalisis pengaruh kualitas layanan
terhadap kepuasan konsumen, menganalisis pengaruh harga terhadap kepuasan
konsumen, menganalisis pengaruh brand image terhadap loyalitas, menganalisis
pengaruh kualitas layanan terhadap loyalitas, menganalisis pengaruh harga
terhadap loyalitas, dan menganalisis pengaruh kepuasan konsumen terhadap
loyalitas pada J&T Express di Kabupaten Jembe
Analisis Pengaruh Viral Marketing Terhadap Pembentukan Brand Awareness dan Keputusan Pembelian (Studi Kasus pada Twitter @Jemberbanget)
Penelitian ini berjudul “Analisis Pengaruh Viral Marketing terhadap Pembentukan Brand Awareness dan Keputusan Pembelian (Studi Kasus pada Twitter @Jemberbanget)”. Artikel ini bertujuan untuk (1) untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh viral marketing terhadap brand awareness, (2) untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh viral marketing terhadap keputusan pembelian, dan (3) untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh brand awareness terhadap keputusan pembelian. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh followers twitter @Jemberbanget. Metode sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 63 orang. Variabel yang digunakan sebanyak 3 variabel, yaitu viral marketing, brand awareness dan keputusan pembelian. Alat analisis yang digunakan adalah Analisis Jalur (path analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) viral marketing berpengaruh positif dan signifikan terhadap brand awareness pada akun twitter Jember Banget, 2) viral marketing berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian pada akun twitter Jember Banget, dan 3) brand awareness berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian pada akun twitter Jember Banget
Penetapan Strategi Pemasaran Dalam Meningkatkan Penjualan Kayu Di PTPN XII Kebun Glantangan Kabupaten Jember
Kayu sengon di Indonesia sangat populer dan disukai karena harganya
yang dikenal murah dan juga mempunyai kualitas yang bagus. Dalam lima tahun
terakhir penjualan sengon PTPN XII Kebun Glantangan mengalami
ketidakstabilan dikarenakan tidak bisa memanfaatkan peluang. Peluang disaat
harga kayu sengon naik justru permintaan pada kayu sengon yang tidak stabil, dan
juga faktor internal dan eksternal perusahaan yang dapat menghambat
peningkatan penjualan.
Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui dan menentukan perumusan
strategi pemasaran PTPN XII Kebun Glantangan yang tepat dan efektif. Dengan
menjelaskan kondisi objek baik internal maupun eksternal secara alamiah dan
objektif dengan menggunakan Tahap Input (Matriks IFE, Matriks EFE), Tahap
Pencocokan (Matriks Internal – Eksternal), Tahap Implementasi (Matriks SWOT).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari Analisis SWOT, yang
menggunakan Matriks EFAS , matriks IFAS, Matriks SWOT, dan Matriks IE
(Internal-Eksternal), faktor eksternal dengan skor tertinggi yang mempengaruhi
perkembangan adalah faktor peluang yaitu memiliki adanya dukungan
pemerintah, sedangkan ancaman tertinggi yaitu kualitas kayu yang menurun saat
pengiriman. Faktor internal dengan skor tertinggi adalah faktor kekuatan yaitu
produk bervariasi dan berkualitas tinggi, sedangkan kelemahan adalah promosi
kurang. Hasil analisis data pada tahap pencocokan dengan menggunakan Matriks
internal eksternal dan analisis SWOT menunjukan bahwa PTPN XII Kebun
Glantangan berada pada sel V, dimana sel V digambarkan sebagai kondisi tumbuh
dan mempertahankan, maka strategi yang tepat untuk PTPN XII Kebun
Glantangan ini adalah strategi pengembangan pasar
- …
