3 research outputs found
Pengaruh Belis Dalam Masyarakat Sumba
Belis merupakan suatu kewajiban yang harus dipenuhi oleh pihak laki-laki ketika
dirinya ingin meminang seorang perempuan Sumba. Belis identik dengan
seserahan berupa harta kawin yang dibawa pada saat proses peminangan tersebut.
Adapun yang dimaksudkan dengan belis terdiri atas mamuli, katana, dan sejumlah
hewan seperti kuda dan kerbau. Penentuan jumlah belis yang harus dipersiapkan
pihak laki-laki untuk meminang tergantung pada negosiasi atau kesepakatan,
status sosial dan pernikahan ibu si gadis. Apabila seserahan tersebut diterima,
maka pihak perempuan juga harus mempersiapkan dan membawa bola ngandi
yang berisi kain tenun, muti salak, gading sebagai bentuk balasan dari belis yang
akan diberikan kepada pihak laki-laki. Nilai belis dan bola ngandi dalam
pernikahan adat Sumba haruslah seimbang agar tidak menimbulkan penghinaan
terhadap keluarga pasangan. Belis dapat menimbulkan dampak secara psikologis
bagi kehidupan individu dan keluarganya. Dampak tersebut nampak pada harga
diri serta keyakinan diri yang dimiliki.
Kata Kunci: sumba; pernikahan adat; beli
Dapatkah Aku Remisi? Studi Fenomenologi Optimisme pada Pasien Rheumatoid Arthritis
Optimisme menjadi salah satu hal yang penting bagi pasien autoimun jenis Rheumatoid Arthritis (RA) untuk senantiasa dapat menjalani kegiatan sehari-hari. Adanya optimisme dalam diri pasien RA agar semangat untuk mencapai kondisi remisi. Remisi merupakan kondisi dimana pasien RA tidak mengalami kekambuhan yang mengakibatkan rasa sakit minimal dua bulan berturut-turut. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran optimisme remisi dan faktor yang memengaruhi optimisme remisi pada pasien RA. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Penggalian data dilakukan dengan wawancara mendalam kepada dua partisipan dengan kondisi RA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gambaran optimisme remisi dari kedua partisipan tampak berbeda sesuai dengan pemahaman optimisme remisi tiap partisipan. Partisipan T menunjukkan gambaran optimisme remisi sebagai kemampuan individu untuk mengatasi rasa sakit ketika terjadi kekambuhan disetiap bulan. Sedangkan, partisipan E menunjukkan gambaran optimisme remisi sebagai kemampuan individu agar tidak pernah kambuh. Faktor yang memengaruhi optimisme remisi pada partisipan T dikarenakan keinginan untuk menyekolahkan anaknya. Sedangkan faktor yang memengaruhi optimisme remisi pada partisipan E dikarenakan suami dan anak-anaknya masih membutuhkannya. Faktor yang memengaruhi optimisme remisi lainnya pada kedua partisipan diantaranya dukungan sosial dari keluarga dan lingkungan sekitar, kontrol diri, berserah diri pada Tuhan.Kata kunci : optimisme, remisi, autoimun, rheumatoid arthriti
Pengaruh Belis Dalam Masyarakat Sumba
Belis is an obligation that must be completed by man when he wants to propose Sumba’s woman. Belis was identical by the surrender of the mating assets brought while the proposal processed. Belis consist of mamuli, katana, and a number animals such as horses and buffaloes. Determination of the number of belis that must be prepared by the man to propose depends of negotiating or agreement, the social status, and marriage of the girl’s mother. If the handover be accepted, the woman must also prepare and carry a bola ngandi containing woven cloth, muti salak, ivory as a form of reply from the belis that will be given to the man. The values of the Belis and the Bola ngandi must be balanced so don’t causing humiliations to both families. Belis can have a psychological impact on the lives of individuals and their families. This impact can be seen in self esteem and self efficacy
