8,334 research outputs found
Hoya rintzii Rodda, Simonsson & S. Rahayu 2014
Hoya rintzii Rodda, Simonsson & S.Rahayu Webbia 69: 44 (Rodda et al. 2014). Type material Holotype MALAYSIA • Selangor, Sungai Langat; 3 Jun. 1976; R.E. Rintz RER61 leg.; KEP. Isotype MALAYSIA • Same data as for the holotype; K.Published as part of Rahayu, Sri & Rodda, Michele, 2019, Hoya of Sumatra, an updated checklist, three new species, and a new subspecies, pp. 1-23 in European Journal of Taxonomy 508 on page 13, DOI: 10.5852/ejt.2019.508, http://zenodo.org/record/261287
PENGARUH PEMBERIAN AROMATERAPI GINGER OIL DAN LEMON TERHADAP EMESIS GRAVIDARUM PADA IBU HAMIL TRIMESTER I DI PMB DIAN SRI RAHAYU TAHUN 2024
Pendahuluan: Kehamilan merupakan suatu proses fisiologis yang terjadi pada banyaknya wanita yang dimulai dari konsepsi sampai dengan lahirnya janin, lamanya kehamilan normal yaitu 280 hari (40 minggu atau 9 bulan 7 hari) dihitung dari pertama haid terakhir. Kehamilan terbagi menjadi 3 trimester, yaitu trimester kesatu berlangsung dalam 12 minggu, trimester kedua 15 minggu, trimester ketiga berlangsung 13 minggu, Permasalahan yang sering terjadi pada awal kehamilan yaitu perasaan mual muntah karena kadar estrogen yang meningkat. Mual muntah yang terjadi terus menerus dapat menyebabkan dehidrasi. Tujuan Penelitian: Untuk Mengetahui Pengaruh Pemberian Aromaterapi Ginger Oil Dan Lemon Terhadap Emesis Gravidarum Pada Ibu Hamil Trimester I Di Pmb Dian Sri Rahayu Tahun 2024. Metodologi : Metode Penelitian ini adalah SCLR yaitu Penelusuran Rujukan Ilmiah untuk memperoleh konsep teori asuhan Kebidanan berdasarkan hasil penelitian terdahulu dan studi kasus yaitu studi langsung penerapan kebidanan berdasarkan Evidance Based. Hasil Penelitian: Hasil penelitian yang dilakukan pada kedua responden ibu hamil trimester pertama diberikan intervensi aromaterapi gingger oil dan lemon setelah dilakukan observasi dengan lembar observasi PUQE terdapat penurunan nilai dengan katagori sedang menjadi ringan. Kesimpulan dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh pengaruh pemberian aromaterapi gingger oil dan lemon terhadap penurunan mual dan muntah pada ibu hamil trimster pertama di PMB bd Dian Sri Rahayu di kabupaten pandeglang tahun 2024
Hasil Cek Plagiasi Jurnal dengan Judul The Effect of Teachers Concern to Innovation and Emotional Intelligence on The School Effectiveness Mediated by The Professional Competence of Teachers and School Culture
LKP : Penerapan Strategi Pemasaran Melalui Marketplace Shopee dan Tokopedia pada UMKM Griya Batik Sri Rahayu
UMKM Griya Batik Sri Rahayu merupakan UMKM yang bergerak pada bidang fashion batik ecoprint yang didirikan oleh Ibu Yayuk Sri Rahayu (Yayuk) dimulai tahun 2019 yang berada di Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk. Produk-produk dari Griya Batik Sri Rahayu antara lain kain, kerudung, outer, kaos, tas, dompet, sepatu, bucket hat. Pemasaran online melalui marketplace Shopee dan Tokopedia di UMKM Griya Batik Sri Rahayu tidak terurus karena keterbatasan sumber daya manusia dalam mengelola Shopee dan Tokopedia UMKM Griya Batik Sri Rahayu. Hal itu terbukti dari penjualan produk Batik Ecoprint UMKM Griya Batik Sri Rahayu yang terjual sedikit.
Solusi bagi UMKM Griya Batik Sri Rahayu adalah menerapkan strategi pemasaran secara online melalui marketplace Shopee dan Tokopedia dengan memanfaatkan fitur promosi periklanan yaitu Shopee Ads dan Tokopedia Ads bagi UMKM Griya Batik Sri Rahayu, sehingga lebih mudah menjangkau konsumen dan calon konsumen mengenai produk yang ditawarkan serta pelatihan karyawan UMKM Griya Batik Sri Rahayu. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan penjualan UMKM Griya Batik Sri Rahayu.
Dengan diterapkannya strategi pemasaran melalui marketplace Shopee dan Tokopedia, marketplace UMKM Griya Batik Sri Rahayu, pendapatan penjualan online Shopee dan Tokopedia meningkat masing-masing sebesar 168% dan 1578%, selain itu tampilan toko Griya Batik Sri Rahayu di Shopee dan Tokopedia lebih menarik
Hasil Cek Plagiasi dengan Judul Pembentukan Nilai Moral Siswa dengan Memanfaatkan Kearifan Lokal pada Pembelajaran
Hasil Cek Plagiasi dengan Judul Model Pembelajaran Problem Possing Berbasis TIK untuk Mengerjakan Luas dan Keliling Bangun Datar pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 3 Kepanjen
MAKNA SIMBOLIK TARI ANGGUK SRI RAHAYU DI DESA PASUNGGINGAN KECAMATAN PENGADEGAN KABUPATEN PURBALINGGA
Penelitian ini bertujuan mengetahui makna simbolik tari Angguk Sri Rahayu di Desa Pasunggingan, Kecamatan Pengadegan, Kabupaten Purbalingga.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Objek penelitian ini adalah makna simbolik tari Angguk Sri Rahayu di Desa Pasunggingan. Dalam penelitian ini data berupa informasi dan hasil pengamatan langsung oleh peneliti, karena dalam penelitian kualitatif ini, peneliti sekaligus sebagai instrumen. Sumber data pada penelitian ini adalah Maryoto selaku ketua tari Angguk Sri Rahayu, Sidun penari tari Angguk Sri Rahayu, Daryoto sebagai pemusik tari Angguk Sri Rahayu, Drs. Sri Kuncoro selaku Kepala Bidang Kebudayaan di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purbalingga, Sobirin selaku Perangkat desa Pasunggingan, dan Nasiah masyarakat desa Pasunggingan. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi langsung, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Untuk menguji keabsahan data, peneliti menggunakan triangulasi sumber. Teknik analisis data menggunakan tahapan, yaitu reduksi data, display data, dan kesimpulan atau verifikasi.Hasil penelitian ini adalah (1) makna simbolik pada ragam gerak tari Angguk Sri Rahayu, yaitu (a) ragam gerak mlampah awal memiliki makna yaitu mengawali pertunjukan tari Angguk Sri Rahayu, (b) ragam gerak sembah memiliki makna meminta do’a keselamatan dalam memulai pertunjukan tari Angguk Sri Rahayu, (c) ragam gerak “hormat pada tuan” maknanya menghormati tuan rumah, (d) ragam gerak godheg memiliki makna lelucon, (e) ragam gerak mlampah akhir maknanya mengakhiri pertunjukan tari Angguk Sri Rahayu (2) makna simbolik pada syair lagu tari Angguk Sri Rahayu, yaitu (a)“Allaahumma Shalli Wa Sallim’ala” maknanya mengaharapkan rahmat Allah SWT, (b) “Marhaban Ya Nurul’aini”memiliki makna memuji keagungan Allah SWT, (c)“Tabe kami”, maknanya saling menghargai antar sesama, (d) syair “Ya Dali” maknanya adalah saatnya mengeluarkan lelucon atau melakukan gerak godheg (3) makna simbolik busana tari Angguk Sri Rahayu, yaitu keberanian, kedamaian, dan menarik dilihat dari warna merah, kuning, dan putih pada busana tari Angguk Sri Rahayu (4) makna simbolik pola lantai tari Angguk Sri Rahayu adalah tegas dan manusia harus selalu berpegang teguh kepada Tuhan YME dalam kehidupannya.Kata Kunci: makna simbolik, kesenian, tari Angguk Sri Rahay
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT OLEH YAYASAN SRI RAHAYU DI KAMPUNG DAYAK KELURAHAN KARANGLESEM PURWOKERTO
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Pemberdayaan masyarakat oleh Yayasan SriRahayu di Kampung Dayak. (2) keberhasilan pemberdayaan oleh Yayasan Sri Rahayu di Kampung Dayak. (3) Faktor pendukung program pemberdayaan oleh Yayasan Sri Rahayu di Kampung Dayak. (4) Faktor penghambat program pemberdayaan oleh Yayasan Sri Rahayu di Kampung DayakPenelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan subjek Lurah Karangklesem, Pembina Yayasan Sri Rahayu dan masyarakat Kampung Dayak Kelurahan Karangklesem Kecamatan Purwokerto Selatan Kabupaten Banyumas yang menjadi sasaran kegiatan Yayasan Sri Rahayu. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik keabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Teknik analisis data menggunakan analisis interaktif Milles Hubberman dengan langkah-langkah adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah: (1) Pemberdayaan masyarakat oleh Yayasan Sri Rahayu di Kampung Dayak meliputi program pendidikan formal dan informal, kegiatan kesehatan, kependudukan dan pelatihan keterampilan. (2) Keberhasilan pemberdayaan masyarakat oleh Yayasan Sri Rahayu di Kampung Dayak ditunjukan dengan kesejahteraan, akses, kesadaran kritis dan kontrol dari masyarakat. (3) Faktor pendukung program pemberdayaan masyarakat oleh Yayasan Sri Rahayu di Kampung Dayak adalah adanya donatur yang memberikan donasi untuk kegiatan yang dilakukan Yayasan Sri Rahayu, adanya bantuan dari pemerintah seperti PKH, JAMKESDA, RASKIN, dan berdirinya Yayasan Sri Rahayu diterima dan mendapat respon positif dari masyarakat Kampung Dayak. (4) Faktor penghambat program pemberdayaan masyarakat oleh Yayasan Sri Rahayu di Kampung Dayak adalah rendahnya respon dan minat masyarakat dalam mengikuti kegiatan yang diberikan oleh Yayasan Sri Rahayu, kurangnya kesadaran masyarakat untuk mendatakan diri pada pemerintah setempah, banyaknya orang berdatangan ke Kampung Dayak yang tidak memiliki keterampilan dan pekerjaan tetap.Kata Kunci: pemberdayaan masyarakat, yayasan Sri Rahayu, Kampung Dayak
- …
